Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 10

      Episode 10: Jarak Antara Kita.

     Yuki dan dua asistennya memantau keadaan Yoshioka Yuiko. Satu hari sebelum kemarin, pukul 8:09 dia jatuh sendiri ketika menaiki tangga sekolah. Kemarin pukul 15:23 Yuiko lupa menutup resleting roknya.

Kalau tidak diingatkan Aki pasti Yuiko tidak akan sadar. Dan hari ini pukul 13:10 ketika makan roti melon sambil melamun, Aki menepuk punggungnya dan roti melonnya terlepas dari genggaman.

     Ryoichi datang, bukannya Yoshioka orangnya memang seperti itu? (ceroboh). Yuki yakin ini tidak seperti biasanya, yang jelas Yoshioka Yuiko telah kehilangan senyumannya. Sepertinya ini karena seorang wanita yang datang mencari Matsubara saat Bunkasai. Yuki bahkan juga punya foto gadis tersebut, menurut informasi yang Yuki tahu dia adalah teman semasa kecilnya Matsubara. Dan situasi ini merupakan kesempatan emas bagi Kaichou untuk mendekati Yoshioka.

     Yang sedang dibicarakan sekarang tengah melamun menatap keluar jendela. Yuki tidak ingin melihat ekspresi sedihnya Kaichou lagi. Ryoichi menatap Yuki Aoyama penuh maksud, ia menduga Aoyama sudah jatuh cinta semendalam itu pada Makoto Hyodo. Yuki berdalih ia melakukan ini semua hanya demi melihat senyuman Kaichou yang seperti ini.

Yuki menunjukkan foto-foto Kaichou yang tersenyum cerah, dua asistennya membenarkan. Ryoichi tetap tidak bisa ditipu, ia hanya tersenyum dan pergi meninggalkan ketiganya.

     Yuiko memikirkan kata-kata Kaori tempo hari lalu, senyum Matsubara menyelamatkan Kaori. Itu artinya Kaori pernah melihat senyuman di wajah Matsubara. Jika memang seperti itu seharusnya bagus, tetapi entah mengapa fakta itu membuat dada Yuiko sesak.

Matsubara memanggil Yuiko, ia berterimakasih karena sudah dibuatkan makan malam dan meminta maaf karena tidak ada rumah ketika Yoshioka menjenguknya.

     Yuiko tidak apa-apa, karena mata Yuiko sudah berkaca-kaca dan situasi menjadi tidak nyaman.. Yuiko berpura-pura lupa membawa buku matematikanya, ia berlari meninggalkan Matsubara untuk meminjam buku orang.

Yuichi bertanya sebenarnya apa yang terjadi?. Matsubara teringat saat Kaori bicara padanya, katanya senang melihat senyuman Shu sewaktu SD dulu, benar-benar membuat Kaori jatuh cinta. Matsubara tidak menanggapinya, ia malah masuk ke kamar.

     Yuiko kembali ke kelas. Ia melihat Matsubara dan langsung kabur ke tempat duduknya. Yuichi dan Aki memperhatikan keduanya. Menurut Aki ini buruk,

Jika mereka tetap seperti ini sampai libur musim dingin, akan jadi buruk. Yuichi membenarkannya, lalu Yuichi hendak mengatakan sesuatu. Aki memotong kalimatnya, ia meminta jangan mengungkit saat Aki menangis tersedu melihat Kyoshiro bersama pacarnya. Betapa pun kecewanya Aki saat itu, yang terjadi biarlah terjadi… kali ini Aki ingin membuat Yuiko bahagia untuk kepentingan Aki juga.

   Aki mengajak Yuiko merayakan pesta natal. Yuiko terkejut, bukannya Aki biasanya tidak suka dengan acara semacam itu?. Aki tanya apa Yuiko tidak suka?. Yuiko bilang dia sangat menantikannya.

Di kelas semuanya merayakan pestanya, ketika gelas dibagi-bagikan.. Yuiko menjatuhkan gelasnya saat hendak memberikannya ke Matsubara. Mereka masih canggung satu sama lain, Aki agak sebal melihat sikap keduanya. Saat tos minuman pun Matsubara dan Yuiko masih canggung.

    Yuki berkeliling, ia memotret kerenggangan hubungan Matsubara dan Yuiko. Kaichou dipaksa mengenakan kostum santa. Ryoichi bilang ini karena natal, Yuki meminta Kaichou untuk tersenyum pada semua orang. Bukankah itu tugasnya santa? Memberikan kebahagiaan pada semua orang?. Seperti keinginan Kaichou yang ingin membuat semua siswa senang!

Makoto mengeluh, santa itu tidak ada! Seperti anak kecil saja!. Yuki gemas melihat Kaichou manis sekali saat menggerutu begitu. Ryoichi sekali lagi memandang Yuki yang sudah terlalu dalam sukanya ke Kaichou.

    Di kelas 1 C, mereka mulai main games. Yang pertama main Dengon Game, dibagi menjadi dua barisan. Yuiko kesal sekali berdiri di belakang Matsubara, di depannya ada Aki, lalu Yuichi. Yuiko tampaknya sebal karena harus main game dengan Matsubara (aku tahu rasanya, itu bikin otak ngeblank Hahahahaha,,, awkward moment)

    Aki dan Yuichi memang sengaja mendekatkan Yuiko dan Matsubara. Mereka sudah merencanakan sesuatu.

Kata-kata yang dibisikkan adalah: Antonio Inoki menaruh mayonnaise di kue |Antonio Inoki ga k ki ni zu zaketa.

Kata-katanya sudah sampai di Yuichi, Yuichi ke Aki, Aki ke Matsubara. Yuiko menantikan Matsubara membisikinya, rasanya gugup sekali, ia tidak bisa bernafas.

    Matsubara bilang ingin bicara dengan Yoshioka lagi. Yuiko terkejut, namun ia menjawab ia juga ingin bicara dengan Matsubara lagi.

     Ryoichi melihatnya, ia tidak yakin apa Yoshioka memang sedang patah hati. Yuki bilang dia yakin sekali memang patah hati. Kaichou mendekat, dia tanya ada apa?. Ia lalu menyaksikan Yuiko dan Matsubara sedang bermain game. Yuki menyemangati Kaichou, masih ada kesempatan untuk mendekati Yoshioka.

Kaichou bergumam sudah cukup, ia berterimakasih pada Aoyama Yuki atas bantuannya. Kaichou berjalan menjauh, mengajak semuanya beli kue setelah berpatroli hari ini. Kaichou pergi.

Di kelas 1 C masih main game (yang aneh) siapa yang patah hati tahun ini dan Jatuh cinta?. Aki sadar diri, Yuichi mengamatinya sejak tadi tahu kalau Aki tentunya patah hati. Lalu ke Yuiko, dia tidak merasa perasaannya ini termasuk patah hati, masih canggung dengan Matsubara.

Karena Yuiko dan Matsubara tidak memilih di bagian kubu jatuh cinta/patah hati, mereka kena hukuman. Harus beli jus. Keduanya mengobrol, Matsubara mulai tanya duluan tentang liburan musim dingin Yoshioka mau ke mana?. Yuiko bilang ia dan keluarga akan membersihkan rumah. Membersihkan rumah saat akhir tahun dipercaya bisa mensucikan tempat tinggal dan menyambut dewa tahun baru.

Matsubara senang, mereka bisa mengobrol seperti sebelumnya. Yuiko lalu berhenti berjalan, ia mengakui tadi saat bermain game ia sebenarnya berbohong kalau tidak ada yang disukainya. Berusaha tidak bertemu, menahan perasaannya sendiri.. Yuiko tidak suka itu.

“Shu!”

Panggil Kaori, ia datang mengajak Matsubara datang ke pesta dengannya. Kaichou juga melihat ketiganya saat kembali membeli kue. Yuiko menghindar, ia berpura-pura harus pergi membeli jus. Matsubara mau mengejar tapi tangannya ditahan Kaori.

Yuiko berjalan cepat sekali, Ryoichi dan Yuki datang. Kaichou bilang dia ingin melihat Yoshioka tersenyum lagi. Yuki mendorong Kaichou untuk mengejar Yoshioka. Air matanya sudah menggenang sempurna, ini sudah cukup… melihat sifat asli Kaichou kembali… itu kebahagiian tersendiri untukku.

    Ryoichi menepuk-nepuk puncak kepala Yuki satu dua kali.

     Kaori lumayan menyesal, apa Shu marah karena telah mengatakan kebohongan pada Yuiko Yoshioka sebelumnya?. Matsubara meminta maaf, ia memang melanggar janji mereka saat SD dulu.

    Sebelum Kaori ke Amerika ia berjanji memperlihatkan wajahnya. Kaori meminta Matsubara menunjukkan wajahnya agar ketika ia sendirian ia bisa mengingat Shu dan tidak merasa kesepian. Matsubara tidak menunjukkan wajahnya.

Kaori tidak merasa masalah, ia bisa menyelamatkannya saat itu namun sekarang tidak. Ia lalu hendak membuka kantung kertasnya Matsubara.

     Kaichou dikeroyok oleh anak-anak, meminta kue yang Makoto bawa. Kebetulan Yuiko juga melihat Kaichou yang tengah kesulitan. Makoto jengkel, dia ini bukan santa! Aku terlihat seperti santa tapi aku ini ketua OS…

Bruukk! Makoto jatuh. Anak-anak langsung pergi.

Yuiko mendekat menanyakan apa Kaichou baik-baik saja. Kue yang jatuh tadi masih utuh, beberapa detik kemudian seorang siswa melindasnya dengan sepeda. Beberapa anak yang sedang pemanasan pun hanya melihat Kaichou dan melewati kuenya.

Wajah Kaichou dan Yuiko jadi kotor karena kuenya.

“Merry Cristmas!” kata Kaichou,

Yuiko lalu tertawa, Kaichou mengajak Yuiko ke kuil di liburan musim dingin ini untuk mengusir nasib buruk. Keduanya lalu tertawa karena krim di wajah masing-masing.

Komentar:

  Yuki…. T_T kau tangguh sekali!?kk4

  Ada kalanya melihat orang lain bahagia membuat kita sendiri ikut bahagia, dan ada kalanya melihat orang lain bahagia itu membuat kita sendiri tidak bahagia. Kalau harus memilih tentunya lebih suka opsi pertama, membuat orang lain bahagia maka membuat diri sendiri bahagia. Sayangnya opsi kedua pun juga sulit untuk dihindari.

     Kamu benar jika hidup ini yang terpenting adalah akal, tapi aku juga benar kalau hidup ini yang terpenting adalah kebahagiaan. Jika hidup hanya dengan akal saja tanpa ada perasaan apa kamu bisa hidup menjalani rutinitas yang sama sepanjang harinya tanpa adanya kebahagiaan? Tapi kebahagiaan pun butuh akal untuk mengontrolnya, karena ada beberapa jenis kebahagiaan yang seharusnya tidak dirasakan, seperti selingkuh/bolos kerja walau ingin/mencaci orang lain.

Karissa: “Akal membuatmu hidup, dan kebahagiaan bisa membuatmu bertahan hidup”  😉

Jangan lupa like FP blog ini untuk tahu update-an terbarunya!>>>>>FANPAGE

 

Advertisements

Sinopsis Hippocratic Oath Episode 3 Part 2

     Akan tetapi Makoto ingin bertemu dengan ibunya Yuko, dia tidak ingin menggunakan formulir surat perintah. Prof Tsukuba meminta Makoto menyerahkan permasalahan ini padanya saja, ia mengerti persaannya Makoto. Makoto berterimakasih kemudian pamit pergi.

Dokter Hideo cemas bagaimana ini? Pihak Prof Mitsuzaki menggunakan surat perintah pengadilan. Prof Tsukuba tidak menginginkan Prof Mitsuzaki melakukan otopsi. Dokter Hideo tidak masalah jika memang penyebab kematian adalah Pneumonia, akan tetapi penyebab kematiannya adalah ITU… bagaimana?

Prof Tsukuba marah besar, apa benar Yuko Kashiwagi tidak demam sebelumnya?. Dokter Hideo diam saja. Prof Tsukuba makin murka, kenapa dr Hideo tidak menuliskannya di rekam medisnya?.

“Maaf”

“Aku menyuruhmu melaporkan semuanya padaku. Ini semua terjadi karena kau melakukan tugasmu dengan tidak becus.” Bentak Prof Tsukuba.

“Aku minta maaf,”

     Kotegawa dan Okamura meminta izin ke Kepala untuk mengajukan formulir surat perintah. Kepala tidak bisa menyetujuinya hanya dengan foto-foto sisa obat Yuko Kashiwagi. Kotegawa menjelaskan kalau Sumire Kashiwagi pernah melakukan tindakan serupa sebelumnya. Akan tetapi Kepala tetap tidak bisa menyetujui Kotegawa karena buktinya terlalu lemah, dan jika di otopsi tidak ditemukan apa-apa maka pihak kepolisian lah yang akan dipersalahkan.

Kepala pergi. Kotegawa mengerti, dia kemudian menyindir Kepalanya dengan mengatakan pihak medis dicurigai sebagai penyebab kematiannya korban, akan tetapi Kepala dari kepolisian terlalu pengecut dan tidak mengizinkan pengajuan surat perintah.

“Hei! Kau mengejekku?!” Kepala emosi, dia hendak menyerang Kotegawa. Okamura sebisa mungkin menahan Kepala.

“Kau mau mengabaikan insiden pembunuhan?” tantang Kotegawa.

    Makoto memperhatikan kontak personnya Prof Tsukuba. Lalu beralih ke Kashiwagi Sumire, Makoto menelfonnya. Langsung tersambung ke kotak suara, Makoto tidak meninggalkan pesan.

Ragu-ragu Makoto menekan bel rumah keluarga Kashiwagi. Tetangganya mengatakan Kashiwagi Sumire baru saja pergi ke kuil. Kuil? Makoto heran bukannya pemakamannya minggu ini?. Tetangga tersebut mengatakan kalau pemakamannya dilakukan sekarang karena ada beberapa hal yang mengganggunya maka pemakaman dilakukan hari ini.

    Saat itu sedang rapat. Orang-orang mengeluhkan kenapa Kotegawa tidak mengatur ponselnya dalam mode diam. Sekarang Kotegawa menerima panggilan tanpa memperdulikan cerca’an para rekannya. Dokter Kashiyama menelfon memberitahukan pemakaman akan diselenggarakan pukul 11:00.

Kotegawa mengecek jam tangannya, sekarang kisaran jam 10:12. Dokter Kashiyama meminta Kotegawa segera mendapatkan surat perintahnya. Kotegawa langsung bertindak dan berbicara dengan Kepalanya.

     Sebentar lagi jasad Yuko akan diproses. Makoto mendatangi Sumire dan Sumire berterimakasih makoto datang, ia juga meminta maaf tidak bisa menghubungi makoto karena ini tiba-tiba. Makoto meminta waktu sebentar untuk berbicara tapi Sumire bilang nanti saja karena ada yang harus dilakukan.

Dokter Kashiyama hendak menyusul ke kuil, Prof Mitsuzaki mengerti dan akan mempersiapkan otopsinya. Dokter Kashiyama yakin Sumire Kashiwagi bergegas mengadakan pemakaman pasti waspada setelah diminta melakukan otopsi.

“Atau seseorang bilang padanya soal surat perintah…” kata Prof Mitsuzaki.

Layar kemudian berganti ke wajahnya Prof Tsukuba. Di kepolisian, Kotegawa memburu Kepalanya segera membuatkan surat perintah.

“Kapten, kita tidak harus pergi sekarang!”

“Aku tahu.” dia tinggal menstampelnya. Kotegawa langsung pergi segera setelah dokumen tersebut dicap.

    Makoto hati-hati berbicara. Sudah beberapa hari berlalu semenjak kematian Yuko, ada kemungkinan penyebab lain kematiannya. Sumire terus mengelak tidak punya waktu, sebentar lagi upacara dimulai. Makoto bertanya kenapa sisa obatnya masih banyak, apa Ibu mengurangi dosisnya?.

“Sudah cukup!” bentak Sumire. Kenapa Makoto butuh mengotopsinya sekarang?. Makoto dianggap mengganggu upacara. Sumire meminta maaf pada semua pelayat atas ketidaknyamanannya. Makoto adalah teman putrinya dan sekarang ini Makoto agak terguncang jiwanya karena kepergian Yuko.

Makoto mencoba membujuk sekali lagi, tapi dia diusir. Akhirnya Makoto meninggalkan kuil.

     Jam makan siang dan loketnya ditutup. Kotegawa tidak peduli, dia menggeser papan tanda tutupnya. Sedang terburu-buru meminta dokumennya disahkan. Para pengantri yang sejak tadi menunggu pun geram karena sedang  buru-buru juga, Okamura menahan mereka dan mengatakan mereka adalah polisi. Para pengantri kesal polisi memotong antrean.

     Makoto dan dokter Kashiyama menunggu surat perintah datang di luar kuil. Makoto benar-benar tak habis pikir kenapa tidak menyadari sesuatu padahal dia sering di rumah keluarga Kashiwagi. Prof Mitsuzaki sudah bersiap di ruangan otopsinya, ia membersihkan semua peralatan bedahnya. Kotegawa masih menunggu petugas mengesahkan dokumennya.

     Sumire Kashiwagi memberikan sambutannya. Seorang ibu dan putrinya telah berjuang melawan penyakit, Sumire sudah merawat Yuko selama ini dan akhirnya Yuko sudah sampai batasnya. Yuko adalah gadis yang ceria. Makoto dan dokter Kashiyama was-was karena waktunya sebentar lagi habis.

      Sumire keluar dari kuil. Makoto membujuknya “Nyonya, Yuko bilang padaku ingin tahu kebenarannya!”

Akan tetapi Sumire terus berjalan menuju ke mobil. “Aku tidak bisa merelakan kepergiannya tanpa tahu kebenarannya.  Nyonya, juga sama, kan?. Jika memang ini benar, anda tidak akan bisa bahagia. Kumohon izinkan aku mendengar suaranya Yuko!”

Peti mati sudah dimasukkan ke mobil.

“Terimakasih banyak sudah menjadi temannya Yuko” kata Sumire ke Makoto.

     Mobil pergi tanpa menghiraukan Makoto. Akan tetapi mobil berhenti berjalan karena dihadang oleh Kotegawa dan Okamura. Mereka memperkenalkan diri sebagai polisi Prefektur Saitama, Okamura menunjukkan identitasnya dan Kotegawa menunjukkan surat perintah otopsi.

      Yuko dibawa ke ruang otopsi. Makoto membuka kantung jenasah dengan sedih. Di rumah sakit, Prof Tsukuba diberitahu kalau otopsi dilakukan, apa yang harus pihak Prof Tsukuba lakukan?. Prof Tsukuba melepaskan kacamatanya, dia sepertinya tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

13:15 otopsi dimulai. Semua orang di ruangan berdo’a sebelum otopsi dimulai. Wanita, 27 tahun. Tinggi badan 164 cm, berat badan 43 kg. Telinga dan kepalanya dari luar terlihat baik-baik saja. Wajahnya baik-baik saja tidak bengkak. Semuanya yang tampak luar baik-baik saja.

      Makoto teringat kenangannya bersama Yuko. Pengecekan luar telah selesai dan Prof Mitsuzaki hendak memotongnya untuk mengecek tubuh bagian dalam. Makoto terenyuh melihat satu lintang sayatan di tubuh Yuko.

Paru-paru Yuko dipotong, Makoto terkejut dan Kotegawa tanya ada yang salah?. Makoto bilang paru-paru Yuko tidak mengalami peradangan. Prof Mitsuzaki melihat ada bekas kecil yang menunjukkan peradangan yang tak kasat mata/langsung. Dengan kata lain, bukti perawatan dari penyakit pneumonianya.

Semuanya terkejut dengan pernyataan tersebut. Okamura menebak, jadi bukan meninggal karena pneumonia?.

          Kemudian otak dikeluarkan untuk dicek. Prof Mitsuzaki memotong sesuatu dan menyuruh Makoto mengeceknya. Thrombus. Kotegawa menanyakan apa artinya. Makoro mengatakan Yuko bukan meninggal karena Pneumonia, sebab meninggalnya Yuko berasal dari pulmonary embolism?. Makoto terkejut dengan pemikirannya itu.

    Kotegawa bingung apa maksud istilah kedokteran tersebut. Dokter Kashiyama menjelaskan secara mudah, thrombusnya tersumbat di dalam pulmonary artery, dan menyebabkan kegagalan kinerja jantung.

“Pulmonary embolism sangat sulit didiagnosa. Hampir mustahil untuk menentukan pulmonary embolism dari pneumonia. Akan tetapi mereka harusnya mempertimbangkan pulmonary embolism sebagai opsi lain karena dia tidak terkena demam”

“Diagnisa yang salah?” kata Kotegawa.

“Lantas, apa yang terjadi pada ibunya?” tanya Makoto.

Sumire mengurangi dosisnya karena dia pikir kalau putrinya mengidap pneumonia… karena Yuko diketahui meninggal bukan akibat pneumonia, jadi ini bukan kesalahan ibunya, kan?.

“Kau bisa bilang begitu. Jangan lupakan kalau pulmonary embolism memburuk sebab tidak adanya olah gerak tubuh ” kata Prof Mitsuzaki. Jika ibunya tidak mendorongnya untuk olah gerak tubuh dengan tujuan tertentu, itu salah satu penyebab kematiannya. Dan bila Sumire membantahnya akan sulit membuktikannya.

Prof Mitsuzaki lalu melanjutkke livernya. Okamura dan Kotegawa pergi meninggalkan ruangan.

     Prof Mitsuzaki dan dokter Kashiyama menyerahkan akhiran ke Makoto. Makoto meminta maaf ke Yuko, ia merasa tidak berperasaan karena melakukan otopsi pada Yuko. Hati-hati Makoto menempelkan plester ke luka sayatan bekas otopsi.

     Makoto datang ke Kepolisian Prefektur Saitama. Kotegawa mengatakan Sumire Kashiwagi telah mengakui perbuatannya yang mengurangi dosis obat dan tidak bermaksud membunuhnya, ia bilang hanya ingin menjaga anaknya yang sakit lebih lama.

Okamura datang membawakan minuman ke Makoto. Kotegawa tanya apa Makoto masih ada yang ingin ditanyakan?. Makoto tahu Kotegawa mengawasi Prof Mitsuzaki selama ini, Makoto minta izin ikut membantu detektif Kotegawa. Dari yang Kotegawa katakana tempo waktu lalu, kebenaran yang tersembunyi dari jasad yang Prof Mitsuzaki otopsi. Makoto ingin tahu apa maksud tujuan Prof Mitsuzaki melakukan otopsi, apakah benar untuk mengumpulkan data?.

    Dokter Hideo banyak melamun saat membuat laporannya. Kotegawa menunjukkan hasil pengamatannya selama ini. Sejauh ini ada 3 pasien yang Prof Mitsuzaki otopsi, ketiganya memiliki kemiripan dalam hal sama-sama memiliki penyakit akan tetapi penyebab kematiannya lain.

“Tapi banyak orang sakit setiap harinya, bukan?” kata Okamura.

“Benar, tapi mereka semua pergi ke rumah sakitmu untuk menerima pengobatan.”

“Rumah sakitku?” Makoto heran. Ia kemudian mengecek data-datanya Kotegawa, semua dokter yang menanganinya adalah dokter Kajiwara Hideo. Prof Mitsuzaki sengaja memilih pasiennya dr Hideo untuk ditopsi. Tapi kenapa?, Makoto tidak menemukan apa korelasinya.

“Kau tahu kenapa Kashiwagi Sumire memajukan tanggal pemakamannya?” tanya Kotegawa

“Kenapa? Karena… aku memintanya melakukan otopsi.”

Karena Makoto tidak memberitahu surat perintah otopsi, kemungkinan dr Hideo yang memberitahukannya ke Sumire. Akan tetapi kenapa dr Hideo tidak ingin pasiennya diotopsi?. Kotegawa berpikir sederhana saja, jika dokter tidak ingin rahasianya terbongkar… itu artinya dia melakukan malpraktek. Kotegawa berpendapat mungkin dr Hideo sejak awal tahu, dan dari pandangan Kotegawa ia rasa Prof Mitsuzaki ingin membuktikan malprakteknya dr Hideo dengan otopsinya.

       Dokter Hideo bertanya kenapa Prof Mitsuzaki ingin bertemu?. Prof Mitsuzaki meminta daftar pasiennya dr Hideo, jika menanganinya dengan baik sejak awal pasti kemungkinan yang terselamatkan ada banyak. Prof Mitsuzaki mengerti jika dr Hideo ingin meminimalisir korban.

   Prof Tsukuba bertemu dengan Dekan. Mereka dapat masalah. “Kita perlu bergerak cepat demi kelangsungan RS ini.” Kata Prof Tsukuba penuh amarah.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

Komentar:hippocratic-oath

     Terkadang kita banyak menemui orang semacam Sumire Kashiwagi, meski bukan dalam bentuk penyakit mental. Pengen dikasihani dan diempati ni orang-orang, dengan menyakiti diri sendiri bahkan anak. Fuuuh…. Kurasa sebagai manusia, hal yang paling dibenci di dunia ini adalah dikasihani. Sayangnya terkadang kasihan dan kasih sayang terkadang tidak tampak jelas dimana batasannya/garisnya. Being human isn’t easy, in front of you they told you are kind and etc, but… behind you they murmured you’re the bad person in the world.

So, take it simply way, you have your own life and they have theirs too. Meets and connected, respect each other as human, humanity… when religion doesn’t work anymore.

Prof Mitsuzaki benar, orang yang hidup itu bisa berbohong akan tetapi mayat tidak.

#whatAreYouTalkingAbout? Hahahaha…

Dari dugaannya detektif Kotegawa sepertinya Prof Mitsuzaki ingin membuat mayat bicara kebenaran yang terjadi sebagai saksi untuk pembuktian malpraktek dan tindak tanduk mencurigakan dari RS Urawa.

Jangan lupa like FP blog ini untuk tahu update-an terbarunya!>>>>>FANPAGE