Mikuri bertanya ke Pepper-kun apa pekerjaan dan apa yang bisa Pepper-kun lakukan. Pepper-kun menjawab ia bisa membuatmu tersenyum, menemani saat kesepian dan bersenang-senang.

    Mikuri mulai khawatir bagaimana kalau Pepper-kun lebih cakap daripada dirinya ini. Mikuri lalu memastikan ketidakmampuannya Pepper-kun memasak, mencuci, membuat kue ulang tahun, dan bersih-bersih. Semua tugas rumah tangga.  Juga tidak bisa memeluk. Pepper-kun membenarkan dia tidak bisa melakukan itu semua, ia menjawab iya dan mengangguk.

Mikuri bingung sendiri, apa sebenanya tujuannya membandingkan diri sendiri dengan Pepper-kun?.

“Apa kau sedikit lelah? Kau tak perlu berpura-pura di depanku, oke?” kata Pepper-kun.

Mikuri kemudian memeluknya dan mengelus kepalanya, warna mata Pepper-kun pun juga berubah menjadi merah muda. Andai saja dikembangkan robot yang bisa bicara dan mengerjakan tugas rumah tangga… pasti semua orang akan senang. Sayangnya Mikuri sadar kalau pun itu terjadi maka dia akan kehilangan pekerjaannya sekarang.

    Ketika sedang melamun memikirkan kemungkinan tersebut, Mikuri dikagetkan dengan pemandangan yang sulit dipercayai oleh pikirannya. Hiramasa berjalan bersama seorang wanita lain. Hiramasa dan Igarashi akhirnya akan makan bersama karena Kazami langsung menghilang setelah bubaran kantor. Hiramasa izin mengirimkan pesan dulu, ia mengirimkan pesan ke Mikuri kalau nanti akan pulang terlambat.

Mikuri balas balas bertanya anda di mana sekarang ini?. Hiramasa mengetikkan pesan sekarang ada kantor. Sontak membuat Mikuri semakin curiga, apa suaminya selingkuh? Kenapa Hiramasa-san berbohong?

    Mikuri membuntuti keduanya, merasa dirinya seperti Etsuko Ichihara di acara TV Kaseifu wa Mita/Pekerja Rumah Tangga Melihatnya!

     Yuri hendak masuk ke bar tapi tidak jadi, ia sedih mengingat dirinya dibicarakan oleh GM dan seorang karyawan. Yuri bersikeras dan akhirnya GM setuju dengan pendapat Yuri, ketika Yuri keluar dari ruangannya semua kertas Yuri terjatuh. Tanpa sengaja mendengar ia dibicarakan GM, GM bilang Yuri kaku orangnya, pantas saja masih lajang sampai sekarang. Yuri pergi, Kazami keluar dari bar dan mengejarnya.

Tadinya Kazami mau minum-minum dengan Numata tapi Numata tidak jadi datang. Kazami lalu menunjuk banner iklan epinal yang Yuri buat, menurutnya itu keren.

     Yuri senang ada pria yang mengatakan hal tersebut saat melihat iklannya. Kecantikan yang bersumber dari kebebasan, tagline tersebut bentuk dari kebebasan atas nilai-nilai yang ditanamkan masyarakat bahwa wanita cantik itu harus begini dan begitu.. Yuri ingin menekankan bahwasanya wanita yang bebas yang hidup sendiri seperti Yuri yang masih melajang di umur 50 an menjadi inspirasi orang-orang untuk tidak takut menjalani kesendiriannya, seperti “Jika dia bekerja keras, …aku bisa bekerja sedikit lebih keras juga.”

Meski sendiri namun terus berkarya dan berkontribusi terhadap masyarakat, menjadi contoh bahwa melajang bukanlah suatu dosa yang harus dipermasalahkan, seperti “Lihat, ada dia, ‘kan? Sepertinya cukup menyenangkan.”

     Maka dari itu Yuri hidup dengan cara yang mengagumkan. Kata-kata Yuri sejak tadi membuat mata Kazami memanas karena terenyuh.

    Yuri heran dengan tatapan Kazami. Kazami meminta Yuri-san jangan berkata seperti itu. Meski mencoba tegar dibalik kata-katanya… Yuri hanyalah wanita biasa, ia pun merasa sedih dengan keadaannya sekarang. Tanpa sadar air matanya jatuh. Karena jalanan sedang ramai-ramainya, Kazami menutupi Yuri jangan sampai dilihat orang-orang.

     Kazami bahkan tidak menatap Yuri yang menangis agar Yuri tidak merasa dikasihani dan semakin terpuruk, Kazami menghargainya. Orang-orang berlalu lalang memandangi keduanya, tak peduli apa pandangan orang Kazami tetap melindunginya.

     Mikuri di rumah, dia sebenarnya sudah lama memprediksikan hari ini akan terjadi, hari dimana Tsuzaki Hiramasa bersama wanita lain. Tidak menyangka kejadiannya datang sekarang. Kebahagiaan yang tibul dari kesamaran bagi Mikuri adalah kebahagiaan yang samar, semu. Hubungan yang terbuat dari sistem tidak bisa lepas dari sistem. Pernikahan kontrak mereka.

Mikuri tidak jelas mengerti apa maksud kata-kata Hiramasa-san ketika mengatakan membangun kembali sistem yang ada. Kalau saja ia berteriak seperti ketika acara memetik anggur dulu apakah ia akan merasa lega?, ia lalu ingat Yuri-chan pernah melampiaskan kekesalan yang nampaknya sama dengan keadaannya Mikuri sekarang.

    Mikuri membawa bantal dan berteriak di dalamnya “Hiramasa-san bodoh!”

“Hiramasa-san BODOH! Bodoh! Bodoh bodoh!!!!”

Mikuri kesal karena tidak ada efeknya sama sekali, ia masih belum merasa lega. Hiramasa pulang, ia memperhatikan gelagat anehnya Mikuri. Mikuri tidak tertolong, ia pikir sekarang waktunya menyiapkan makam malam sajalah!.

    Mikuri melihat Hiramasa tapi ia hanya berjalan melewatinya. Hirasama menarik tangan Mikuri untuk menghentikannya, ia lalu meminta maaf karena telah menyentuh Mikuri. Mikuri bilang tidak apa-apa disentuh Hiramasa-san. Kenapa Hiramasa-san tidak mengerti juga? (Hiramasa-san gak pekaaaa!!!, pengen gw jitak kepalanya XD, apakah Hiramasa tega membiarkan Mikuri mengaku aku cinta padamu duluan?. Selamatkanlah harga dirinya Mikuri! *kkkkkk)

    Hiramasa-san tetap tidak mengerti. Mikuri lalu berjalan masuk ke rumah, ia sebal mengatakan soal menyentuh tidak apa-apa lagi ke Hiramasa-san, meski ia tidak suka mengatakannya lagi.

“Aku benci perasaan ini.”

“Maksudmu kau benci tinggal bersamaku?” tanya Hiramasa

“Benar”

Hiramasa-san tidak bisa, ini akan menjadi masalah baginya. Mikuri bukanlah orang yang bisa ia lepaskan begitu saja. Mikuri kesal, ini tidak adil!. Hiramasa-sa tidak mengerti apa maksud Mikuri. Mikuri bilang kata-katanya Hiramasa-san justru membuat Mikuri makin suka pada Hiramasa-san. Mikuri sebal dengan perasaannya ini, benci karena yang suka hanya dirinya seorang, akan lebih baik jika Hiramasa bilang suka padanya.

“Aku suka kok” kata Hiramasa mengaku. Mikuri pikir kedengarannya Hiramasa-san seperti terpaksa mengatakannya. Bukan suka dalam artian dari bos ke pegawainya ‘lho?, Mikuri meminta ketegasan. Hiramasa mengakui bukan suka bos ke karyawannya, ini suka pria ke wanita.

      Mikuri masih belum puas, dia menyinggung pernahkah Hiramasa-san bertemu perempuan lain sebelumnya?. Hiramasa-san bilang tidak pernah, ia juga tidak ada cerita mengenai hal semacamnya. Mikuri menyinggung perempuan imut yang dilihatnya tadi dengan Hiramasa-san.

Hiramasa-san bilang itu kliennya, ia mengeluarkan bungkusan dari tasnya. Ia janjian makan bersama dan disarankan membeli soba mentah untuk istrinya. Mikuri masih belum lega, lantas kenapa Hiramasa-san tadi berbohong masih di kantor?. Hiramasa-san mengirim pesan tersebut karena sedang terburu-buru dan dipikirnya tidak ada bedanya.

      Mikuri naik darah, tentu saja ada bedanya!. Hiramasa-san lalu hati-hati bertanya, ia bertanya bukannya mau terdengar sombong atau bagaimana.. ia hanya ingin memastikan apakah Mikuri sedang cemburu sekarang ini?.

     Mikuri agak malu, tapi dia langsung membentaknya “Bodoh! Sudah jelas ‘kan?” Mikuri balik badan “Hiramasa-san anda benar-benar bodoh”

Melihat Mikuri mencemburuinya sampai uring-uringanya seperti ini membuat Hiramasa geli sendiri. Ia menutupi mulutnya untuk menahan tawanya. Mikuri melihat Hiramasa, heran apakah Hiramasa-san tertawa?

Hiramasa-san mengatakan Mikuri manis sekali (karena cemburu dan tingkah kekanakannya). Mikuri tercenung sesaat.

“Aku selalu berpikir, betapa menyenangkannya kalau kau suka padaku.”

“Selalu?”

“Selalu. Aku mencoba tak memikirkannya.”

Mikuri lalu mengingatkan hari ini hari Selasa. Hiramasa mengerti dan langsung memeluknya.

        Mulai sekarang meski bukan hari Selasa, Hiramasa-san minta izin bolehkah memeluk Mikuri?. Mikuri menjawab kapanpun dan hari apapun Hiramasa-san boleh memeluknya.

“Kapan pun?” Hiramasa-san memastikan sekali lagi.

“Bahkan sampai pagi hari” (kyaaaaaaa!!!, tiba-tiba aku pengen nari Koi dance :v, ngajakin Readers sekalian.)

Hiramasa-san diberi lampu hijau lagi. Mikuri ingat terakhir kali mengatakan maksud yang sama suasana menjadi kacau, ia segera melepaskan diri dari pelukan dan meminta maaf. Siapa sangka Hiramasa-san malah merengkuhnya kembali ke pelukannya.

      Hiramasan-san bertanya “Maukah kau terus bersamaku? Hingga pagi hari?”

Mikuri mengiyakan. Dalam hati Hiramasa tahu, yang ia dan Mikuri butuhkan bukan membangun kembali sistem yang ada. Melainkan saling mengutarakan perasaan mereka yang sesungguhnya.

    Saham Perusahaan M resmi dijual. Direktur meminta daftar karyawan yang harus dipecat, Nabe memberikan daftarnya. Numata lah yang memilih siapa saja yang harus dipecat. Numata bilang ia tidak mau memilih. Salah satu diantaranya adalah Tsuzaki Hiramasa.

    Gugup, cemas, takut, mendamba sekaligus tidak sabar… mungkin itulah yang Hiramasa-san rasakan saat ini. Ia menunggu Mikuri datang ke kamarnya. Mikuri datang membawa bantalnya, meminta izin bolehkah masuk sekarang?

“Ah.. kau boleh.. ah kau boleh ma.. ah” katanya terbata-bata. “Si-silahkan”

     Mikuri masuk dan duduk di sampingnya, keduanya sama-sama tidak berani saling menatap.

Komentar:

     Jika kalian bertanya-tanya kenapa Hipokuratetsu dan Jimi Ni Sugoi kok update terus sedangkan WMAJ masih lama sekali? Itu karena sudah lama dibuatnya dan tinggal di posting.

      part 3 menyesakkan dada…. Maaf aku menahan part 3 nya terlalu lama. Ya, part ini menguras banyak emosi #lebayModeOn

     Hiramasa-san! Belilah kasur baru… yang lebih besar. Itu kasur kekecilan kalau untuk berdua XD

Aku tahu lagu yang cocok untuk perasaannya Mikuri, perasaanku, perasaanmu, kita… Readers sekalian. Ayo karaokean lagu ini! XD ❤

Rossa – Jangan Hilangkan Dia || Aku suka lirik: Lebih baik aku mati saja bila harus melihatmu bersanding tapi bukan dengan aku | Sungguh ku tak ingin hatiku menjadi milik yang lainnya.

hoshinogakky

silahkan like FP nya untuk mendapatkan update-an terbarunya>>>>> FANPAGE

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 9 Part 3

  1. makasih kak Karissa, dari kmrn pantengin penasaran ama selanjutnyaa…
    gpp lama kak yg pntg sampe ending hehe
    .
    akhirnya kejawab sudah knp di part 1&2 kok ada pict hiramasa dan mikuri meluk bantal juga ada tulisan baper..
    ternyata scene ini yg bikin baper…
    .
    ih ga tega hiramasa dipecat 😦 di saat hubungan dg mikuri membaik

  2. Meski udah nonton,tp tetep aja lebih asyik baca sinopnya karissa.lebih mengena deh bapernya.hahaha
    Sy suka gaya tulisan anda 😘

  3. Duh ini drama japan first aku dan aku sukaaaaaa banget. Honetsly, Hiramasa-san sebenarnya sangat-sangat kaku. Tapi kalo dia lagi blush aku suka karena mikuri jadi ikutan lucu disitu. Sayang menurut aku per partnya kecepetan. Dan aku butuh banyaakk romantic parrtt. But, overall aku suka banget sama drama ini. And yes ini yang paling aku suka setelah mencoba nntn drama jepang. Sinopsisnya pas banget..

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s