Sinopsis Hippocratic Oath Episode 3 Part 1

     Makoto terus berusaha, dokter Hideo hanya memandangi Makoto yang terlihat frustasi, Yuko sudah tidak tertolong lagi, mereka telah berusaha semaksimal mungkin. Dokter Hideo menyuruh Makoto berhenti, Makoto masih bersikeras Yuko belum meninggal.

Makoto baru berhenti setelah dokter Hideo menghentikan. Yuko meninggal pukul 16:45. Makoto menatap nanar sahabatnya yang telah pergi untuk selamanya. Masih tidak percaya.

Dokter Hideo Kajiwara menginformasikan bahwa Kashiwagi Yuko telah meninggal ke Profesor Tsukuba. Profesor Tsukuba terkejut mengetahuinya. Penyebab kematian adalah kegagalan sistem pernafasannya, dipercepat oleh pneomunonia yang sudah parah.

Dokter Hideo menyayangkan jika saja Kashiwagi Yuko datang ke rumah sakit untuk pengecekan kondisinya lebih awal. Profesor Tsukuba mengerti, dia akan menjelaskan penyebab kematian ke keluarga yang ditinggalkan. Makoto beranjak dari tempatnya duduk hendak mendampingi Profesor Tsukuba, namun beliau menolaknya. Menyuruh Makoto istirahat saja.

     Dokter Kashiyama ditelfon seseorang, ia menerima kabar kematian temannya Makoto Tsugano. Dokter Kashiyama menjelaskan kondisi temannya Makoto ke Prof Mitsuzaki dan Detektif Kotegawa. Sampai siang ini kondisi Yuko baik-baik saja tapi tiba-tiba dada Yuko sakit pingsan dan tidak demam.

Prof Mitsuzaki menduga tapi Yuko tidak dirawat di rumah sakit kita ‘kan?. Dokter Kashiyama membenarkan, namun Yuko tetap menjalani pengobatan dan dirawat di rumah. Prof Mitsuzaki ingin melihat jejak rekam medisnya di rumah sakit, apapun itu semuanya. Dokter Kashiyama mengerti, ia lalu pergi.

     Makoto membersihkan sisa tempat Yuko tadi, suster mengingatkan Makoto kalau itu tugas mereka. Makoto bilang tidak apa-apa, Makoto memberitahu para suster itu bahwa Kashiwagi Yuko tidak memiliki anggota keluarga lain, jika ingin memindahkan Yuko tanya saja pada ibunya dengan tenang, hati-hati jangan melukai perasaannya. “Aku akan kesana nanti.”

“Saya mengerti,” jawab suster. Lalu pergi meninggalkan Makoto.

    Makoto memunguti obat dan sebagainya di lantai, lalu ia memungut barang Yuko yang terjatuh. Makoto mulai menangis sampai bahunya bergetar. Tak kuasa kehilangan sahabatnya.

     Detektif Kotegawa membuat daftar nama-nama pasien yang dia pernah otopsi Prof Mitsuzaki. Di dalamnya ada Kurita Masumi, Mayama Shinji yang masing-masing memiliki kondisi khusus. Target Prof Mitsuzaki selanjutnya adalah Kashiwagi Yuko yang mengidap Pneumonia.

*Kurita Masumi: Organ dalam yang retak dan diketahui setelah otopsi meninggal karena subdural hematoma.

*Mayama Shinji: Otak memar, meninggal karena penglihatannya mengabur, pembuluh matanya terhadang.

*Kashiwagi Yuko: mengidap Pneumonia. Dan Kotegawa belum tahu pasti penyebab kematiannya apakah karena Pneumonia atau barangkali ada penyebab lain jika telah diotopsi oleh Prof Mitsuzaki.

Sosuke Ukamura menanyakan apakah Kotegawa menemukan sesuatu?. Kotegawa bilang tidak menemukan apa-apa, ia lihat kembali bagian Kashiwagi Yuko dan penyakit Pneumonianya. Kotegawa bergegas pergi, pamit ke Okamura. Nampaknya Kotegawa menemukan sesuatu.

    Prof Mitsuzaki meminta izin dokter Hideo untuk mengotopsi Kashiwagi Yuko. Dokter Hideo tampak cemas dan gelisah dengan permintaan Prof Mitsuzaki, dokter Hideo beralasan pihak keluarga yang ditinggalkan menolak adanya otopsi. Prof Mitsuzaki tidak menyerah, ia pikir itu terjadi karena dokter Hideo tidak menjelaskan pada keluarga yang ditinggalkan kalau pihak RS perlu menegaskan penyebab kematian.

“Penyebab kematiannya adalah pneumonia. Dia meninggal di ranjang rumah sakit di depan mataku yang merupakan dokternya.” Tegas dokter Hideo.

Prof Mitsuzaki mengerti, jadi dokter Hideo hanya memperkirakan kematiannya itu karena pneumonia hanya dari tampak luarnya saja. Dan memutuskan hidup atau matinya berdasarkan apa yang sudah terbaca dari jejak kesehatan Yuko Kashiwagi. Itu tidak menentukan penyebab kematian Yuko Kashiwagi.

“Kalau anda mengatakan begitu, kita seharusnya melakukan otopsi pada semua pasien yang meninggal di rumah sakit ini.” Kata dokter Hideo.

“itu benar,”

Prof Mitsuzaki kemudian berhadap-hadapan dengan dokter Hideo. Menantangnya seharusnya memang melakukan otopsi pada semua yang meninggal. Seseorang menelfon dokter Hideo, dokter Hideo mengerti.. dia mengatakan ke Prof Mitsuzaki kalau mobil yang membawa jasad Kashiwagi Yuko ker rumah telah sampai. Dokter Hideo pamit ingin mengeceknya.

     Yuko Kashiwagi dinaikkan ke mobil, Sumire Kashiwagi berterimakasih atas segalanya pada dokter Hideo. Makoto dari kejauhan memperhatikan, ia masih diselimuti kesedihan pasca perginya Yuko. Prof Tsukuba datang, ia menepuk pundak Makoto sekali untuk menguatkan.

     Prof Tsukuba menyebut Sumire Kashiwagi sebagai ibu yang kuat. Makoto mengatakan ibunya Yuko sudah kuat seperti itu semenjak You sakit, Sumire Kashiwagi pernah mengatakan ke Makoto kalau Sumire harus kuat demi menjaga Yuko. Terakhir kali Makoto bertemu Yuko, kondisinya sudah memburuk.

“Aku seharusnya membawanya ke rumah sakit sesegera mungkin. ” Sesal Makoto. Makoto sudah dipercayai dokter Hideo Kajiwara untuk mengawasi yuko.

Prof Tsukuba bertanya, jadi sebagai dokternya Yuko Kashiwagi.. Makoto mempersalahkan keluarga yang ditinggalkan karena tidak sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit?. Ini bukan salah siapapun.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

     Makoto meminta maaf karena absen hari ini, tubuh Yuko Kashiwagi baru saja dibawa pulang. Prof Mitsuzaki bertanya apakah Makoto melihat Yuko meninggal dalam damai?.

“Apa?” Makoto tidak mengerti.

Prof Mitsuzaki menjelaskan, kalau dipikir-pikir lagi Makoto Tsugano melakukan pelatihan di sini, apakah Makoto memandang kematiannya tanpa kesangsian apapun?.

“Apa maksud anda?”

“Jasad Kashiwagi Yuko harus dilakukan otopsi”

“Apakah anda sungguh-sungguh dengan apa yang anda bicarakan ini?”

Dia tidak membutuhkan otopsi atau dia meninggal karena pneumonia… Prof Mitsuzaki tidak ingin dilempari dua opsi itu. Ia terlalu lelah untuk menjawab pertanyaan semacam itu. Makoto menegaskan dirinya tidak sedang mengatakan seperti itu.

Makoto mendekati meja kerja Prof Mitsuzaki, mempertanyakan apakah ini untuk data lagi?. Yuko sudah lama sakit dan menderita,  masih 20 an dan berharap mendapatkan banyak kebahagiaan. Akan tetapi Yuko tidak bisa melakukannya.

Ibunya memiliki 2 pekerjaan sambilan, tidak pernah mengeluh dan bahkan tidak bisa duduk menemani putrinya setiap malam. Dan yang membuat Makoto tidak mengerti pada Prof Mitsuzaki, kenapa Prof Mitsuzaki tidak peduli dan malah ingin melakukan otopsi?

Pengobatan internal lebih penting ketimbang pemikiran manusia?!.

“Kalau begitu, boleh aku bertanya kenapa kau menghadiri otopsiku sepanjang waktu?. Itu karena kau mengerti kebutuhan dari otopsi, ‘kan?” Tanya Prof Mitsuzaki.

“Itu..”

Menurut Prof Mitsuzaki, Makoto telah memiliki banyak pengalaman dalam hal otopsi dan emosional keluarga yang ditinggalkan semacam itu, hanya saja karena pasiennya adalah teman Makoto sehingga Makoto tidak bisa berpikir jernih sebab terlalu menggunakan emosi dan perasaannya dalam memandang segala hal. Tidak boleh membedakan pasien entah kenal atau tidaknya dengan mereka.

     Makoto masih yakin Yuko meninggal karena Pneumonia. Prof Mitsuzaki tahu Makoto mengatakan itu karena tidak ingin Yuko diotopsi, Makoto telah mencampuradukkan perasaan pribadi dengan kepentingan umum dan itu bukanlah keputusan yang tepat untuk sekarang. Prof Mitsuzaki juga tahu Yuko sebelum pingsan tidak demam, Prof Mitsuzaki tidak pernah dengar kalau Pneumonia tanpa demam.

Kemudian beliau menyerahkan rekam medis Yuko ke Makoto. Tanda-tandanya akan lebih terlihat jelas jika saja Yuko dirawat di RS. Setelah meminum obat kondisi Yuko semakin memburuk.

     Makoto menanggapi itu karena Yuko tidak pernah berolah raga dan sistem imunnya rendah. Prof Mitsuzaki menyangkal, hanya dengan alasan yang Makoto utarakan tersebut apakah justru malah membuat kondisinya semakin memburuk?.

“Kau menghabiskan banyak waktu dengannya. Apakah kau terima alasan tidak jelas itu?!” Tanya Prof Mitszuki.

Prof Mitsuzaki menyuruh Makoto memintakan izin ke keluarga korban untuk otopsi, karena Makoto mengenal keluarganya..  harusnya izin akan lebih mudah. Tapi Makoto menolak. Prof Mitsuzaki tidak masalah, ia mematikan lampu mejanya, menyuruh dokter Kashiyama yang memintakan izin. Prof Mitsuzaki pergi.

Dokter Kashiyama akan datang minta izin besok pagi, apa alamat di sini benar?. Tanyanya ke Makoto. Makoto tidak menanggapi, “Prof tidak mengatakan itu untuk membuatmu menarik empatimu. Maksud beliau adalah dokter harusnya menggunakan teori ketimbang emosi. Itu saja, terimakasih atas kerja kerasnya”

Dokter Kashiyama pergi.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

   

     Detektif Kotegawa menemukan Makoto di tempat biasanya merenung dan banyak pikiran. Ia sudah dengar kalau Prof Mitsuzaki hendak mengotopsi temannya Makoto. Makoto menduga Kotegawa sepemikiran dengan Prof Mitsuzaki.

Kotegawa meminta Makoto jangan mempersalahkannya, dia hanya ingin tahu apa yang akan dilakukan Prof Mitsuzaki.

“Aku tidak bisa melakukannya. Aku tidak bisa menarik kembali empatiku.” Kata Makoto.

Kotegawa mengerti, karena objeknya ada di Makoto sendiri, itu membuat Makoto bermasalah. Makoto tidak mengerti. Kotegawa memaparkan, itu bukan apa yang Makoto pikirkan, itu bukan kemauan temannya Makoto. Bisakah Makoto berpikir menggunakan sudah pandang tersebut?

Kebenaran tersembunyi di dalam jasad yang Prof Mitsuzaki otopsi. Itulah yang Kotegawa tangkap dari semua otopsi yang dilakukan Prof Mitsuzaki selama ini. Tidak perduli itu temannya Makoto atau bukan.

     Dokter Kashiyama mendatangi rumah keluarga Kashiwagi. Tidak disangka Makoto telah menunggu dokter Kashiyama, mereka kemudian masuk bersama dan mendo’akan Yuko. Sumire berterimakasih karena sudah dikunjungi, dokter Kashiyama mengatakan ikut berbelasungkawa.

“Aku harus kuat, jika tidak aku akan dimarahi oleh Yuko. Pemakamannya akan dilaksanakan minggu ini. Makoto-chan! Kumohon datanglah.”

“Minggu ini…”

Dokter Kashiyama minta izin menggunakan toiletnya. Sumire mengantarkannya. Makoto memandang Yuko sesaat. Sumire kembali, ia masih tidak percaya Yuko telah pergi, tidak bisa menyembuhkan penyakitnya Yuko, aku ibu yang tidak berguna.

Makoto meminta Sumire jangan mengatakan hal seperti itu, itu tidak benar. Hati-hati Makoto bertanya bolehkan jasad Yuko diotopsi?, Sumire tercengang mendengar permintaan Makoto.

Makoto mengutarakan maksudnya adalah menemukan penyebab lain kematiannya Yuko, barangkali Yuko meninggal bukan karena Pneumonianya. Dan kenapa pula selepas meminum obat bukannya Yuko membaik akan tetapi justru semakin memburuk.

“Benar, itulah kenapa dulu aku tanya padamu ketika dia diobati dengan pengobatan yang sama, ‘kan?”

Sumire memberinya obat dari dokter rekomendasi dokter dan suster tetapi kondisinya makin parah. Dan sekarang Makoto berkata adanya kemungkinan lain penyebab meninggalnya Yuko. Rumah sakit yang tidak bertanggungjawab!

“Sudah lama semenjak Yuko dicek RS terakhir kalinya.”

“Apa kau menyalahkanku?” Sumire murka.

Tidak! Makoto menegaskan Makoto harusnya mengawasi Yuko dengan lebih hati-hati selama ini. “Itu bukan urusanmu!” bentak Sumire. Sumire satu-satunya yang berada disisinya Yuko, selalu mengutamakan Yuko dalam berbagai hal!. Bagaimana bisa Makoto berkata hal semacam itu pada Yuko yang sudah lama menderita?!.

     Sumire membuka penutup wajahnya Yuko, meminta Makoto melihatnya. Bisakan Makoto tanya ke Yuko untuk mengiris jasadnya?!. Yuko sudah terlepas dari penderitaannya selama ini!. Yuko yang malang.

Sumire menangis histeris, membuat Makoto tidak tega.

    Sepulangnya, dokter Kashiyama menyebut Sumire yang terlalu emosional. Makoto merasa bersalah, dirinya tadi tidak sensitif. Dokter Kashiyama bilang dirinya sudah sering melihat adegan seperti tadi di Amerika, tipikal yang sering terjadi di U.S.A.

Dokter Kashiyama menemukan obat-obatannya Yuko tadi di laci dapur. Juga mengambil gambar beberapa alat bukti ketika Makoto membujuk Sumire. Dokter Kashiyama mengitari dan menggeledah apa saja, mengambil gambar dengan ponselnya.

    “Apa ada yang salah dengan obatnya?” tanya Kotegawa.

Makoto melihat obat-obatan yang tersisa ini salah. Bukan obatnya Yuko. Jika diminum teratur sesuai dosis harusnya tidak sampai tersisa sebanyak ini.

Dokter Kashiyama menduga itu karena dosis yang seharusnya diminum justru dikurangi, itulah sebabnya Prof Mitsuzaki meminta dokter Kashiyama mengecek obatnya Yuko. Makoto tahu sekarang jadi Sumire mengurangi dosisnya dengan sengaja, merawat Yuko dengan nekat. Itulah sebabnya Yuko semakin memburuk kondisinya.

Makoto benar-benar tidak mengerti kenapa Sumire melakukannya. Kelihatannya..

Makoto menghentikan kalimatnya. Kelihatannya kenapa?, tanya Prof Mitsuzaki. Makoto enggan melanjutkannya, tapi Prof Mitsuzaki ingin mendengarnya.

Makoto menyebut Munchausen syndrome. Seseorang yang sengaja menyakiti didi sendiri untuk mencari perhatian. Dan lebih nyaman melakukan pengobatan sendiri. Dengan kata lain mental pengidapnya bermasalah, sehingga orang tersebut merawat orang lain dengan sesukanya dan membuat penyakitnya semakin parah.

      Mereka membuat anak-anak mereka sakit karena diberi racun atau semacamnya, dan bertingkah di luar seolah-olah menjadi ibu yang baik di publik. Maksudnya adalah membangkitkan simpati dari orang lain dan merasakan kenikmatan batin oleh karenanya.

Makoto tidak bisa mempercayai kesimpulannya sendiri, ternyata ibunya Yuko..

 “Jika Sumire Kashiwagi mengurangi dosisnya, buktinya akan tertinggal di jasad pasien. Itulah kenapa dia menolak adanya otopsi”

“Dia bukanlah orang jahat.” Bantah Makoto.

     Kotegawa sebelumnya sembari menyelidiki Sumire juga, ia menemukan bahwa semenjak suaminya Sumire Kashiwagi selingkuh… Sumire mengalami masa yang sulit. Di waktu yang sama dia menyakiti dirinya sendiri dan pergi ke rumah sakit untuk menghimpun simpati orang sekitarnya. Dia sudah didiagnosa mengidap Munchausen Syndrome. Kedengarannya cerita yang tidak asing.

Seorang wanita yang didianogsa dengan Munchausen Syndrome menjadi seorang ibu, dan menyakiti anak mereka sebagai gantinya.

     Yuko syok mengetahui fakta tersebut, berarti Yuko Kashiwagi terbunuh oleh ibunya sendiri?. Makoto teringat ketika Sumire mangatakan Yuko telah mengalami hidup yang berat.

     Dokter Kashiyama bertanya, haruskah meminta Sumire datang ke kantor polisi untuk diajukan pertanyaan?.

“Itu tidak mungkin, foto obat-obatannya tidak  cukup dijadikan bukti” kata Kotegawa.

Makoto meminta jangan menjadikan Sumire sebagai kriminal. Prof Mitsuzaki menyarankan bagaimana kalau menggunakan penaksiran formulir perizinan?.

Makoto terkejut. Kotegawa mengatakan itu adalah adalah sebuat surat yang diterbitkan dari pengadilan sehingga bisa memaksa Sumire ikut ke kantor polisi untuk diinvestigasi.  Jika memang keluarga korban menjadi tersangka atas terbunuhnya Yuko, maka otopsi bisa dilakukan tanpa perlu melakukan izin.

“Memaksa…” Kata Makoto yang masih tidak bisa menerima.

“Itu ide yang bagus. Minta Saitama Prefectur Polisi untuk mengajukannya.”

“Sebelum itu dilakukan, bolahkan aku bicara dengannya?” Tanya Makoto.

Dokter Kashiyama melarang Makoto, tidak boleh! Karena tidak ada jalan lain yang bisa membuat Sumire Kashiwagi mengakui kejahatannya. Dan kalau Sumire tahu dituduh membunuh Yoku, Sumire mungkin Sumire akan melakukan sesuatu yang tidak terduga.

Menurut Prof Mitsuzaki semuanya akan beres jika saja tubuh Yuko diotopsi. Pemakamannya minggu ini, diharapkan Kotegawa segera melakukan pengajuan berkasnya ke pengadilan.

    Makoto mengutarakan kemungkinan Kashiwagi Sumire yang mengidap Munchausen Syndrome ke dokter Hideo dan Prof Tsukuba. Apakah dokter Hideo menyadari sesuatu ketika berbicara dengan ibunya Yuko?.

Dokter Hideo bilang dia tidak memperhatikanya. Prof Tsukuba menanyakan apa Makoto yakin dengan dosisnya?. Makoto bilang dirinya yakin itu benar karena sisa obat yang masih ada terlalu banyak.

Dokter Hideo tetap yakin penyebab meninggalnya Yuko adalah Pneumonia, mengetahui Sumire mengidap Munchausen Syndrome tidak akan banyak membantu. Jika Sumire memang mengurangi dosisnya.

“Tapi bagaimana dia akan membuktikannya?” Tanya Prof Tsukuba.

“Beliau akan mengotopsi jasadnya.”

Dokter Hideo menanyakan bagaimana perizinananya?. Makoto menjawab mereka akan dapatkan izinnya dari formulir pengajuan surat dari pengadilan. Menurut Prof Tsukuba otopsi agak sulit membuktikan bahwa kondisi Yuko memburuk sebagai akibat dari dosis obat yang dikurang.

“Prof Mitsuzaki bilang bukti seharusnya ada di dalam jasad Yuko. Kajiwara-sensei, ingatkah anda apa yang saya melaporkan pada anda?. Aku berkata pada anda kalau Yuko tidak demam ketika dia dibawa ke RS”

“Dia tidak demam?” Prof Tsukuba terkejut.

“Ah… benar” jawab dokter Hideo.

Makoto menyebutkan itulah yang menjadi pertanyaan besar dari Prof Mitsuzaki. Pneumonia namun tidak demam. Beliau mengatakan tidak pernah mendengar sebelumnya jika pneumonia tanpa demam.

Komentar:

      Seratus saja dokter seperti Prof Mitsuzaki dan Makoto Tsugano. Apa jadinya dunia ini?. Magnet utama yang membuatku menonton drama ini adalah Keiko Kitagawa dan karena Jepang jarang bisa memberikan cerita romantis love line sebagus seperti Kdrama, kupikir perdetektifan, medical dan segala sesuatu yang serius lebih cocok untuk Jepang/ lebih bagusan mereka. Maka dari itu aku percaya drama ini bagus.hippocratic-oath

Silahkan like FP nya untuk mendapatkan update-an terbarunya>>>>> FANPAGE

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 26 December 2016, in Hipokuratetsu No Chikai and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s