Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 9 Part 1

      Mikuri di rumah makan sendirian, setelah ayah ibunya menahan Hiramasa-san sehingga tidak pulang, Hiramasa mendapatkan panggilan dari kantor. Ada bug di proyek mereka dan harus dibenarkan.

Hiramasa amat kesal, kenapa bug bertepatan dengan hari ini?!. Hiramasa bahkan menggebrak meja karena terlalu emosi. Hino, Kazami, dan Numata sampai heran melihat Hiramasa yang tidak pernah terlihat marah meledak-ledak dan selalu terlihat tenang kini justru paling emosi.

      Mikuri tiap harinya mendapatkan pesan yang sama dari Hiramasa-san, ia janji pasti akan pulang. Meski pada akhirnya Hiramasa tidak bisa pulang sehari pun karena masalah yang bug sebabkan belum rampung. Bagi Mikuri mengetahui Hiramasa sangat ingin pulang sudah cukup.

Pukul 02:00 pagi Hiramasa baru pulang, ia turun dari taksi dan memandang lampu rumahnya masih nyala. Senyum terbit di bibirnya, lalu bergegas ke rumah. Makanan di meja tersaji dan ditutupi plastik, Mikuri tertidur di sofa. Meski kecewa namun Hiramasa memakluminya, ia lalu menyelimuti Mikuri.

Hiramasa berlutut dan mengusap-usap kepala Mikuri perlahan agar tidak membangunkannya. Hiramasa mematikan lampu dan meninggalkan Mikuri menuju kamarnya.

     Alarm ponsel membangunkan Mikuri. Terkejut melihat selimut di sisinya, ia melihat memo di meja dari Hiramasa. [Setelah tidur sebentar, aku pergi kerja lagi. Makan malam yang kau buat untukku… kubawa untuk kumakan di kantor. Hari ini, pasti… aku pasti akan pulang!!!]

Mikuri mulai khawatir “Bagaimana kalau kami tidak pernah bertemu kembali?”

     Di kantor semuanya tampak belum kondusif akibat begadang berhari-hari, Hiramasa telah menghabiskan makanannya. Kazami mendekatinya membawakan minuman, berkomentar Tsuzaki-san kembali kerja dengan cepat. Hiramasa menjawab, itu karena dia ingin memastikan pulang tepat waktu.

Kazami meletakkan minuman ke meja Tsuzaki dan pergi. Tiba-tiba terbersit dalam benak Tsuzaki ketika Kazami menyatakan dirinya merasa mungkin lebih mengenal Mikuri ketimbang Tsuzaki. Karena Kazami memperhatikan Mikuri.  *flashback end*

“Sejujurnya aku… suka dengan Mikuri-san” kata Kazami. Akan tetapi Kazami bilang rasa sukanya berbeda dengan rasa sukanya Tsuzaki ke Mikuri.

“Aku juga suka Tsuzaki-san. Kejadian di malam itu… maaf.”

Kazami hendak pergi, ia menahan Kazami. Sebenarnya malam ketika Kazami dan Yuri mengantarkan Tsuzaki, Tsuzaki tidak tidur… ia juga mendengarkan ceritanya Kazami. Terutama kata-kata Kazami yang tahu gadis pujaannya itu selalu memperhatikannya dan Kazami bertanya-tanya harus mengatakan apa pada gadis tersebut.

Kata-kata tersebut membuat Tsuzaki menyadari sesuatu yang sangat penting. “Terimakasih banyak.” Ucap Tsuzaki.

Kazami menyebut berpura-pura tidur padahal aslinya menguping pembicaraan orang, itu tidak sopan. Tsuzaki yang merasa bersalah langsung meminta maaf. Kazami hanya tertawa mendengarnya, ia hanya sedang bercanda. Sebenarnya Kazami juga tahu Tsuzaki tidak tidur saat itu.

Tsuzaki tanya ke Kazami, kalau sudah tahu kenapa mengatakan hal seperti itu?. Kazami menjawab itu karena kepribadiannya Kazami buruk. (Kazami bad boy, ‘gitu?)

~We Married as Job~

     Yuri dan para karyawan yang lainnya membagikan produk kecantikan mereka yang bernama epinal. Mikuri datang, Yuri memperkenalkan ia kepada dua anak buah kebangga’annya… Umehara dan Horiuchi. Mikuri menyapa mereka, sudah sering mendengar cerita tentang keduanya. (Umehara-kun, Uuuu…. Lebih cakep rambutnya model gini. Biasanya yang kesamping lah, ke depan lah… nah rapi gini kan kece! ❤ )

Umehara menduga pasti bukanlah cerita tentang hal-hal yang baik, ya?. Mikuri mengelak bukan begitu. Yuri menunjuk orang asing dan Horiuchi yang bisa lancar berbahasa inggris langsung mendekatinya dan menjelaskan. Dan Umehera undur diri pergi ke sebuah stan yang petugasnya kesulitan karena bekerja  sendiri.

      Mikuri melamun memperhatikan Umehara dan Horiuchi yang bekerja keras serta menikmati pekerjaan mereka. Yuri menanyakan ada apa dengan Mikuri?.

“Tidak apa-apa” elak Mikuri. “Aku hanya pikir mereka menikmati pekerjaan mereka.”

“Kenapa kau tak bekerja juga?”

“huh?”

“Kau ‘kan belum punya anak. Bukankah baik kalau bekerja?”

“Kau benar. Aku akan memikirkannya.” Yuri meminta Mikuri mengisi angket, Yuri kemudian pergi.

     Dalam hati Mikuri mengatakan sebenarnya dia sekarang sedang bekerja, ia dibayar untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun ia tidak bisa mengatakan kebenarannya pada Yuri-chan. Mikuri melihat angketnya, tercantum kolom pekerjaan. Sedikit banyak tentu itu menyakiti hati terdalamnya…

Apa dari luar… aku terlihat seperti pengangguran?”

Ia isikan di kolom pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.

     Seorang wanita memanggil Kazami. Kazami mengernyitkan dahi bingung karena tidak ingat siapa wanita itu. Wanita itu mengingatkan dia adalah Igarashi, ia dan Kazami berpasangan dalam pertemuan perjodohan tahun lalu.

“Oh, saat Watanabe-kun memaksaku ikut dengannya”

Igarashi mengajak Kazami keluar untuk minum karena ia tertarik pada Kazami. Kazami dengan entangnya balas mengatakan “Kau tak berpikir aku tidak tertarik padamu?”

Igarashi tampak tak terlalu terpengaruh, ia tetap ingin minum dengan Kazami, ia ingin dengar alasan tidak tertariknya Kazami nanti ketika minum-minum. Kapan pun kalau Kazami ada waktu.

     Pekerjaan selesai, Yuri pamit pergi. Ia berhenti sejenak mengamati anak kecil yang merengek untuk dibelikan sesuatu oleh ayahnya. Ayahnya melarang dan menggendongnya. Siapa sangka ayah anak itu adalah orang yang membuat Yuri alergi dengan pria tampan. Mereka kemudian duduk dan berbicara.

     Tajima mengatakan kalau perceraiannya sedang dalam proses, sekarang tinggal ia dan anaknya yang tersisa. Memperdebatkan masalah hak asuh, dan ketika Tajima minum-minum dengan Yuri waktu itu Tajima dan istrinya sedang berdebat mengenai harta gono gini.

Yuri menyayangkan kenapa waktu itu tidak bilang?. Tajima mengakui itu akan memalukan. Kemudian Yuri berkata, setidaknya ia bisa mendengarkan ceritanya saat itu karena mereka pernah dekat. Tajima langsung mengajak yuri kencan lain waktu, Yuri terkejut. Tajima maksud kencan keluarga di siang hari. Keduanya tertawa.

     Mikuri memasak, ia dengar suara Hiramasa sudah pulang. Ia meninggalkan masakannya untuk menemui Hiramasa. Keduanya berpandang-pandangan sebentar.

“Aku lelah..” Kata Hiramasa,

“Anda sudah bekerja dengan keras,”

Mikuri menghampiri Hiramasa untuk memeluknya.

     Hiramasa mengerti sekarang soal kata-katanya Mikuri dulu di awal-awal mereka berpelukan. Rasanya menenangkan.

Mereka berpelukan lama sampai Mikuri melupakan masakannya. “Bau…” Hiramasa meminta maaf, ia akan mandi dulu.

“Bau gosong!”

      Mikuri menyesal, ia hari ini ingin memasakkan makanan yang enak. Hiramasa tidak masalah, lagipula Mikuri sudah ada niat baik.

Mikuri berkata Hiramasa-san jauh-jauh ke Tateyama untuk menjemputnya… itu membuat Mikuri bahagia.

“Meski kita tidak bertemu” kata Hiramasa.

“Benar,”

 “Aku sudah pulang”

“Selamat datang.” Sambut Mikuri.

Tadi Hiramasa tidak mengucapkan aku pulang tapi justru langsung mengatakan dirinya lelah, lalu mereka berpelukan. Mikuri lalu mengingatkan pelukan di hari Selasa minggu lalu terlewatkan.

     Hiramasa bilang hari ini juga hari Selasa. Mikuri terkejut sendiri, tiba-tiba merasa grogi, kalau begitu sehabis makan malam pelukan. Hiramasa menawarkan opsi lain, setelah makan malam atau ditabung/disimpan saja pelukannya. Kalau mereka punya pelukan di muka, HIramasa rasa mereka pun bisa punya pelukan yang disimpan.

Bisa disimpan dan diambil jika mereka butuh dihibur.

“Jadi ini semacam obat rumah tangga?” komentar Mikuri.

“Tentu saja, kupikir akan ada saat-saat kau ingin dihibur juga. Kita bisa juga mendiskusikannya. Bagaimanapun, yang terpenting adalah membangun kembali sistem yang ada.” (?? Elu pikir bug Om?, kalau ada yang melenceng sedikit harus segera diluruskan. Wkwkwk susah ya penyesuaiannya? Mikuri hidup dengan orang yang serba teratur dan logis tapi dia sering ngalahnya ke Hiramasa, hahahaha… >_<)

“Membangun kembali… sistem yang ada?” Mikuri jelas heran.

     Yassan tanya membangun apa?. Mikuri menjelaskan pada dasarnya merevisi kontrak. Hiramasa sebelumnya menulis klausul tambahan kalau-kalau Mikuri memiliki kekasih, tetapi ia tidak berpikir kalau pasangannya Mikuri nantinya adalah Hiramasa sendiri alias bosnya Mikuri. Jadi mulai sekarang ia pikir harus menyesuaikannya kembali.

     Yassan berkomentar pacarnya Mikuri sangat menyebalkan.

        Mikuri yang memperkenalkan sistem pelukannya, dan setelah selama ini Mikuri tidak bisa bilang Kita tak perlu begitu teratur. Bisakah kita melakukannya saat menginginkannya? Setiap hari pun tidak masalah.

“Bilang saja” usul Yassan. Mikuri tidak bisa, ia tidak mau membuat kesalahan mendasar lagi.

     Mikuri dan Hiramasa perlahan-lahan mencapai hubungan mereka yang seperti sekarang, ia penasaran apa Hiramasa-san benar-benar menyukai Mikuri?. Hiramasa-san tidak pernah pacaran sebelumnya, Mikuri hanya satu-satuya wanita terdekat yang bisa disebut kekasih. Melakukan pekerjaan rumah tangga, selalu ada di sekitarnya, dan berpelukan. Kalau dipikir-pikir lagi Mikuri rasa ada kemungkinan siapa saja bisa melakukannya.

“Mungkin saja, benar.” Respon Yasue.

“Iya, ‘kan?”

Footer:

      Aku tidak punya blog bertema drama/sinopsis selain ini entah yang TLD (dot) com/yang blogspot gratisan/dot wordpress gratisan/yang lain-lain, blognya Karissa hanya ada satu ini saja!

      Bagi para readers cerdas yang sering berkomentar dan like FPnya saya rasa sudah mengerti selama ini tentang korelasi dari  chariszha.com dengan Karissa. Saya ucapkan terimakasih ^^, dan para readers yang belum mengerti diharapkan secepatnya mengerti dan sadar. Repeat… Aku tidak punya blog selain ini. Only chariszha.com just here the only one~ chariszha.comspoilereps9

Dan kuharap readers bisa bijak dalam mengambil sikap, jangan tidak sabaran meminta part selanjutnya diupdate secepatnya, karena menulis sinopsis tidak semudah membuat status FB/Twitter yang sok romantis/kata-kata mutiara bernada naratif lainnya.. #jijikIngetnyaWkwkwkwk apalagi  puisi galau yang bertebaran di sosmed lainnya. Semangati saja dan tunggu dengan sabar…

      Dimohon jangan berkomentar menyebut “admin” meski yang balas komentar/approve belum tentu Karissa sendiri, hanya saja saya merasa tidak dianggap sebagai manusia kalau dipanggil admin~ *hikkss, coba bayangkan kalian punya blog pribadi deh… apa kalian lebih suka dipanggil nama atau admin/author?. Namun tentu saja kasusnya beda kalau blognya tutorial atau majalah/portal berita.

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya!>>>>>>FANPAGE

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 19 December 2016, in We Married as Job and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Comments.

  1. makasih kak karissa atas sinopsisnya

  2. terimakasihh chariszha sinopsisnya , cara nge recapnya bagus punya bakat jadi penulis profesional ^^

  3. Hallo! Ka’rissaa. Hehe 🙂
    Makasih banyak sinopnya,, ini juga sudah termasuk cepat lhoo,, pokoknya aku akan tetap tunggu deh,, bersyukur aku mengerti. Menulis tidak semudah kita tinggal membaca, hehe 🙂 semangat terus ya,, semoga sehat ya.. Amiin. 🙂 😀

  4. Terima kasih ya mbk karissa udah updete sinopsisnya ^_^
    Semangat ya mbk…

  5. @Ima, sama-sama ^^
    @endsstt, haduh… jangankan pro, saya naskah ditolak udah biasa *eh
    @Akasyatriasss, ehem… Ka’rissaa kenapa dikasih petik?. Senang bisa dimengerti. Sabar itu indah *toss
    @Chichi, iya semangat! :))

  6. Coco (koko, from coconut)

    Thank you Chariszha…! Ganbatte kudasai!!

  7. Trims Karissa,,,,kau tak sendirian menyimpan rasa yang meluap luap karena wanita itu(mikuri) memeluk bantal disisi suaminya!
    H h h h udah mirip kata2 lebay di sosmed ngga?
    Ok Karissa semangat terus ya bikin sinopnya

  8. @annisa, ya.. karena satu dan lain hal aku merasa begitu saat menulis part ini, apa gegara kebanyakan dan terlalu mengkhayati We Married as Jobnya ya? *lol

  9. hai karissa
    Terima kasih sinopsis nya. gaya nulisnya sy suka..
    sip!

  10. G double O,,, G double O,,, G double O,,, D,,J,,O,,B,,
    GOOD JOB,,GOOD JOB,,GOOD JOB,,GOOD JOB for Karissa,semangat ya say 🙂

  11. @Aiya, okeh fighting kudasai! XD

  12. sa'diyah masruroh

    aduh, bentar lgi udah mw tamat…
    hiks…hiks…hiks…
    gak kerasa deh dri prtma aq tmuin blognya karissa, baca sinopnya WMAJ dri eps 1 part per partnya. dbcanya tiap minggu biar berasa liat beneran, pdhal pnjem mata karissa yg udah berbaik hati menuliskan sinopnya…
    skg udah tggal 1 eps trsisa…
    semangat ya karissa…
    lanjutkan perjuanganmu…
    maaf hnya bsa bntu doa, smga dmudahkn Tuhan. amin….

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s