Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 9 Part 1

      Mikuri di rumah makan sendirian, setelah ayah ibunya menahan Hiramasa-san sehingga tidak pulang, Hiramasa mendapatkan panggilan dari kantor. Ada bug di proyek mereka dan harus dibenarkan.

Hiramasa amat kesal, kenapa bug bertepatan dengan hari ini?!. Hiramasa bahkan menggebrak meja karena terlalu emosi. Hino, Kazami, dan Numata sampai heran melihat Hiramasa yang tidak pernah terlihat marah meledak-ledak dan selalu terlihat tenang kini justru paling emosi.

      Mikuri tiap harinya mendapatkan pesan yang sama dari Hiramasa-san, ia janji pasti akan pulang. Meski pada akhirnya Hiramasa tidak bisa pulang sehari pun karena masalah yang bug sebabkan belum rampung. Bagi Mikuri mengetahui Hiramasa sangat ingin pulang sudah cukup.

Pukul 02:00 pagi Hiramasa baru pulang, ia turun dari taksi dan memandang lampu rumahnya masih nyala. Senyum terbit di bibirnya, lalu bergegas ke rumah. Makanan di meja tersaji dan ditutupi plastik, Mikuri tertidur di sofa. Meski kecewa namun Hiramasa memakluminya, ia lalu menyelimuti Mikuri.

Hiramasa berlutut dan mengusap-usap kepala Mikuri perlahan agar tidak membangunkannya. Hiramasa mematikan lampu dan meninggalkan Mikuri menuju kamarnya.

     Alarm ponsel membangunkan Mikuri. Terkejut melihat selimut di sisinya, ia melihat memo di meja dari Hiramasa. [Setelah tidur sebentar, aku pergi kerja lagi. Makan malam yang kau buat untukku… kubawa untuk kumakan di kantor. Hari ini, pasti… aku pasti akan pulang!!!]

Mikuri mulai khawatir “Bagaimana kalau kami tidak pernah bertemu kembali?”

     Di kantor semuanya tampak belum kondusif akibat begadang berhari-hari, Hiramasa telah menghabiskan makanannya. Kazami mendekatinya membawakan minuman, berkomentar Tsuzaki-san kembali kerja dengan cepat. Hiramasa menjawab, itu karena dia ingin memastikan pulang tepat waktu.

Kazami meletakkan minuman ke meja Tsuzaki dan pergi. Tiba-tiba terbersit dalam benak Tsuzaki ketika Kazami menyatakan dirinya merasa mungkin lebih mengenal Mikuri ketimbang Tsuzaki. Karena Kazami memperhatikan Mikuri.  *flashback end*

“Sejujurnya aku… suka dengan Mikuri-san” kata Kazami. Akan tetapi Kazami bilang rasa sukanya berbeda dengan rasa sukanya Tsuzaki ke Mikuri.

“Aku juga suka Tsuzaki-san. Kejadian di malam itu… maaf.”

Kazami hendak pergi, ia menahan Kazami. Sebenarnya malam ketika Kazami dan Yuri mengantarkan Tsuzaki, Tsuzaki tidak tidur… ia juga mendengarkan ceritanya Kazami. Terutama kata-kata Kazami yang tahu gadis pujaannya itu selalu memperhatikannya dan Kazami bertanya-tanya harus mengatakan apa pada gadis tersebut.

Kata-kata tersebut membuat Tsuzaki menyadari sesuatu yang sangat penting. “Terimakasih banyak.” Ucap Tsuzaki.

Kazami menyebut berpura-pura tidur padahal aslinya menguping pembicaraan orang, itu tidak sopan. Tsuzaki yang merasa bersalah langsung meminta maaf. Kazami hanya tertawa mendengarnya, ia hanya sedang bercanda. Sebenarnya Kazami juga tahu Tsuzaki tidak tidur saat itu.

Tsuzaki tanya ke Kazami, kalau sudah tahu kenapa mengatakan hal seperti itu?. Kazami menjawab itu karena kepribadiannya Kazami buruk. (Kazami bad boy, ‘gitu?)

~We Married as Job~

     Yuri dan para karyawan yang lainnya membagikan produk kecantikan mereka yang bernama epinal. Mikuri datang, Yuri memperkenalkan ia kepada dua anak buah kebangga’annya… Umehara dan Horiuchi. Mikuri menyapa mereka, sudah sering mendengar cerita tentang keduanya. (Umehara-kun, Uuuu…. Lebih cakep rambutnya model gini. Biasanya yang kesamping lah, ke depan lah… nah rapi gini kan kece! ❤ )

Umehara menduga pasti bukanlah cerita tentang hal-hal yang baik, ya?. Mikuri mengelak bukan begitu. Yuri menunjuk orang asing dan Horiuchi yang bisa lancar berbahasa inggris langsung mendekatinya dan menjelaskan. Dan Umehera undur diri pergi ke sebuah stan yang petugasnya kesulitan karena bekerja  sendiri.

      Mikuri melamun memperhatikan Umehara dan Horiuchi yang bekerja keras serta menikmati pekerjaan mereka. Yuri menanyakan ada apa dengan Mikuri?.

“Tidak apa-apa” elak Mikuri. “Aku hanya pikir mereka menikmati pekerjaan mereka.”

“Kenapa kau tak bekerja juga?”

“huh?”

“Kau ‘kan belum punya anak. Bukankah baik kalau bekerja?”

“Kau benar. Aku akan memikirkannya.” Yuri meminta Mikuri mengisi angket, Yuri kemudian pergi.

     Dalam hati Mikuri mengatakan sebenarnya dia sekarang sedang bekerja, ia dibayar untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun ia tidak bisa mengatakan kebenarannya pada Yuri-chan. Mikuri melihat angketnya, tercantum kolom pekerjaan. Sedikit banyak tentu itu menyakiti hati terdalamnya…

Apa dari luar… aku terlihat seperti pengangguran?”

Ia isikan di kolom pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.

     Seorang wanita memanggil Kazami. Kazami mengernyitkan dahi bingung karena tidak ingat siapa wanita itu. Wanita itu mengingatkan dia adalah Igarashi, ia dan Kazami berpasangan dalam pertemuan perjodohan tahun lalu.

“Oh, saat Watanabe-kun memaksaku ikut dengannya”

Igarashi mengajak Kazami keluar untuk minum karena ia tertarik pada Kazami. Kazami dengan entangnya balas mengatakan “Kau tak berpikir aku tidak tertarik padamu?”

Igarashi tampak tak terlalu terpengaruh, ia tetap ingin minum dengan Kazami, ia ingin dengar alasan tidak tertariknya Kazami nanti ketika minum-minum. Kapan pun kalau Kazami ada waktu.

     Pekerjaan selesai, Yuri pamit pergi. Ia berhenti sejenak mengamati anak kecil yang merengek untuk dibelikan sesuatu oleh ayahnya. Ayahnya melarang dan menggendongnya. Siapa sangka ayah anak itu adalah orang yang membuat Yuri alergi dengan pria tampan. Mereka kemudian duduk dan berbicara.

     Tajima mengatakan kalau perceraiannya sedang dalam proses, sekarang tinggal ia dan anaknya yang tersisa. Memperdebatkan masalah hak asuh, dan ketika Tajima minum-minum dengan Yuri waktu itu Tajima dan istrinya sedang berdebat mengenai harta gono gini.

Yuri menyayangkan kenapa waktu itu tidak bilang?. Tajima mengakui itu akan memalukan. Kemudian Yuri berkata, setidaknya ia bisa mendengarkan ceritanya saat itu karena mereka pernah dekat. Tajima langsung mengajak yuri kencan lain waktu, Yuri terkejut. Tajima maksud kencan keluarga di siang hari. Keduanya tertawa.

     Mikuri memasak, ia dengar suara Hiramasa sudah pulang. Ia meninggalkan masakannya untuk menemui Hiramasa. Keduanya berpandang-pandangan sebentar.

“Aku lelah..” Kata Hiramasa,

“Anda sudah bekerja dengan keras,”

Mikuri menghampiri Hiramasa untuk memeluknya.

     Hiramasa mengerti sekarang soal kata-katanya Mikuri dulu di awal-awal mereka berpelukan. Rasanya menenangkan.

Mereka berpelukan lama sampai Mikuri melupakan masakannya. “Bau…” Hiramasa meminta maaf, ia akan mandi dulu.

“Bau gosong!”

      Mikuri menyesal, ia hari ini ingin memasakkan makanan yang enak. Hiramasa tidak masalah, lagipula Mikuri sudah ada niat baik.

Mikuri berkata Hiramasa-san jauh-jauh ke Tateyama untuk menjemputnya… itu membuat Mikuri bahagia.

“Meski kita tidak bertemu” kata Hiramasa.

“Benar,”

 “Aku sudah pulang”

“Selamat datang.” Sambut Mikuri.

Tadi Hiramasa tidak mengucapkan aku pulang tapi justru langsung mengatakan dirinya lelah, lalu mereka berpelukan. Mikuri lalu mengingatkan pelukan di hari Selasa minggu lalu terlewatkan.

     Hiramasa bilang hari ini juga hari Selasa. Mikuri terkejut sendiri, tiba-tiba merasa grogi, kalau begitu sehabis makan malam pelukan. Hiramasa menawarkan opsi lain, setelah makan malam atau ditabung/disimpan saja pelukannya. Kalau mereka punya pelukan di muka, HIramasa rasa mereka pun bisa punya pelukan yang disimpan.

Bisa disimpan dan diambil jika mereka butuh dihibur.

“Jadi ini semacam obat rumah tangga?” komentar Mikuri.

“Tentu saja, kupikir akan ada saat-saat kau ingin dihibur juga. Kita bisa juga mendiskusikannya. Bagaimanapun, yang terpenting adalah membangun kembali sistem yang ada.” (?? Elu pikir bug Om?, kalau ada yang melenceng sedikit harus segera diluruskan. Wkwkwk susah ya penyesuaiannya? Mikuri hidup dengan orang yang serba teratur dan logis tapi dia sering ngalahnya ke Hiramasa, hahahaha… >_<)

“Membangun kembali… sistem yang ada?” Mikuri jelas heran.

     Yassan tanya membangun apa?. Mikuri menjelaskan pada dasarnya merevisi kontrak. Hiramasa sebelumnya menulis klausul tambahan kalau-kalau Mikuri memiliki kekasih, tetapi ia tidak berpikir kalau pasangannya Mikuri nantinya adalah Hiramasa sendiri alias bosnya Mikuri. Jadi mulai sekarang ia pikir harus menyesuaikannya kembali.

     Yassan berkomentar pacarnya Mikuri sangat menyebalkan.

        Mikuri yang memperkenalkan sistem pelukannya, dan setelah selama ini Mikuri tidak bisa bilang Kita tak perlu begitu teratur. Bisakah kita melakukannya saat menginginkannya? Setiap hari pun tidak masalah.

“Bilang saja” usul Yassan. Mikuri tidak bisa, ia tidak mau membuat kesalahan mendasar lagi.

     Mikuri dan Hiramasa perlahan-lahan mencapai hubungan mereka yang seperti sekarang, ia penasaran apa Hiramasa-san benar-benar menyukai Mikuri?. Hiramasa-san tidak pernah pacaran sebelumnya, Mikuri hanya satu-satuya wanita terdekat yang bisa disebut kekasih. Melakukan pekerjaan rumah tangga, selalu ada di sekitarnya, dan berpelukan. Kalau dipikir-pikir lagi Mikuri rasa ada kemungkinan siapa saja bisa melakukannya.

“Mungkin saja, benar.” Respon Yasue.

“Iya, ‘kan?”

Footer:

      Aku tidak punya blog bertema drama/sinopsis selain ini entah yang TLD (dot) com/yang blogspot gratisan/dot wordpress gratisan/yang lain-lain, blognya Karissa hanya ada satu ini saja!

      Bagi para readers cerdas yang sering berkomentar dan like FPnya saya rasa sudah mengerti selama ini tentang korelasi dari  chariszha.com dengan Karissa. Saya ucapkan terimakasih ^^, dan para readers yang belum mengerti diharapkan secepatnya mengerti dan sadar. Repeat… Aku tidak punya blog selain ini. Only chariszha.com just here the only one~ chariszha.comspoilereps9

Dan kuharap readers bisa bijak dalam mengambil sikap, jangan tidak sabaran meminta part selanjutnya diupdate secepatnya, karena menulis sinopsis tidak semudah membuat status FB/Twitter yang sok romantis/kata-kata mutiara bernada naratif lainnya.. #jijikIngetnyaWkwkwkwk apalagi  puisi galau yang bertebaran di sosmed lainnya. Semangati saja dan tunggu dengan sabar…

      Dimohon jangan berkomentar menyebut “admin” meski yang balas komentar/approve belum tentu Karissa sendiri, hanya saja saya merasa tidak dianggap sebagai manusia kalau dipanggil admin~ *hikkss, coba bayangkan kalian punya blog pribadi deh… apa kalian lebih suka dipanggil nama atau admin/author?. Namun tentu saja kasusnya beda kalau blognya tutorial atau majalah/portal berita.

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya!>>>>>>FANPAGE

 

[Unimportant] Review Goblin Eps 4, the Piece of His Heart.

       

     Hahahahaha! Aku berniat langsung mereview episode 5 saja, tapi episode 4 benar-benar menggelitikku, laugh everywhere! 😀 . Cuaca tidak menentu bunga cherry tumbuh di musim gugur?????? Hahahahahaha…. Sakura adalah bunga yang ditunggu-tunggu di musim semi alias Spring! Dan saking cantiknya sampai-sampai musim semi disebut musimnya jatuh cinta XD , dan Sakura kira-kira bertahan seminggunan dalam satu musim, orang-orang pun berlomba-lomba untuk menyaksikannya serta mengabadikannya. Jadi kalau in Autum season kita ketemu bunga sakura, itu membuatku tertawa XD. Bunga yang mustinya tumbuh di tahun berikutnya malah tumbuh di akhiran tahun sebelum winter *lol

Keajaiban alam! Kim Shin lagi stresss di episode 4 *kkkkkkk

       Banyak aktor keren tapi tidak semuanya bisa aku sukai. Tergantung selera… 😉 tapi tahun ini aku tidak secara khusus menyukai Park Bo Gum/Lee Min Ho/apalagi Song Joong Ki. Sudah lewat fase sukanya, coba saja drama mereka tayang ketika aku masih suka mereka, ak! pasti pas nonton rasanya beda T_T, sayang sekali sayang sayang…. *ckckckck, sudah bosan! *Haha #dasar!

    Umurnya Shin 939 tahun, saat nonton episode 1 aku menduga dia sudah hidup lebih dari 1.000 tahun eh… tapi ternyata kurang. Pria tampan yang tidak bisa mati, punya kekuatan hebat dan sempurna, konsep semacam itu akan nonsense alias biasa aja kalau dramanya pakai cerita vampire karena sudah pasaran, tapi jadi berbeda kalau berupa alien ganteng- Do Min Joon dulu di tahunnya dan sekarang Dokkaebi? Goblin? Dan ceritanya kaya sekali (re: bukan uang, tapi ceritanya/storiesnya). Wuaaah! Gong Yoo jjang!

      Yang menulis naskah dramanya memang wanita, tapi kan PD: Produser yang mengarahkan akting pemainnya kan pria, kru filmingnya juga banyakan prianya, jadi agak gak fair kalau ada orang yang bilang drama itu hanya untuk kaum hawa. That’s not true! Pikirannya jangan sesempit itu, karena drama ada banyak jenisnya, tinggal pilih mau yang genre apa, cuman… kalau yang manis-manis romantis memang banyak favoritnya kaum hawa makanya bisa raise up sekali.

      Eun Tak sengaja tidak bilang bisa lihat pedang di tubuh Shin karena alasan kesopanan, dia pikir akan terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan kalau dia ngomong ke Shin. Dan lagi, mempertimbangkan finansialnya Shin sebelum diklaim asli pengantinnya Goblin, karena sekarang sudah kenal dan tahu Kim Shin kaya sekali apalagi tampan… ayo nikah! *Hahaha.

My Favorit Scenes:

  • Shin syok berat dan langsung mengatakan ke Wang Yeo kalau Eun Tak bisa melihat pedangnya. Yang membuatnya lucu adalah… Shin mengganggu ritual tidur mayatnya Wang Yeo, kkkkk di eps 2 kan Wang Yeo tidurnya kedua tangan terlipat di depan dada, selimut putih menutupi seluruh tubuh dan backsoundnya benar-benar merepresentasikan acara kematian :v, seperti mayat.

  • Eun Tak tanya tipe istri seperti apa yang Shin sukai, elegan? Seksi? Atau yang pro? Atau Eun Tak berubah-ubah saja tiap harinya?. Dan waktu memuji-muji Shin dalam hati, kata-katanya memang memalukan kalau diucapkan secara langsung “Ajussi, kau tampan sekali. Kau keren sekali. Sejak aku bertemu denganmu, aku tidak pernah lagi melihat bintang. Kenapa aku harus melihat bintang? Aku bisa melihat matamu. Ajussi, kau dengar pikiranku ini?”

     Hahahaha… Shin bingung dong ditatapi saja seperti itu, yang aslinya dia bohong gak bisa baca pikiran Eun Tak. Eun Tak marah, dia selama ini hati-hati sekali jangan sampai Shin tahu Eun Tak memikirkannya tapi kesal malah dibohongi.

  • Bibi Eun Tak dan anak-anaknya si kantor polisi karena dituduh mencuri emas yang seharusnya berada di Federal Reserve Bank di New York!, Imo ngelak dia ambil emas itu dari laci keponakannya. Tapi pas ditanya siapa nama keponakannya dia gak inget, pas ditanya alamat rumah juga gak inget, anak cowoknya bingung apa mereka punya rumah dulu? Kita punya rumah ya? Wkwkwkwk hukumannya Shin. Kupikir Shin akan membiarkan mereka jauh-jauh dari Eun Tak dengan cara diberi emas biar hidup berkecukupan, tapi rupanya emasnya berujung ke sel jeruji.

  • Shin minum 3 obat sekaligus, obat ini untuk saraf, ini untuk bipolar disorder, dan ini untuk insomnia. Sekali tenggak XD. Deok Hwa tanya kenapa Samchoon minum itu?. Shin bilang akhir-akhir ini tidak stabil, senang, lalu sedih, kesepian, lalu senang sekali. Dan membuatnya tidak bisa tidur, berat badannya juga turun. (nah loh… yang gak bisa tidur silahkan tiru caranya Shin biar tenang selamanya… hahahaha!)

     Wang Yeo pun juga sama, dia ikut menenggak banyak obat. Gara-gara meneteskan air mata untuk pertama kalinya setelah bertemu wanita. Wang Yeo mengunyah obatnya seperti keripik. Deok Hwa kan panggil dia Samchoon kamar terakhir, tiap aku denger itu pengen ketawa geli. Mentang-mentang kerjaannya Wang Yeo adalah malaikat pencabut nyawa.

  • Mbak mbak-mbah mbak (lol) misterius di acara TV, dia menjadi dokter narasumber yang menerangkan mengenai kesehatan mental. Bipolar disorder, gangguan saraf, dan insomnia adalah penyakit kronis yang menempel pada orang-orang dewasa seperti bayangan. Gejala (1.) pertama bipolar adalah gila belanja, (2.) gejala lainnya adalah rasa percaya diri yang berlebihan. (3.) gejala terakhirnya adalah mulai lebay mengkhawatirkan kesehatannya. Semuanya ada di Kim Shin:
  • dan Shin tampaknya habis belanja banyak dari home shopping di TV. Kardusnya sampai bertumpuk-tumpuk di di Deok Hwa.
  • Shin keluar dari kamar dan ngajakin ke sauna. Kalau gak Pede gak usah ikut!, sambil pamer badan (sesaat saat nonton adegan ini aku berharap kaosnya agak naik ke atas dikit lagi wkwkwwk, dulu di Big itu roti sobek bikin mata jreeng! Haha! #ngarep) Deok Hwa jengkel, dia ngajakin Samchoon kamar terakhir mengikat Shin, wkwkwk padahal Shin pernah mengikat Deok Hwa dalam sedetik… apa dia gak takut?. Wang Yeo terima tawarannya Shin, dia pede kok! Hhh!
  • Shin memegangi perutnya, di khawatir kayaknya kanker perut dan meminta minuman yang Wang Yeo bawa. Wang Yeo langsung meminumnya dan memarahinya, Shin pun meledak-ledak lalu nangis 😀
  • Shin mabuk di mini mart dan muter-muter di tiang. Keceplosan ke Eun Tak soal menarik pedang tapi Shin gak bilang bisa lenyap jika pedangnya dicabut. Eun Tak salah mengira Shin akan jadi sapu kalau pedangnya dicabut. Mereka janjian di salju pertama harus ketemuan untuk mencabut pedangnya.
  • Deok Hwa bawa koran banyak, pemberitaan besar-besaran soal bunga yang bermekaran, cuaca tidak menentu apakah itu aman?. Deok Hwa marah-marah dan menduga Samchoon nya mabuk semalam. Pffffttt… Gong Yoo rambutnya acak-acakan kok masih charming ya? *OOT
  • “Eun Bi adalah putrinya Hye Jin.” Wang Yeo dan Deok Hwa, juga pelanggan yang lainnya terkejut dengan baris line drama pagi yang ada di TV. “Daebak!” wkwkwkwwkwk… Semua orang kaget kecuali Shin yang sibuk mikir apa dia mabuk semalam.
  • Keluar dari restoran Shin syok inget kejadian semalam, gara-gara Deok Hwa minum minuman yang sama dengan Eun Tak (lol) dan Wang Yeo malah komentar apa ini reaksi terlambatnya Shin soal tahu Eun Bi itu putrinya Hye Jin?. Hahahahahaha… lebih syok lagi pas inget ngomong ke Eun Tak kalau pengantin goblin harus menarik pedang darinya. Dari penglihatan Deok Hwa dikiranya Shin ngomong sendirian padahal aslinya sama Wang Yeo. Wang Yeo kalau pakai topi tidak akan terlihat oleh manusia.

 

  • Wang Yeo mulai sinting karena semua orang yang dilihatnya berubah menjadi Sunny. Kkkkkk apakah ini cinta?

 

  • Eun Tak hendak dibuli teman-temannya, para hantu membantu Eun Tak dengan meletakkan rokok di tangan si gadis preman. Dan yang membuatku tertawa ada dobel, satu karena ketua kelasnya Eun Tak adalah pemerannya Yoo Na di Cinderella and Four Knights yang padahal perannya dia jadi kakak tiri jahatnya Ha Won. Di sini dia jadi ketua kelas yang baik+rajin *hahahhahaha dan keduanya karena gadis premannya namanya Park Seo Joon *heol XD

 

  • Eun Tak pulang dengan para hantu, para hantu kabur karena melihat Dokkaebi datang. Kalau kataku sih… Hey! Jangan kabuuuur…. Kalau itu aku pasti sudah nontonin Gong Yoo keluar dari mobil, terpesona-sona sona sona….! ❤ . Chemistry? Sudah mulai agak tambah dikit.

 

  • Shin terpesona dengan Eun Tak yang hendak menyeberang, tapi dia main-main lompat di zebracross karena waktu dipijak jadi berubah warna gara-gara Shin.  “Sesuatu tidak perlu besar untuk memiliki berat. Seorang gadis yang sekecil bunga violet… Seorang gadis yang bergerak seringan kelopak bunga… menarikku dengan kekuatan lebih besar daripada kekuatan bumi menariknya.

Dalam sekejab… Sama seperti apel Newton… Aku terjatuh dan menggelinding mendekatinya tanpa mampu berhenti.”

      Mengenai cerita gadis lemah tak berdaya dan kesepian dengan seorang pria yang hebat. Itulah kenapa judul dramanya “Goblin: The Lonely and Great God”. God god nya bukan Tuhan, tapi God dewa dalam artian sesuatu yang tak kasat mata di depan manusia. Sesimpel itu… tapi cerita dramanya sangatlah kaya, rich story.

“Ajussi.”

“Debar jantungku terus bergerak antara surga dan bumi tanpa henti…  Inilah cinta pertamaku”

Ini drama mendebarkan sekali. Kalau mau baca sinopsisnya yang dibawa seru-seruan+ dikasih trivia info terbaru Goblin lihat aja di blognya Mb Hazuki Airin-Clover blossoms, kalau mau yang serius fokus sama ceritanya tapi tepat sasaran inti ceritanya lihat blognya Mb Puji-My little Hobbie, nah… kalau mau yang diluar kedua hal itu kunjungi blog lainnya.no-longer-heroin-49

Aaaaack! Episode 7 kapan tayang?. Jawab: Jum’at! >_< gak perlu dijawab kaleee, ini pertanyaan retorik~ episode 7 kapan tayang??? *kkkkk