Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 7 Part 3

      Dan sekarang yang menempati 10 besar dalam hatinya Mikuri adalah Hiramasa Tsuzaki!. Namun Mikuri mulai khawatir, apa tidak apa-apa memiliki perasaan suka sedalam ini di dalam hatinya?.

Mikuri agak ragu kalau perasaannya ini akan berpangaruh alam pekerjaannya. Tidak! Mikuri langsung menyangkalnya sendiri, yang terpenting berbahagialah dengan tulus,

pokoknya selamat telah merenggut peringkat pertama dihatinya Mikuri!, selamat! Selamat! Selamat!.

 Dan semjenak saat itu hari Selasa menjadi hari yang istimewa bagi Mikuri dan Hiramasa. Mikuri pagi-pagi membuang sampah dan menunjuk stiker hari Selasa pukul 8 pagi sampah daur ulang akan diangkut. Selasa!, dan Hiramasa sendiri melihat ponselnya dan mengucapkan “Selasa!” dengan optimis.

     Mikuri mengantarkan Hiramasa sampai ke pintu, Hiramasa bilang hari ini akan pulang tepat waktu dan Mikuri menjawab akan menunggunya, keduanya saling pandang tahu apa yang dipikirkan masing-masing. Hiramasa meminta Mikuri menunggunya (meminta nunggu untuk hug? Sweet! Menyimpan saat2 indah di akhir :)) )

    Setelah keluar dari rumah, Hiramasa langsung menjatuhkan dirinya ke lantai. Dia sangat gemas pada Mikuri yang manis sekali. Hiramasa sambil berjalan, dalam hati ia mengatakan kalau selama ini dia pikir memang imut sejak lama, namun akhir-akhir ini dia berpikir Mikuri benar-benar imut. (ini orang nyebelin ya? Kalau imut kenapa gak nikahin beneran aja? Ayo kawan-kawan!, bikin petisi supaya mereka nikah beneran!)

   Hiramasa tidak bisa menyangkal perasaannya lagi, ia telah benar-benar jatuh hati pada Mikuri. Mikuri melambaikan tangannya dari atas ke Hiramasa, meski ragu akhirnya Hiramasa membalas lambaian tangan Mikuri sambil tersenyum.

    Sebuah mobil pick up melaju ke arah Hiramasa, karena terkejut… Hiramasa diam di tempat tak berkutik. Syukurlah sang sopir mengerem sebelum menabrak Hiramasa, nyaris saja nyawanya Hiramasa melayang. Si sopir memarahi Hiramasa, Hiramasa meminta maaf. Mikuri yang melihat kejadian itu pun juga cemas tapi Hiramasa mengkode dirinya baik-baik saja.

Hiramasa kembali melanjutkan perjalanannya ke kantor. Langkah kakinya gontai, ia masih sedikit syok dan dalam hati bertekad tidak boleh mati sekarang, harus tetap hidup sampai pulang ke rumah nanti.

    Malam harinya ketika Hiramasa pulang ke rumah, ia tidak langsung pulang. Justru memandangi rumahnya, ia memikirkan dirinya yang memegang teguh pemikirannya tentang jomblo profesional yang tidak mengambil langkah selanjutnya, akan tetapi ia mulai menyadari kalau tempat itu sangat hangat. (Mikuri dan rumah)

    Mikuri berpelukan dengan Hiramasa, setelah saling melepaskan mereka langsung sama-sama canggung. “Selamat malam” kata Hiramasa

“Selamat malam”

Hiramasa lalu kembali ke kamar.

    Mikuri dalam hati bertanya-tanya “Apa mungkin.. tidak ada ciuman kedua?”.

Di kamar, Hiramasa sedang browsing dengan keyword ‘Waktu berciuman’ dia syok sendiri melihat sebuah web yang menuliskan ‘Waktu Ciuman: 20 Hal untuk Diperhatikan’,

”Ada dua puluh?!”

~We Married as Job~

      Di kantor saat jam makan siang Hiramasa banyak menguap. Kazami menduga Tsuzaki kurang tidur. Tsuzaki bilang dia kurang tidur karena mempelajari sesuatu semalam, makin lama ia pelajari makin lama yang perlu diperhatikan mana yang fakta dan mana yang benar?.

Kazami tanya apa yang Tsuzaki pelajari itu masalah sosial atau apa?. Tsuzaki berbohong, dia bilang ya… semacam itulah. Hino datang memperingatkan Kazami dan Tsuzaki yang mengobrol begitu akrab dan membuat Numata salah mengira keduanya ada hubungan. Tsuzaki tersenyum, dia tidak menyangka Numata-san bisa berpikir Tsuzaki dan Kazami saling tertarik dan menjalin hubungan.

Kazami tersenyum geli, NUmata lucu ya?. Tsuzaki membela Numata, ia pikir Numata adalah orang yang tajam dan memiliki cara pandang laki-laki dan perempuan.

“Tentu saja bukan begitu.” Sanggah Kazami.

“Hah?” Tsuzaki bingung.

Kazami bilang menjadi gay bukan berarti apa-apa, Numata hanyalah Numata. Hino juga sependapat dengan Kazami “Dia hanya makhluk hidup bernama Numata Yoshitsuna”

Namun Tsuzaki masih berpikir Numata orangnya tajam, Kazami dan Hino beda pendapat. Ketiganya sedari tadi mengomentari Numata, Tsuzaki penasaran di mana Numata sekarang?

    Numata membuntuti Nabe. Nabe merasa diikuti seseorang tapi tidak melihat siapapun. Nabe menemui Takenaka di bawah tangga, ia tanya apa maksudnya Takenaka?.

Takenaka membisiki telinga Nabe. “Membeli semua saham?” pekik Nabe kaget.

Numata juga menguping mereka.

     Umehara memuji kukunya Yuri hari ini cantik. Yuri lumayan terganggu, ia menyuruh Umehara jangan mengatakan hal-hal seperti itu seenaknya sendiri. Masalah pelecehan seksual sudah tuntas dan Yuri dinyatakan tidak bersalah. Tapi rumornya tetap menyebar kemana-mana. Pada dasarnya orang-orang memang terlalu banyak waktu luang.

Horiuchi kesal dan menyuruh pada karyawan yang menatap Yuri dan Umehara dengan risih untuk kerja saja kalau punya waktu luang daripada menggosipkan orang lain. Umehara dan Yuri khawatir pada Horiuchi karena kata-katanya tadi sudah membuat Horiuchi mendapatkan banyak musuh sekarang. Horiuchi bilang dia hanya mengatakan kebenarannya, Horiuchi balas mengatakan justru itulah yang membuatnya benci Jepang akan tetapi dia juga benci Amerika. Umehara dan Yuri heran dengan pernyataannya Horiuchi.

    Yuri mengobrol dengan Mikuri, mengatakan Horiuchi itu adalah migran yang kembali. Mikuri terkejut,

 Yuri menceritakan saat Horiuchi mengatakan tentang dirinya sendiri. Horiuchi sering menerima perlakuan tidak menyenangkan jika orang-orang tahu dirinya ini migran yang kembali, jadi dia tidak ingin yang lainnya tahu. Orang-orang menyebut Horiuchi migran yang kembali jadi Horiuchi itu aneh, tapi jika ia memprotesnya maka orang-orang menyuruhnya kembali ke Amerika, namun di Amerika ia dikata-katai orang Jepang harusnya di Jepang. Umehara mengerti ternyata Horiuchi di manapun dia berada selalu menjadi minoritas, dia bisa dua bahasa tapi bahasa inggrisnya beraksen selatan dan ia tidak cakap menulis artikel dalam bahasa Jepang.

     Yuri menyayangkan kenapa tidak diberitahu sebelumnya, Yuri pikir sebelumnya Horiuchi hanyalah anak muda yang kurang termotivasi.

Horiuchi sengaja tidak memberitahu Yuri karena Horiuchi tidak ingin menggunakannya sebagai alasan, ada banyak migran yang kembali, bisa membaca dan menulis dengan sempurna.

   Umehara memuji Horiuchi yang hebat, ia meminta maaf karena berpikir Horiuchi itu bodoh, Umehara mulai sekarang akan mendukungnya.

    Yuri menyadari kalau dua anak itu ternyata baik. Lalu Yuri dan Mikuri keduanya membicarakan esensi dari pekerjaan, menghubungkan satu orang dengan orang lainnya, uang adalah sumber penghidupan tetapi alih-alih demi uang… bekerja hanya berorientasi uang tanpa membangun hubungan baik dan niat baik, keduanya sepakat yang terpenting adalah membangun hubungan baik, tercipta rasa terimakasih dan hormat pada orang lain.

     “Terima kasih dan hormat. Hiramasa selalu menunjukkan rasa terima kasih dan hormat padaku. Apa karena ini… hanya hubungan kerja? Kalau kami melewatinya… apa yang akan terjadi?”

Mikuri pulang ke rumah, sebelum pulang ia memandangi rumah sambil memikirkan hubungannya dengan Hiramasa. Mikuri pulang, Hiramasa menyambutnya. Ketika Hiramasa membuka kulkas, Mikuri mengajaknya minum anggur dari Yuri. Anggur yang beku alami di daerah dingin. Kandungan gulanya naik karena proses kondensasi.

    Mikuri lalu izin mau mengucapkan sesuatu, ia berterimakasih pada Hiramasa mempekerjakan Mikuri dan Mikuri bisa menikmati pekerjaannya tiap hari. “Terima kasih banyak.”

“Sama-sama”

“Lalu, …bukan itu saja.”

Hiramasa menantikan Mikuri melanjutkan kalimatnya. Mikuri hendak mengatakan ‘Aku tetap paling menyukaimu, Hiramasa-san’ kata-kata yang pernah ia ucapkan di kuil sebagai seorang pegawai ke bosnya. Entah mengapa dia tidak bisa mengatakannya sekarang. Mikuri lalu bersandar ke pundakk Hiramasa.

Membuat Hiramasa kaget. Tangan Hiramasa bergerak-gerak tidak tentu ingin menyentuh gelasnya, tapi tidak tega membuat Mikuri bangun. Ia berhasil mengambil gelasnya dengan penuh perjuangan.

    Lalu Hiramasa dan Mikuri bertatapan lama, Hiramasa meski ragu akhirnya ia menyentuh tangan Mikuri. Mikuri balas menyentuhnya. Mereka lalu berciuman, namun Hiramasa berusaha keras untuk menahan diri. Mikuri lalu memeluknya,

Mikuri bilang tidak apa-apa baginya jika itu Hiramasa, Mikuri mengizinkannya lebih dari pelukan ataupun ciuman.

Hiramasa segera melepaskan pelukannya secara paksa, ia meminta maaf ke Mikuri… dia bukan berniat seperti itu, dan itu tidak mungkin baginya.

Mikuri berdiri dan mengambil gelasnya, ia meminta maaf, meminta Hiramasa melupakan yang tadi tidak pernah terjadi. Mikuri pergi karena malu, ia ke dapur dan meletakkan gelasnya ke wastafel,

“Hal ini membuatku ingin masuk ke dalam lubang, jika ada. Aku benar-benar berharap aku bisa pergi ke sisi lain dunia.”

Lalu kita melihat Mikuri pergi dengan bus.

“Di malam dengan bulan yang samar, aku… melarikan diri dari apartemen 303.”

Komentar:

     Kayaknya kamu gak bisa tidur karena terlalu banyak terpapar sinar layar smartphone/pc deh…, itu satu… duanya karena terlalu banyak pikiran (mikirin aku? Kapan gak update2 blognya? Gitu? Kapan We Married as jobnya up? kkkkk),

     Kalau dipikir-pikir 168 cm di Indonesia sudah cukup tinggi lah… lumayan~  dan Hoshino Gen dibuang ke Indonesia pun orang-orang masih bisa bilang cakep kok~. Palingan dikira koko koko tukang jual hp di tanah abang/glodok. Dan Gakky imut sekali… dia ini orang Jepang tapi gak jepang2 banget karena ada khasnya sendiri, kecantikannya setara dengan seleb korea yang standar atas cantiknya. Aku yakin orang yang gak tahu siapa itu Yui Aragaki waktu lihat foto dia yang baru-baru ini pasti akan komentar “dia seleb korea ya?”  But I’m not sure that is compliment or abusing XD, masyarakat dari kedua Negara tsb kayaknya gak seakur itu untuk urusan looks dan industri hiburan.we-married-as-job

#Komentar lagi ya…, ada beberapa hal yang bisa ditiru dari rumah tangga bohong-bohongan mereka:

  • Suami dibuatkan bekal, yah… apakah di Indonesia bisa berhasil se-cute itu? Suami sudikah membawa bekal buatan istri?, kyknya gak deh… para bapak mikirnya malah diperlakukan seperti anak TK.
  • Suami pergi diantarkan sampai ke pintu. Hmm… ibu2? Kyknya gak mungkin seaneh di Jepang deh, aku pergi ma! Salam lalu cium tangan suami+suami cium kening, itu baru bisa masuk akal di Indonesia.
  • Suami pulang disambut “Selamat datang!”, kalau tetiba mempraktekkannya… yg ada suami malah ngecek dahi istri “Mamah sehat?” *lol, lebih masuk akal kalau menyambut suami dengan senyuman, cium tangan lagi dan menanyakan apa yang terjadi hari ini. lalu ngobrol seru berdua.
  • Dll, silahkan isi di komentar apa-apa saja yah? Mari bandingkan dan tertawakan bersama! ^^

Like FP nya untuk tahu update-an terbarunya>>>>>FANPAGE

 

Advertisements

17 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 7 Part 3

  1. Hai Karissa.. sehat terus ya
    …kalau poin 1 udah sering dpraktekin… ngga se cute bento bikinan mikuri sich…. tp lumayanlah! poin 2-3 ngga ah yg normal2 aj…. jd ketawa ktiwi sendiri ngayal klau dpraktekin ,,,ati2 Hiramasa san ntar ketabrak pick up lo! trus m*ti status masih ting ting…. semangat terus bikin sinopnya BANZAI!!! btw beda topikkk Gong yoo memang bikin meleleh….. ahjussi rasa oppa!!

  2. Its me yg bolak balik nengok,
    Tiap baca selalu ngakak …
    Thanks my dear…
    Aku ahjuma yg anak’a udah ABG tapi masih suka baca sinop di blog mu
    Kayanya ga mungkin ya kalo kelakuan para istri kaya mikuri bisa2 dikira lagi error hahaha…
    Tapi kalo soal bekal para suami di Indonesia masih mau kok bawa :’)

  3. @annisa & @imeymyself76, oh… ternyata yg poin 1 masih masuk akal. yg poin 2 dan 3 memang rada gimana gitu ya?. Maklumlah saya belum nikah jadi gak ngerti2 amat, dapet ilmu nih saya… 🙂

  4. Assalammualaikum,, hehe karna anak baru/ baru nongol jd harus pake salam dulu ya… maapkeun ane krn baru koment,,/ ngebut baca dr part 1-7. mpe ga sempet nulis/ keasikan nikmati kisah uniknya …suka bnget..tulisan sinopnya..! saya suka saya suka,,hehee…
    salam kenal..

  5. @Reisa, Waallaikumussalam… 🙂 , ngebut? Gapapa jarang komentar, sering-sering mampir saja. Salam kenal juga ya Reisya Soo.

  6. Ngekek baca komen terakhirnya pasangan jepang & indonesia.
    Aq & suami klo berangkat kerja pamit, cium tangan, cium kening cius berangkat.
    Balik kerja salam, senyum, cium tangan dan seterusnya….
    Wkwkwkkkk…. 😀

    Trims sinopsis & komen_nya sist.. 😉

  7. Hai chariszha, salam kenal. Aq biasa dipanggil Hany. Klo aq seh tiap hari senin-jumat bawain bekal suami. Tapi g dibentuk2 kaya bento gt paling cuma ditambahin garnish aja, ehmm tergantung mood juga hahaha. Tiap suami berangkat kerja kita saling kasih berkat, cium kening n bibir (ciuman kilat lah) dan aq selalu anter smp pagar coz sekalian tutup pagar. Klo pas dtg bukain pagar, kdg klo pas aq lg eror br ngom “selamat datang” xixixi, suami ngucapin salam trus aq jawab.
    Cara ngrekap kmu seru, ada tambahan penjelasan juga, jd lebih bs ngebayangin. Achhh tp sayang g ada foto2 pas adegan kiss hehehe. Tapi so far aq enjoy kok ngebacanya. Tetap semangat ngrekap ya. Sukses to chariszha…

  8. @Pravicia/Hani, uuu… so sweet~, masih pengantin barukah?. Kupikir kalau yg sudah lama menikah jarang sekomplet ceritanya Teteh 🙂 . Pict kissing? nope… kan cuman tabrakan doang, bukan american style 🙂

  9. Hai cariszha… Bukan pengantin baru. Nov 2016 kmrn uda tahun ke5 perkawinan. Anak q cowok uda umur 4th. Klo mnrt q seh, tiap org kan beda2. Ada yg cuek jd meskipun dibontotin g malu, tapi ada jg yg kerja lapangan dan lebih praktis klo makan di luar. Klo suami q kebetulan tipe yg males jajan ato makan di luar. Kan jg lebih hemat klo bontot hehehe. Klo ttg kebiasaan beri salam dll mgkn krn kebiasaan saja. Klo dr awal uda biasa spt itu g akan canggung 🙂

  10. Karissa, terima kasih sinopsisnya. saya malah lebih suka komentar penulisnya hehe……

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s