Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 7 Part 2

      “Itu semua bohong!” Kazami, Hiramasa dan Hino terkejut darimana datangnya suara itu?. Tiba-tiba Numata nongol dan mengagetkan semuanya.

Numata menuduh Kazami, itu bohong kan?, jadi Kazami-san dan Tsuzaki-kun dekat sebagai “Itu” kan? (itu: pasangan kekasih #anjiiiiir).

“Itu?” tanya Kazami tidak percaya.

“Tunggu tunggu tunggu…” Numata berusaha mencerna sesuatu, bukannya Kazami dan Tsuzaki itu saling tertarik ya?. Tunggu… tunggu tunggu… Numata bingung sendiri.

      Mikuri mengunjungi Yasue. Mikuri menanyakan pada Yasue apakah pernikahan akan berjalan lancar jika tanpa ada cinta?. Yasue menanggapi, jadi Mikuri menganggap suami sebagai ATM saja? Kalau bisa sesederhana itu dalam pernikahan.. Yasue pikir tentu dia tidak akan bercerai dengan suaminya sekarang. Juga tidak perlu bekerja di toko seperti ini!

 “Oi!,” Teriak nenek, membuat Mikuri dan Yasue menoleh ke belakang.

 jangan menyebut toko seperti ini jika kau sendiri yang kembali ke sini” Kata nenek kesal pada Yasue. Hirari ada di dekat nenek sedang bermain.

Yasue dengan pelan mengatakan, pendengaran nenek hanya berfungsi dengan bagus untuk hal semacam ini saja. (diomongin yang jelek-jeleknya *kkkk nenek yang peka).

“Kau akan mewarisi toko ini?” kata Mikuri. Yasue bilang dia tidak menginginkannya juga. Mikuri lalu berdiri dan berkomentar bagaimana kalau memperbaharui toko ini?. Yasue menjawab dia tidak punya uang untuk itu. Mikuri menambahkan, bukan yang seperti itu.. misalnya membuat selai buah, memberitahu resep masakan yang menggunakan sayur-sayuran. Atau sesuatu untuk menarik pelanggan ibu rumah tangga.

    Yasue menanggapi Mikuri yang selalu begitu, selalu menyuruh orang lain begini dan begitu. Kalau Mikuri melakukannya sendiri itu adalah masalahnya Mikuri sendiri, tetapi kalau disuruh orang lain jadi menyebalkan. Mikuri lalu merasa sakit karena dipukul telak oleh kata-katanya Yasue barusan.

“Benarkah?” tanya Yasue kaget sendiri.

“Ada banyak hal tidak berjalan lancar…” kata Mikuri sambil menerawang sedih.

“dengan pacarmu?”

Mikuri mengaku sebenarnya dia bukanlah pacarnya. Otomatis Yasue kaget. Mikuri dengan sedih bercerita, Mikuri menikah dengan pria itu tapi tidak terdaftar di kartu keluarganya. Dan lebih parahnya lagi Mikuri dicium pria tersebut. Hanya sekali (emangnya situ mau berapa kali? *cling, nikah siri versi modern maybe~)

Yassan terperangah mengetahui fakta tersebut. Hirari tampaknya juga mendengarkan (e-eh… apa’an sih?, Karissa mulai gila nih -_-)

“Ini imajinasimu?” tanya Yasue untuk memastikan.

“Mungkin juga…” jawab Mikuri.

     Hiramasa bersembunyi, ia menunggu Yuri-san. Ketika Yuri keluar dari gedung… Hiramasa membuntutinya. Ia berjalan mengendap-endap dan pura-pura kebetulan melihat Yuri, Hiramasa menyapanya dan Yuri balik menyapa. Hiramasa berterimakasih atas hadiah bulan madunya, dan Yuri balik berterimakasih atas oleh-olehnya.

    Hiramasa dengan hati-hati bertanya, omong-omong bulan kemarin Mikuri ulang tahun, apa Yuri-san memberikannya  kado?. Yuri tentu saja memberinya kado, apa Hiramasa belum dengar? Sebuah Bamix. Hiramasa mengernyit bingung mendengar kata Bamix.

Yuri menjelaskan bamik itu mikser tangan. Memangnya kenapa Hiramasa bertanya?. Hiramasa bilang tidak ada alasan khusus. Yuri berhenti berjalan dan geli sendiri, ah! Jangan bilang Hiramasa tidak melakukan apapun di ulang tahunnya Mikuri?.

   Hiramasa hanya menatap Yuri tanpa menanggapi. Yuri pikir tidak mungkin, Mikuri dan Hiramasa kan bukan pasangan paruh baya, mereka pengantin baru dan masih seperti berpacaran. Yuri memukul bahu Hiramasa lalu pergi.

Hiramasa di dapur, ia memegangi teh hadiahnya Kazami dengan putus asa. Dalam hati berkata, apa hanya dirinya seorang saja yang tidak menyadari fakta yang ada di depan  mata?. Sesaat Hiramasa tenggelam dalam kegetirannya.

Namun tak berlangsung lama, Mikuri melihatnya. Hiramasa segera melepaskan tehnya dan berlalu pergi sambil mengucapkan selamat malam. Mikuri meski bingung ia balik mengucapkan selamat malam, saat Hiramasa sudah masuk kamar.. Mikuri menatap teh pemberiannya Kazami, ia bingung dengan tingkah Hiramasa tadi.

     Hiramasa-san mulai beraksi. Dia menuju ke pusat perbelanjaan/mall, melihat-lihat peralatan dapur, rangkaian bunga yang cantik, tas-tas bermerek, perhiasan menawan.

Pakaian wanita, belum ada yang disinggahinya. Ia masih berkeliling bingung, syal? Kotak musik? Mainan kayu?, benar-benar tidak bisa memutuskannya dengan mudah. Ia terus melihat-lihat sampai memegangi kepalanya sendiri, sepertinya pusing karena terlalu banyak pilihan *kkkkkk

     Hiramasa memutuskan untuk menelfon tuan dan nyonya Moriyama, menanyakan apa yang disukai Mikuri-san. Ayah Tochio menjawab pero, ibu Sakura mengatakan Mikuri menangis saat pero mati dan ayah menambahkan Mikuri pernah bilang ‘Aku mau masuk kandang juga’. Ayah dan ibu terharu mengingat kenangan tersebut,

Tsuzaki menjelaskan ia bukannya mau bertanya tentang kenangan anjing peliharaannya Mikuri. Tapi benda apa yang Mikuri-san inginkan?. Ayah malah menjawab Mikuri pernah mengatakan tidak akan pernah menginginkan anjing lainnya. Iya, ibu juga sama dengan ayah.. Mikuri bilang kenangan dengan pero sudah lebih dari cukup.

Hiramasa tampaknya sudah mulai stres sendiri dengan pembicaraan anjing ini. “Aku mengerti pembicaraan tentang anjing itu…”

“Pero selalu paling menurut pada Mikuri” kata Ibu

“Dia melatihnya begitu keras…” tambah ayah.

“Cukup tentang anjingnya…”

Ibu lalu ingat Pero tidak pernah patuh pada ayah, ayah juga ingat Pero pernah merobek sepatunya. Hahahaha! Keduanya tertawa tanpa menghiraukan menantunya yang tadi tanya apa jawabnya apa?

 (kalo aku punya kucing di rumah, paling nurut denganku lho… Tsuzaki-san?, eniwei kyknya Tsuzaki bakalan tambah jengkel kalau aku kasih tahu itu *pfffttt)

“Terimakasih. Permisi.” Hiramasa menyerah, ia tidak jadi bertanya dan leboh memilih memutus panggilannya.

      Hiramasa lalu mendatangi seorang pelayan, pelayan bertanya dengan ramah ada yang bisa dibantu?. Hiramasa menjawab dia ingin mencari hadiah untuk seorang . Pelayan bertanya, apa untuk istri? Tsuzaki bilang bukan. Saudara perempuan? Tsuzaki bilang tidak lagi. Apa untuk pacar anda? Lagi-lagi Tsuzaki menjawab bukan.

     Mikuri di rumah menunggu Hiramasa pulang dengan cemas, jam di dinding hampir pukul 9 malam. Hiramasa pulang, Mikuri lalu pura-pura fokus menonton TV.

“Aku pulang,”

“Selamat datang,”

Hiramasa ada yang mau dibicarakan dengan Mikuri. Ia bia menunggu Mikuri sampai selesai menonton TV. Mikuri tidak apa-apa, dia tadi hanya menonton saja.

(Wuaaah!, Hiramasa baik sekali ya?, nunggu selesai nonton TV?, ibaratnya seperti pasanganmu mau ngomong penting dan kebetulan kamu lagi nonton drama, dia bilang bisa nunggu sampai selesai… dan dia gak tahu aja kalo kamu nontonnya 1 judul drama yg 16 eps baru bisa dibilang selesai 😀 *anjiiir #ngaco’)

Hiramasa lalu duduk, Hiramasa mengatakan belum lama ini ada sesuatu yang terjadi. Mikuri mengiyakannya.

Awal September Mikuri ulang tahun kan?. Mikuri lalu mengoreksi kata-kata Hiramasa tadi, itu bukannya ‘belum lama’ tapi memang sudah lama. Hiramasa membungkuk meminta maaf, tapi Mikuri tidak mempermasalahkannya. Hiramasa berdiri dan mengluarkan amplop dari jaketnya.

     Mikuri menerimanya dengan bingung. Hiramasa bilang inilah yang terbaik setelah ia lama mempertimbangkannya. Mikuri membukanya, isinya tiga lembar uang 10.000 yen. Hiramasa mengutarakan ini bukanlah hadiah, melainkan ini bonus. Menurut Hiramasa tidak terlalu baik sebagai bos secara pribadi memberikan hadiah pada pekerjanya. Akan tetapi Hiramasa ingin rasa terimakasihnya berwujud.

“Jadi dalam bentuk bonus…” Kata Mikuri merasa janggal. Hiramasa bilang Mikuri tidak perlu membalasnya. “Itu saja, selamat ulang tahun”

Hiramasa membungkuk, Mikuri balas membungkuk dan berterima kasih. Setelahnya Hiramasa kembali ke kamar.

(ini adalah tanjoubi omedeto teraneh yg pernah kulihat *kkkk)

     Mikuri tidak mengerti, ulang tahunnya kan sudah lebih dari sebulan yang lalu. Ah! Apa mungkin ini kompensasi dari ciuman Hiramasa?. Mikuri lalu berjalan mendekati pintu kamar Hiramasa, hendak mengetuknya untuk bertanya tapi tidak jadi.

Mikuri akhirnya mengirimkan pesan ke Hiramasa. Hiramasa cukup kaget kenapa Mikuri mengiriminya pesan, hati-hati ia membuka pesannya [Terimakasih atas bonusnya] syukurlah pesan Mikuri berbunyi seperti itu, Hiramasa lega di bagian ucapan terimakasih. [Apa boleh aku bertanya? Kenapa anda menciumku?]

Seketika ponsel itu berubah menjadi bara api, Hiramasa syok berat membacanya sampai melemparkan ponselnya sendiri.

Mikuri menunggu dengan sabar kapan pesannya dibalas. Hiramasa duduk di kursinya, sedang berpikir keras bagaimana menjawab pertanyaannya Mikuri. Pukul 21:45 belum dibalas juga. Mikuri masih menunggu sambil duduk di sofa, sampai pukul 22:30 dan belum ada balasan dari Hiramasa.

Hiramasa kebingungan hendak menjawab apa. Dia mondar-mandir, kesana kemari frustasi. Pukul 24 lebih beberapa menit Mikuri masih menunggunya. Tak kunjung dibalas, Mikuri memutuskan untuk tidur. Lampu ia matikan, memejamkan mata bersiap tidur. Tak disangka pesan masuk.

[Maaf, itu tindakan tidak pantas dari seorang bos] Mikuri geram membaca pesan itu, ia merasa itu hanya alasan. Itu bukan jawaban yang sebenarnya!.

 Hiramasa di dalam kamarnya sedang cemas, ia tidak bisa mengatakan alasannya yang sebenarnya ke Mikuri kenapa menciumnya dulu. Hiramasa dalam hati mengakui saat itu dia terbawa suasana dan mencium Mikuri.

Setelah memikirkannya lama, Hiramasa lalu hendak mengirimkan pesan ke Mikuri… meminta Mikuri melupakannya kejadian itu dan menganggapnya tidak pernah terjadi. Baru saja mau menekan tombol kirim tapi pesan dari Mikuri sudah masuk.

Mikuri: [Anda tidak perlu meminta maaf] balas Mikuri, Hiramasa terkejut “Tak apa-apa… jika aku tidak meminta maaf?”

Hiramasa: [Tetap saja, tindakan sepihakku tak bisa dimaafkan. Aku benar-benar menyesal]

Mikuri yang menerima pesan itu menjadi jengkel, maka dari itu.. kenapa Hiramasa-san menyesalinya?

Mikuri: [Jika melihatnya sebagai liburan kantor, itu termasuk pelecehan seksual dan tidak pantas. Akan tetapi liburan kemarin juga bula madu, dan secara teknis kita berdua adalah kekasih, jadi bukankah bisa diterima skinship lanjutan?]

Hiramasa kembali syok, kenapa skinship itu bisa diterima?.

Hiramasa: [Terimakasih. Mulai sekarang tolong tetap membantuku]

Tetap membantu dalam hal apa?, Mikuri pusing memikirkannya dan tidak mengerti apa maksudnya. Mikuri tidak tahu bagaimana menanggapi pesan ini. Sembari berbaring, ia lihat kata-kata mulai sekarang tolong tetap membantuku. Lalu Mikuri lalu mengetikkan pesannya sambil duduk.

[Sama-sama  mohon bimbingannya. Aku menantikan yang kedua] Mikuri tidak langsung mengirimnya, ia stres sendiri. Mungkin baru sadar kalau pesannya terlalu vulgar.

Lalu ia menghapus pesan yang bagian ‘Aku menantikan yang kedua’.

Hiramasa menerima pesan Mikuri [Sama-sama mohon bimbingannya. Selamanya] yang Tsuzaki soroti terutama kata selamanya, itu membuatnya tersenyum lebar. Lalu ia menjatuhkan diri ke kasur, memperhatikan bulan purnama. Mikuri di luar sana juga sedang memperhatikan bulan,

    Mikuri membuang sampah, ia melihat stiker di tempat sampah tersebut, hari ini hari Selasa. Mikuri dan Hiramasa makan sarapan mereka seperti biasanya.

 Mikuri memberikan bekal Tsuzaki, Tsuzaki menginfokan sepertinya dia nanti akan pulang malam dan makan malam di kantor tapi Mikuri tidak perlu khawatir. Mikuri yang mengikutinya sampai ke pintu mengiyakan, Tsuzaki berhenti sejenak dan mengatakan hari ini Selasa.

Tsuzaki lalu mendekati Mikuri dan memeluknya. Mikuri lumayan terkejut karena biasanya Hiramasa perlu diingatkan baru akan memeluknya. Meski kaget… Mikuri tetap menikmatinya. Lalu keduanya melepaskan pelukan.

“Hari ini pastikan… kau tidur lebih dulu.”

“Iya,” jawab Mikuri dengan canggung. Tsuzaki lalu pamit pergi, Mikuri mengucapkan semoga harimu menyenangkan. Setelah Tsuzaki pergi Mikuri langsung terduduk di lantai, kemudian berbaring.

     “Gelombang cinta ini… Angin puyuh Hiramasa-san di dalamku sudah… “ Tampaknya Mikuri mulai luluh oleh perlakuannya Tsuzaki Hiramasa padanya.

Lalu kita para penonton tiba-tiba nonton acara 10 lagu terbaik dan naratornya adalah Mikuri *kyknyasiih, khayalannya Mikuri. Dari mesin yang berputar, kata-kata ‘Hari ini pastikan kau tidur lebih dulu’ dari Tsuzaki Hiramasa: 9.999 poin!.

Bulan lalu, berbagai lagu mendapat tempat hingga peringkat keempat dalam kategori “suka”. Tapi sayangnya tidak ada yang berhasil menempati tiga terbaik. Saat ini peringkat mengalami perubahan besar, Hiramasa-san menempati peringkat ketiga dan kedua…

(fiuuh… sekilas aku berhenti mengetik dan mengernyitkan dahiku, bingung… ini gw nonton apa’aan sih?, drama? Apa acara lawak? Wkwkwwkwkwk)

Komentar:

       I called Hoshino Gen  “Om Hiramasa” too much!. But didn’t care about age or blablabla when my eyes catch up this Ahjussi! Gong Yoo!, Neomu Jalngsaenggyoseo~ ❤ (37)

quotes from Ahn YoNa (Kill Me Heal Me) “If you’re handsome, you’re my oppa!” *kkkkkkkk

lanjut part 3 ya… yg sabar, I’m not robot and I have something else to do…, so please cheer me up! ^^,

ucapkan terimakasih atas sinopsis yang barusan kamu baca dengan cara “Like” FP blog ini>>>>>>FANPAGE

 

Advertisements

10 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 7 Part 2

  1. Thank you for this synopsis, Charizsha. I realy love this dorama.. and looking forward for the next synopsis.. hopefully soon? I checked it like 2 to 3 times daily ..Lol. again thank you!

  2. Okeeehhh…semangat…semangat ( ngayal ala mikuri mode on – pake gaya ala2 cheerleader ) 😁😁😁

  3. Makasij atas sinopsisnya… selalu deg deg ser n tahan napas ama kelakuan tsuzaki… semoga adminnya sehat selalu.amin.

  4. arigatouuuu karissa!!
    nikmatin banget baca review kamu~
    Om Hiramasa-san (aku juga otomatis panggil om XD), charming abisss disini..
    Heran banget ya, padahal kembang nya di drama ini Gakky (yg mana cantiiikk bgt); tapi mata ga bisa lepas dari Hiramasa-san.. ❤ ❤
    Deg-degan kalo denger dy ngomong, deg-degan pas liat dy pelukan sama Mikuri, ga sanggup dha kokoro ini gini terus ceritanya XDD

    Biasa kan drama suka bikin award "Best Kiss" tuh..
    Kalau Nigehaji cocoknya dapet "BEST HUG"!
    Smua pelukannya so sweeettt bangeeetttt ❤ ❤ ❤ ❤

  5. Wkwkkkk…aki numata san kayanya kesel luarbiasa intuisinya meleset ….lucu bgt itu pas mikuri kebingungan mau kirim sms smpai tepuk2 bantal …iiiihhhh Hiramasa san koq udah umuran om2 ngga peka bgt sich…!(wajar2….kan 0 Pengalaman)..Karissa Terima kasih byk sinopnya…sehat terusnya

  6. @annisa, yg jangan bilang2 udah aku edit komentarnya mba *kkkk, aku sudah ragu dari mulai eps 7 sih…, konfliknya kurang nendang. Semoga saja seperti yg mb annisa pikirkan, karena di Jepang sana bahkan jadi top trending youtubenya lho mba… bagaimanapun juga tim produksi pasti akan mempertimbangkan permintaan para penontonnya juga.
    @all, suka deh… komentarnya lucu2. Saya yang tadinya males ngerjain jadi tergerak untuk melanjutkan 🙂

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s