Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 3

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Mikuri menuangkan minuman, ia berkata di sini benar-benar tenang ya ?. Tsuzaki mengiyakannya. Mikuri bercerita, dulu ia dan keluarganya sering pergi piknik dan berkemah. Belakangan ini hanya Mikuri yang tidak bisa ikut.

Hiramasa bercerita dirinya hanya pernah satu kali piknik, saat dia kelas 3 SD. Ayahnya bekerja di pabrik dan jarang dapat hari libur. Mikuri menebak pasti itu adalah kenangan yang membahagiakan bagi Hiramasa-san.

Mikuri sambil membuka tutup makanan. Tsuzaki bilang ibunya dulu membuatkannya soba genting. Soba genting ?, Mikuri seperti baru pertama kali dengar. Hiramasa menjelaskan soba genting adalah makanan khas daerah Yamaguchi. Di restoran, mereka akan menggunakan genting, genting untuk atap, menaruh soba di atas genting yang sangat panas bersama potongan telur dadar dan daging sapi asin-manis di atasnya.

“Kedengarannya enak.” Kata Mikuri.

“Ibuku… .membawa soba untuk bekal makan siang sebagai kejutan. Namun ayahku marah dan berkata Kenapa kita harus makan soba yang sudah apak di luar ruangan?. Dan ini bukan soba teh, tetapi soba buckwheat”

“Jadi seharusnya menggunakan soba teh?” Mikuri penasaran.

“Benar,”

“Ibuku dari Kagoshima, jadi dia tidak kenal betul masakan itu. Ayahku adalah orang yang tidak bisa berkompromi saat sedang marah, jadi dia berkata ‘Aku tak mau memakannya’. Tak ada yang bisa kulakukan, jadi.. aku terus saja berkata “enak, enak” sendirian… dan mati-matian memakan soba dari kotak bekal bertumpuk itu. Kenangan hari itu bagai neraka.”

Dan sejak saat itu Tsuzaki belum bisa makan soba genting lagi, sebagai anak Tsuzaki bertanya-tanya kenapa ibunya tidak menceraikan ayahnya ?. Mikuri terenyuh mendengar ceritanya Tsuzaki. Tsuzaki meminta maaf telah menceritakan cerita sedih kepada Mikuri.

Mikuri menjawab dirinya senang. Tsuzaki salah mengira Mikuri senang mendengar cerita neraka tersebut. Tapi Mikuri balas mengatakan dirinya senang karena bisa mendengar ceritanya Hiramasa-san. Saat pertama kali Mikuri bertemu dengan orang tuanya Hiramasa-san ia pikir mereka menyenangkan, mereka pasangan yang serasi.

Benarkah ?, Tsuzaki agak terkejut dengan pendapat Mikuri. Menurut Tsuzaki orang tuanya tidak bisa bercerai karena jaman dulu tidak semudah sekarang, tidak bisa berpisah karena memiliki anak, Tsuzaki Hiramasa.

     Mikuri berpendapat bukankah itu bagus?, seorang putera yang menyelamatkan ibunya. Tsuzaki sekali lagi terkejut, dipikirnya dia adalah putera yang menahan ibunya.

“Jika akhirnya mereka tidak berpisah, bukankah itu lebih baik?” Kata Mikuri.

“Tak apa-apa untukku jika dia bahagia.”

Tsuzaki teringat sesuatu, ia mengecek ponselnya. Rupanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Mikuri menyuruh Tsuzaki mengucapkan selamat ulang tahun ke Nyonya Tsuzaki. Tapi Tsuzaki bilang dia tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya. Mikuri terus mendorongnya, kalau Hiramasa tidak mau maka Mikuri yang akan melakukannya.

      Saat Mikuri melihat ponselnya ada panggilan tak terjawab dari Yasue 3 kali. Tsuzaki menyarankan Mikuri untuk menelfon balik. Mikuri berlalu sambil mengingatkan Hiramasa jangan lupa menghubungi ibunya.

     Ayah sedang membaca koran, ponsel ibu berbunyi dan ia memanggil istrinya. Nyonya Tsuzaki datang dan mengangkat panggilan dari anaknya, ada apa Hiramasa menelfon. Dengan canggung Hiramasa mengucapkan selamat ulang tahun ke ibunya. Nyonya Tsuzaki tersenyum geli, pasti Hiramasa disuruh Mikuri melakukannya. Hiramasa kaget kenapa ibunya bisa tahu.

“Kau memang berubah setelah menikah…. Mikuri ada di situ?”

“Iya, kami sedang piknik”

“Piknik?”

“Iya, begitulah ?”

Tiba-tiba Hiramasa teringat tujuannya berpiknik hari ini. Ia mendongak ke atas, berdiri dan memastikan dengan teropong bahwa Yuri memang sedang berdiri di dekat kaca.

    Hiramasa kesulitan memanggil Mikuri, ia bahkan sampai tidak menanggapi ibunya. “Moshi-moshi… Hiramasa ?”

Sayangnya Mikuri masih sibuk dengan Yasue. Hiramasa lalu kembali ke ibunya, “Maaf, ada apa ?”

“Apa kau ingat saat kita bertiga pergi piknik?”

“Kenapa kau membawa-bawa hal yang sudah lama?” Kata ayah ikut tidak nyaman.

“Tak apa-apa, ‘kan?” Ibu lalu pergi ke sisi rumah lain meninggalkan ayah.

“Saat kita makan soba genting di perjalanan pulang.”

“Di perjalanan pulang?” Hiramasa terkejut.

     Akhirnya Yasue mengangkat panggilan Mikuri. Mikuri bertanya kenapa Yassan menelfonnya tiga kali. Jadi ada urusannya dengan Mikuri atau tidak. Yasue bilang lebih tepatnya bukan urusan, dia sudah memasukkan surat cerai ke kantor pemerintahan. Sebenarnya dia ingin mendiskusikan ini dengan Mikuri tapi Yasue tidak ingin merusak suasana. Semua orang menentang Yasue karena ada Hirari dan menyuruh Yasue mengabaikan fakta perselingkuhan suaminya, tetapi Yasue sudah tidak tahan dengan perselingkuhan suaminya, Yasue tidak bisa memaafkannya, ia tidak tahan memandang wajah suaminya.

Yasue bertanya apa Yasue salah ?, ia harus bertahan demi Hirari, apa Mikuri pikir suami Yassa selingkuh karena salahnya Yassan ?. Membesarkan Hirari, membersihkan rumah, Yasue sudah berusaha yang terbaik. Tapi kenapa suaminya selingkuh ?, apa salah Yasue ?.

“Kau tak melakukan kesalahan apa pun. Yassan sudah melakukan yang terbaik”

“Aku…. Apa kaupikir aku membuat Hirari tak bahagia?”

“Itu tidak benar! Dan bagi Hirari-chan, senyumanmu akan membuatnya lebih bahagia.”

    Mikuri ada di pihak Yasue apapun yang terjadi. Hiramasa menunggu Mikuri kembali, ia mengamati sekeliling ada banyak keluarga kecil dengan anak mereka. Mungkin Hirasama teringat pada dirinya sendiri saat kecil. Mikuri kembali, Hiramasa menanyakan soal Yassan. Mikuri menanggapi, saat Yasue memiliki anak… semua keputusan hidupnya bukanlah demi diri sendiri. Rumit, ya? Namun, jika sampai tak bisa memandang wajah pasanganmu, kupikir tak baik untuk kesehatan mental dan spiritual anak. Kupikir perceraian adalah hal yang baik untuknya.

“Jadi dia melakukannya… bercerai.” Kata Hiramasa.

Mikuri membenarkannya, ia juga meminta maaf pada Hiramasa karena ucapan Mikuri yang sekarang berbeda dengan yang tadi saat mengobrolkan orang tua Hiramasa.

    Hiramasa mengungkapkan kalau sebenarnya alasan ayah dan ibunya tidak jadi bercerai bukan hanya karena Hiramasa, sepulang setelah piknik neraka tersebut ibunya diajak ayah makan soba genting yang sebenarnya. Ibu bilang ke Hiramasa saat itu Hiramasa tertidur sehingga tidak ingat. Bagi Hiramasa saat itu adalah kenangan yang buruk, akan tetapi bagi ibu itu adalah hal terindah karena makan soba seenak itu. Hiramasa baru tahu hari ini tentang cerita lain yang tidak diketahuinya itu.

   Mikuri pikir Yassan dan suaminya tidak memiliki kenangan indah semacam itu, Mikuri hanya ingin Yassan dan suaminya bahagia. Mikuri hanya bisa mengatakan ia ada di pihaknya Yassan apapun yang terjadi. Hiramasa menanggapi, memiliki orang yang berpihak padanya ketika mengalami masa sulit itu akan membantu. Aku tak pernah punya seseorang seperti itu,

Ah!, Hiramasa lupa, ada Numata yang pernah menepuk pundaknya dan mengatakan apapun yang terjadi Numata akan ada dipihaknya Tsuzaki.

“Meski kupikir dia salah paham tentang sesuatu.” (Numata apapun yang terjadi akan mendukung Tsuzaki, entah Mikuri atau Kazami yang dipilih Tsuzaki nanti XD)

Sedangkan bagi Mikuri ada Yuri-chan.

“Kalian berdua dekat”

“Iya, aku selalu menjadi kesayangannya,”

    Keduanya baru ingat tujuan kemari adalah menunjukkan kemesraan ke Yuri, di mana Yuri ?. Mereka lalu berdiri, Hiramasa usul bagaimana kalau ke lobi, berlari mendekati Yuri dan berpelukan (Lol 😀 ). Mikuri terkejut dengan ide gila Hiramasa, ia meminta maaf telah mengganggu waktu libur Hiramasa yang berharga dan sampai membuat Hiramasa mengusulkan ide yang konyol seperti berpelukan di lobi. Akan lebih mudah kalau mereka mengaku jujur saja ke Yuri.

Kalau Yuri tahu kebohongannya Mikuri dan Hiramasa maka Yuri harus dia harus membohongi adiknya, Sakura. Yuri akan menanggung perasaan bersalah mereka yang harusnya ditanggung Mikuri dan Hiramasa sendiri.

    Mikuri meminta dipeluk Hiramasa hari ini. Hiramasa mengingatkan kalau hari ini bukan selasa. Mikuri minta pelukan di muka. Mereka lalu berpelukan,

“Jika sesuatu terjadi, Hiramasa-san… Aku di pihakmu” Kata Mikuri.

Hiramasa ragu-ragu hendak mengusap kepala Mikuri, Hiramasa menepuk-nepuk dan mengusap puncak kepala Mikuri dengan hati-hati. Mikuri senang bercampur terkejut.

    Yuri memergoki mereka sedang berpelukan. Ia kenal karpet tersebut, rupanya Mikuri dan Hiramasa sedang berduaan di taman. Hiramasa dan Mikuri seketika melepaskan pelukan mereka. Hiramasa mengelak bukan seperti itu. Yuri pergi dan mempersilahkan Mikuri dan Hiramasa bersenang-senang.

Hiramasa hendak menjelaskan sesuatu dan mengejar Yuri, tapi Mikuri menahannya. Misi mereka sudah berhasil sekarang.

   Yuri datang ke bar Master Yama-san. Tak lama kemudian Numata datang. Yuri khawatir Kazami ikut datang. Master Yama-san mengatakan Kazami tidak akan kemari sendirian. Yuri langsung lega. Numata menduga pasti Yuri sangat membenci Kazami ya ?.

    Kazami di rumah, ia menerima pesan dari Numata yang isinya Numata tak sengaja bertemu Yuri-san, apa yang Kazami katakan ke Yuri-san sampai membuatnya membenci Kazami ?. Kazami hanya tertawa membaca pesan dari Numata itu.

Mikuri di rumah, ia mendapat pesan dari Yasue. Yassan berterima kasih pada Mikuri, mulai sekarang Yasue dan Hirari akan berjuang!.

    Mikuri dan Hiramasa sedang memasak bersama. Mienya sudah matang, Hiramasa memisahkan kuahnya, karena uap panas… seketika kacamatanya menjadi berembun. (ahahahhahaha…!)

“Aku tidak bisa lihat”

Mikuri mengirisi telurnya dan Tsuzaki mengolah mienya. Sekarang kandidat cinta Mikuri menang !, Mikuri dan para petinggi partai serta tim sukses bersorak-sorak riang, hidup Mikuri !!, hidup Mikuri!, banzai !! (hahahhaha… Ah… gila’ kenapa aku masih bisa ketawa padahal sudah menontonnya XD gapapa lah..)

     Master Yama-san kesal, awalnya di pernikahan semuanya baik-baik saja dan tidak lihat kejelekannya. Numata bergumam, mulai lagi deh.. cerita soal mantan istrinya.

    Mikuri dan Hiramasa mencoba masakan mereka. Lalu memekik enak bersama’an.

Mikuri: Kami bukan suami-istri ataupun teman. Ini hanya hubungan kerja, ditambah… kekasih untuk dipeluk tiap Selasa. Bagi kami ini menyenangkan karena tidak pasti.

 Akan tetapi, kenapa.. jadi seperti ini?

Komentar:hoshino-gen

    Komentar apa ya…. Aku pengen meluk Tsuzaki Hiramasa boleh gak sih ?, yang versi kecil tapi~~~ *kkkkkk yang versi gede juga gapapa, unyuuuu…., kalau gak boleh gimana kalau peluk Hirarinya aja ?, wkwkwkwk. Episode 6 mereka akan honey moon. Gak akan terjadi apa-apa kog, Hiramasa-san adalah orang yang sopan sekali :D, kecuali kissue… itu pun ringan tapi manis *apaaa’ansiiih??, flat you know… jangan ngarep yg nggak2 ya ??, lihat Hiramasa-san terbuka+jujur dengan perasaannya saja sudah cukup menyenangkan kog ^_^

Like FPnya dan share postingannya untuk memberikan dukungan agar Authornya terus melanjutkan sinopsisnya ^^ >>>FANPAGE

 

Advertisements

4 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 3”

  1. Dulu waktu masih anak2 rasanya pernah 2x piknik..sekali dtaman satunya lagi diajak abah lihat layar tancap dilapangan….gelar tikar sama bawa bekal wadai UNTUK(kue bikinan mama)…..kadang iri juga dengar cerita teman piknik ke objek wisata mana gitu…tp paling ngga punya kenangan piknik menyenangkan sama orang tua….klau sekarang alhamdulillah lumayan sering piknik sama suami dan anak….walau kdang bekalnya cuma mie cup.telur rebus ..ngga ketinggalan termos air panas….hi hi…(ketahuan malas bikin bekal)…cerita tsuzaki soal piknik bikin terharu…otomatis jd ingat ortu…(tanggal habang bulan ini kamu bulikan ma ai,satumat ai lagi!abaikan!!!)mendadak kangen mama…aduh maaf ya Karissa koment malah jd curhat…pokoknya semangat terus bikin sinopnya!!

  2. @Nic, mungkin sinyalnya lagi jelek/ada yg salah dengan perangkatnya Nic. Ada gambarnya kok, sudah saya cek pakai pc lain 🙂

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s