Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 2

     Yuri tidak mengerti kenapa dia tidak terganggu dengan kehadirannya Umehara, apa mungkin karena Umehara adalah anak buahnya?, kata Yuri sambil berlalu. Ketiga karyawan yang merumpikan Yuri menjadi senang, sekarang Tsuchiya-san pindah ke Umehara?.

     Kazami mendekati Tsuzaki, menanyakan tentang Yuri. Tsuzaki mengatakan dirinya akan mengatasi soal Yuri, Tsuzaki meminta Kazami jangan melakukan apa-apa. Kazami mengerti, lalu ia pergi. Sedangkan itu, Numata yang sejak tadi menyaksikan Kazami dan Tsuzaki, mengendus sesuatu yang aneh dari keduanya. Jadi sekarang posisi penyerang dan bertahan berubah ?.

Gumam Numata tanpa menghiraukan Hino.

“Hah ?” Hino tidak mengerti.

“Selama ini Kazami-san selalu di posisi menyerang, dan Tsuzaki-kun yang bertahan, tetapi… apa yang terjadi ?” Numata mencoba menerka-nerka.

Tsuzaki sendiri kembali sibuk dengan pekerjaannya.

     Mikuri bersama Yasue dan Hirari. Hirari sedang tidur manis. Yasue mengungkit tentang kencan buta yang akan mereka ikuti. Mikuri bilang dirinya tidak akan ikut karena sudah memiliki pacar. Pacar ?, Yasue terkejut, orang seperti apa pacarnya Mikuri ?. Mikuri menceritakan, titlenya memang pacar… tapi pasangannya itu sebenarnya tipe orang yang memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah dalam hal cinta.

Yasue bingung mendengarnya. Mikuri melanjutkan bercerita, namun akhirnya Mikuri bisa melihat harapan cerah untuk dirinya dan kekasihnya sekarang,

*Flash back…

     Tsuzaki dan Mikuri makan bersama. Tsuzaki mengatakan pada Mikuri, dia sudah lama memikirkan tentang pelukan, mereka perlu memiliki hari tersendiri untuk pelukan.

“Hagu… bulan Agustus tanggal Sembilan ?” Mikuri salah mengira Hagu yang Tsuzaki maksudkan, hagu artinya pelukan dan mirip dengan pelafalan ‘delapan Sembilan’ atau Agustus tanggal Sembilan. (Hug: Peluk)

Tsuzaki menjelaskan bukan itu maksudnya, jika ia dan Mikuri berpelukan tanpa dibatasi maka antara pekerjaan dan hubungan pribadi mereka tidak akan jelas lagi dimana batasannya. Tsuzaki pikir perlu dibuat hari khusus untuk pelukan, kapan berikutnya ya ?  apa besok ? hari ini ?. Sebenarnya itu melelahkan bagi emosi Tsuzaki memikirkannya.

    Mikuri mengakui dirinya juga penasaran apa yang akn terjadi selanjutnya, haruskan Mikuri meminta percobaan pelukan yang kedua ?. Tsuzaki menanyakan pendapat Mikuri, apa Mikuri keberatan jika ditentukan hari khusus untuk pelukan ?.

 Mikuri tidak keberatan. Dia bertanya seberapa sering mereka akan berpelukan ?. Tsuzaki menjawab 1 bulan sekali. (Alamaaak… gantung saja Tsuzaki !, setahun 12 kali dong ??, >_<)

Mikuri bilang, bukankah itu terlalu jarang ?, kalau begitu mereka tidak akan bisa meyakinkan Yuri-chan.

“Kalau begitu dua minggu sekali ?” Tanya Tsuzaki.

“Tambah lagi.” Tawar Mikuri, (saranku, tawar saja sejam sekali Ahahahahaha… )

Tsuzaki lalu mengatakan seminggu sekali, selebihnya Tsuzaki tidak mau lebih sering dari itu. Katanya sambil kedua tangan di depan,

     Mikuri lumayan kecewa, tapi dia pikir itu harusnya cukup. Tsuzaki mengusulkan bagaimana kalau di hari selasa ?, karena itu adalah terakhir kalinya mereka berpelukan. Mikuri setuju, selasa adalah hari daur ulang sehingga mudah mengingatnya. Tsuzaki lalu membungkuk mohon kerjasamanya, Mikuri juga balik membungkuk.

Dalam hati Mikuri senang sekali, syukurlah Hiramasa-san tidak menolak.

*flash back end..

     Mikuri asyik menceritakannya, dia tentunya tidak secara gamblang mengatakan orang yang dimaksud adalah Tsuzaki Hiramasa ke Yassan. Sekarang Mikuri dan pasangannya ada sedikit waktu untuk bersentuhan dan itu membuat perasaan Mikuri tenang.

Mikuri sadar ternyata Yassan tidak mendengarkan ceritanya, Yasue sedang mengamati Hirari tidur.

“Apa kau mendengarkan ?”

“Tidak, bosenin, ya Hirari ?”

Hirari tidur nyenyak sekali.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

      Mikuri pulang ke rumah, Mikuri terkejut melihat Yuri. Apa Yuri-chan tidak bekerja ?. Yuri bilang dia izin dan akan mengganti kerjanya besok. Mikuri mengajaknya ke rumah Tsuzaki. Yuri ingin mendengar sendiri perasaannya Mikuri sebelum Hiramasa-san. Mikuri mengerti, ini pasti tentang Kazami-san kan ?.

Yuri agak terkejut, apa Kazami-san mengadu ke Mikuri ?. Mikuri membenarkannya, ia mempersilahkan Yuri masuk. Yuri tidak menyangka, apa mungkin Mikuri berselingkuh dan bercerai, Yuri tidak bisa menghadapi Sakura, kan ?.

Dari semua tempat yang ada, sarang cintanya malah apartemen yang Yuri beritahukan ka Kazami. Yuri pikir perselingkuhannya Mikuri dan Kazami adalah tanggung jawabnya juga. Mikuri bersikap tenang walau Yuri sejak tadi dilanda kepanikan. Mikuri mempersilahkan Yuri duduk dulu.

    Yuri meskipun benci dengan Kazami-san, dia tidak akan menahan perasaannya itu demi Mikuri jika Mikuri ingin bersamanya, apapun yang terjadi Yuri akan ada di pihaknya Mikuri. Yuri bahkan sampai memegangi tangan Mikuri untuk meyakinkan. Mikuri mengangguk-angguk mengiyakan, sayangnya ia dan Kazami-san tidak ada hubungan apapun, sama sekali tidak ada hubungan !. Mikuri hanya direkrut Kazami menjadi pekerja rumah tangganya saja.

Yuri kaget, seorang wanita yang telah menikah bekerja di tempat pria lajang ?. Bagaimana dengan Hiramasa-san ?. Mikuri menjawab suaminya itu juga tahu,

    Yuri syok, kenapa Tsuzaki mengizinkan Mikuri bekerja dengan Kazami ?. Ini Kazami loh (Kazami yang ganteng, yang bikin Yuri ilfeel), sebenarnya apa yang Hiramasa-san pikirkan ?, aku tidak percaya. Dia kekurangan akal sehat !.

Yuri menyuruh Mikuri menghubungi Hiramasa-san sekarang juga, Yuri ingin memberinya wejangan (omelan lebih tepatnya *kkkkk).

     Tsuzaki menerima pesannya Mikuri.

Mikuri: “Yuri-chan baru saja datang. Aku bilang aku bekerja di tempatnya Kazami, tetapi itu hanya memperburuk keadaan. Maafkan aku!

Tsuzaki syok, dia pulang dengan terburu-buru. Menaiki undagan menuju rumah dan di sana ada Mikuri. Tsuzaki meminta maaf karena datang terlambat.  Tsuzaki menanyakan di mana Yuri-san. Mikuri menjawab sedang tidur.

“Tidur ?”

“Aku dengan dia tidak bisa tidur akhir-akhir ini. Dia langsung terlelap. Dia sangat marah, jadi aku mencoba menenangkannya… dan memberinya sedikit sake.”

Yuri di kursi sudah teler.

“Itu cara mereka membasmi ular kepala depalan, kan ?” Tanggap Tsuzaki (cara meng K.O kan orang yang merepotkan, kasih aja sake XO. Wkwkwkwk, keponakan yang nakal-kebanyakan akal :3)

Mikuri mengajak Tsuzaki untuk menciptakan suasana pasangan yang mesra. Tsuzaki mengerti, lalu saat Yuri bangun nanti dia akan merasakan betapa dekatnya Tsuzaki dan Mikuri. Mikuri meminta Tsuzaki memberitahu Yuri kalau Tsuzaki tidak keberatan Mikuri bekerja di rumahnya Kazami.

“Aku mengerti,” angguk Tsuzaki, lalu hendak pergi.

“Tunggu sebentar, ayo !” Kata Mikuri sambil merentangkan kedua tangannya minta dipeluk.

Tsuzaki kebingungan. Mikuri menjelaskan ada baiknya mereka menciptakan suasana seperti sepasang kekasih. Tsuzaki menjawab, “Ini hari Jum’at.”

“Ini keadaan darurat.”

“Apakah kau akan langsung melanggar peraturan ?” Tsuzaki frustasi mengatakannya.

Mikuri bersikeras kalau keadaan mereka sedang genting sekarang. Anggap saja mereka seolah menghadapi ular kepala depalan di hadapan mereka.

“Kau benar, “ Tsuzaki akhirnya menyerah.

“Ayo kita ciptakan, suasana pengantin baru” dari tadi Mikuri masih merentangkan kedua tangannya.

“Mari kita tunjukkan kedekatan kita.” Tsuzaki ikut merentangkan kedua tangannya.

    Yuri terbangun, kepalanya pening karena (diracun keponakannya tadi) dikasih sake oleh Mikuri. Ia mengerjap-erjapkan matanya dengan linglung.

    Mikuri bilang dia mulai. Tsuzaki siap menerima pelukan Mikuri, ia sampai memejamkan matanya karena grogi. Saat Mikuri hendak memeluk Tsuzaki, kebetulan Yuri berada di balkon. Mikuri optimis ini adalah kesempatannya dan Tsuzaki untuk menunjukkan kemesraan mereka secara langsung. Mikuri menarik Tsuzaki naik ke undangan yang lebih tinggi.

    Mikuri menghambur ke pelukan Tsuzaki, Yuri juga menyaksikan keduanya dari atas sana. Mikuri bertanya ke Tsuzaki apa Yuri melihat ?. Tsuzaki memandang Yuri, “Mungkin,”.

“Aku akan sedikit berputar” Kata Mikuri sambil berputar. Mencoba pamer kemesraan ke Yuri.

“Baik,”

Mikuri yakin Yuri bisa melihat mereka berpelukan, setelah Yuri meninggalkan balkon… Mikuri dan Tsuzaki melepaskan pelukan mereka.

     Sesampainya di rumah, Mikuri mengambil peran istri yang baik “Dasar Hiramasa-san, bagaimana bisa kau kelupaan membawa kunci rumah ?”

“Terima kasih sudah menjemputku, Mikuri-san”

Yuri menyambut kepulangan Tsuzaki. Yuri meminta maaf karena sudah ketiduran. Mikuri dan Tsuzaki mengamati Yuri dari jauh yang sedang mengenakan kaca matanya. Mikuri mendekati Yuri, tanya sejak kapan Yuri-chan melepaskan contact lens-nya. Yuri menjawab saat bangun matanya sakit.

Mikuri menanyakan apa Yuri-chan dari balkon tadi ?. Yuri membenarkannya, apa tadi yang di bawah itu Mikuri ?. Mikuri dengan semangat mengatakan iya, benar !. Tapi Yuri tadi tidak bisa melihat apapun karena tidak mengenakan contact lensnya, semuanya buram.

Tsuzaki dan Mikuri kecewa.

“Mm… Yuri-san, meski sepertinya kami membuatmu khawatir, sebagai suami istri, kami…”

Yuri tidak fokus mendengarkan Tsuzaki, dia sudah terkantuk-kantuk.

“Yuri-san ?”

“Yuri-chan ?”

Yuri meminta maaf, dia agak mangantuk. Yuri pamit pulang dulu. Yuri berjalan keluar, Mikuri dan Tsuzaki mengikutinya sampai ke pintu. Mikuri bertanya apa Yuri-chan mengantuk karena banyak pekerjaan ?. Yuri menjawab, kalau pekerjaan sih selalu banyak… tapi Yuri tidak bisa tidur karena memikirkan Mikuri dan Hiramasa.

    Tsuzaki bertanya-tanya apa tidak apa-apa membiarkan Yuri-san pulang sendirian ?. Mikuri rasa tidak masalah, mungkin Yuri-chan akan pesan taksi nanti. Tsuzaki ingin sesegera mungkin membuat Yuri merasa tenang. Mikuri menyesalkan Yuri repot-repot kemari sehingga di hari libur besok harus bekerja untuk menggantinya.

Lalu Mikuri berdiri dari tempatnya duduk, dia mempersilahkan Tsuzaki pindah duduk ke kursi yang ia duduki tadi. Bos harusnya duduk di situ, Tsuzaki menolak… di tempat kerja ini bos dan bawahan posisinya setara.

“Kalau begitu selain pelukan, bagaimana kalau kita menyediakan ‘waktu kencan’ ?. Sebagai kekasih, kedudukan kita sama, jadi posisi duduk tidak menjadi masalah.” Tanya Tsuzaki.

Mikuri mengernyitkan dahinya, jika sebagai kekasih harusnya mereka duduk berdampingan di sofa sambil berpegangan tangan mesra. Dan menonton TV bersama, sebagai sepasang kekasih.

Tsuzaki dengar kata duduk bersama saja sudah terlihat cemas, terlebih Mikuri mengatakan hal-hal intim lainnya. Tsuzaki mengalah, dia mempersilahkan Mikuri duduk di tempatnya. Sebagai bos dan pegawainya (kkkkk…. Dia mending pilih hubungan bos-pegawai daripada sepasang kekasih)

Mikuri mengatakan kalau Yuri-chan bukanlah tipe orang yang mudah percaya perkataan orang lain. Tidak akan percaya sebelum melihat dengan mata dan kepalanya sendiri, apa yang dilihat dan dirasakan Yuri-chan itu hukumnya mutlak.

“Jika bukan cerita yang persuasif, kita tidak akan bisa meyakinkannya.” Kata Tsuzaki.

“Terlebih sekarang ini, dia sama sekali tidak mempercayaimu, Hiramasa-san. Aku tidak tahu apa dan bagaimana mengatakannya.”

Tsuzaki pikir strategi menunjukkan kemesraan pasangan pengantin baru ke Yuri sudah tepat. Namun itu pun kalau mereka berhasil.

“Bagaimana kalau kita coba lagi?” Usul Mikuri.

Dan tentu saja itu membuat Tsuzaki kembali diterpa dilema.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-


Yuri bertemu dengan Kazami. Kazami menduga Yuri pasti akan bekerja. Yuri pikir Kazami juga bekerja di hari libur. Kazami menjawab, dirinya baru mau pulang.

Yuri masih kesal dengan Kazami yang kabur begitu saja, kalau memang tidak ada apa-apa seharusnya Kazami bisa langsung menjelaskan kalau Mikuri disewa Kazami untuk bersih-bersih tanpa merasa bersalah. Kazami menanggapi, kalau memang begitu kata Yuri-san… Kazami sebenarnya merasa bersalah, itu karena dia menyukai Mikuri.

Yuri syok mendengarnya. Kazami pamit pergi meninggalkan Yuri dan pikirannya sendiri. Semakin yakin Mikuri dan Kazami selingkuh.

     “Lakukan yang terbaik, dong, Hiramasa-san !” Kata Yuri sambil memukulkan kepalan tangannya yang melingkar tali ID cardnya. Yuri kesakitan, lalu ia kabur. (ini horror, harusnya Tsuzaki yang Yuri tonjok beneran khaaan… XD)

     Mikuri dan Tsuzaki ternyata mengintip aksi Yuri sejak tadi. “Apa dia baru saja bilang ‘Hiramasa-san’ ?” kata Mikuri memastikan kupingnya tidak salah dengar.

“Apa yang Kazami-san katakan, ya ?” Tsuzaki penasaran.

Mikuri dan Tsuzaki sudah melihat sendiri kalau Yuri hari ini datang untuk bekerja, mari pergi!.

    Yuri memasukkan koinnya ke mesin, ketika hendak memandang pamandangan… beberapa koinnya terjatuh dan Yuri mau tidak mau harus memungutinya. Disaat yang sama Mikuri menggelar karpet di rerumputan sementara Tsuzaki mengamati gedung dengan teropongnya untuk melihat keberadaan Yuri. Godard Japan adanya di lantai 19.

Mikuri ingat Yuri pernah mengatakan ke Mikuri sendiri, katanya sambil menunggu kopinya matang Yuri melihat taman hijau, itu adalah hiburannya ketika bekerja.

      Yuri adalah pecinta kopi, jadi Mikuri pikir kesempatan mereka hanya ada di sore hari. Tsuzaki penasaran apakah Yuri bisa melihat keberadaan mereka dari atas sana?. Mikuri menjelaskan kalau dia sekarang membawa kilim oleh-oleh dari Turki yang Yuri berikan untuk Mikuri, tidak ada kilim lain yang bermotif seperti miliknya ini.

Mikuri yakin harusnya Yuri bisa langsung mengenali kilim ini.

     Lalu keduanya bertekad untuk menciptakan suasana pengantin baru, menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Yuri.

Komentar:

        Seperti kata Mbak Annisa… ini om Tsuzaki Hiramasa sopan, kelewat sopan malah. Aku gak naksir Numata mbak~ suer!. Bikin fansclub buat Tsuzaki yuk!,  tos dulu yuk mbak Annisa! *hehe, ada yang mau gabung fansclubnya? 😛we-married-as-job

Mungkin Gakky (169) agak susah mau memeluk Hoshino Gen (168cm) yah…, di drama akan sangat so sweet jika wanitanya waktu dipeluk terasa pas nempel di dada pria (prianya dan wanita jarak tingginya cukup jauh, semisal 165 dan 180), drama ini pengecualian untukku, tapi aku tidak merasa masalah dengan tinggi badan Gakky dan Hoshino Gen yang hampir sama tuh. Masih menggemaskan… Uuu.. giyeom~ ❤

      Om Hoshino ini gak ganteng… kita semua tahu itu, tinggi pun tidak, tapi suaranya bagus, tetapi nyaris mahir bidang apa saja. Penyanyi, Seiyuu (pengisi suara/voice actor), aktor, keren banget !. dan walaupun tidak ganteng, dia punya daya tarik sendiri, yaitu kharismatik. Haruskah aku membuat article sendiri untuk Hoshino Gen?, mm… let me see… #sok2ngecekjadwal, bisa… bisa… mari kenalan dengan Hoshino Gen lebih mendalam lagi. Nanti, ditunggu saja article khususnya. *ciao!

#212 , 2 Desember mau ada aksi lagi?, heol… betewe 2 Desember Goblin tayang lhoo, kawan-kawan! *haha

     Silahkan share Sinopsis 5 part 2 ke 4 jenis sosmed di bawah postingan ini, FB/Twitter/G+/WA saja boleh…, semuanya juga boleh, malah lebih bagus tuh. Silahkan bagikan kebahagiaanmu selama membaca sinopsis ini ke orang lain juga :)) #bikinSenengOrangTambahAmal. Dan akan lebih seneng lagi kalau readers komentar mengingatkan soal typo😀

   Itu akan membuat Remi dan Karissa seneng, kalau kami seneng… otomatis part 2 dan 3 akan diusahakan secepatnya. Like juga FP baru kami untuk tahu update-an terbarunya, daripada susah-susah searching google >>>> FANPAGE

Advertisements

6 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 2”

  1. Mauuu….ikut fansclubnya Tsuzaki….td mlam baru drilis subtitle eps 7 .jadi tmbah galau ngga karuan nunggu eps 8 ,gemes koq tim kreatif dorama ini bisa aja bikin karakter kya hiramasa san….soal tinggi badan selisih tipis cuma 1 cm.tapi ini couple tetap kawa’iii…aahhhh maunya jgn cuma 10 eps .20 ap 24 gitu….Karissa BANZAI!!!

  2. @annisa, ketuanya mbak annisa ya nanti fansclubnya ? 😀 ,
    @eMJi, drama ini memang sesuatu.

  3. “Apa kau mendengarkan ?”
    “Tidak, bosenin, ya Hirari ?”

    jawaban Yasue biasa, tapi berhasil bikin sya ketawa…

  4. Part 3 nya donk…kmren q liat eps 7 tp pake bahasa jepang…y cuman d padangin aja gambarnya ttp senyum2 berasa tau artinya wakaaaaaa…semangat sll d tunggu nie..

  5. @Jua na: Lhoo, masa’ sih ?. Hahaha.. kalo aku ngakaknya lebih ke Mikuri ngomong2 sendiri gak diladenin Yasue 🙂

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s