Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 1

       Hiramasa Tsuzaki terpojok sekarang. Akan tetapi Mikuri tidak bisa menyerah begitu saja. Mikuri mulai mengkhayal lagi.

Mikuri Moriyama sekarang menjadi kandidat cintanya Hirama Tsuzaki dari partai Pekerjaan Rumah Tangga (Nah loh… dia mencalonkan diri sebagai presiden di hatinya Hiramasa-san 😀 ).

      Mikuri menjelaskan penyebab hubungannya dan Hiramasa-san canggung adalah karena rendahnya rasa percaya diri Hiramasa Tsuzaki, tiap kali Hiramasa-san membentengi hatinya… itu membuat Mikuri merasa kesepian. Tapi sekarang Mikuri sudah sampai di batasnya, saking merasa kesepiannya… Mikuri hampir goyah karena kata-kata manis Kazami,

     Tapi kalau Mikuri sampai menjalin hubungan dengan Kazami-san, Mikuri yakin Tsuzaki Hiramasa akan semakin rendah rasa percaya dirinya dan tembok hatinya akan semakin tinggi.

     Mikuri berkampanye “Jadi, aku memutuskan untuk meruntuhkan tembok itu. Caranya… dengan berevolusi menjadi kekasih. Dengan mengubah peran menjadi kekasih, aku mengambil pendekatan psikoterapi untuk menambah rasa percaya dirinya. Di saat yang sama, hal ini bisa mengisi rasa kesepian di hatiku.”

“Hanya berperasangka !. Huuu !!”

“Iya, hanya berperasangka !” Teriak para hadirin yang mendengarkan kampanye Mikuri.

Mikuri membenarkan dirinya memang hanya berperasangka. “Ini strategi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui yang hanya bisa dipikirkan orang berprasangka sepertiku. Pilihlah Moriyama Mikuri yang paling suka berprasangka, Moriyama Mikuri. Terima kasih. Memilih atau tidak memilih, semua terserah kalian.”

     Terserah padamu, Hiramasa-san !. Kampanye berakhir, Mikuri masih menunggu respon Hiramasa. Tsuzaki menatap Mikuri tajam, lalu bangkit mengambil gelas minumannya. Sepertinya pikirannya sudah mulai jernih sekarang. Tsuzaki meminumnya, lalu berbalik dan bertanya ke Mikuri, apa berpacaran itu sesuatu yang ingin Mikuri coba ?

     Menurut Mikuri tidak ada apapun yang tidak bisa dilakukan. “Menurut Mikuri-san, berpacaran itu apa?”

“Makan bersama…”

“Kita melakukannya, kita hidup bersama”

“Bepergian bersama,”

Sekali lagi Tsuzaki menyelanya, bukankah jika bepergian bersama Mikuri bisa melakukannya dengan teman?. Meski tanpa kekasih, Tsuzaki tidak merasa hidupnya sengsara. Tsuzaki pikir tidak ada gunanya memaksakan-

“Ah!, bagaimana dengan skinship?” Kata Mikuri baru ingat,

Tentu saja itu membuat Tsuzaki syok. Mikuri melanjutkan, berpelukan saat bahagia, atau bergelung bersama saat lelah. Menepuk kepalaku dan berkata ‘tak apa-apa’

Tsuzaki lalu meraba kepalanya sendiri dengan bingung. Mikuri menjelaskan bukankah pasangan kekasih memiliki hubungan mendukung semacam itu ?. Pasti ada saatnya Tsuzaki berpikir ‘aku sangat lelah… aku butuh pelukan…’

    Tsuzaki linglung, dia sampai memiring-miringkan kepalanya. Mikuri mengikutinya. Lalu Tsuzaki angkat suara, bukankah jika kita melakukannya, apa bisa Mikuri menyebutnya tempat kerja ?.

Mikuri menjawab tentu saja mereka akan memuat pemisah yang jelas antara pekerjaan dan hubungan pacaran mereka. Tidak bersantai bersama. Mikuri hanya mau menentukan waktu berpacaran khusus di luar jam kerja.

“Berpelukan dan menghibur ?” Tsuzaki masih belum bisa terima,

“Benar, aku tidak akan meminta lebih dari itu.”

Tsuzaki berjalan ke sudut lain ruangan, dia pikir jika Mikuri hanya membutuhkan penghiburan, kenapa tidak cari pacar sungguhan saja ?.

“Aku… hanya menginginkan hal yang baik dari sebuah hubungan.” Jawab Mikuri.

     Tsuzaki Hiramasa benar-benar bingung sekarang. Mikuri menunggu sampai tenang. Ketika Hiramasa hendak mengatakan sesuatu, Mikuri memotongnya, tidak perlu buru-buru…Hiramasa-san tidak perlu menjawabnya sekarang.

    Mikuri lalu pergi.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Pagi hari di rumah Kazami,

Kazami bertanya ada terjadi sesuatu antara Mikuri dan Tsuzaki ?. Misalnya bertengkar ?. Mikuri menjawab ia dan Tsuzaki tidak bertengkar, mereka menjaga jarak masing-masing sampai bertengkar pun tidak ada gunanya.

“di bawah wastafel dan…” kata Mikuri

“Lemari di kamar mandi dan di bak. Ada yang akan datang pagi ini” Kazami memberikan selembar kertas pemberitahuan pembersihan pipa  ke Mikuri. Mikuri membacanya, memuji tempat tinggal seperti kondominium memang beda.

      Kazami senang sekali Mikuri ada di sini, Kazami jadi terbantu karena akan ada orang datang dan Mikuri bisa menjaga rumahnya. Mikuri menanggapi, dia juga dapat uang tambahan untuk membantu.

Kazami pergi.

     Yuri ada di sekitar stasiun, tanpa sengaja melihat Kazami yang turun dari eskalator. Yuri sebisa mungkin menyembunyikan wajahnya, ia masih alergi dengan pria tampan.

“Kazami-san !” Panggil Mikuri. Yuri menoleh melihat Kazami dan Mikuri bercengkerama akrab. Mikuri membawakan barang bawaan Kazami yang ketinggalan di serambi. Yuri terkejut, ada hubungan apa mereka berdua ?. Yuri menatap kepergian Mikuri dan Kazami, lalu menjerit sendiri “Heeee…..!!!”

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

(jujur… aku paling suka capture bentonya :v *plakk, lucu aja… bisa ditiru di rumah, emang gw punya anak ??, nikah aja belum -_- , terus bentonya buat siapa ???, pacar ?, pacar yang mana ? :3 #abaikan)

      Tsuzaki dalam hati bertanya-tanya, apa maksud perkataan Mikuri malam itu ?. Apa maksudnya hanya ingin hal baik dari sebuah hubungan ?. Tsuzaki juga ingat perkataan Mikuri “Ada saatnya kan ?, kau merasa ‘aku sangat lelah… aku butuh pelukan’ “

Dengan nelangsa Tsuzaki memikirkan kata-kata itu, “Aku tidak pernah merasa begitu… dalam hidupku, aku jarang mendengar kata “pe-luk”. Aku ingat pernah dipeluk ibuku saat kecil. Namun dari seseorang tanpa hubungan darah, tidak seorang pun dalam 35 tahun…“

Baru saja memikirkan 35 tahun ini tidak ada yang memeluk, Hino langsung memeluk Tsuzaki tanpa diminta. “Oh…!!, apa-apaan ini ?. Sejarah 35 tahun berubah dalam sekejap.” Tsuzaki syok.

(ROFL, lho… sejarah ?, Hino-san… padahal Tsuzaki-san tadi barangkali berniat mendaftarkan diri ke Guenesbookofrecord, sebagai jomblo profesional+gak pernah pacaran selama 35 th+gak pernah dipeluk selama 35 th. Ah…Hino-san jahat~ XD)

“35 tahun ?” Tanya Hino bingung,

“Ah, tidak. Lupakan saja.”

Hino mengatakan alasannya memeluk Tsuzaki, Numata memperhatikan Tsuzaki sejak tadi dan Tsuzaki terlihat kesepian, maka Numata menyuruh Hino memeluk Tsuzaki. Hino menunjuk Numata yang kebetulan lewat dan berhenti berjalan. Menatap Tsuzaki dan Hino.

     Tsuzaki heran kenapa Numata bisa selalu tahu. Hino terkejut, “Jadi kau benar-benar sedang merasa kesepian ?”

Tsuzaki mengelak, bukan seperti itu. Dia hanya sedang memikirkan hidupnya. Hino mengajak Tsuzaki duduk, apa terjadi sesuatu dengan istrinya Tsuzaki ?. Hino menasehati, jika mereka bertengkar… maka Tsuzaki seharusnya mengalah. Dalam rumah tangga, yang terpenting adalah menjaga istrimu dalam suasana hati yang baik. Kalau istri dan suami adu kuat dan mencoba mendominasi, kalian akan terus begitu sampai salah satu dari kalian kalah.

      Tsuzaki mendengarkan dengan seksama.

“Oh, begitu..” Tsuzaki mengangguk mengerti.

“Sebelum menjadi legenda penguasa tertinggi abad ini, berhenti bertengkar adalah yang terbaik.” Hino menasehati. Numata lalu ikut duduk, apapun yang terjadi.. Numata akan selalu dipihaknya Tsuzaki. Numata menepuk pundak Tsuzaki untuk meyakinkan. Hino mendorong tangan Numata menjauh, “Jangan mendukungnya. Kau harus mengatasi pertengkaran dengan tenang. ”

Numata tahu rasanya menjadi Tsuzaki, ia dan Tsuzaki selalu sendiri. Bagi mereka yang selalu sendiri, tak peduli seberapa gelisah, kalau Tsuzaki suka padanya, yang terpenting adalah mengambil langkah maju. Numata tida perduli orang yang Tsuzaki sukai itu laki-laki ataupun perempuan. (Numata-san masih mengira Tsuzaki dan Kazami ada hubungan nih… >_<)

“Apa-apaan ini, tentang dirimu sendiri, ya ?” Kata Hino

“Hino.., aku bicara serius.”

Tsuzaki melamunkan kata-kata Numata “Kalau aku suka padanya”… aku melupakan hal itu. Kenapa Mikuri-san berpikir untuk memeluk… laki-laki yang tidak disukainya ?. Atau… apa mungkin… dia bukannya tidak menyukaiku ?.

Tsuzaki teringat pujian Mikuri di kuil, Mikuri bilang dirinya lebih suka Hirama-san. Tsuzaki tersipu-sipu.

     Senyum terbit di wajahnya Tsuzaki, namun ia segera menyadarkan diri. Berhentilah tersipu-sipu, tenangkanlah dirimu. Katanya pada diri sendiri. Cara terbaik adalah melakukan eliminasi, ini evaluasi relatif dan bukan evaluasi pasti, jangan salah paham. Tsuzaki yakin Mikuri tidak secara khusus menyukainya.

Numata dan Hino heran memperhatikan polah Tsuzaki yang aneh. Tsuzaki masih dengan pikirannya sendiri, dia menetapkan dirinya “Aku ini hanya bosnya… hanya sebagai… bantal peluk. Hanya saja kebetulan ada laki-laki yang pas di depannya.”

(Ahahahahaha… aku merasa jahat menertawakan kehidupannya, tapi memang lucu sekali penyimpulannya tentang diri sendiri, sebegitu rendahnya kepercayaan diri seorang Hiramasa Tsuzaki >_<, bantal peluk ???, nandeskaaaa???)

Hino dan Numata saling pandang, lalu bersama-sama memeluk Tsuzaki. Tsuzaki lalu meminta dua kawannya itu berhenti “Aku tidak kesepian !. Aku tidak kesepian, aku baik-baik saja.”

      Yuri mengembalikan hasil kerjanya Horiuchi. Sulit dimengerti, perbaiki lagi bahasa jepangmu. Horiuchi balas mengatakan tulisannya tidak masalah. Yuri menuruh Horiuchi menuliskannya kembali sambil memikirkan orang yang membacanya. Untuk besok saja.

     Horiuchi heran, Yuri pulang tepat waktu ?. Umehara dan beberapa karyawan lainnya juga agak heran.

“Aku pulang duluan.”

“Selamat jalan,” kata Umehara.

    Horiuchi menebak jangan-jangan mau bertemu pria. Umehara menyangkal pendapat Horiuchi, Yuri tidak kelihatan seperti akan bertemu seseorang yang disukainya.

“Lalu mereka putus,” Tebak Horiuchi

“Apa menurutmu… sebagai wanita kau ini peka ?” Umehara masih tidak bisa menerima pendapat Horiuchi.

Horiuchi kesal dipanggil ‘kau’-omae, Horiuchi menduga Umehara kebanyakan membaca komik perempuan dengan tokoh utama yang sombong. Umehara menyangkal, aku tidak baca itu !.

     Beberapa pegawai lain sepakat Tsuchiya pasti putus dengan pacarnya, pasti akan jadi masalah nanti.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Yuri melabrak bertemu Kazami, dia minta bicara sebentar. Kazami salah mengira Yuri hendak mengajaknya makan malam. Yuri mengatakan dirinya melihat Kazami dan Mikuri di depan stasiun tadi pagi.

Kazami berbohong, itu karena mereka tinggal berdekatan.

“Apa maksudnya ?”

“Ada baiknya anda tanya Mikuri-san”

“Aku tidak bisa!. Aku tidak mau dia berpikir aku ini Bibi yang mengganggu.”

Yuri yakin Kazami dari awal memanfaatkan masalah dalam hubungan Mikuri dan Tsuzaki, memperdaya Mikuri. Ini salahmu !

Kazami bergumam tidak menyangka malah jadi masalah. Yuri tidak bisa percaya kenapa Mikuri bisa selingkuh. Kazami melihat Tsuzaki berjalan pulang. Yuri menarik Kazami untuk sembunyi.

Ketika Yuri berbalik, Kazami sudah menghilang.

     Rupanya Kazami berlari mendekati Tsuzaki. Kazami memberitahukan keadaan mereka yang genting sekarang.

Mikuri ada di rumah sedang menyiapkan makan malam. Yuri menelfonnya menanyakan keadaan rumah tangga Mikuri apakah baik-baik saja. Biasanya pasangan yang menikah tiba-tiba menikah tanpa benar-benar mengenal satu sama lain. “Misalnya si suami aslinya kasar atau yang lain ?.” Yuri berbisik-bisik ngeri saat mengatakannya,

“Apa maksudmu ?” tanya Mikuri.

Yuri sulit menjelaskan. Mikuri mengakui dirinyalah yang membuat kesalahan. Yuri malah semakin salah paham, apa Mikuri memberitahu Tsuzaki soal Kazami ?, bilang saja Mikuri sedang khilaf dan tergoda… atau serius ?, mana yang Mikuri sukai ?.

Mikuri tidak mengerti Yuri-chan bicara apa. Tsuzaki pulang, Mikuri izin menutup panggilan. Mikuri menyambut Tsuzaki.

Yuri masih memikirkan Kazami dan Mikuri.

       “Saat ini laki-laki tampan itu, pulang ke rumah dalam keadaan kering dengan payung yang Mikuri berikan.” Lalu Yuri berlari menerobos hujan.

     Tsuzaki menjelaskan apa yang terjadi. Karena Tsuzaki dan Mikuri tidak terlihat seperti pasangan yang baru saja menikah dan hubungan mereka terlihat berjarak, Yuri-san salah mengira Mikuri selingkuh dengan Kazami.

Tsuzaki mengusulkan kenapa tidak coba berpacaran ?. Tsuzaki mengerti kenapa hubungan mereka yang aneh ini mudah terendus oleh Kazami dan Numata adalah karena Mikuri dan Tsuzaki tidak terlihat seperti pasangan pengantin baru.

Mikuri menyimpulkan, kalau mereka menciptakan suasana seperti kekasih mungkin kecurigaan Yuri-chan bisa hilang.

“Suasana seperti kekasih itu seperti apa ?, … aku tidak begitu mengerti, tetapi…”

“Mari kita coba,” Mikuri berdiri dan pertama-tama mari berpelukan.

“Eh ?, tiba-tiba ?” Tsuzaki terkejut.

“Apa kau lebih memilih berpegangan tangan ?” tanya Mikuri polos. Dengan gugup Tsuzaki membenarkan, iya, itu lebih…. Tsuzaki memegangi tangannya mencontohkan.

“Bukan berjabat tangan, loh. Genggaman kekasih. Seperti ini”

Mikuri bertanya apa itu terlalu sulit ?. Sebagai perbandingan, pelukan digunakan sebagai salam di luar negeri. Termasuk antara anggota keluarga dan teman. Lalu Tsuzaki merubah pilihannya, ia pikir berpelukan lebih baik. Mikuri membenarkan, pelukan adalah skinship termudah dan terbaik.

Mereka lalu berhadapan. Mikuri meminta Hiramasa merentangkan lengannya, Mikuri akan masuk ke pelukannya. Saat kau merasakan efeknya, peluk aku erat-erat, dan akan kita akhiri setelah hitungan 1, 2, 3.

Mikuri menghitung 1, 2, 3 sambil menggebrak-gebrak meja.

“Sejak kapan berpelukan seperti adu gulat ?” melihat tingkah Mikuri menggerbrak meja sambil menghitung membuat Tsuzaki heran,

Mikuri lalu memulai.

    Tsuzaki memasang tinjunya (siap adu gulat >_<) . Mikuri mengingatkan Tsuzaki untuk membuka lengannya.

“Aku mulai !”

“Baik,”

Mereka berpelukan, lalu saling melepaskan diri di waktu yang sudah ditentukan. Keduanya sama-sama canggung. “Memalukan, ya.” Kata Mikuri,

“Benar. Setelah kupikir lagi, kita sebaiknya berhenti…” jawab Tsuzaki canggung,

“Bukankah…  ini rasanya jadi pengantin baru ?. Kalau kita terus melakukannya, aku yakin…”

 “Mari makan.” Sergah Tsuzaki yang sudah tidak merasa nyaman.

“Baik,”

(Yaah, karena ucapan Mikuri dipotong Tsuzaki, kalau begitu aku lanjutin sendiri ya… jadi suami istri sungguhan *kyaaaaa…. >_< #mintaDigampar_Tsuzaki)

Mereka makan, Mikuri bertanya-tanya apa artinya ini. Apa Hirama-san menyesalinya ? atau optimis dengan tindakan mereka ?, Hiramasa-san sama sekali tidak berekspresi, Mikuri tidak bisa membacanya.

Yuri pusing kepalanya. Beberapa pegawainya menduga pasti akibat kemarin malam, ditinggalkan pria yang lebih muda dan pulang sambil menangis di tengah hujan, menyedihkan. Horiuchi dan Umehara saling menatap, bingung.

      Umehara mendekati Yuri, “Tsuchiya-san, rapat pukul 15:00… “

Yuri meminta maaf karena ingin menelfon dulu. Horiuchi mengingatkan pihak yang diajak rapat tidak suka kalau Tsuchiya terlalu sering menelpon.

“Begitu, ya ?. Kau benar. Aku tidak jadi menelfon.” Kata Yuri. Mikuri meletakkan ponselnya dan menggumam “dasar, ini gara-gara pria tampan itu,”

Tiga pegawai yang merumpikannya langsung senang, dugaan mereka benar. Umehara, Horiuchi dan Yuri berjalan menuju ruangan rapat.

Umehara menginfokan ruangan rapatnya di Ruang Rapat E. Yuri berbalik dan menatap Umehara “Umahara-kun, kau ganteng kan ?. Namun entah kenapa, aku tidak terganggu olehmu.”

“Benarkah ?” jawab Umehara dengan tersenyum.

Komentar:

     Apakah ada yang mendamba kepengen dipeluk orang setelah melihat Mikuri dan Hiramasa pelukan… ?  ^^’ *wkwkwk. Kurasa wanita dimanapun lebih suka dipeluk ketimbang dicium, dipeluk entah sesama wanita atau lawan jenis, rasanya itu menenangkan ya… 🐱

“Pilih saya !, Moriyama Mikuri !, Moriyama Mikuri !, pilih sebagai gubernur DKI…” (DKI: Daerah Keistimewa’an di hatinya Tsuzaki ) #ngaco’

hoshino-gen

Kawai-desu-ne…. ❤ , Iiiiiih…. Cute…  Ini orang bisa dikurangin gak sih umurnya ?, dari 35 jadi 23 tahun kek… gak gak gak~ dikurangin 10 tahun aja deh…, jadi 25 tahunan gitu… senyumannya manis banget! 😛 , kalau Om Hoshino umurnya 23nan aku tidak akan terlalu merasa bersalah menyukainya sebagai seorang pria *eh . Aiih,,, siapa perduli ? Aku normal kan kalau naksir dia ? #garuk2kepala

     Silahkan share Sinopsis 5 part 1 ke 4 jenis sosmed di bawah postingan ini, FB/Twitter/G+/WA saja boleh…, semuanya juga boleh, malah lebih bagus tuh. Silahkan bagikan kebahagiaanmu selama membaca sinopsis ini ke orang lain juga :)) #bikinSenengOrangTambahAmal. Dan akan lebih seneng lagi kalau readers komentar mengingatkan soal typo 😀

   Itu akan membuat Remi dan Karissa seneng, kalau kami seneng… otomatis part 2 dan 3 akan diusahakan secepatnya. Like juga FP baru kami untuk tahu update-an terbarunya, daripada susah-susah searching google >>>> FANPAGE

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 28 November 2016, in We Married as Job and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. Ditunggu lanjutannya ya….ganbatte….

  2. @Wati, postnya mohon Di share-kan sok atuh…, biar makin semangat lanjut part 2-3 nya ^^

  3. MAuuuu peluk tsuzaki….tp kyanya si tsuzaki lgsung kabur wong mikuri yg mau meluk dia mikirnya smpai stresss gitu …..h h h…Karissa…ngga papa naksir om om kiyut sopan kya tsuzaki hiramasa….asal jgn aki aki absurd kya numata….semangat terus ya ditunggu part berikutnya

  4. sukaaaaaa bangettttt, lanjutiiiiiiiinnnnnn, plissss

  5. anggia novkania

    mksih sinopnya mnghibur bgt…. sukaa… dorama yg satu ini… oiya dtunggu part 2 n 3 nya ea… aq dah like n share.. smangattt trs… pkoknya…

  6. huaaa kakkoii, drama yang satu ini bikin doki doki waktu dibaca. drama jepang memang punya taste tersendiri buat nampilin romance, certanya ringan, menarik, dan relited sama kehidupan sehari. karakter Hirama-san dan Mikuri-chan mungkin banget ada di dunianyat.
    terus lanjutin sinopsisnya ya onee-chan

  7. sa'diyah masruroh

    semangat!!!!
    sah sah aja mw ska tsuzaki, gak prlu liat umur….
    suamiq dlu jga om-om kspian kyak tsuzaki yg hdupnya lgs brwarna stlh brtmu dg gadis muda (baca: aku).wkwkwkwk….
    tsuzaki & mikuri mrip dg ksah hdupq yg brtmu suamiq diusianya yg 35th & btah aja bjang-mlajang yg krjaannya ngegame dwktu luang. tp bdanya aq gak nkah kontrak, aq nkah bneran.
    aq hrap pda akhirnya mrka jga nikah bneran…
    & pnya anak….
    smgat truzzz update sinopnya ya…
    trma ksih krn lwat sinop ini aq bsa byangin dramanya….
    semangat carissa & remi…
    maaf komentq kpnjngan bgt…

  8. @sa’diyah, maaf mb aku ketawa baca komentarmu, beneran?. Mataku yg merem langsung melek >_<, wkwkwwk… duh jadi pengen nikah nih #kode

  9. kyaaaaaaa senyum2 sendiri bacanyaaa~~
    komen2nya sih yang bikin aku kesengsem sndiri.. hahahaha XD

    Om Hoshino manis banget disini astagaaaa~
    aku baru kali ini liat dy akting & langsung JATUH-CINTA-DALAM-SEKEJAP..

    suaranya itu apalagiiiii.. bikin hati dag dig dug.. ❤ ❤

    Dan utk pertama kalinya, cuma nonton scene pelukan bikin nafas tercekat & jantung brenti sepersekian detik.. hug scene di drama ini sampai eps yg paling baru, bener2 sesuatu banget!! ❤ ❤ ❤

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s