Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 3

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

      Tsuzaki kesal sekali, rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan pada orang yang telah memiliki kekasih. Dan Tsuzaki mulai membencinya dan dirinya sendiri. Perasaan tidak nyamannya ini benar-benar mangganggu dan tidak ada gunanya.

Tsuzaki mulai menyesali tindakannya. Seandainya saja saat Kazami menembaknya ‘itu pernikahan kontrak kan?’ dulu Tsuzaki harusnya bisa berbohong lebih baik, dan saat menyampaikan maksud Kazami merekrut Mikuri bekerja di rumahnya… Tsuzaki harusnya dulu bisa tegas melarang Mikuri.

r1

Tapi kenyataannya Mikuri justru bersemangat ingin bekerja di rumah Kazami. Saat Mikuri mengatakan dirinya dipecat dan gagal sekali lagi, Tsuzaki pikir ia dan Mikuri sama. Sama-sama ditolak, tidak diinginkan orang lain dan tidak diterima…

r2

      Tsuzaki malam hari setelah dirawat Mikuri… ia menabur pakan burung, ia memikirkan tentang kontrak pernikahan yang Mikuri bicarakan sebelumnya. “Aku tidak pernah diterima oleh orang yang kusayangi. Berpikir bahwa kami sama… Apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan oleh seseorang sepertiku?”

Pikiran Tsuzaki melayang memikirkan saat ia menawarkan proposal pernikahan kontraknya ke Mikuri. Mikuri menyambutnya dengan baik. Pujian Mikuri yang lebih menyukainya daripada Kazami. Meski itu hanyalah ungkapan rasa hormat dan kasih sayang Mikuri ke seorang atasannya dalam bekerja.

r3

     Tsuzaki dalam hati bertanya-tanya, haruskan ia melepaskan Mikuri selamanya?, agar Tsuzaki bisa hidup tenang selamanya.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

r4

      Pagi hari. Tsuzaki mengamati burung yang sering datang ke rumahnya. Kali ini hanya ada satu ekor. Mikuri ikut melihat seekor burung tersebut, ia penasaran di mana burung yang satunya.

“Dengar-dengar tidak mudah bagi emprit jepang untuk hidup di alam liar. Mungkin…” Kata Tsuzaki.

Tsuzaki lalu mengatakan niat Kazami yang ingin membeli rice cooker agar Mikuri membuatkannya nasi campur.  Kelihatannya kari lobak dan daging sapinya enak. Tsuzaki lalu mengambil tasnya,

Mikuri ingat insiden itu, sebenarnya dia gagal membumbuinya, lalu Mikuri mengubahnya menjadi kari. Mikuri pikir Kazami memiliki lidah yang peka, jadi Mikuri tidak bisa memasak yang tidak enak.

     Tsuzaki mengatakan dirinya bisa bertukar tempat dengan Kazami. Ucapan Tsuzaki yang tiba-tiba itu membuat Mikuri terhenyak seketika. Tsuzaki bilang Mikuri bisa pindah ke rumah Kazami dan menjadi istri tidak terdaftarnya, Mikuri bisa datang seminggu sekali ke rumah Tsuzaki seperti dulu untuk bersih-bersih. Atau jika Mikuri tidak ingin, Tsuzaki tidak masalah menyewa petugas kebersihan dari perusahaan seperti yang sudah-sudah. Dan tentu saja semua keputusannya tergantung Mikuri…

     Mikuri meletakkan bentonya Tsuzaki dengan kasar di meja. Dia marah, bukankah mengatakan semuanya tergantung Mikuri itu kedengarannya tidak adil?, kalau begitu Mikuri hendak ke rumah Kazami saja!. Mikuri lalu pergi.

Dan sayangnya kemarahan Mikuri itu hanya ada dalam lamunan Mikuri. Mikuri sudah menduga, jika Mikuri pergi dengan kemarahan seperti itu, bisa dipastikan Tsuzaki akan membiarkannya dan tidak berusaha mencegahnya.

r5

      Mikuri meminta maaf, hari ini lauknya daging cincang. Tsuzaki berterima kasih dan menerima bekalnya. Mikuri seperti biasa mengucapkan semoga harimu menyenangkan!/selamat jalan [NB: Iterasai!, bahasa jepangnya hanya satu kata, menurut Remi… maknanya antara selamat jalan dan semoga harimu menyenangkan. ]

r6

     Tsuzaki pergi tanpa menoleh. Mikuri sadar, sekeras apapun dia mencoba menyembunyikan… kekurangannya akan selalu terlihat dan dia mudah ditolak. 5 tahun lalu….

r7

Saat itu Mikuri menjalin hubungan dengan Shinji-kun. Shinji-kun satu tahun lebih tua dari Mikuri, tapi Shinji sudah memasuki tahun ketiga kuliahnya.

r8

     Musim Semi Kuliah Tahun Ketiga Shinji, Shinji dihadapkan pada keharusan mencari pekerjaan.

r9

Shinji mengalami kesulitan, dia banyak ditolak dan kehancuran, keputusaan menyelimutinya. Shinji menyobek-nyobek kertas lamaran kerja dan brosur, Shinji bahkan membanting tasnya di tempat umum tanpa perduli banyak orang memperhatikan.

r10

Dan tanpa Mikuri pahami bahwa tahun depannya ia akan merasakan hal yang serupa… ia justru menasehati Shinji seolah Mikuri sudah mengerti rasa sulitnya mengalami banyak penolakan dan nyaris tak ada harapan, tapi berhasil melewatinya dengan mulus. Mikuri menyemangati Shinji, menyarankannya di wawancara berikutnya, bagaimana kalau menekankan pada kesan pertama?, 55% impresi seseorang didapat dari ekspresi wajah dan sikap.

Shinji muak mendengar nasehat teksbook semacam itu, ia marah pada Mikuri. Bisakah Mikuri berhenti menganalisis dan mengkritik Shinji seenaknya sendiri.

r11

     Mikuri sedang memikirkan kenangan masa lalunya tersebut, rasanya nyaris sama dengan penolakannya Tsuzaki sebelumnya. Pesan masuk ke ponselnya Mikuri

Tsuzaki: “Aku akan telat karena lembur, jadi tak perlu menyiapkan makan malam.”

r12

     Kazami pulang ke rumah. Kazami memberitahukan kalau Tsuzaki akan lembur mala mini. Mikuri bilang dirinya juga sudah tahu, Tsuzaki sudah mengiriminya pesan tadi. Lalu Kazami mengajak Mikuri makan malam bersama, tapi Kazami tidak akan  membayar upah lembur Mikuri untuk makan malam bersama. Mikuri meski awalnya agak bingung, tapi dia segera tertawa, dia ini tidak seserakah itu sampai makan malam bersama Kazami dihitung lembur.

r13

    Tsuzaki di kantor. Ia menerima pesan balasan dari Mikuri.

Mikuri: “Baiklah, tidak ada makan malam. Sebagai gantinya aku akan masak sarapan yang enak”

Tsuzaki nampak masih merenungi dirinya sendiri. “Kenapa aku berpikir gadis itu mirip denganku?. Tidak sama denganku, dia pasti pernah berpacaran dan punya banyak kandidat pacar.”
r14

    Mikuri dan Kazami makan malam bersama. Mereka membicarakan acara perjodohan, Kazami bilang dirinya tidak akan datang ke acara semacam itu sekalipun diundang, ia tidak suka. Mikuri pikir karena Kazami tidak memerlukan yang seperti itu. Tapi Kazami mengatakan, jika Mikuri datang ke acara perjodohan.. maka Kazami juga akan datang. Mikuri tidak menganggap serius ucapan Kazami, Mikuri rasa karena Kazami adalah orang populer maka dengan mudahnya mengatakan  hal-hal yang bisa menyenangkan  hati para gadis.

Kazami menyebut Mikuri mengatakn hal tadi seolah Mikuri tahu saja kalau Kazami selalu melakukan seperti itu. Mikuri heran, lantas bukan begitu?. Kazami mengakui dirinya orang yang terus terang, mengatakan yang disuka dan tidak disuka. Berbicara dengan Mikuri sangat menyenangkan, Kazami jadi tahu banyak hal.

    Mikuri mengatakan dirinya ini orang yang sering dibenci, mengeritik, menganalisis, dan orangnya terlalu berperasangkaan. Tapi Kazami pikir itu bagus, ia tidak perduli dengan yang dikatakan oleh orang lain tentang Mikuri.

r15

     Mikuri justru merenungi karena kata-katanya Kazami barusan. “Hal ini membuatku ingin melarikan diri. Jika aku bersamanya… aku mungkin bisa keluar dari kutukan membenci diri sendiri.”

r15a

    Tsuzaki fokus dengan pekerjaannya. Meski terlihat sibuk, sebenarnya pikirannya ada di tempat lain Ini bukanlah hal yang penting. Aku tinggal kembali seperti semula. Hidup sendiri dalam ketenteraman. Saat aku mengagumi emprit jepang yang sesekali datang. Menyenangkan, ya… menjadi seseorang yang dicintai. Menjadi orang yang dicintai itu… menyenangkan sekali, ya.” Kata Tsuzaki dengan sedihnya di dalam hati.

Mikuri dan Kazami masih asyik makan bersama.

r16

    Mikuri sudah ada di rumah. Dia mengambil kontrak pernikahannya. Tsuzaki pulang, Mikuri menyambutnya. Mikuri meminta maaf karena Tsuzaki baru pulang lembur tapi Mikuri ingin bicara dengan Tsuzaki. Tsuzaki dengan tenang, meminta Mikuri menunggu sebentar… Tsuzaki ingin meletakkan tasnya.

r17

Padahal Tsuzaki sedang menyendiri, menyiapkan hatinya untuk kemungkinan terburuk apapun yang akan terjadi.

    Mikuri sudah membuatkan Tsuzaki minuman. Menunggu dengan sabar Tsuzaki keluar dari kamar.

r18

     Setelah siap dengan hatinya, Tsuzaki keluar dari kamar. Ia beralasan membuka e-mail pekerjaan, maaf membuat Mikuri menunggu. Tsuzaki kemudian mengambil duduk di hadapan Mikuri, Mikuri menunjukkan kontrak pernikahan mereka di bagian pacaran. Mikuri ingin berpacaran. Tsuzaki berusaha bersikap tenang dan biasa saja mendengar keinginan Mikuri tersebut. Tentang interaksi di tempat umum yang tidak boleh sampai ketahuan pihak lain jika Mikuri memiliki pacar.

     Mikuri sekarang bekerja di dua tempat yang berbeda, ia merasa sulit membagi waktu dan menjaga kerahasiaan hubungannya dengan sang pacar nanti. Itu tentunya akan membuat Mikuri stres. Tapi bagi Mikuri… jika ingin memiliki pacar di situasinya seperti ini, maka Hiramasa-san lah pasangan yang paling cocok untuk Mikuri sekarang.

r19

      Tsuzaki yang awalnya menunduk langsung membelalakkan matanya, amat sangat terkejut.

“Hah?” Tsuzaki bingung,

“Hiramasa-san… maukah kau menjadi pacarku?”

r20

Tsuzaki beranjak dari tempatnya duduk, syok berat. Tsuzaki menatap Mikuri, tolah-toleh kanan kiri, apa dia sedang bermimpi?. Lalu masuk ke kamar, menutup pintunya dengan keras sekali. Beberapa detik kemudian ia keluar dari kamar lagi,

r21

 “Aku dan Mikuri-san berpacaran?” Tsuzaki masih linglung.

“Benar,” jawab Mikuri santai.

Tsuzaki pikir Mikuri sedang bercanda. Mikuri menegaskan dirinya serius kali ini. Ini bukannya ilusi, ini kenyataan.

r22

     Mikuri berdiri dan mendekati Tsuzaki. Menurut Mikuri, jika ia berpacaran dengan Hiramasa-san tidak perlu menyembunyikan hubungan mereka di depan publik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi jika Mikuri berpacaran dengan Kazami, akan ada banyak hal yang tidak bisa ia bicarakan, efeknya malah membuat semuanya stres.

    Mikuri terus melangkah mendekati Tsuzaki sampai membuat Tsuzaki oleng jatuh ke sofa. Tsuzaki pikir bukannya nanti di rumah malah canggung?. Mikuri tidak ada opsi pilihan lain, ini adalah satu-satunya penyelesaian terbaik yang ada.

Tsuzaki yang masih syok benar-benar tidak mengerti kenapa Mikuri bisa menyimpulkan seperti itu. Mikuri terus memojokkan Tsuzaki, jika Hiramasa-san tidak setuju… Mikuri akan mundur. Semuanya terserah Tsuzaki…

“Terserah padaku?”

“Iya, bagaimana?”

Tsuzaki dilanda kepanikan, ia berpikir keras. Sedangkan Mikuri menatap Tsuzaki dengan jengkel, ia sudah menantang Hiramasa Tsuzaki satu lawan satu sekarang. Jadi, apa keputusanmu Hiramasa-san!?. Tatap Mikuri tidak sabar menunggu jawaban Tsuzaki, Mikuri seolah ingin menelan Tsuzaki hidup-hidup.r23

    Tsuzaki takut-takut balik menatap Mikuri.

Footer:

        Chariszha(dot)com ini memang blogku, untuk urusan konten tentu saja semuanya kewenanganku. Saat membuat sinopsis aku dibantu oleh Remi, seorang kawan yang enggan disebut polygoth/apalah itu namanya, padahal dia lumayan fasih bahasa jepangnya, beberapa bahasa lain juga.  Kadang bahasa sleng/plesetan dan ungkapan yang gak jelas aku banyak terbantu olehnya,

saya juga ngerti di drama mereka ngomong apa, cuman… yah… sekedar mengerti untuk diri sendiri tidak cukup membantu untuk menerjemahkannya >_<, kuping kadang kalah sama mata #butuhsubtitle. Prosesnya gini… aku menulis sinopsisnya+capture gambar+proofreading mentahnya, Remi mengedit gambar dan kesalahan tulisan dan makna sesungguhnya dari drama tsb alur ceritanya mau dibawa kemana, kalo2 aku gagal faham pas ngetik karena kebanyakan bercandanya (see!, komentar2 anehku yg sering nyempil, itu lagi bercanda ceritanya XD), lalu dia posting… dengan akunku, karena dasbor owner lebih gampang katanya, *emang-Rem!. Dan yang bikin ngakaknya pasti selalu ada beberapa kata-kata yang typo, wkwkwkw… padahal dicek dua orang yang berbeda :v, tapi kadang gw juga hardwork sendiri kalo dia lagi sibuk, ngetik2 sendiri… editing sendiri, upload sendiri #butuhPiknik.r23

Intinya kami berusaha membuat dramanya mudah dicerna meski hanya dalam bentuk tulisan. Episode 8nan T_T beri aku tisu…. Tisu… tisyuuu…. Eh ? Gak tahu juga deh, hanya lihat previewnya yang sekian detik doang, tapi aku merasa kalau Mikuri akan berhenti kerja di rumah Tsuzaki, ia berat untuk pergi tapi harus pergi. Duuh, spoiler 8 ngapain dikasih tahu >_<, yang deket-deket aja dulu deh… episode 5 mereka akan banyak pelukan XD, episode 6 adalah kissue pertama mereka XD. Untuk pertama kalinya aku bisa suka kissuenya jdrama, imuuut…. XD XD XD XD XO…

      Ini drama kurang ajar banget menurutku, tiap lagi seneng-seneng dan ngefly… terus masalah muncul. Adem ayem… lalu ada yang rusuh, khususnya part ini… dibawa melooow… endingnya dikasih segmen Mikuri ngajak pacaran Tsuzaki yang lucu banget XD , produser+sutradaranya jempolan!, apalagi editornya!.mikurihiramasa

Hayuuuk silahkan dilike FP baru kami untuk menyemangati Karissa dan Remi melanjutan We Married as Job, Gak ada maksud apa-apa kok, FP dibuat untuk memudahkan readers sekalian daripada cape2 searching di google, Klik saja>>>>     FANPAGE

 

Advertisements

8 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 3”

  1. Wah…senangnya eps 4 part 3 udah nongol…dkira nanti malam,,,paniknya hiramasa pas ditembak mikuri asli bikin ngakak!…ayooo semangat !!!…dinanti eps 5…

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s