Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 2

       Kazami merasa bersalah telah mengatakan soal ‘share’ ke Mikuri sebelum Tsuzaki mengatakannya duluan. Mikuri menjawab tidak apa-apa, karena permasalahannya telah selesai.

x1

Kazami lalu menanyakan ke Mikuri apakah Mikuri ada perasaan ke Tsuzaki. Mikuri hanya menatapi Kazami, tahu sekali kalau Kazami memandang hubungan Tsuzaki dan Mikuri seperti layaknya tontonan tv, menarik dan menarik.

x2

      Banyak orang tidak memiliki hubungan seperti Tsuzaki dan Mikuri, Mikuri pikir memang tidak wajar hubungan mereka, aneh. Akan tetapi Kazami mengatakan kalau hubungan mereka ini bagus, memangnya siapa yang berhak menentukan normal tidaknya kehidupan orang lain?. Mendengar kata-kata Kazami tersebut membuat Mikuri merasa tenang.

“Apa Yuri-san tahu?” tanya Kazami,

Mikuri meminta Kazami jangan mengatakan apapun tentang ini ke Yuri-chan. Yuri adalah orang yang paling berpotensi membunuh Hiramasa-san daripada Mikuri sendiri.

“Kau harus merahasiakannya ya?” Pinta Mikuri,

“Aku mengerti, ini rahasia kita bertiga.” Keduanya saling mengangkat jari di depan mulut.

z3

     Yuri dan Tajima Yoshihiko sudah sepakat dengan hubungan bisnis mereka. Yuri mengantarkan Tajima Yoshihiko pergi,

“Tsuchiya-san,” Yuri dipanggil Tajima Yoshihiko

Tajima Yoshihiko meminta maaf atas kejadian sebelumnya, ia tidak bermaksud buruk. Tajima Yoshihiko bilang dirinya hanya merindukan masa lalu saja. Tajima Yoshihiko pamit pergi,

z4

      Horiuchi dan Umehara mendekati Yuri. Horiuchi menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Yuri bilang tidak ada apa-apa, saking tidak ada apa-apanya membuat Yuri sedih.

Lalu lagu sendu mengalun kencang sekali, Yuri amat sangat terganggu dengan suasana mellow  mellownya “Berisik!, musiknya terlalu keras!” Yuri melambai-lambaikan tangannya seperti mengusir lalat.

Dan secara ajaibnya musik langsung berhenti. “Ayo kita kerja lagi!” Yuri pergi diikuti Horiuchi.

z5

     Malam harinya. Mikuri mengatakan rencana kerjanya ke Tsuzaki. Ia akan bekerja tiap senin dan kamis dalam seminggunya, tugasnya memasak makan malam dan bersih-bersih. Mikuri janji meski kerja di rumahnya Kazami, pekerjaannya di rumah Tsuzaki tidak akan terganggu.

“Lalu…”

“Kau tidak perlu melapor,” kata Tsuzaki dengan dinginnya memotong kata-kata Mikuri. Itu karena Mikuri dan Kazami memiliki hubungan kerja sendiri di sana dan Tsuzaki dengan Mikuri juga memiliki hubungan kerja sendiri, tidak perlu bahas soal Kazami di rumah ini dan Mikuri juga tidak perlu membahas pernikahan kontraknya dengan Kazami.

z6

“Tentu, aku akan menghargai privasimu,” Kata Mikuri

“Itu saja,”

Tsuzaki kembali sibuk dengan komputernya.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z7

       Mikuri mengambil perawatan gigi keramiknya dengan cicilan. Mikuri tidak boleh menyerah, ia akan berusaha mengambil semua kesempatan yang ada untuk mendapatkan uang, demi giginya. Mikuri mengisi formulirnya dengan bersemangat.

z8

     Sekarang kita balik lagi ke mode dokumenter Mikuri.  Mikuri menunjukkan jadwal pekerjaannya ke kamera.

“Ini adalah jadwal pekerjaannku, aku merelakan hal ini seminggu dua kali. Karena jam kerja di rumah Tsuzaki-san menjadi berkurang, aku menggantinya di akhir pekan.”

     Mikuri pergi ke swalayan. Dia telah memisahkan uang keperluan Tsuzaki dan Kazami di dua dompet yang berbeda. Mikuri memilih lobak dan bahan makanan lainnya, dia tidak ingin orang-orang berpikir Mikuri mengambil enaknya saja hanya karena Mikuri memiliki dua pekerjaan. Jadi Mikuri benar-benar memikirkan tentang menu masakannya.

z9

Di rumahnya Kazami dia membuat tiga jenis makanan sekaligus. Mikuri membuat variasinya, sehingga tidak ada jenis masakan yang sama. Dan yang terpenting lagi, apakah makanannya untuk disimpan atau tidak.

“Ini?, ini sup lobak dan daging sapi.” Kata Mikuri entah pada siapa (ke saya?, ke kamu? kita?, wkwkwkwk  XD *abaikan)

Mikuri memasak hari ini dengan melihat rekomendasi dari cookpad (akunnya Numata-san). Karena kelihatannya mudah, jadi Mikuri mencobanya.

z10

     Mikuri mencoba masakannya, ia mengernyitkan dahinya dengan bingung. Ada yang salah dengan masakannya.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z11

     Makan malam, seperti biasanya, tenang lengang. Mikuri geregetan, dia sangat ingin menceritakan insiden masaknya di rumah Kazami tadi. Mikuri meletakkan mangkuknya dan meminta Tsuzaki mendengarkannya. Mikuri hari ini memasak sup daging sapi dan gagal,

“Gagal ?” kata Tsuzaki terdengar agak antusias,

“Rasa jahenya terlalu kuat, aku tak tahu bagaimana menguranginya.”

Jadi Mikuri menggunakan trik terlarang untuk mengimprovisasi masakannya.

“Apa itu?” kali ini Tsuzaki lebih terdengar penasaran. Mikuri bilang dirinya lari ke super market untuk membeli bumbu kari. Mikuri lari dengan cepat dan langsung mengambil bungkusan bumbu instan kari.

z12

      Mikuri memasukkannya ke dalam sup, merubah sup menjadi kari. Tsuzaki tersenyum geli mendengar ceritanya Mikuri itu. Kedengarannya licik sekali improvisasinya Mikuri. Mikuri membenarkannya, memang agak bodoh tindakannya, tapi dia hanya terpikirkan itu.

Tsuzaki pikir Mikuri bertindak baik, tanggap merubah keadaan genting dan cepat bertindak. Tsuzaki pikir dirinya bisa memberikan pujian untuk Mikuri. Mikuri tersenyum cerah karena ucapan Tsuzaki… “Terima kasih banyak.”

     Eiiiitss…. Tunggu dulu. Sayangnya percakapan yang mengalir mulus dan banyak candaan itu hanya ada di dalam benaknya Mikuri seorang. Nyatanya sekarang dia makan dengan tenang tanpa mengobrol dengan Tsuzaki. “Aku ingin percakapan seperti itu.”

Tapi sebelumnya Tsuzaki meminta Mikuri jangan membahas apapun yang ada di rumah Kazami…. Mikuri tidak bisa mengobrolkan kejadian insiden sup daging sapi tadi. Lantas harus apa Mikuri di situasi menoton seperti ini?,

z13

Lalu Mikuri mengatakan soal Numata yang hampir tiap hari mengunggah resep masakan baru cookpad, Mikuri pikir Numata hebat sekali.

Tapi Tsuzaki masih tekun makan. Mikuri tidak bisa berharap banyak karena ke Hiramasa-san. “Itu saja,” kata Mikuri dengan kecewa.

Dan tiba-tiba Tsuzaki mengatakan kalau Numata pernah membawa bekal roti yang katanya roti dan rempah-rempahnya dibuat sendiri. Mikuri memuji Numata yang keren sekali.

Tsuzaki tanya ke Mikuri, apa menanam rempah di rumah itu mudah?. Mikuri menjawab, ada banyak orang yang menanamnya di dalam rumah dengan kotak atau pot. Mikuri dan keluarganya juga melakukan hal tersebut di rumah. Tapi karena ada banyak serangga, tanaman mereka tidak bisa tumbuh tenang, jadi Mikuri sekeluarga menyerah.

    Tsuzaki tertawa mendengar ceritanya Mikuri, menurut Tsuzaki pasti tidak mudah menanam tanaman jika ada banyak serangga.

“Kau bisa membuat roti sendiri kan?” tanya Tsuzaki,

“Ada mesin pembuat roti dari beras juga loh,”

“Roti dari beras ?” Tsuzaki mengernyit bingung, seperti baru pertama kali dengar saja.

Mikuri menjelaskan mesin itu membuat roti dari beras, bukan dari tepung gandum. Tapi Tsuzaki pikir bukankah itu malah merusak definisi dari roti ?. Mikuri membenarkannya.

Dalam hati Mikuri berterima kasih sekali pada Numata, berkatnya dia bisa membangun percakapan yang menyenangkan dengan Tsuzaki. Mikuri mengirimkan komentar ke cookpadnya Numata, ia berterima kasih pada Numata karena Mikuri bisa mengurangi ketegangan di tempat kerja.

z14

     Numata juga membaca komentar Mikuri “Aku selalu membaca resepmu. Semuanya enak.”. Numata menunjukkan komentar Mikuri ke Master Yama-san. “Lihat, ini dari istrinya Tsuzaki,”

Master Yama-san ingat, oh… pasangan suami istri yang hanya di atas kertas itu ?. Numata mulai bercerita lagi, lagi lagi Numata intuisinya yang tajam bekerja dengan baik. Master Yama-san menduga Numata akan bercerita panjang lagi. Numata meminta disiapkan minuman,

z15

     Belakangan ini Numata perhatikan, ketika Tsuaki memandang Kazami… Tsuzaki jadi tegang. Padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu. Kalau Kazami, setiap mendatangi Tsuzaki, Kazami pasti bicara dengannya. Tsuzaki dan Kazami menjadi lebih dekat daripada sebelumnya.

“dengan kata lain, mereka berdua…”

“Mereka berdua?” tanya Master Yama-san penasaran,

“…saling jatuh cinta.” Kata Numata dengan penuh keyakinan. Master Yama-san berkomentar ceritanya Numata kali ini pendek. Numata membenarkannya.

 -=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z16

     Horiuchi, Umehara dan Yuri sedang bersama. Horiuchi dan Umehara memperdebatkan topik yang akan mereka pilih. Horiuchi ingin topiknya ‘cinta lama yang disesali’ dan Umehara protes apa perlu mereka menentukan topiknya?.

Ketiganya sudah membicarakan soal pekerjaan selama dua jam ini. Umehara menanyakan apakah Yuri Tsuchiya memiliki cinta yang disesali?. Yuri agak murung mendengar pertanyaan tersebut, ia menjawab ada sedikit. Umehara mendekatinya, menanyakan apakah pernah jatuh cinta dan memperjuangkannya?. Yuri bilang beberapa orang tidak bisa melakukan hal itu dengan baik. Umehara menyentaknya, tidak boleh begitu!, kalau cinta maka harus diperjuangkan!.

Yuri bertanya-tanya ada apa dengan Umehara ini?. Umehara hendak mengatakan sesuatu “Aku…” “Aku hanya sedang frustasi.” Katanya sambil minum lagi. (Uuuuuu…. Aku pikir Umehara ada rasa ke Yuri, *sotoyModeOn)

Horiuchi tidak mengerti apa yang Umehara katakan. Umehera menyuruh Horiuchi tak perlu mengerti juga.

z17

Yuri mengatakan jika dirinya mencintai seseorang ia mulai gelisah, dan ketika dirinya tidak bisa mendedikasikan diri untuk orang itu, ia tidak bisa melangkah, goyah dan tidak bisa kemana-mana.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z18

      Kazami bercerita kalau Mikuri memasakkannya Kari lobak dan daging sapi. Rasanya enak, apa Mikuri pernah memasakkan Tsuzaki juga?. Tsuzaki tampak tidak senang, antara cemburu, kecewa… (Ahahahahaha….)

Tsuzaki bilang Mikuri tidak pernah memasak itu di rumahnya. Tsuzaki mengerti… lalu dia kembali bercerita, Mikuri memasak udon kari untuk hari kedua dan kari ala mapo untuk hari ketiga.

Tsuzaki bertanya heran, berturut-turut kari terus?. Kaami masih dengan cerianya bercerita, Mikuri memasakkan tiga jenis makanan sekaligus, setiap harinya ia dimasakkan menu yang berbeda sehingga membuatnya tidak bosan.

Dan tanpa keduanya sadari, Numata memperhatikan keakraban mereka.

       Kazami menanyakan apa makan malam Tsuzaki. Tsuzaki bilang nasi bumbu jahe. Kazami pikir itu enak rasanya, membuat Kazami kepikiran untuk membeli rice cooker dan meminta Mikuri memasakkan itu juga.

z19

      Hino mendekati mereka, ada apa? ada apa?, apa Kazami-san punya pacar baru?. Kazami menjawab dirinya akan senang jika itu memang terjadi. Lalu Tsuzaki berkomentar pasti Kazami bisa dengan mudah mendapatkan yang baru kan?.

“Kau kan keren.” Kata Tsuzaki dengan hambarnya sambil menyantap bento buatan istri tercinta ( cemburu… huwaaaa…. Tsuzaki menggemaskan sekali kalau cemburu XD )

Kazami mengelak, sudah kubilang jangan seperti itu. Aku tidak keren.

“Kalau kau tidak keren, kau takkan bisa mengeriting rambutmu” kata Tsuzaki.

“Aku juga mengeriting rambutku, lihat, sedikit keriting kan ?” kata Hino pamer rambutnya. Numata menyela Hino, ia tidak suka Hino yang seperti ini, harusnya ia dan Hino jangan mengganggu Kazami dan Tsuzaki yang sedang merawat. Perhatikanlah saja tanpa bersuara.

z20

     Numata langsung pergi setelah mengatakannya. Hino dan Kazami tidak mengerti apa maksudnya merawat. (Sini… sini… aku kasih tahu… merawat hubungan mereka, Kazami dan Tsuzaki adalah sepasang kekasih di matanya Numata XD *kkkkkk)

z21

    Di rumah, Tsuzaki memandangi makan malamnya. Kari ayam. Mikuri heran, apa Tsuzaki tidak suka makanannya?. Tsuzaki bilang tidak. Dan Tsuzaki lebih terkejut lagi karena ada daging ayamnya. Mikuri bertanya apa Tsuzaki suka ayam?. Tsuzaki membenarkannya.

      Mikuri mencoba membangun percakapan dengan menanyakan keadaannya Numata, baik kan?. Tsuzaki tidak bicara banyak, ia hanya mengiyakan Numata baik-baik saja. Suasana menjadi lengang kembali.

Mikuri lalu bercerita, ia bertemu Yassan hari ini. Tsuzaki mengingat-ingat, oh… teman Mikuri sejak SD?. Mikuri membenarkannya, Yassan yang mantan preman dan mantan pegawai negeri, menikahi rekan sesame pegawai negerinya dan memiliki anak, sekarang kembali ke rumah orang tuanya.

      Yasue yakin suaminya selingkuh. Kali ini sangat yakin dan punya buktinya, teman-teman lama Yasue lah yang melihat suaminya sedang selingkuh dengan wanita lain.

Mikuri ingat, temannya Yasue sesame preman dulu?. Yasue menjelaskan teman-temannya sekarang sudah memiliki pekerjaan terhormat dan menggrebek suami Yasue dan selingkuhannya, mendobrak pintu kamar wanita itu.

     Yasue bahkan mempraktekkannya, menendang udara dengan kemarahan. Mikuri lumayan ngeri melihat Yasue. Menurut Mikuri orang terhormat itu tidak mungkin mendobrak pintu kamar orang.

Yasue mengatakan 20 kawannya mengelilingi suaminya dan selingkuhannya. Memotret mereka dan mengirimkan gambarnya ke Yasue. Benar-benar pemandangan yang tidak pantas. Yasue punya 20 fotonya, dari sudut manapun. “Mau lihat ?” tawar Yasue.

“Tidak, terima kasih,”

Yasue bilang juga sudah menunjukkan foto itu ke suaminya, dan apa yang suaminya katakan?. “Itu hanya impulsif saja, maaf” tebak Mikuri.

“Salah!”

“Lalu apa?”

“Supaya aku bisa terus mencintaimu, aku perlu membagi perasaanku.” Kata Yasue menirukan suaminya.

z22

     Dan tanpa sebab yang pasti, Hirari menangis histeris setelah ibunya mengucapkan kata-kata ayahnya itu. (Apakah Hirari kita ini mengerti ayahnya minta digantung ibunya?, who knowsss… XD )

z23

     Mikuri dan Tsuzaki sama-sama berpendapat ceritanya Yasue memang tidak masuk akal. Mikuri mengatakan kalau Yasue pergi ke acara perjodohan. “Acara perjodohan?” Tsuzaki jelas bingung kenapa begitu.

Mikuri bilang itu karena Yassan ingin tahu sendiri apa yang suaminya katakan, tentang membagi perasaan. Tsuzaki pikir itu tidak akan membantu.

        Dan lagi, Yasue mengajak Mikuri ikuti bersamanya. Dalam sekejap atmosfer ruangan yang damai karena obrolan seru yang coba Mikuri bangun susah payah langsung rusak. Tsuzaki tidak suka dengan idenya Yasue itu, dan Tsuzaki diam saja, murung. “Ah, aku tidak akan pergi, kok.” Kata Mikuri menambahkan.

Mikuri bilang Yasue begitu karena tidak tahu situasinya Mikuri. Tsuzaki malah menyuruh Mikuri pergi saja. Mikuri pikir nanti ada kemungkinan orang dari kantornya Tsuzaki melihatnya, ia tidak bisa. Tsuzaki bilang kemungkinannya akan kecil untuk hal seperti itu.

“Bagiku…. Bukan berarti aku ingin pergi.” Kata Mikuri lemah,

z24

      Sekali lagi, ruangan ini lengang. “Saat Hiramasa melihat bayangan laki-laki lain, dia langsung membangun tembok. Ini mungkin disebabkan karena rendahnya rasa percaya diri. “Jison kanjou” atau “percaya diri”. Kemampuan untuk berpikir bahwa dirinya berharga. Orang dengan rasa percaya diri yang tinggi… ..lebih memperhatikan keberhasilannya…dan lebih menguatkan dirinya. Orang dengan rasa percaya diri yang rendah…lebih memperhatikan kegagalannya… dan lebih mengecilkan dirinya.”

Mikuri pikir Hiramasa-san tidak pernah jatuh cinta. Sehingga tidak pernah menaikkan kepercayaan dirinya hingga sekarang.

     Mikuri bertanya apa Tsuzaki bersekolah di sekolah khusus pria?. Tsuzaki menjawab tidak. Lalu Mikuri tanya lagi, apa pernah Tsuzaki ikut acara perjodohan?.

“Tidak, kenapa?”

“Tidak ada alasan khusus…”

Tsuzaki mengerti kalau Mikuri sekarang sedang mengorek kehidupannya, Tsuzaki meminta Mikuri jangan mengorek dan menganalisisnya.

Ucapan Tsuzaki mengingatkan Mikuri dengan bentakan kekasihnya di jaman kuliah dulu. Pacarnya tidak nyaman dengan analisisnya Mikuri.

“Maafkan aku,” Mikuri segera meminta maaf,

z25

    Tsuzaki kesal. Merepotkan sekali rasanya, meskipun dia ini adalah bosnya Mikuri, entah mengapa rasanya seperti cinta bertepuk sebelah tangan pada seseorang yang sudah memiliki kekasih.

Komentar:

     Di Jepang sudah jalan episode 8 pemirsa. Aku penasaran episode 8nya…, previewnya lumayan sedih. Tapi sejujurnya aku juga tidak ingin drama ini segera berakhir, dibikin sinetron yang episodenya ratusan pun aku rela menontonnya #menggila *wkwkwkwkwk, ahahahahaha…. Berlebihan juga gak baik kali ah.., eh… tapi kalau semisal dibikin sepanjang miniseri drakor yang 15-20 episode saja pun aku tetep dukung kog XD, tapi kayaknya gak mungkin deh… paling banter jdrama 10-12 episode *mewek T_Twe-married-as-job

Ada yang mau lihat MV nya Hoshino Gen yang koi dance?, aku sertakan link videonya yah…, silahkan putar kalau kamu gak terlalu mempermasalahkan kuota internet/lagi nangkringin hotspotan wifi.

om Hoshino ini punya channel youtube sendiri, silahkan searching keyword “hoshinogen official channel” di youtube, kegiatannya banyak sekali dan seru-seru, yaaampuuun… om… om Hoshino ini serba bisa orangnya, jaebalyo… jadikan aku keponakanmu XD *eh…

4 part 3 besok 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 2

  1. wuaaa….aku juga suka drama ini, nontonnya sambil guling-guling..kocak banget ><……
    moga hepi ending ya…..

  2. Jarang tertarik sm Jdrama, tp yg ini ceritanya bikin greget & bikin penasaran gimana lanjutan2 episode berikutnya..
    Ditunggu sinopsis2 berikutnya sist… 🙂

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s