Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 1

z1

       Mikuri mengatakan dirinya pikir menyukai Hiramasa-san. Suka dalam arti bukan cinta, tapi saat itulah kata-kata Mikuri membuat Tsuzaki bangkit. Sepertinya Hiramasa memimpikan pujian Mikuri saat di kuil.

“Saat itu, secara tiba-tiba… aku merasa, kehidupanku selama 35 tahun ini terbayarkan. Meskipun tidak lebih dari kasih sayang ke seorang atasan.”

z2

Mikuri memasak, Tsuzaki sudah selesai bersiap untuk kerja dan keluar dari kamarnya. Mikuri menyapanya seperti biasa “Selamat pagi!”

“Selamat pagi,”

Di balkon, dua burung tengah makan bersama. Mikuri meminta maaf pada Tsuzaki karena telurnya agak gosong. Tsuzaki bilang tidak apa-apa, ini masih enak.

     Tsuzaki dalam hati mengatakan, dirinya tidak bisa mengobrol dengan Mikuri-san tentang apapun, meskipun pernikahan kontrak mereka sudah berjalan setengah bulan ini.

z3

Tsuzaki teringat ucapannya Kazami di kantor, Kazami menebak Tsuzaki dan Mikuri hanya menikah kontrak dan Tsuzaki membayar Mikuri.

“Ini bukanlah sesuatu yang untuk dibicarakan di tempat kerja…” Tsuzaki gugup mengatakannya.

“Kau benar” Kazami mengajak Tsuzaki keluar membicarakannya nanti setelah pulang kerja kalau begitu. Tsuzaki kebingungan, apa yang harus dia lakukan ?, apa yang harus dia lakukan ?, benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Tsuzaki mematikan komputernya dengan terburu-bur, lalu membungkuk-bungkuk berjalan meninggalkan ruangan. “Aku pulang duluan,” katanya masih dengan kecemasan.

Para rekannya memandangi Tsuzaki dengan bingung.

z4

    “Oh!, Tsuzaki-san!” Hino dan Numata muncul dari kiri Tsuzaki. Hino meminta maaf karena acara memetik anggur mereka gagal.

“Tidak masalah,” jawab Tsuzaki.

“Lain waktu aku pasti akan datang,”

“Kau mungkin tidak akan pernah datang seumur hidupmu” Tanggap Numata dengan senyumannya,

Tsuzaki terburu-buru pergi. Hino masih memegangi tangan Tsuzaki, mencoba merayu Tsuzaki, bagaimana kalau camping bersama ?. Numata bilang dia tahu tempat yang bagus untuk kemah, sebuah pulau yang lengang. Pulau ?, Numata lalu menjelaskan pulaunya itu tak jauh sebelum Hiroshima, di laut pedalaman… disebut pulau anggur.

Numata dan Hino asyik mengobrol sendiri, Tsuzaki mengambil kesempatan untuk melarikan diri dari dua rekannya itu.

z5

Tsuzaki melihat Kazami menunggunya, “K-ka…” lalu berbalik lagi “Hi…” Hino dan Numata mengejar Tsuzaki. Tsuzaki jelas panik sekali, Kazami lalu menarik lengan Tsuzaki dan membawanya pergi sebelum Hino dan Numata melihat Tsuzaki.

“Tsuzaki-san!”

“Tsuzaki-san!”

z6

“Dia sudah pergi,” Kata Numata,

“Apa dia sebegitu bencinya dengan kemah ?” Hino tidak mengerti dengan sikap Tsuzaki,

“Mungkin sesuatu akan terjadi jika dia pergi kemah, misalnya saat bawa beras, dia lupa beli alat masaknya.”

“Ah.. insiden peralatan masak ya ?” (Hahahahahaha!, duo pelawak lainnya…, dan leadnya adalah Numata XD wkwkwkwk… K-ka… Hi… ekspresi Tsuzaki pas bingung bikin perutku sakit gara-gara kebanyakan ketawa XD)

z7

      Tsuzaki menceritakan apa yang terjadi padanya dan Mikuri. Kazami mengerti sekarang, sebenarnya dia sudah lama mencurigai Tsuzaki dan Mikuri. Tsuzaki menjelaskan hubungannya dengan Mikuri seperti berbagi rumah, hubungan mereka bersih. Kazami menanyakan apa Tsuzaki memiliki perasaan ke Mikuri ?, Tsuzaki menjawab tidak, ia hanyalah bosnya Mikuri.

“Benar begitu ?” Tanya Kazami

“Benar, tidak lebih dari itu.”

“Semakin aku mendengarnya, semakin kedengaran seperti sebuah hubungan yang ideal.”

“Kurasa hanya kau yang berpikiran seperti itu.”

Kazami bilang ingin Mikuri datang ke rumahnya juga. Tsuzaki terkejut mendengarnya. Kazami segera menjelaskan, dia tidak bermaksud mengambil posisinya Tsuzaki, Kazami tidak pernah merekrut petugas kebersihan sebelumnya, jadi Kazami ingin tahu bagaimana rasanya.

Tsuzaki terlihat tidak senang. Kazami menanyakan soal adanya kemungkinan bekerja selain di rumahnya Tsuzaki. Tsuzaki bilang tidak pernah memikirkan yang seperti itu di kontraknya.

“Sekali dalam seminggu tidak masalah. Jadi tolong biarkan aku membagi Mikuri-san” Kata Kazami menawar,

“Itu bukan kewenanganku.” Jawab Tsuzaki masih tidak terlihat baik-baik saja.

“Maukah kau menanyakan pendapatnya untukku ?.”

*flash back end

z8

     Tsuzaki kesulitan mengatakan permintaannya Kazami ke Mikuri, rasanya berat sekali mengatakan kata membagi ke Mikuri. Kedengarannya share itu lebih cocok untuk benda atau makanan.

“Baru-baru ini sedang terkenal kan?. Share !” Kata Mikuri santai sambil mengaduk makanannya. Tsuzaki reflek menjatuhkan kecap karena terkejut dengan kata ‘share’. “Maksudku sharehouse…” Tambah Mikuri sambil menegakkan kembali botol kecap.

Mikuri bercerita, temannya kuliah membagi rumahnya antara orang tua dan anak-anak. Melakukan sharehouse saat liburan ke luar negeri. Tsuzaki berkomentar, bukankah itu guest house ?. Mikuri membenarkannya, meski ruangannya dipisah tapi dapurnya digunakan bersama. Mikuri bertanya-tanya, jika tempatnya seperti itu, berarti makanannya akan… dibagi!.

z9

      Sekali lagi Tsuzaki menggulingkan kecapnya, Mikuri menanyakan pendapatnya Tsuzaki. Tsuzaki bilang itu mungkin bisa terjadi.

Mikuri menyadari ada yang aneh, dia teringat saat Kazami bilang akan berbagi Mikuri. Mikuri tidak mengerti apa maksud share itu ?. Kazami pikir Tsuzaki itu orangnya selalu efisien… jadi Tsuzaki pasti akan segera membicarakannya dengan Mikuri nanti.

Mikuri bertanya apa maksud membagi yang Kazami katakan padanya. Tapi Kazami meminta Mikuri dengar penjelasannya dari Tsuzaki saja. Dan rahasiakan pertemuan Kazami dengan Mikuri ini.

     Saat ini Mikuri memandangi Tsuzaki yang sedang makan. Apa mungkin Kazami sedang bercanda saat itu?, atau Kazami membuat kesalahan akan sesuatu?,

Tsuzaki mengambil kecap dan tanpa sadar menuangkannya ke mangkuk nasi, Tsuzaki kaget sendiri. Mikuri juga menyaksikan tingkah aneh Tsuzaki ini, saat Mikuri mengatakan kata-kata share pun Tsuzaki langsung gelagapan.

z10

     Mikuri lalu membayangkan dirinya menjadi cheerleader dan meneriaki Tsuzaki, “S H A R E !, apa maksudnya share !!??”

Mikuri masih memikirkan soal share, tapi kan dia ini bukannya benda atau makanan. Sekalipun Tsuzaki ini bosnya Mikuri, apakah Tsuzaki pikir tidak apa-apa membuat keputusan sendiri ?.

z11

     Mikuri mengucapkan “Selamat jalan!” tapi Tsuzaki langsung pergi saja, Mikuri mengikutinya sampai keluar dari pintu “Semoga harimu menyenangkan!” Tsuzaki berbalik dan membungkuk sopan. Mikuri bersandar ke pintu, ia penasaran apakah rasanya seperti ini… rasanya seorang istri tahu suaminya selingkuh tapi tidak bisa bertanya ke suaminya?.

z12

     Mikuri masuk ke rumah dan mengambil satu butir anggur dingin, Mikuri sedang berusaha memperbaiki moodnya, jengkel ingin tahu share apa yang Kazami dan Tsuzaki sepakati. Beberapa saat kemudian Mikuri mengaduh kesakitan, giginya bermasalah.

z13

     “Jika itu sakit, angkat tanganmu ke atas ya?” Kata dokter,

Baru saja dokter mengecek, Mikuri langsung mengangkat tangannya karena daerah yang dokter cek itu sakit.

z14

     Mikuri dapat rekomendasi dokter dari Yuri, Yuri menanyakan dokternya bagus atau tidak tadi. Mikuri bilang bagus, tapi harganya gigi mahal sekali. Yuri menyuruh Mikuri untuk jaga diri makanya. Mikuri mengeluh, ia ingin berhemat dari 6 bulan sebelumnya. Mikuri mengeluh giginya sakit.

Yuri menanyakan berapa harga gigi memangnya ?. Mikuri menunjukkan brosurnya, yang termurah warnanya silver dengan asuransi 3.000 yen. Yuri menduga Mikuri pasti tidak ingin warna silver ditambalkan ke bagian yang rusak kan ?.

Lalu Mikuri mengatakan yang plastik kokoh, tanpa asuransi, harganya 47.000 yen.

“Plastik akan luntur warnanya dalam 5 tahun. Keramik adalah satu-satunya pilihanmu.”

Tapi Mikuri tidak tahan melihat harganya keramik 95.000 yen. Dan zirconia keramik 150.000 yen. Mikuri tidak punya uang sebanyak itu, ia menggunakan uang kerjanya untuk mengganti rugi keuangan yang minus. Yuri bertanya, bukankah Mikuri masih ada orang tua untuk dimintai tolong ?. Tapi Mikuri tidak mau melakukannya. Mikuri lalu minum, tapi giginya masih sakit dan ia malah menumpahkan airnya. Yuri membantu mengelapkan airnya.

Yuri bertanya apa Hiramasa-san itu orangnya pelit ?. Setidaknya untuk bayar biaya pengobatan dokter gigi harusnya Hiramasa-san bisa. Mikuri mulai mengkhayalkannya..

z15

     Cheerleader Mikuri mini menyerukan Okane, uang dalam bahasa jepang. Mikuri mini ada di pinggiran tanaman, orang-orang berlalu lalang. O K A N E!, okane kudasai!,

“Kumohon uang!”, uang langsung berjatuhan seperti hujan ke Mikuri mini.

z16

Walaupun Mikuri mengkhayal menjadi cheerleader tapi tetap saja itu tidak ada gunanya. Mikuri sedang membuat laporan keuangan rumah tangganya. Hasilnya negatif -1,250 yen. Mikuri kesal, giginya pun juga sakit. Gajinya sering dia gunakan untuk menutupi minusnya dan sekarang giginya malah sakit tapi Mikuri tidak ada uang.

z17

     Malamnya Tsuzaki mengecek laporan keuangan Mikuri, ia bertanya kenapa ada akun kompensasi. Mikuri menjelaskan kalau keuangannya minus 1.250 yen dan Mikuri menggantikannya dengan uang sendiri.

Tsuzaki pikir minus bisa terjadi karena terlalu banyak pengeluaran, dan pergi Katsunuma…

Mikuri membenarkan Tsuzaki, tapi dia juga harus membeli rice cooker bulan depannya. Mikuri melakukan kesalahan dalam pengelolaan uangnya. Tsuzaki bilang dirinyalah yang memberikan izin membeli rice cooker, jadi ini bukan salahnya Mikuri.

“Baik.”

Memiliki pegawai yang mengganti rugi negatif dari dompet mereka sendiri… ini menurut Tsuzaki seperti praktek perusahaan yang mengeksploitasi pekerjanya.

“Sekarang kau mempermasalahkannya,” ada nada penyesalan di ucapan Mikuri. Tsuzaki bilang kejadian ini mengingatkannya pada saat dia bekerja, dia pernah mengalami hal yang serupa. Mikuri kaget, Tsuzaki pernah mengganti rugi juga ?.

Tsuzaki lalu memutar duduknya menghadap Mikuri, dalam pekerjaan hal seperti ini sering terjadi. Direct Superiornya pernah menyuruh Tsuzaki membeli sesuatu di mini mart tapi tidak mengganti uangnya Tsuzaki.

Mikuri heran, masih ada ya orang seperti itu?. Tsuzaki menjelaskan apa yang menimpanya hanya sebagian kecilnya saja, masih ada gunungan hal serupa. Mikuri mengerti, pasti Tsuzaki menghimpun banyak stres juga. Mikuri pikir akan lebih baik jika Tsuzaki ganti pekerjaan saja.

      Lalu Tsuzaki kedepannya ingin menghimpun uang sisa dari bawah budged bulanan dan menggunakannya untuk mengganti rugi kenegatifan laporan keuangan. Tsuzaki akan mengatur pemisahan biaya untuk kebutuhan khusus, silahkan ambil 1.250 yen dari sana.

“Maafkan aku,” Kata Mikuri menyesal,

“Tidak perlu meminta maaf.”

Mikuri jadi berpikir kalau dia dalam bahaya karena tidak memiliki pekerjaan ataupun rumah, bersyukur karena Tsuzaki membiarkan Mikuri bekerja di lingkungan sehebat ini, rumah Tsuzaki.

z18

        Tsuzaki meminta Mikuri jangan rendah diri saat bekerja, jangan terlalu memaksakan diri, kedepannya Tsuzaki ingin Mikuri membicarakan permasalahannya dalam bekerja dengan Tsuzaki. Mikuri amat tersentuh atas pengertiannya Tsuzaki, dia sangat terharu.

Mikuri memeluk dirinya sendiri, rasanya dia ingin memeluk seseorang karena terlalu bahagia. Coba saja dirinya orang Amerika…

            Eh?, Tsuzaki kebingungan dengan gumaman Mikuri itu. “Aku harusnya memelukmu sekarang kan?” Kata Mikuri sambil merentangkan tangannya. Tsuzaki melongo dibuatnya,
z19

“Saat kau bahagia, atau kau ingin menunjukkan kasih sayang, mereka melakukan hal yang lebay kan?. Aku sangat ingin melakukan hal tersebut sekarang.”

“Apa maksudmu…” Tsuzaki kembali fokus ke komputernya.

“ini memalukan di Jepang.” Sesal Mikuri

“Aku bersyukur ini ada di Jepang.”

“Ngomong-ngomong, aku ini lebih tua darimu, dan bosmu. Kumohon andalkanlah aku. Aku rasa pembicaraan kita cukup”

z20

Mikuri lalu duduk di lantai. Ia bertanya bolehkah ia melakukannya sekarang?. Mengandalkan Tsuzaki seperti yang Tsuzaki minta. “Silahkan,”

“Apa maksudnya share?, Apa maksudmu membagiku dengan Kazami?”

Tsuzaki syok, kakinya seakan lumpuh dan menjatuhkan diri ikut duduk ke lantai. Mikuri bilang dia dengar soal share itu waktu ketemu Kazami.

Mikuri penasaran sekali apa maksudnya, sampai dia menjadi cheerleader. “Cheerleader?” tanya Tsuzaki herannya.

“Sebuah khayalan. Aku melakukannya sepanjang waktu.  Seperti ‘Jounetsu Tairiku’, dimana aku bisa mengobservasi situasi dalam sudut pandangku. Tapi itu tidak penting. Masalahnya adalah… share”

“Aku akan menjelaskannya”

z21

Mereka lalu pindah tempat.

“Pertama-tama, ada 3 poin utama.”

“Iya,”

Pertama, dari kata-kata dan tindakan Mikuri dan Tsuzaki, Kazami-san mengetahui kalau hubungan mereka hanyalah pernikahan kontrak, Tsuzaki  membayar pegawai. Selanjutnya, Kazami-san bilang dia ingin merekrut Mikuri. Dia bilang sekali dalam seminggu sudah cukup, Mikuri akan melakukan pekerjaan rumah tangga untuknya. Dan poin yang paling pentingnya adalah.. apapun itu, semua keputusan ada di tangannya Mikuri.

Tsuzaki berkata dirinya tidak masalah jika Mikuri bekerja di luar jam kerjanya di rumah Tsuzaki. Tsuzaki hanya sebagai perantara mereka, tapi jika Mikuri menolaknya… Tsuzaki bilang tidak masalah.

z22

Mikuri langsung berdiri, Dia mau, Mikuri ingin Tsuzaki mengizinkannya kerja dengan Kazami. (Yakkk!, Mikuri lagi butuh uang buat beli gigi baru XD, suaminya gak pelit-pelit amat sih… cuman dia bukan suami aslinya, masih inget insiden rice cooker khaaan…. Tsuzaki adalah bapak rumah tangga yang sangat baik XD wkwkwkw)

z23

     Mikuri mulai bekerja di rumah Kazami. Kazami mempersilahkan Mikuri masuk ke rumahnya, ia juga meminta maaf langsung meminta Mikuri bekerja. Mikuri bilang tidak masalah.

z24

Kazami baru pindahan, barang-barangnya masih ada di kardus. Mikuri akan membantu Kazami.

“Apa tidak apa-apa ?”

“Eh?” Mikuri menoleh ke Kazami,

Kazami bertanya apa tidak apa-apa, karena Kazami mengatakan share ke Mikuri sebelum Mikuri diberitahu Tsuzaki. Mikuri bilang dia lumayan mempermasalahkan Tsuzaki soal itu, dan Tsuzaki meminta maaf karena telat memberitahu Mikuri soal share.

Komentar:we-married-as-job

        Kalau dipikir-pikir, sebenernya jika punya suami yang perencanaan keuangannya sekeren Tsuzaki tuh lumayan terbantu dan enak juga ya bagi para istri…?, meski jatohnya bisa dibilang antara suami yang pelit atau orang yang rasional.

Tapi… aku amat sangat terharu sedih saat Tsuzaki di kuil, dia pikir tidak akan pernah menikah sungguhan, dan jika suatu saat nanti Mikuri ingin menikah dengan orang lain… Tsuzaki ingin Mikuri setidaknya seminggu sekali ke rumahnya Tsuzaki untuk bersih-bersih.

Aku kasih super spoiler yang indah untuk kalian, Apa’aan?, yeah… aku sudah melihat sampai episode 5-nya tapi tetep aja masih merasa syoknya sama seperti saat pertama kali tahu. Kalian pun mulai gak sabar, dan bertanya-tanya “Jadi apaan spoilernya Teteh???” ,

 kasih tahu gak ya….? *evilLaugh* di episode 4 ini Mikuri mengajak Tsuzaki Hiramasa…. Ngajakin apa hayooo…

…. Mikuri mengajak Hiramasa pacaran *Kyaaaaaa! XD yeyeyeyeyey!, please be patient for that cute scene, will be airing as soon as possible yeah!, Coz I really2 love this Japanese drama…

Link Sinopsis dari episode 1 ada di sini Daftar Sinopsis

Karena blog ini terhitung masih baru untuk sinopsis, silahkan bantu kami mengembangkannya dengan like FP nya klik tulisan orange>>>>Fanpage

Beri semangat penulisnya dengan like FPnya, terima kasih :))

Advertisements

6 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 1

  1. @Fitriyani, Nanti malam diupload. Keep staytune ya…, Haduuuh… jangan panggil min, kesannya kyk si sarimin aja. Kakak/adek/Karissa kan lebih enak 🙂

  2. Saya udah nonton smpai eps 6 .kocak kebangetan…jd tambah gemes sama couple ini…eps 7 juga udah ada (udah dtonton juga pura2nya ngerti bhs jepang/blum ada subtitlenya) ….tp rasanya belum afdhol klo belum baca sinop dsini…semangat ya bikin sinopnya..BANZAI!!!

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s