Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 3

t1

       Yuri menunjukkan foto apartemen milik temannya kepada Tsuzaki dan Mikuri, Yuri meminta Tsuzaki mempertimbangkan tempat tersebut. Hanya 5 menit dari stasiun, dan tak jauh dari tempat tinggalnya Yuri.

Karena apartemen ini ditawarkan tidak melalui pialang maka harganya 70% harga pasaran. Temannya Yuri tidak ingin menjual apartemen mereka ke orang sembarangan, tapi Tsuzaki-san kan keuangannya cukup stabil dan Yuri kenal. Maka temannya Yuri tidak masalah.

“Ada berapa banyak ruangan di sini ?” Tanya Tsuzaki,

“Ini 1LDK” Jawab Yuri santai,

Tsuzaki meminta maaf, dia sedang mencari yang 2LDK.

t2

    Tsuzaki mendorong ponsel itu ke Yuri, Yuri balik mendorong ponsel itu ke Tsuzaki. “Tapi kan ruangannya besar…”

“Meskipun kecil, aku lebih suka 2LDK.” Tsuzaki mendorong ponsel itu lagi.

“Kenapa ?”

Numata menatap Yuri dan ia membela Tsuzaki. “Yah, jamannya sekarang yang dibutuhkan 2LDK kan ?”

“Jamannya ?” Yuri heran. Numata masih membela Tsuzaki, dia mengatakan ke Yuri kalau Tsuzaki dan Mikuri kan punya kondisi yang perlu dipertimbangkan kenapa memilih 2LDK.

“Kondisi ?” Yuri masih tidak mengerti. Dan Kali ini Kazami ikut berbicara “Dia hanya mengatakan apapun yang dia inginkan” Mengarah ke Numata yang tadinya menjulurkan lidahnya kekanakan.

“Benarkah ?”

t3

     Mikuri dan Tsuzaki saling melirik, menyadari ada yang tidak beres. Numata tertawa santai, meminta Yuri jangan terlalu memikirkan ucapannya Numata yang tadi. Yuri tetap tidak mengerti, padahal kan apartemennya bagus.

“Aku ingin tinggal di sana”

“Mm..?” Yuri lumayan terkejut dengan pernyataannya Kazami.

Kazami bilang dia sebelumnya sudah memikirkan ingin pindah ke tempat yang lebih besar secepatnya. Ia dapat dipercaya oleh pria yang bekerja di perusahaannya seperti Tsuzaki-san.

t4

“Kau tidak bisa berkata seperti tentang dirimu sendiri,” Yuri tampaknya masih alergi pria tampan.

“Yuri-chan, Kazami-san adalah orang yang baik, tahu!. Dia kelihatan seperti ini, tapi dia adalah tipe orang yang memikirkan orang-orang disekitarnya.” Bela Mikuri, dan ucapan Mikuri membuat Tsuzaki terluka pastinya.

“Orang seperti ini ?” Tanya Numata. Mikuri lalu mengatakan maksudnya seperti ini adalah… Kazami pria yang tampan. Numata juga setuju, Kazami itu tampan tapi dia orangnya baik.

“Aku bukan orang ganteng atau pun orang yang baik.” Kazami merendah disebut-sebut tampan. Lalu Mikuri meyakinkan Yuri, “Lihat ?, pria yang buruk tidak mungkin berkata seperti ini kan ?”

Yuri masih belum bisa percaya, kelihatannya malah makin mencurigakan. Mikuri lelah sendiri, Bibinya ini masih sulit diyakinkan kalau Kazami memang orang baik. Numata mencurigai Yuri punya dendam dengan orang yang wajahnya rupawan. Yuri mengatakan bukan seperti itu, tapi dia hanya kepikiran kalau tampangnya Kazami itu seolah mengatakan dia ini mengerikan atau semacamnya.

Kazami dengan tersenyum cerah mengatakan pada Yuri, dia tidak masalah jika Yuri berpikir seperti itu tentang dirinya, itu lebih membuat Kazami merasa nyaman.

t5

Tsuzaki sejak tadi tidak ikut terlibat dalam pembicaraan soal Kazami. Dia sama sekali tidak merasa nyaman. Dalam hatinya bertanya-tanya, tidak terima kenapa dirinya yang rendah diri ini, menyesali kenapa dirinya begitu kecil. Benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan Kazami.

      Yuri akan menunjukkan tempat yang keren setelah ini. Kazami dan Numata antusias. Mikuri memandangi Tsuzaki, sejak tadi Tsuzaki diam saja dan sekarang makan anggur dengan tenang.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

t6

“Mereka membuat ini di kuil ?” Tanya Mikuri.

“Benar, kepala pendeta dan keluarganya tinggal di sini.” Yuri menjawabnya sambil menuangkan minuman. Numata mengambil satu gelas dan kembali menikmati pemandangan. Mikuri pergi ke sisi lainnya. Yuri membenarkan dugaan Kazami, Yuri memang sering kemari sendiri, semua temannya sudah menikah. Lalu Yuri membicarakan soal anggur di sini, dibuat dari generasi ke generasi sejak nenek kakeknya Yuri, sekalipun ini di kuil.

t7

    Mikuri mencari Tsuzaki, rupanya Tsuzaki sedang jalan-jalan sendiri sambil melihat peta.

t8

Penjelasannya Yuri membuat Kazami menyebut Yuri seperti guru di karya wisata saja.

 “Kau tahu… ketika kau menua, ada banyak waktu yang membuatmu merasa hampa. Tapi kau masih ingat hal-hal yang menyenangkan juga.”

“Aku mengerti, kehidupan seperti wine enak ini…” Kata Numata, lalu ia dan Yuri tos gelas. Kazami mengeluh, dia juga ingin tos dengan mereka. Tapi Numata tidak mengizinkannya, terlalu cepat Kazami untuk ikut-ikut. Yuri menanyakan berapa umurnya Kazami. Kazami bilang dia 32 tahun.

Yuri menyebut seumuran Kazami harusnya jadi anaknya Yuri. Kazami terkejut. Tapi Yuri menambahkan, mungkin saja dirinya bisa punya anak umur 32 tahun sekarang jika melahirkan Kazami saat umurnya Yuri 17 tahun.

Kazami dan Numata tampaknya langsung menghitung berapa umur Yuri. (wkwkwk…. 17 tambah 32= 49 nan lah..) Yuri menyuruh Kazami dan Numata jangan membayangkannya!. Numata bertanya-tanya Mikuri dan Tsuzaki tidakkah kembali kemari ?. Yuri menyebut Mikuri dan Tsuzaki itu aneh, ada jarak diantara keduanya. Tapi Kazami pikir ada jarak di hubungan Tsuzaki dan Mikuri itu bagus. t9

    Mikuri berjalan perlahan mendekati Tsuzaki. Tsuzaki menoleh karena mendengar langkah kaki Mikuri. Mikuri meminta maaf karena mengganggu Tsuzaki. Tsuzaki menggeleng tidak masalah.

“Indah ya ?” Puji Mikuri sambil memandangi bangunan di depannya.

“Iya, aku dengar ini adalah bangunan tertua di Yamanashi, dan merupakan salah satu peninggalan bersejarah”

    Tsuzaki mengajak Mikuri masuk ke bangunan tersebut.

t10

     Yuri memberitahu Numata dan Kazami, Mikuri dan Tsuzaki tidak melakukan upacara pernikahan dan tidak menginginkan cincin kawin. Lalu mencari tempat tinggal baru yang punya dua kamar. Kazami bertanya bagaimana Tsuzaki dan Mikuri bisa bertemu. Yuri menjawab, Mikuri bekerja sebagai asisten rumah tangganya Tsuzaki.

    Kazami teringat saat Mikuri keceplosan di dapur dulu, dan Mikuri langsung mengoreksi kata-kata  sebelumnya hanyalah perumpamaan. Jelas ini membuat Kazami semakin curiga.

Yuri dan Numata hendak melihat ikan di kebun.

t11

       Tsuzaki bilang, dirinya entah mengapa jika datang ke tempat yang seperti ini, ia merasa kebohongannya bisa dilihat oleh mereka (para patung).

“Kau tidak bisa berbohong di tempat seperti ini,” Simpul Mikuri.

“Benar”

Mikuri menyebut Tsuzaki sangat pantas untuk hal seperti patung-patung Buddha, kuil-kuil… ketulusan semuanya itu sangat Tsuzaki Hirama-san sekali. Lalu Tsuzaki menyebut soal Kazami.

“Kazami-san ?” Mikuri tidak mengerti. Menunggu Tsuzaki melanjutkan kalimatnya,

“Dia keren kan ?”

“Dia memang keren.”

Tapi bagi Mikuri… Mikuri suka Hirama-san, ketulusan berpadukan dengan ketenangan.

t12

 Kata-kata Mikuri membuat Tsuzaki tercenung. Ia menoleh menatap Mikuri. Mikuri pikir kata-katanya tadi membuat Tsuzaki tidak nyaman, dia tadi bilang begitu bukan suka dalam artian yang aneh, daripada kegemerlapan kota… Mikuri lebih memilih sesuatu yang menenangkan.

 Mikuri serba salah mau menjelaskannya, Mikuri meminta maaf karena tidak tahu apa yang dikatakannya.

t13

“Terima kasih banyak, dalam kehidupanku… mungkin akan berakhir tanpa pernah menikah sungguhan. Jadi jika kau menikah dengan seseorang, Mikuri-san… sekali dalam seminggu…. Aku pikir akan baik jika kau datang ke rumahku untuk mengerjakan tugas rumah tangga untukku.”

Mikuri menggangguk sopan, dalam hati ia merasa ini adalah pujian terhebat pertama yang Mikuri dapat selama menjadi pegawai. Tapi entah mengapa pujian itu sendiri membuat Mikuri merasa sepi.

Perasaan ini… perasaan ini… Mikuri tidak mengerti. Dia berjalan ke depan dan mulai berteriak.

“Kenapa ini ?, beritahu aku kakek !” [From “Heidi, Girl of the Alps”]

t14

Yuri menyebut keponakannya itu bertingkah aneh lagi. Numata juga berkomentar kalau ini bukannya di hutan loh.. . Tapi Mikuri bilang ini membuatnya lega dan besok ia akan semangat bekerja lagi. Tsuzaki pikir berteriak seperti Mikuri itu tidak mudah.

Yuri lalu maju “Ganteng blo’o n ~!” Sampai melengking-lengking, dan Kazami adalah orang yang paling tersinggung saat itu. (Ikemen no Bakayaro ~! , Bahasa indonya gimana ya… ganteng blo’o n ?, tampan bodoh terlalu nyastra tapi aneh kalau bahasa sehari-hari, wkwkwk ganteng blo’on saja ya ??? :v )

Lalu Yuri meralatnya “Mantan ganteng blo’o n~!” Yuri langsung lega setelahnya. Numata juga,

“Aku juga ingin… bahagia~!”

t15

Kazami dan yang lainnya menyuruh Tsuzaki ikut berteriak. Tsuzaki lalu berteriak, keras sekali dan melengking panjang, setelah itu mengajak semuanya pulang. Yuri dan Mikuri tidak mengerti apa yang Tsuzaki katakan tadi. Numata bertanya ke Kazami apa mau ikut teriak juga ?, Kazama bilang dirinya tidak terlalu ingin.

t16

    Tsuzaki mengatakan kata-kata tadi berkat ucapannya Mikuri di kuil, kata-kata Mikuri benar-benar memberinya kekuatan yang tidak main-main. Sekalipun pujian sukanya Mikuri itu merupakan pujian dari pegawai kepada bosnya.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Pagi hari…

t17

Mikuri menyapa Tsuzaki selamat pagi seperti biasanya. Saat makan, Mikuri mengingatkan Tsuzaki jangan lupa membawa anggur yang ada di lemari es ke kantor.

“Aku membelinya untukmu,” Kata Tsuzaki.

“Eh ?”

“Sejak kau selalu memperhatikanku, kupikir ini tidak berlebihan.”

“Terima kasih atas perhatiannya,” Mikuri senang dengan pujiannya Tsuzaki.

t18
Tsuzaki meminta dibuatkan nasi campur lagi, yang kemarin rasanya enak. Mikuri mengiyakannya.

t19

    Yuri tidak menyangka bisa bertemu Kazami di gedung yang sama. Kazami bilang dia kerja di sini dengan Tsuzaki juga. Kazami juga tahu kalau Yuri kerjanya di Godard Japan.

Horiuchi dan Umehara melihat Yuri dan Kazami mengobrol. Cukup kaget.

t20

Kazami serius soal apartemennya teman Yuri, Yuri akan mengabari kazami lewat e-mail nanti. Kazami pergi. Umehara dan Horiuchi mendekati Yuri, memberitahu Yuri kalau Kazami itu adalah pria kasar pada pacarnya, ketiganya lihat di restoran tempo hari lalu itu loh…

     Yuri terkejut, tidak menyangka sama sekali. Dia pria ganteng yang sifatnya jelek waktu itu ?. Yuri ingat, Yuri, Horiuchi dan Umehara menatap Kazami, Kazami balas mengangkat tangannya.

t21

   Kazami mendekati Tsuzaki, bertanya apa Tsuzaki jadi pindah rumah. Tsuzaki tidak berniat pindah, lebih penting apa yang harus dikerjakannya, kata-kata memang memiliki kekuatan yang amat besar. Kata Tsuzaki dengan senangnya.

Kazami memuji hubungan Mikuri dan Tsuzaki itu adalah hubungan yang baik. Tsuzaki berterima kasih tanpa curiga.

t22

Lalu Kazami berbisik ke Tsuzaki, “Itu pernikahan kontrak kan ?, kau membayar pegawai.” Tsuzaki syok, bagaimana Kazami bisa tahu.

t23

Malam hari setelah tebakan Kazami soal pernikahan kontraknya Tsuzaki. Tsuzaki tidak bisa tidur tenang, dia cemas sekali. “Apa yang harus kulakukan ?” gumamnya nelangsa.

t24

    Pagi hari, Mikuri bertemu Kazami.

“Kau belanja ?”

“Hanya beberapa perabot rumah tangga, aku dengar dari Yuri-chan, wanita pemilik apartemen langsung suka denganmu. ”

“Terima kasih untuk itu, aku akan pindah minggu depan,”

Mikuri pikir pemilik apartemennya terpukau karena kegantengannya Kazami.

“Jadi, maukah kau datang ?”

“Eh ?”

“ke tempatku,”

“Tempatmu ?”

“Tsuzaki-san tidak memberitahumu ?. Kalau Tsuzaki-san dan aku membagimu, Mikuri-san ?”

     “Membagi ?”

“Iya, membagi,”

“Mikuri-san ?”

   Mikuri kebingungan dengan kata ‘share’ , apa maksudnya Tsuzaki dan Kazami membagi dirinya ?

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Komentar:

     Yeay!, sudah episode 3 XD *wkwkwkwk*, untuk di bagian Tsuzaki dan Kazami membagi Mikuri itu gini… mereka ngomongnya asli bahasa inggris “Share” dengan logat jepang, bukan kata ‘membagi’ dalam bahasa Jepangnya. Nah…    biasa aja sih sebenernya, cuman… kita kadang orang Indonesia juga menggunakan beberapa kata dalam bahasa inggris di keseharian kan ?, jadi kesannya sudah seperti bahasa ibu. Kalau di Kdrama biasanya muncul kata ‘style’ kan ?, jadi share di part ini sudah menjadi semacam bahasa ibu yang derajatnya seperti style di kalimat “Neol jinjja style ania!” => elu bukan tipenya gue. Kenapa aku repot-repot komentar aneh gini soal share ?, karena di episode 4 nanti Mikuri akan membayangkan dirinya jadi cheerleader “S” “H” “A” “R” “E”, dia bayangin dirinya menjadi cheerleader yang geregetan karena tidak bisa langsung tanya ke Tsuzaki share apa maksudnya ke Kazami ?, *Ahahahahaha…

Makin seru kan dramanya ? Bersambung Sinopsis episode 4, *JaiYou!

#PrayFukushima

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 3”

  1. Kalau hanya menonton untuk diri sendiri saya juga sudah eps 6, membuat sinopsis lebih lama ketimbang menontonnya saja. Drama ini memang recomended untuk ditonton :)) .

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s