Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 4 Part 1

z1

       Mikuri mengatakan dirinya pikir menyukai Hiramasa-san. Suka dalam arti bukan cinta, tapi saat itulah kata-kata Mikuri membuat Tsuzaki bangkit. Sepertinya Hiramasa memimpikan pujian Mikuri saat di kuil.

“Saat itu, secara tiba-tiba… aku merasa, kehidupanku selama 35 tahun ini terbayarkan. Meskipun tidak lebih dari kasih sayang ke seorang atasan.”

z2

Mikuri memasak, Tsuzaki sudah selesai bersiap untuk kerja dan keluar dari kamarnya. Mikuri menyapanya seperti biasa “Selamat pagi!”

“Selamat pagi,”

Di balkon, dua burung tengah makan bersama. Mikuri meminta maaf pada Tsuzaki karena telurnya agak gosong. Tsuzaki bilang tidak apa-apa, ini masih enak.

     Tsuzaki dalam hati mengatakan, dirinya tidak bisa mengobrol dengan Mikuri-san tentang apapun, meskipun pernikahan kontrak mereka sudah berjalan setengah bulan ini.

z3

Tsuzaki teringat ucapannya Kazami di kantor, Kazami menebak Tsuzaki dan Mikuri hanya menikah kontrak dan Tsuzaki membayar Mikuri.

“Ini bukanlah sesuatu yang untuk dibicarakan di tempat kerja…” Tsuzaki gugup mengatakannya.

“Kau benar” Kazami mengajak Tsuzaki keluar membicarakannya nanti setelah pulang kerja kalau begitu. Tsuzaki kebingungan, apa yang harus dia lakukan ?, apa yang harus dia lakukan ?, benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Tsuzaki mematikan komputernya dengan terburu-bur, lalu membungkuk-bungkuk berjalan meninggalkan ruangan. “Aku pulang duluan,” katanya masih dengan kecemasan.

Para rekannya memandangi Tsuzaki dengan bingung.

z4

    “Oh!, Tsuzaki-san!” Hino dan Numata muncul dari kiri Tsuzaki. Hino meminta maaf karena acara memetik anggur mereka gagal.

“Tidak masalah,” jawab Tsuzaki.

“Lain waktu aku pasti akan datang,”

“Kau mungkin tidak akan pernah datang seumur hidupmu” Tanggap Numata dengan senyumannya,

Tsuzaki terburu-buru pergi. Hino masih memegangi tangan Tsuzaki, mencoba merayu Tsuzaki, bagaimana kalau camping bersama ?. Numata bilang dia tahu tempat yang bagus untuk kemah, sebuah pulau yang lengang. Pulau ?, Numata lalu menjelaskan pulaunya itu tak jauh sebelum Hiroshima, di laut pedalaman… disebut pulau anggur.

Numata dan Hino asyik mengobrol sendiri, Tsuzaki mengambil kesempatan untuk melarikan diri dari dua rekannya itu.

z5

Tsuzaki melihat Kazami menunggunya, “K-ka…” lalu berbalik lagi “Hi…” Hino dan Numata mengejar Tsuzaki. Tsuzaki jelas panik sekali, Kazami lalu menarik lengan Tsuzaki dan membawanya pergi sebelum Hino dan Numata melihat Tsuzaki.

“Tsuzaki-san!”

“Tsuzaki-san!”

z6

“Dia sudah pergi,” Kata Numata,

“Apa dia sebegitu bencinya dengan kemah ?” Hino tidak mengerti dengan sikap Tsuzaki,

“Mungkin sesuatu akan terjadi jika dia pergi kemah, misalnya saat bawa beras, dia lupa beli alat masaknya.”

“Ah.. insiden peralatan masak ya ?” (Hahahahahaha!, duo pelawak lainnya…, dan leadnya adalah Numata XD wkwkwkwk… K-ka… Hi… ekspresi Tsuzaki pas bingung bikin perutku sakit gara-gara kebanyakan ketawa XD)

z7

      Tsuzaki menceritakan apa yang terjadi padanya dan Mikuri. Kazami mengerti sekarang, sebenarnya dia sudah lama mencurigai Tsuzaki dan Mikuri. Tsuzaki menjelaskan hubungannya dengan Mikuri seperti berbagi rumah, hubungan mereka bersih. Kazami menanyakan apa Tsuzaki memiliki perasaan ke Mikuri ?, Tsuzaki menjawab tidak, ia hanyalah bosnya Mikuri.

“Benar begitu ?” Tanya Kazami

“Benar, tidak lebih dari itu.”

“Semakin aku mendengarnya, semakin kedengaran seperti sebuah hubungan yang ideal.”

“Kurasa hanya kau yang berpikiran seperti itu.”

Kazami bilang ingin Mikuri datang ke rumahnya juga. Tsuzaki terkejut mendengarnya. Kazami segera menjelaskan, dia tidak bermaksud mengambil posisinya Tsuzaki, Kazami tidak pernah merekrut petugas kebersihan sebelumnya, jadi Kazami ingin tahu bagaimana rasanya.

Tsuzaki terlihat tidak senang. Kazami menanyakan soal adanya kemungkinan bekerja selain di rumahnya Tsuzaki. Tsuzaki bilang tidak pernah memikirkan yang seperti itu di kontraknya.

“Sekali dalam seminggu tidak masalah. Jadi tolong biarkan aku membagi Mikuri-san” Kata Kazami menawar,

“Itu bukan kewenanganku.” Jawab Tsuzaki masih tidak terlihat baik-baik saja.

“Maukah kau menanyakan pendapatnya untukku ?.”

*flash back end

z8

     Tsuzaki kesulitan mengatakan permintaannya Kazami ke Mikuri, rasanya berat sekali mengatakan kata membagi ke Mikuri. Kedengarannya share itu lebih cocok untuk benda atau makanan.

“Baru-baru ini sedang terkenal kan?. Share !” Kata Mikuri santai sambil mengaduk makanannya. Tsuzaki reflek menjatuhkan kecap karena terkejut dengan kata ‘share’. “Maksudku sharehouse…” Tambah Mikuri sambil menegakkan kembali botol kecap.

Mikuri bercerita, temannya kuliah membagi rumahnya antara orang tua dan anak-anak. Melakukan sharehouse saat liburan ke luar negeri. Tsuzaki berkomentar, bukankah itu guest house ?. Mikuri membenarkannya, meski ruangannya dipisah tapi dapurnya digunakan bersama. Mikuri bertanya-tanya, jika tempatnya seperti itu, berarti makanannya akan… dibagi!.

z9

      Sekali lagi Tsuzaki menggulingkan kecapnya, Mikuri menanyakan pendapatnya Tsuzaki. Tsuzaki bilang itu mungkin bisa terjadi.

Mikuri menyadari ada yang aneh, dia teringat saat Kazami bilang akan berbagi Mikuri. Mikuri tidak mengerti apa maksud share itu ?. Kazami pikir Tsuzaki itu orangnya selalu efisien… jadi Tsuzaki pasti akan segera membicarakannya dengan Mikuri nanti.

Mikuri bertanya apa maksud membagi yang Kazami katakan padanya. Tapi Kazami meminta Mikuri dengar penjelasannya dari Tsuzaki saja. Dan rahasiakan pertemuan Kazami dengan Mikuri ini.

     Saat ini Mikuri memandangi Tsuzaki yang sedang makan. Apa mungkin Kazami sedang bercanda saat itu?, atau Kazami membuat kesalahan akan sesuatu?,

Tsuzaki mengambil kecap dan tanpa sadar menuangkannya ke mangkuk nasi, Tsuzaki kaget sendiri. Mikuri juga menyaksikan tingkah aneh Tsuzaki ini, saat Mikuri mengatakan kata-kata share pun Tsuzaki langsung gelagapan.

z10

     Mikuri lalu membayangkan dirinya menjadi cheerleader dan meneriaki Tsuzaki, “S H A R E !, apa maksudnya share !!??”

Mikuri masih memikirkan soal share, tapi kan dia ini bukannya benda atau makanan. Sekalipun Tsuzaki ini bosnya Mikuri, apakah Tsuzaki pikir tidak apa-apa membuat keputusan sendiri ?.

z11

     Mikuri mengucapkan “Selamat jalan!” tapi Tsuzaki langsung pergi saja, Mikuri mengikutinya sampai keluar dari pintu “Semoga harimu menyenangkan!” Tsuzaki berbalik dan membungkuk sopan. Mikuri bersandar ke pintu, ia penasaran apakah rasanya seperti ini… rasanya seorang istri tahu suaminya selingkuh tapi tidak bisa bertanya ke suaminya?.

z12

     Mikuri masuk ke rumah dan mengambil satu butir anggur dingin, Mikuri sedang berusaha memperbaiki moodnya, jengkel ingin tahu share apa yang Kazami dan Tsuzaki sepakati. Beberapa saat kemudian Mikuri mengaduh kesakitan, giginya bermasalah.

z13

     “Jika itu sakit, angkat tanganmu ke atas ya?” Kata dokter,

Baru saja dokter mengecek, Mikuri langsung mengangkat tangannya karena daerah yang dokter cek itu sakit.

z14

     Mikuri dapat rekomendasi dokter dari Yuri, Yuri menanyakan dokternya bagus atau tidak tadi. Mikuri bilang bagus, tapi harganya gigi mahal sekali. Yuri menyuruh Mikuri untuk jaga diri makanya. Mikuri mengeluh, ia ingin berhemat dari 6 bulan sebelumnya. Mikuri mengeluh giginya sakit.

Yuri menanyakan berapa harga gigi memangnya ?. Mikuri menunjukkan brosurnya, yang termurah warnanya silver dengan asuransi 3.000 yen. Yuri menduga Mikuri pasti tidak ingin warna silver ditambalkan ke bagian yang rusak kan ?.

Lalu Mikuri mengatakan yang plastik kokoh, tanpa asuransi, harganya 47.000 yen.

“Plastik akan luntur warnanya dalam 5 tahun. Keramik adalah satu-satunya pilihanmu.”

Tapi Mikuri tidak tahan melihat harganya keramik 95.000 yen. Dan zirconia keramik 150.000 yen. Mikuri tidak punya uang sebanyak itu, ia menggunakan uang kerjanya untuk mengganti rugi keuangan yang minus. Yuri bertanya, bukankah Mikuri masih ada orang tua untuk dimintai tolong ?. Tapi Mikuri tidak mau melakukannya. Mikuri lalu minum, tapi giginya masih sakit dan ia malah menumpahkan airnya. Yuri membantu mengelapkan airnya.

Yuri bertanya apa Hiramasa-san itu orangnya pelit ?. Setidaknya untuk bayar biaya pengobatan dokter gigi harusnya Hiramasa-san bisa. Mikuri mulai mengkhayalkannya..

z15

     Cheerleader Mikuri mini menyerukan Okane, uang dalam bahasa jepang. Mikuri mini ada di pinggiran tanaman, orang-orang berlalu lalang. O K A N E!, okane kudasai!,

“Kumohon uang!”, uang langsung berjatuhan seperti hujan ke Mikuri mini.

z16

Walaupun Mikuri mengkhayal menjadi cheerleader tapi tetap saja itu tidak ada gunanya. Mikuri sedang membuat laporan keuangan rumah tangganya. Hasilnya negatif -1,250 yen. Mikuri kesal, giginya pun juga sakit. Gajinya sering dia gunakan untuk menutupi minusnya dan sekarang giginya malah sakit tapi Mikuri tidak ada uang.

z17

     Malamnya Tsuzaki mengecek laporan keuangan Mikuri, ia bertanya kenapa ada akun kompensasi. Mikuri menjelaskan kalau keuangannya minus 1.250 yen dan Mikuri menggantikannya dengan uang sendiri.

Tsuzaki pikir minus bisa terjadi karena terlalu banyak pengeluaran, dan pergi Katsunuma…

Mikuri membenarkan Tsuzaki, tapi dia juga harus membeli rice cooker bulan depannya. Mikuri melakukan kesalahan dalam pengelolaan uangnya. Tsuzaki bilang dirinyalah yang memberikan izin membeli rice cooker, jadi ini bukan salahnya Mikuri.

“Baik.”

Memiliki pegawai yang mengganti rugi negatif dari dompet mereka sendiri… ini menurut Tsuzaki seperti praktek perusahaan yang mengeksploitasi pekerjanya.

“Sekarang kau mempermasalahkannya,” ada nada penyesalan di ucapan Mikuri. Tsuzaki bilang kejadian ini mengingatkannya pada saat dia bekerja, dia pernah mengalami hal yang serupa. Mikuri kaget, Tsuzaki pernah mengganti rugi juga ?.

Tsuzaki lalu memutar duduknya menghadap Mikuri, dalam pekerjaan hal seperti ini sering terjadi. Direct Superiornya pernah menyuruh Tsuzaki membeli sesuatu di mini mart tapi tidak mengganti uangnya Tsuzaki.

Mikuri heran, masih ada ya orang seperti itu?. Tsuzaki menjelaskan apa yang menimpanya hanya sebagian kecilnya saja, masih ada gunungan hal serupa. Mikuri mengerti, pasti Tsuzaki menghimpun banyak stres juga. Mikuri pikir akan lebih baik jika Tsuzaki ganti pekerjaan saja.

      Lalu Tsuzaki kedepannya ingin menghimpun uang sisa dari bawah budged bulanan dan menggunakannya untuk mengganti rugi kenegatifan laporan keuangan. Tsuzaki akan mengatur pemisahan biaya untuk kebutuhan khusus, silahkan ambil 1.250 yen dari sana.

“Maafkan aku,” Kata Mikuri menyesal,

“Tidak perlu meminta maaf.”

Mikuri jadi berpikir kalau dia dalam bahaya karena tidak memiliki pekerjaan ataupun rumah, bersyukur karena Tsuzaki membiarkan Mikuri bekerja di lingkungan sehebat ini, rumah Tsuzaki.

z18

        Tsuzaki meminta Mikuri jangan rendah diri saat bekerja, jangan terlalu memaksakan diri, kedepannya Tsuzaki ingin Mikuri membicarakan permasalahannya dalam bekerja dengan Tsuzaki. Mikuri amat tersentuh atas pengertiannya Tsuzaki, dia sangat terharu.

Mikuri memeluk dirinya sendiri, rasanya dia ingin memeluk seseorang karena terlalu bahagia. Coba saja dirinya orang Amerika…

            Eh?, Tsuzaki kebingungan dengan gumaman Mikuri itu. “Aku harusnya memelukmu sekarang kan?” Kata Mikuri sambil merentangkan tangannya. Tsuzaki melongo dibuatnya,
z19

“Saat kau bahagia, atau kau ingin menunjukkan kasih sayang, mereka melakukan hal yang lebay kan?. Aku sangat ingin melakukan hal tersebut sekarang.”

“Apa maksudmu…” Tsuzaki kembali fokus ke komputernya.

“ini memalukan di Jepang.” Sesal Mikuri

“Aku bersyukur ini ada di Jepang.”

“Ngomong-ngomong, aku ini lebih tua darimu, dan bosmu. Kumohon andalkanlah aku. Aku rasa pembicaraan kita cukup”

z20

Mikuri lalu duduk di lantai. Ia bertanya bolehkah ia melakukannya sekarang?. Mengandalkan Tsuzaki seperti yang Tsuzaki minta. “Silahkan,”

“Apa maksudnya share?, Apa maksudmu membagiku dengan Kazami?”

Tsuzaki syok, kakinya seakan lumpuh dan menjatuhkan diri ikut duduk ke lantai. Mikuri bilang dia dengar soal share itu waktu ketemu Kazami.

Mikuri penasaran sekali apa maksudnya, sampai dia menjadi cheerleader. “Cheerleader?” tanya Tsuzaki herannya.

“Sebuah khayalan. Aku melakukannya sepanjang waktu.  Seperti ‘Jounetsu Tairiku’, dimana aku bisa mengobservasi situasi dalam sudut pandangku. Tapi itu tidak penting. Masalahnya adalah… share”

“Aku akan menjelaskannya”

z21

Mereka lalu pindah tempat.

“Pertama-tama, ada 3 poin utama.”

“Iya,”

Pertama, dari kata-kata dan tindakan Mikuri dan Tsuzaki, Kazami-san mengetahui kalau hubungan mereka hanyalah pernikahan kontrak, Tsuzaki  membayar pegawai. Selanjutnya, Kazami-san bilang dia ingin merekrut Mikuri. Dia bilang sekali dalam seminggu sudah cukup, Mikuri akan melakukan pekerjaan rumah tangga untuknya. Dan poin yang paling pentingnya adalah.. apapun itu, semua keputusan ada di tangannya Mikuri.

Tsuzaki berkata dirinya tidak masalah jika Mikuri bekerja di luar jam kerjanya di rumah Tsuzaki. Tsuzaki hanya sebagai perantara mereka, tapi jika Mikuri menolaknya… Tsuzaki bilang tidak masalah.

z22

Mikuri langsung berdiri, Dia mau, Mikuri ingin Tsuzaki mengizinkannya kerja dengan Kazami. (Yakkk!, Mikuri lagi butuh uang buat beli gigi baru XD, suaminya gak pelit-pelit amat sih… cuman dia bukan suami aslinya, masih inget insiden rice cooker khaaan…. Tsuzaki adalah bapak rumah tangga yang sangat baik XD wkwkwkw)

z23

     Mikuri mulai bekerja di rumah Kazami. Kazami mempersilahkan Mikuri masuk ke rumahnya, ia juga meminta maaf langsung meminta Mikuri bekerja. Mikuri bilang tidak masalah.

z24

Kazami baru pindahan, barang-barangnya masih ada di kardus. Mikuri akan membantu Kazami.

“Apa tidak apa-apa ?”

“Eh?” Mikuri menoleh ke Kazami,

Kazami bertanya apa tidak apa-apa, karena Kazami mengatakan share ke Mikuri sebelum Mikuri diberitahu Tsuzaki. Mikuri bilang dia lumayan mempermasalahkan Tsuzaki soal itu, dan Tsuzaki meminta maaf karena telat memberitahu Mikuri soal share.

Komentar:we-married-as-job

        Kalau dipikir-pikir, sebenernya jika punya suami yang perencanaan keuangannya sekeren Tsuzaki tuh lumayan terbantu dan enak juga ya bagi para istri…?, meski jatohnya bisa dibilang antara suami yang pelit atau orang yang rasional.

Tapi… aku amat sangat terharu sedih saat Tsuzaki di kuil, dia pikir tidak akan pernah menikah sungguhan, dan jika suatu saat nanti Mikuri ingin menikah dengan orang lain… Tsuzaki ingin Mikuri setidaknya seminggu sekali ke rumahnya Tsuzaki untuk bersih-bersih.

Aku kasih super spoiler yang indah untuk kalian, Apa’aan?, yeah… aku sudah melihat sampai episode 5-nya tapi tetep aja masih merasa syoknya sama seperti saat pertama kali tahu. Kalian pun mulai gak sabar, dan bertanya-tanya “Jadi apaan spoilernya Teteh???” ,

 kasih tahu gak ya….? *evilLaugh* di episode 4 ini Mikuri mengajak Tsuzaki Hiramasa…. Ngajakin apa hayooo…

…. Mikuri mengajak Hiramasa pacaran *Kyaaaaaa! XD yeyeyeyeyey!, please be patient for that cute scene, will be airing as soon as possible yeah!, Coz I really2 love this Japanese drama…

Link Sinopsis dari episode 1 ada di sini Daftar Sinopsis

Karena blog ini terhitung masih baru untuk sinopsis, silahkan bantu kami mengembangkannya dengan like FP nya klik tulisan orange>>>>Fanpage

Beri semangat penulisnya dengan like FPnya, terima kasih :))

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 3

t1

       Yuri menunjukkan foto apartemen milik temannya kepada Tsuzaki dan Mikuri, Yuri meminta Tsuzaki mempertimbangkan tempat tersebut. Hanya 5 menit dari stasiun, dan tak jauh dari tempat tinggalnya Yuri.

Karena apartemen ini ditawarkan tidak melalui pialang maka harganya 70% harga pasaran. Temannya Yuri tidak ingin menjual apartemen mereka ke orang sembarangan, tapi Tsuzaki-san kan keuangannya cukup stabil dan Yuri kenal. Maka temannya Yuri tidak masalah.

“Ada berapa banyak ruangan di sini ?” Tanya Tsuzaki,

“Ini 1LDK” Jawab Yuri santai,

Tsuzaki meminta maaf, dia sedang mencari yang 2LDK.

t2

    Tsuzaki mendorong ponsel itu ke Yuri, Yuri balik mendorong ponsel itu ke Tsuzaki. “Tapi kan ruangannya besar…”

“Meskipun kecil, aku lebih suka 2LDK.” Tsuzaki mendorong ponsel itu lagi.

“Kenapa ?”

Numata menatap Yuri dan ia membela Tsuzaki. “Yah, jamannya sekarang yang dibutuhkan 2LDK kan ?”

“Jamannya ?” Yuri heran. Numata masih membela Tsuzaki, dia mengatakan ke Yuri kalau Tsuzaki dan Mikuri kan punya kondisi yang perlu dipertimbangkan kenapa memilih 2LDK.

“Kondisi ?” Yuri masih tidak mengerti. Dan Kali ini Kazami ikut berbicara “Dia hanya mengatakan apapun yang dia inginkan” Mengarah ke Numata yang tadinya menjulurkan lidahnya kekanakan.

“Benarkah ?”

t3

     Mikuri dan Tsuzaki saling melirik, menyadari ada yang tidak beres. Numata tertawa santai, meminta Yuri jangan terlalu memikirkan ucapannya Numata yang tadi. Yuri tetap tidak mengerti, padahal kan apartemennya bagus.

“Aku ingin tinggal di sana”

“Mm..?” Yuri lumayan terkejut dengan pernyataannya Kazami.

Kazami bilang dia sebelumnya sudah memikirkan ingin pindah ke tempat yang lebih besar secepatnya. Ia dapat dipercaya oleh pria yang bekerja di perusahaannya seperti Tsuzaki-san.

t4

“Kau tidak bisa berkata seperti tentang dirimu sendiri,” Yuri tampaknya masih alergi pria tampan.

“Yuri-chan, Kazami-san adalah orang yang baik, tahu!. Dia kelihatan seperti ini, tapi dia adalah tipe orang yang memikirkan orang-orang disekitarnya.” Bela Mikuri, dan ucapan Mikuri membuat Tsuzaki terluka pastinya.

“Orang seperti ini ?” Tanya Numata. Mikuri lalu mengatakan maksudnya seperti ini adalah… Kazami pria yang tampan. Numata juga setuju, Kazami itu tampan tapi dia orangnya baik.

“Aku bukan orang ganteng atau pun orang yang baik.” Kazami merendah disebut-sebut tampan. Lalu Mikuri meyakinkan Yuri, “Lihat ?, pria yang buruk tidak mungkin berkata seperti ini kan ?”

Yuri masih belum bisa percaya, kelihatannya malah makin mencurigakan. Mikuri lelah sendiri, Bibinya ini masih sulit diyakinkan kalau Kazami memang orang baik. Numata mencurigai Yuri punya dendam dengan orang yang wajahnya rupawan. Yuri mengatakan bukan seperti itu, tapi dia hanya kepikiran kalau tampangnya Kazami itu seolah mengatakan dia ini mengerikan atau semacamnya.

Kazami dengan tersenyum cerah mengatakan pada Yuri, dia tidak masalah jika Yuri berpikir seperti itu tentang dirinya, itu lebih membuat Kazami merasa nyaman.

t5

Tsuzaki sejak tadi tidak ikut terlibat dalam pembicaraan soal Kazami. Dia sama sekali tidak merasa nyaman. Dalam hatinya bertanya-tanya, tidak terima kenapa dirinya yang rendah diri ini, menyesali kenapa dirinya begitu kecil. Benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan Kazami.

      Yuri akan menunjukkan tempat yang keren setelah ini. Kazami dan Numata antusias. Mikuri memandangi Tsuzaki, sejak tadi Tsuzaki diam saja dan sekarang makan anggur dengan tenang.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

t6

“Mereka membuat ini di kuil ?” Tanya Mikuri.

“Benar, kepala pendeta dan keluarganya tinggal di sini.” Yuri menjawabnya sambil menuangkan minuman. Numata mengambil satu gelas dan kembali menikmati pemandangan. Mikuri pergi ke sisi lainnya. Yuri membenarkan dugaan Kazami, Yuri memang sering kemari sendiri, semua temannya sudah menikah. Lalu Yuri membicarakan soal anggur di sini, dibuat dari generasi ke generasi sejak nenek kakeknya Yuri, sekalipun ini di kuil.

t7

    Mikuri mencari Tsuzaki, rupanya Tsuzaki sedang jalan-jalan sendiri sambil melihat peta.

t8

Penjelasannya Yuri membuat Kazami menyebut Yuri seperti guru di karya wisata saja.

 “Kau tahu… ketika kau menua, ada banyak waktu yang membuatmu merasa hampa. Tapi kau masih ingat hal-hal yang menyenangkan juga.”

“Aku mengerti, kehidupan seperti wine enak ini…” Kata Numata, lalu ia dan Yuri tos gelas. Kazami mengeluh, dia juga ingin tos dengan mereka. Tapi Numata tidak mengizinkannya, terlalu cepat Kazami untuk ikut-ikut. Yuri menanyakan berapa umurnya Kazami. Kazami bilang dia 32 tahun.

Yuri menyebut seumuran Kazami harusnya jadi anaknya Yuri. Kazami terkejut. Tapi Yuri menambahkan, mungkin saja dirinya bisa punya anak umur 32 tahun sekarang jika melahirkan Kazami saat umurnya Yuri 17 tahun.

Kazami dan Numata tampaknya langsung menghitung berapa umur Yuri. (wkwkwk…. 17 tambah 32= 49 nan lah..) Yuri menyuruh Kazami dan Numata jangan membayangkannya!. Numata bertanya-tanya Mikuri dan Tsuzaki tidakkah kembali kemari ?. Yuri menyebut Mikuri dan Tsuzaki itu aneh, ada jarak diantara keduanya. Tapi Kazami pikir ada jarak di hubungan Tsuzaki dan Mikuri itu bagus. t9

    Mikuri berjalan perlahan mendekati Tsuzaki. Tsuzaki menoleh karena mendengar langkah kaki Mikuri. Mikuri meminta maaf karena mengganggu Tsuzaki. Tsuzaki menggeleng tidak masalah.

“Indah ya ?” Puji Mikuri sambil memandangi bangunan di depannya.

“Iya, aku dengar ini adalah bangunan tertua di Yamanashi, dan merupakan salah satu peninggalan bersejarah”

    Tsuzaki mengajak Mikuri masuk ke bangunan tersebut.

t10

     Yuri memberitahu Numata dan Kazami, Mikuri dan Tsuzaki tidak melakukan upacara pernikahan dan tidak menginginkan cincin kawin. Lalu mencari tempat tinggal baru yang punya dua kamar. Kazami bertanya bagaimana Tsuzaki dan Mikuri bisa bertemu. Yuri menjawab, Mikuri bekerja sebagai asisten rumah tangganya Tsuzaki.

    Kazami teringat saat Mikuri keceplosan di dapur dulu, dan Mikuri langsung mengoreksi kata-kata  sebelumnya hanyalah perumpamaan. Jelas ini membuat Kazami semakin curiga.

Yuri dan Numata hendak melihat ikan di kebun.

t11

       Tsuzaki bilang, dirinya entah mengapa jika datang ke tempat yang seperti ini, ia merasa kebohongannya bisa dilihat oleh mereka (para patung).

“Kau tidak bisa berbohong di tempat seperti ini,” Simpul Mikuri.

“Benar”

Mikuri menyebut Tsuzaki sangat pantas untuk hal seperti patung-patung Buddha, kuil-kuil… ketulusan semuanya itu sangat Tsuzaki Hirama-san sekali. Lalu Tsuzaki menyebut soal Kazami.

“Kazami-san ?” Mikuri tidak mengerti. Menunggu Tsuzaki melanjutkan kalimatnya,

“Dia keren kan ?”

“Dia memang keren.”

Tapi bagi Mikuri… Mikuri suka Hirama-san, ketulusan berpadukan dengan ketenangan.

t12

 Kata-kata Mikuri membuat Tsuzaki tercenung. Ia menoleh menatap Mikuri. Mikuri pikir kata-katanya tadi membuat Tsuzaki tidak nyaman, dia tadi bilang begitu bukan suka dalam artian yang aneh, daripada kegemerlapan kota… Mikuri lebih memilih sesuatu yang menenangkan.

 Mikuri serba salah mau menjelaskannya, Mikuri meminta maaf karena tidak tahu apa yang dikatakannya.

t13

“Terima kasih banyak, dalam kehidupanku… mungkin akan berakhir tanpa pernah menikah sungguhan. Jadi jika kau menikah dengan seseorang, Mikuri-san… sekali dalam seminggu…. Aku pikir akan baik jika kau datang ke rumahku untuk mengerjakan tugas rumah tangga untukku.”

Mikuri menggangguk sopan, dalam hati ia merasa ini adalah pujian terhebat pertama yang Mikuri dapat selama menjadi pegawai. Tapi entah mengapa pujian itu sendiri membuat Mikuri merasa sepi.

Perasaan ini… perasaan ini… Mikuri tidak mengerti. Dia berjalan ke depan dan mulai berteriak.

“Kenapa ini ?, beritahu aku kakek !” [From “Heidi, Girl of the Alps”]

t14

Yuri menyebut keponakannya itu bertingkah aneh lagi. Numata juga berkomentar kalau ini bukannya di hutan loh.. . Tapi Mikuri bilang ini membuatnya lega dan besok ia akan semangat bekerja lagi. Tsuzaki pikir berteriak seperti Mikuri itu tidak mudah.

Yuri lalu maju “Ganteng blo’o n ~!” Sampai melengking-lengking, dan Kazami adalah orang yang paling tersinggung saat itu. (Ikemen no Bakayaro ~! , Bahasa indonya gimana ya… ganteng blo’o n ?, tampan bodoh terlalu nyastra tapi aneh kalau bahasa sehari-hari, wkwkwk ganteng blo’on saja ya ??? :v )

Lalu Yuri meralatnya “Mantan ganteng blo’o n~!” Yuri langsung lega setelahnya. Numata juga,

“Aku juga ingin… bahagia~!”

t15

Kazami dan yang lainnya menyuruh Tsuzaki ikut berteriak. Tsuzaki lalu berteriak, keras sekali dan melengking panjang, setelah itu mengajak semuanya pulang. Yuri dan Mikuri tidak mengerti apa yang Tsuzaki katakan tadi. Numata bertanya ke Kazami apa mau ikut teriak juga ?, Kazama bilang dirinya tidak terlalu ingin.

t16

    Tsuzaki mengatakan kata-kata tadi berkat ucapannya Mikuri di kuil, kata-kata Mikuri benar-benar memberinya kekuatan yang tidak main-main. Sekalipun pujian sukanya Mikuri itu merupakan pujian dari pegawai kepada bosnya.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Pagi hari…

t17

Mikuri menyapa Tsuzaki selamat pagi seperti biasanya. Saat makan, Mikuri mengingatkan Tsuzaki jangan lupa membawa anggur yang ada di lemari es ke kantor.

“Aku membelinya untukmu,” Kata Tsuzaki.

“Eh ?”

“Sejak kau selalu memperhatikanku, kupikir ini tidak berlebihan.”

“Terima kasih atas perhatiannya,” Mikuri senang dengan pujiannya Tsuzaki.

t18
Tsuzaki meminta dibuatkan nasi campur lagi, yang kemarin rasanya enak. Mikuri mengiyakannya.

t19

    Yuri tidak menyangka bisa bertemu Kazami di gedung yang sama. Kazami bilang dia kerja di sini dengan Tsuzaki juga. Kazami juga tahu kalau Yuri kerjanya di Godard Japan.

Horiuchi dan Umehara melihat Yuri dan Kazami mengobrol. Cukup kaget.

t20

Kazami serius soal apartemennya teman Yuri, Yuri akan mengabari kazami lewat e-mail nanti. Kazami pergi. Umehara dan Horiuchi mendekati Yuri, memberitahu Yuri kalau Kazami itu adalah pria kasar pada pacarnya, ketiganya lihat di restoran tempo hari lalu itu loh…

     Yuri terkejut, tidak menyangka sama sekali. Dia pria ganteng yang sifatnya jelek waktu itu ?. Yuri ingat, Yuri, Horiuchi dan Umehara menatap Kazami, Kazami balas mengangkat tangannya.

t21

   Kazami mendekati Tsuzaki, bertanya apa Tsuzaki jadi pindah rumah. Tsuzaki tidak berniat pindah, lebih penting apa yang harus dikerjakannya, kata-kata memang memiliki kekuatan yang amat besar. Kata Tsuzaki dengan senangnya.

Kazami memuji hubungan Mikuri dan Tsuzaki itu adalah hubungan yang baik. Tsuzaki berterima kasih tanpa curiga.

t22

Lalu Kazami berbisik ke Tsuzaki, “Itu pernikahan kontrak kan ?, kau membayar pegawai.” Tsuzaki syok, bagaimana Kazami bisa tahu.

t23

Malam hari setelah tebakan Kazami soal pernikahan kontraknya Tsuzaki. Tsuzaki tidak bisa tidur tenang, dia cemas sekali. “Apa yang harus kulakukan ?” gumamnya nelangsa.

t24

    Pagi hari, Mikuri bertemu Kazami.

“Kau belanja ?”

“Hanya beberapa perabot rumah tangga, aku dengar dari Yuri-chan, wanita pemilik apartemen langsung suka denganmu. ”

“Terima kasih untuk itu, aku akan pindah minggu depan,”

Mikuri pikir pemilik apartemennya terpukau karena kegantengannya Kazami.

“Jadi, maukah kau datang ?”

“Eh ?”

“ke tempatku,”

“Tempatmu ?”

“Tsuzaki-san tidak memberitahumu ?. Kalau Tsuzaki-san dan aku membagimu, Mikuri-san ?”

     “Membagi ?”

“Iya, membagi,”

“Mikuri-san ?”

   Mikuri kebingungan dengan kata ‘share’ , apa maksudnya Tsuzaki dan Kazami membagi dirinya ?

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Komentar:

     Yeay!, sudah episode 3 XD *wkwkwkwk*, untuk di bagian Tsuzaki dan Kazami membagi Mikuri itu gini… mereka ngomongnya asli bahasa inggris “Share” dengan logat jepang, bukan kata ‘membagi’ dalam bahasa Jepangnya. Nah…    biasa aja sih sebenernya, cuman… kita kadang orang Indonesia juga menggunakan beberapa kata dalam bahasa inggris di keseharian kan ?, jadi kesannya sudah seperti bahasa ibu. Kalau di Kdrama biasanya muncul kata ‘style’ kan ?, jadi share di part ini sudah menjadi semacam bahasa ibu yang derajatnya seperti style di kalimat “Neol jinjja style ania!” => elu bukan tipenya gue. Kenapa aku repot-repot komentar aneh gini soal share ?, karena di episode 4 nanti Mikuri akan membayangkan dirinya jadi cheerleader “S” “H” “A” “R” “E”, dia bayangin dirinya menjadi cheerleader yang geregetan karena tidak bisa langsung tanya ke Tsuzaki share apa maksudnya ke Kazami ?, *Ahahahahaha…

Makin seru kan dramanya ? Bersambung Sinopsis episode 4, *JaiYou!

#PrayFukushima