Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 2

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

      Secepatnya Tsuzaki ingin segera pindah ke apartemen yang lebih besar dan membuat jarak diantaranya dan Mikuri, dengan begitu Tsuzaki bisa merasa tenang.

 Tsuzaki memperbaiki pekerjaannya, lalu pulang ke rumah. Namun Tsuzaki berpikir… lantas apa yang akan dia lakukan setelah pindah dan membuat jarak dengan Mikuri ?, apakah dia akan menikmati hubungan palsunya ini dengan Mikuri ?, hubungan mereka tidak akan mungkin seperti ini selamanya.

g1

     Tsuzaki berhenti berjalan dan memandangi rumahnya, ia telah memutuskan untuk mengambil langkah maju, berusaha menjadi kekasihnya Mikuri.

g2

      Mikuri mencoba rice cooker barunya. Masakannya sudah matang, Mikuri senang menghirup aromanya yang harum. Tsuzaki pulang, Mikuri menyambutnya “Selamat datang!”

Tsuzaki menjawabnya dengan tersendat-sendat, sepertinya gugup.

g3

     Mikuri dan Tsuzaki makan malam. Mikuri memandangi Tsuzaki melahap nasi campurnya yang ia buat dengan rice cooker baru tadi. Mikuri menunggu komentarnya Tsuzaki, tapi Tsuzaki tidak mengatakan apapun,

Tsuzaki menatap Mikuri dengan bingung. Mikuri segera berkata “Tidak, tidak ada apa-apa,”. Mikuri menyantap nasinya dengan senang,

“Oh iya, kau membeli rice cooker kan ?.”

Mikuri membenarkannya, dia membuat nasi campur ini dengan rice cooker baru. Mikuri lalu berjalan ke dapur menunjukkan rice cookernya, harganya 20.000 yen. Mikuri memilih rice cooker yang fungsinya ia perlukan saja dan mudah digunakan. Tsuzaki juga setuju dengan pemikirannya Mikuri, Tsuzaki menganalogikan seperti membeli komputer baru yang canggih, tapi jika kau tidak menggunakan untuk apapun selain internet, maka itu akan mubazir.

“Benar, “ Kata Mikuri.

Menurut Tsuzaki rice cookernya bukan berarti tidak bagus hanya karena harganya lebih murah dari yang lain. Mikuri lalu bercerita, tadi ia kebetulan bertemu Kazami dan dibantu membawakan rice cookernya. Mikuri tidak menyangka ternyata Kazami enak diajak bicara dan baik orangnya.

      Tsuzaki memakan makanannya dengan tenang, sepertinya Tsuzaki agak cemburu. Mikuri dan Kazami tadi membicarakan soal perkembangan global dan bercanda.

     Mikuri bilang mungkin Kazami berpikir keras untuk menemukan alasan untuk menikah. Karena Mikuri terus membicakan Kazami, Tsuzaki moodnya menjadi rusak. Dia tanya ke Mikuri, apa Mikuri mau mengobrolkan itu terus ?. Mikuri terkejut.

Tsuzaki meletakkan sumpitnya dengan emosi. “Terima kasih atas makanannya,” Tsuzaki lalu masuk ke kamar, membanting pintunya keras-keras.

g4

     Mikuri menyesal sekali, dia tadi bicara banyak karena dia senang Tsuzaki mengajaknya mengobrol. Siapa sangka malah jadi seperti ini.

Sedangkan itu Tsuzaki di kamar, dia juga cukup menyesal karena sudah berlebihan “Aku berlebihan, saat aku mencoba mendengarkan seperti layaknya kekasih, aku tidak tahan. Aku tidak bisa menikmati romansa palsu atau semacamnya. Tentu saja seseorang sepertiku yang tidak memiliki pengalaman tidak ada sedikitpun kepercayaan diri.”

g5

Tsuzaki duduk di depan komputernya, masih meratapi dirinya “Jika kau membandingkanku dengan orang yang populer, maka aku tidak ada apa-apanya. Kau tidak bisa membandingkan kami.”

Tsuzaki membuka salah satu filenya, sebuah bab untuk kontrak pernikahan mereka. Tsuzaki nelangsa berpikir, jika suatu hari nanti Mikuri-san berhenti bekerja dengannya sebagi istri dan menikah sungguhan dengan seseorang, maka Tsuzaki pikir dirinya akan tetap sendirian, kesepian. Tsuzaki mulai mengetik.

g6

     Yuri dan  Tajima Yoshihiko minum bersama. Tajima tidak merasa Yuri Tsuciya masih melajang di usianya sekarang. Yuri mengatakan dirinya ada di Department Manager di perusahaannya, 70% karyawannya laki-laki dan sisanya perempuan, Yuri merasa agak kesepian. Tajima lalu menggoda Yuri, tidak percaya bisa minum dengan Yuri Tsuciya sekarang, ia memuji Yuri yang populer dan Yuri balas mengatakan Tajima juga sudah populer. Lalu lutut Tajima sengaja menyenggol lutut Yuri, dia mengatakan ingin populer bersama Yuri Tsuciya.

Yuri tidak nyaman, dia bertanya ke Tajima apa tidak cukup Tajima populer dengan istrinya sendiri ?. Tajima langsung menyembunyikan tangannya, melingkar cincin kawin di sana.

Tajima mengajak Yuri kenapa tidak coba saja dulu ?, bukankah terkadang Yuri merasa kesepian ?. Yuri amat tersinggung, dia kesal sekali kenapa dirinya ini dipandang rendah hanya karena keadaannya sekarang ?, kesepian, sendirian. Yuri meninggalkan tempat duduknya dan sengaja menyenggol dengkul Tajima dengan kasar, “Maaf,” kata Yuri tanpa rasa bersalah. Yuri meletakkan uang dan meninggalkan Tajima.

     Yuri pergi dengan kesal, kenapa pria tampan selalu bertingkah seperti itu. Tidak, Yuri meralat kata-katanya… mantan pria tampan, karena Tajima sudah tua sekarang.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

g7

Mikuri mendapatkan pesan dan Yuri, Yuri mengajak Mikuri jalan-jalan hari minggu ini. Beberapa detik kemudian Yuri mengirim pesan lagi, ia membatalkan ajakannya, dia tadi lupa kalau Mikuri sudah menikah.

g8

     Tsuzaki keluar dari kamar membawa dokumen tambahan kontrak pernikahan mereka mengenai pacar. Dan Minggu ini Tsuzaki janji memperkenalkan Hino beserta keluarganya, Tsuzaki diajak memetik anggur bersama.

     Hino selalu mengganggu Tsuzaki minta dikenalkan istrinya Tsuzaki dan itu membuat Tsuzaki tidak bisa konsentrasi kerja. Sebagai gantinya Tsuzaki akan memberikan hari libur lain, apa pendapatnya Mikuri ?

      Tsuzaki memberikan bab tambahan pernikahan kontrak mereka, tentang pacar. Di area publik, interaksi dengan pasangan kekasih jangan sampai diketahui orang lain, sangat mungkin jika pacar nanti diberitahu Mikuri soal pernikahan kontraknya, dan jika suatu saat nanti Mikuri ingin menikah dengan seseorang… maka kontrak pernikahannya dengan Tsuzaki akan dibatalkan.

“Itu bisa saja terjadi,” Kata Tsuzaki yang duduk di kursi membelakangi Mikuri.

“Kau benar, itu mungkin saja”

“Jika tidak ada masalah, aku akan menambahkannya ke kontrak.”

g9

     Mikuri memberikan selembar kertas tersebut ke Tsuzaki, dia tidak masalah. Tsuzaki lalu menanyakan soal rumah baru mereka. Mikuri menyerahkan hasil temuannya di internet, ia akan mulai mencari dari senin untuk menemukan pilihan agency real estate yang lebih baik.

Tsuzaki berterima kasih, dia akan mulai mencari besok. Mikuri kaget, Tsuzaki tidak harus bekerja sekeras itu, kalau begitu Mikuri ingin ikut dengan Tsuzaki. Itu hari libur, jadi Mikuri bisa keluar. Mikuri penasaran tempat kerjanya yang baru nanti akan seperti apa. Contohnya dapur,

g10

    Tsuzaki terlihat tidak setuju dengan Mikuri, tapi alasannya Mikuri memang masuk akal. Mikuri meyakinkan dirinya dan Tsuzaki ada baiknya pergi bersama.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

g11

    Mikuri dan Tsuzaki mengunjungi gedung apartemen, Kata si agen perumahan yang mendampingi keduanya, lingkungan apartemen ini bagus, gedungnya masih baru. Ruangannya yang sekarang mereka lihat cukup kecil dari yang mereka lihat sebelumnya, tapi lumayan besar jika hanya ditinggali dua orang.  Tsuzaki mengkhawatirkan rumah di bagian ini lumayan jauh dari stasiun.

    Mikuri dan Tsuzaki lalu diajak melihat ruangan lain, kali ini lebih dekat dengan stasiun. Namun Tsuzaki mempermasalahkan pemisahan kamarnya, dan ruangan ini terlalu terpapar sinar matahari.

g12

    Ke ruangan yang lainnya. Mikuri melihat dari jendela, sinar mataharinya dan pemandangannya bagus. Si agen rumah baru saja menerima panggilan dari perusahaan, dia akan kembali ke perusahaan. Ia meminta Mikuri dan Tsuzaki menunggunya 10 menit.

Rumahnya sudah cocok. Tapi sekarang permasalahan bagi Tsuzaki adalah budgetnya tidak cukup. Mikuri bertanya apa mereka bisa menawar harganya ?. Tsuzaki duduk di lantai dan menjajarkan selebarannya ke lantai, dia mengatakan jika ingin pindah rumah.. dia tidak ingin menyesalinya.

      Mikuri ikut duduk di lantai, ia bertanya apakah pindah rumah sekarang ini begitu mendesak ?. Mikuri sadar Tsuzaki bertindak seperti ini bukan demi Mikuri kan ?, ini demi Tsuzaki sendiri kan ?. Sedangkan itu Tsuzaki menunduk dalam-dalam, cemas.

“Hiramasa-san, aku ini gangguan kan ?”

g13

“Eh ?” Ketakutannya Tsuzaki berubah menjadi kebingungan. Mikuri menyadari jika ada orang lain di rumahnya Tsuzaki, pasti sangat sulit bagi Tsuzaki untuk merasa tenang. Sekalipun hal terpenting dari kontrak kerjanya Mikuri adalah membuat hidup Tsuzaki lebih mudah… tapi jika Tsuzaki merasa terganggu akan kehadirannya Mikuri, Mikuri pikir mereka sudah melupakan prioritas utama mereka dalam pernikahan kontrak ini.

“Tidak…”

“Apa tujuanmu membayarku ?”

“Bukan, bukan karena itu. Ini bukan salahnya Mikuri-san…”

g14

    Mikuri menatap Tsuzaki minta penjelasannya. Tapi Tsuzaki tidak bisa menjelaskannya, dia membenarkan kaca matanya dan menggaruk tengkuknya dengan bingung.

“Hiramasa-san, jika ada masalah, tolong beritahu aku. Kau juga bilang begitu kan ?. ‘Kau bisa memberitahuku apapun’

Mikuri juga ingin melakukan hal yang sama. Jika ada masalah mari dibicarakan dan selesaikan permasalahannya.

Tsuzaki benar-benar kebingungan sekarang, ponselnya berbunyi. Telfon dari Hino. Anaknya Hino terkena flu lagi, rencana mereka gagal lagi. Kalau begitu Tsuzaki akan akan usahakan bertemu lain waktu.
“Apa ?, diganti ?” Tsuzaki terkejut dengan ucapannya Hino.

g15

     Yaps!, diganti…. Sama dua orang tukang rusuh ini. Numata dan Kazami sekali lagi menggantikan Hino dalam pertemuan yang katanya mau pertemuan keluarganya Hino dan Tsuzaki. (Ahahahahahahha…. Perutku sakit lihat Numata dan Kazami jalan santai berseri-seri, sekali lagi ngerusuh XD, somehow aku merasa dua orang itu kalau jalan bareng auranya aura pelawak, meskipun Kazaminya ganteng)

“Maaf aku telat!” Sapa Numata.

Mikuri dan Tsuzaki membungkuk menyapa. Numata mengatakan tadi Hino memohon Numata menggantikannya.

g16

Mikuri menyapa, dan Kazami langsung balik menyapanya. Tsuzaki melirik Mikuri dengan tidak senang setelahnya. Numata menanyakan dimana mobilnya. Mikuri menjawab dirinya tadi meminta tolong Bibinya, Mikuri meminta Kazami  dan Numata memanggil Bibinya Yuri-chan.

“Yuri-san ?” Kata Numata.

“Dia cantik dan masih  muda, aku bersyukur dia adalah bibi’ku.”

Kazami bilang dirinya tidak bisa bersikap baik pada orang seperti itu. Mikuri dan yang lainnya heran dengan pernyataannya. Menurut Kazami, dibayangannya adalah Bibi Bibi model yang suka mengenakan rok pendek atau yang rambut keriting warna coklat. Para wanita paruh baya yang mencoba berpenampilan lebih muda agar kelihatan cantik. Numata berkomentar, Kazami ini orangnya nyebelin ya ?

     Mikuri mengatakan Yuri-chan bukanlah wanita seperti itu. Yuri lalu datang, ia cukup senang diajak Mikuri pergi karena Yuri sedang agak stres. Mikuri meminta maaf karena tiba-tiba meminta bantuan, Tsuzaki juga meminta maaf merepotkan Yuri.  Yuri lalu diperkenalkan ke Kazami dan Numata. Yuri menyuruh barang-barang ditaruh di bagasi, mereka boleh duduk di mana saja.

g17

g17a

     Kazami mendekati Mikuri, berbisik soal Yuri yang bertingkah selayaknya umur. Tsuzaki yang menyaksikan keakraban keduanya, terlihat tidak senang.

    Yuri menarik Mikuri menjauh, bertanya apa Kazami mengatakan hal yang aneh mengenai Yuri. Mikuri bilang Kazami hanya memuji Yuri yang bertingkah sesuai umur. Yuri jengkel mendengarnya, kenapa pria tampan selalu menyebalkan begini ?. Mikuri heran, memangnya siapa pria tampan lainnya ?. Yuri mengelak, tidak… dia hanya merasa kalau pria tampan memang selalu menyebalkan saja.

g19

“Hirama-san, bagaimana kehidupan barumu setelah menikah ?” Tanya Yuri

“Aku merasa baik, berbagai jenis pajak dan biaya hidup menjadi lebih murah.”

“Benarkah ?” Yuri agak terkejut, Mikuri terlihat cemas dengan jawabannya Tsuzaki yang aneh.

“Tsuzaki orangnya rasional,” Bela Numata.

“Benar, dia memang benar,” Mikuri setuju.

Tsuzaki menambahkan, biaya makan menjadi lebih murah ketimbang makan di luar. Dia juga mendapatkan lebih banyak asupan nutrisi sekarang. Mikuri ikut-ikut Tsuzaki, “Aku sepenuhnya memikirkan soal keseimbangan nutrisinya”

Tsuzaki mengatakan kebersihan rumahnya juga terjaga, jadi Tsuzaki bisa lebih mudah menerima kiriman paket. Mikuri lalu menambahkan, semua urusan transfer bank juga bagian dari pekerjaannya Mikuri.

“Pekerjaan ?” Tanya Yuri.

“Itu hanya perumpamaan.” Sambung Numata entengnya. Tsuzaki menoleh bingung ke Numata. Kazami bertanya soal pengaturan uang setelah menikah, bukankah itu merepotkan ?. Tsuzaki menjawab dirinyalah yang mengatur keuangan, ia dan Mikuri mengatur keuangannya setiap bulan dan melakukan pengeluaran sesuai perencanaan.

Mikuri mengatakan dirinya belum selesai membaca perubahan harga sekarang ini, benar-benar tak terduga nantinya. Tsuzaki mengingatkan Mikuri kalau data perkiraan harganya akan muncul sebentar lagi. Mikuri lalu menjawab, baik!, aku akan berusaha lebih baik mulai bulan depan.

Yuri bertanya-tanya, apa-apaan ini ?, sebuah pembicaraan bisnis ?. Numata semakin curiga saja.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

g20

Mereka sampai di kebun anggur. Semuanya memanen anggur dengan senang.

g20

Yuri memakan satu biji dan hendak membagikan kesenangannya ke Mikuri, tapi tak jauh darinya malah ada Kazami. Yuri malu dan meminta maaf,

g21

Yuri mendekati Mikuri, kenapa Mikuri pergi gak bilang-bilang ?. Yuri tidak terlalu suka dengan Kazami yang tersenyum padanya tadi, pria tampan itu menyebalkan. Mikuri menjelaskan kalau Kazami memang pria tampan, tapi dia juga pria yang baik. Memang pria tampan yang mana lagi yang membuat Yuri kesal?.

Tsuzaki juga dengar pembicaraan keduanya, ia nampak tidak senang. Lalu kembali memanen anggur.

g23

Numata mengatakan, anggur sangat enak kalau dimakan saat dingin. Baru dipanen, dicuci, dimasukkan ke Ziploc dan ditaruh ke kulkas.

“Dengan kulitnya ?”

“Iya,”

“Kulitnya akan mudah mengelupas jika kau masukkan mereka ke dalam air sebelum kau memakannya.”

“Wah, kapan-kapan aku mau mencobanya,”

Komentar:dance

     Oke… ada yang mulai suka dengan Gen Hoshino karena drama ini ?. Mmm… jujur aku juga, Argh!… terlepas dari umurnya yang sudah 35 tahun di 2016 ini dan tinggi badannya yang hanya 168 tak sampai 170an cm. Tampang cupunya sebagai Hiramasa Tsuzaki…. Wah… wah…wah… aku bertanya-tanya sendiri… yakin aku mau ngefans sama dia ?, yakin nih ?. Wkwkwk… yah… kurasa efek saja sih, kurasa aku suka… lumayan suka karakternya Hiramasa, jadi sampai begini dan senyum-senyum sendiri tiap lihatnya. Aku mengakui kalau suka aktor korea aku tidak mempersoalkan umur mereka, tapi entah kenapa kalau mulai suka dengan aktor jepang aku bisa sadar umur mereka. Di postinganku kelihatannya si Gen Hoshino ini kinclong kan wajahnya ???, tapi kadang saat aku menonton dramanya ada bagian saat di-zoom deket banget ke wajahnya… penonton bisa lihat penuaannya, yeah… skip.. itulah salah satu hal yang membuatku bisa sadar umur, sedangkan aktor korea itu kan wajahnya kinclong sampai bisa buat ngaca kalau kesorot lampu XD, analoginya gini… aku bisa sadar naksir om om kalau suka sama Gen Hoshino, tapi aku gak sadar lagi naksir om om kalau ngefans sama So Ji Sub atau Lee Jin Wook XD

Jadi intinya aku suka aktingnya dan suaranya Gen Hoshino saja, tidak berniat mencari info lengkapnya atau menonton film+dramanya dia yang dulu-dulu. Sesimpel itu kog…, cintaku masih untuk aktor Korea lainnya… ^^

3 part 3 coming soon…

Advertisements

3 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 2”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s