Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 2

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

      Secepatnya Tsuzaki ingin segera pindah ke apartemen yang lebih besar dan membuat jarak diantaranya dan Mikuri, dengan begitu Tsuzaki bisa merasa tenang.

 Tsuzaki memperbaiki pekerjaannya, lalu pulang ke rumah. Namun Tsuzaki berpikir… lantas apa yang akan dia lakukan setelah pindah dan membuat jarak dengan Mikuri ?, apakah dia akan menikmati hubungan palsunya ini dengan Mikuri ?, hubungan mereka tidak akan mungkin seperti ini selamanya.

g1

     Tsuzaki berhenti berjalan dan memandangi rumahnya, ia telah memutuskan untuk mengambil langkah maju, berusaha menjadi kekasihnya Mikuri.

g2

      Mikuri mencoba rice cooker barunya. Masakannya sudah matang, Mikuri senang menghirup aromanya yang harum. Tsuzaki pulang, Mikuri menyambutnya “Selamat datang!”

Tsuzaki menjawabnya dengan tersendat-sendat, sepertinya gugup.

g3

     Mikuri dan Tsuzaki makan malam. Mikuri memandangi Tsuzaki melahap nasi campurnya yang ia buat dengan rice cooker baru tadi. Mikuri menunggu komentarnya Tsuzaki, tapi Tsuzaki tidak mengatakan apapun,

Tsuzaki menatap Mikuri dengan bingung. Mikuri segera berkata “Tidak, tidak ada apa-apa,”. Mikuri menyantap nasinya dengan senang,

“Oh iya, kau membeli rice cooker kan ?.”

Mikuri membenarkannya, dia membuat nasi campur ini dengan rice cooker baru. Mikuri lalu berjalan ke dapur menunjukkan rice cookernya, harganya 20.000 yen. Mikuri memilih rice cooker yang fungsinya ia perlukan saja dan mudah digunakan. Tsuzaki juga setuju dengan pemikirannya Mikuri, Tsuzaki menganalogikan seperti membeli komputer baru yang canggih, tapi jika kau tidak menggunakan untuk apapun selain internet, maka itu akan mubazir.

“Benar, “ Kata Mikuri.

Menurut Tsuzaki rice cookernya bukan berarti tidak bagus hanya karena harganya lebih murah dari yang lain. Mikuri lalu bercerita, tadi ia kebetulan bertemu Kazami dan dibantu membawakan rice cookernya. Mikuri tidak menyangka ternyata Kazami enak diajak bicara dan baik orangnya.

      Tsuzaki memakan makanannya dengan tenang, sepertinya Tsuzaki agak cemburu. Mikuri dan Kazami tadi membicarakan soal perkembangan global dan bercanda.

     Mikuri bilang mungkin Kazami berpikir keras untuk menemukan alasan untuk menikah. Karena Mikuri terus membicakan Kazami, Tsuzaki moodnya menjadi rusak. Dia tanya ke Mikuri, apa Mikuri mau mengobrolkan itu terus ?. Mikuri terkejut.

Tsuzaki meletakkan sumpitnya dengan emosi. “Terima kasih atas makanannya,” Tsuzaki lalu masuk ke kamar, membanting pintunya keras-keras.

g4

     Mikuri menyesal sekali, dia tadi bicara banyak karena dia senang Tsuzaki mengajaknya mengobrol. Siapa sangka malah jadi seperti ini.

Sedangkan itu Tsuzaki di kamar, dia juga cukup menyesal karena sudah berlebihan “Aku berlebihan, saat aku mencoba mendengarkan seperti layaknya kekasih, aku tidak tahan. Aku tidak bisa menikmati romansa palsu atau semacamnya. Tentu saja seseorang sepertiku yang tidak memiliki pengalaman tidak ada sedikitpun kepercayaan diri.”

g5

Tsuzaki duduk di depan komputernya, masih meratapi dirinya “Jika kau membandingkanku dengan orang yang populer, maka aku tidak ada apa-apanya. Kau tidak bisa membandingkan kami.”

Tsuzaki membuka salah satu filenya, sebuah bab untuk kontrak pernikahan mereka. Tsuzaki nelangsa berpikir, jika suatu hari nanti Mikuri-san berhenti bekerja dengannya sebagi istri dan menikah sungguhan dengan seseorang, maka Tsuzaki pikir dirinya akan tetap sendirian, kesepian. Tsuzaki mulai mengetik.

g6

     Yuri dan  Tajima Yoshihiko minum bersama. Tajima tidak merasa Yuri Tsuciya masih melajang di usianya sekarang. Yuri mengatakan dirinya ada di Department Manager di perusahaannya, 70% karyawannya laki-laki dan sisanya perempuan, Yuri merasa agak kesepian. Tajima lalu menggoda Yuri, tidak percaya bisa minum dengan Yuri Tsuciya sekarang, ia memuji Yuri yang populer dan Yuri balas mengatakan Tajima juga sudah populer. Lalu lutut Tajima sengaja menyenggol lutut Yuri, dia mengatakan ingin populer bersama Yuri Tsuciya.

Yuri tidak nyaman, dia bertanya ke Tajima apa tidak cukup Tajima populer dengan istrinya sendiri ?. Tajima langsung menyembunyikan tangannya, melingkar cincin kawin di sana.

Tajima mengajak Yuri kenapa tidak coba saja dulu ?, bukankah terkadang Yuri merasa kesepian ?. Yuri amat tersinggung, dia kesal sekali kenapa dirinya ini dipandang rendah hanya karena keadaannya sekarang ?, kesepian, sendirian. Yuri meninggalkan tempat duduknya dan sengaja menyenggol dengkul Tajima dengan kasar, “Maaf,” kata Yuri tanpa rasa bersalah. Yuri meletakkan uang dan meninggalkan Tajima.

     Yuri pergi dengan kesal, kenapa pria tampan selalu bertingkah seperti itu. Tidak, Yuri meralat kata-katanya… mantan pria tampan, karena Tajima sudah tua sekarang.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

g7

Mikuri mendapatkan pesan dan Yuri, Yuri mengajak Mikuri jalan-jalan hari minggu ini. Beberapa detik kemudian Yuri mengirim pesan lagi, ia membatalkan ajakannya, dia tadi lupa kalau Mikuri sudah menikah.

g8

     Tsuzaki keluar dari kamar membawa dokumen tambahan kontrak pernikahan mereka mengenai pacar. Dan Minggu ini Tsuzaki janji memperkenalkan Hino beserta keluarganya, Tsuzaki diajak memetik anggur bersama.

     Hino selalu mengganggu Tsuzaki minta dikenalkan istrinya Tsuzaki dan itu membuat Tsuzaki tidak bisa konsentrasi kerja. Sebagai gantinya Tsuzaki akan memberikan hari libur lain, apa pendapatnya Mikuri ?

      Tsuzaki memberikan bab tambahan pernikahan kontrak mereka, tentang pacar. Di area publik, interaksi dengan pasangan kekasih jangan sampai diketahui orang lain, sangat mungkin jika pacar nanti diberitahu Mikuri soal pernikahan kontraknya, dan jika suatu saat nanti Mikuri ingin menikah dengan seseorang… maka kontrak pernikahannya dengan Tsuzaki akan dibatalkan.

“Itu bisa saja terjadi,” Kata Tsuzaki yang duduk di kursi membelakangi Mikuri.

“Kau benar, itu mungkin saja”

“Jika tidak ada masalah, aku akan menambahkannya ke kontrak.”

g9

     Mikuri memberikan selembar kertas tersebut ke Tsuzaki, dia tidak masalah. Tsuzaki lalu menanyakan soal rumah baru mereka. Mikuri menyerahkan hasil temuannya di internet, ia akan mulai mencari dari senin untuk menemukan pilihan agency real estate yang lebih baik.

Tsuzaki berterima kasih, dia akan mulai mencari besok. Mikuri kaget, Tsuzaki tidak harus bekerja sekeras itu, kalau begitu Mikuri ingin ikut dengan Tsuzaki. Itu hari libur, jadi Mikuri bisa keluar. Mikuri penasaran tempat kerjanya yang baru nanti akan seperti apa. Contohnya dapur,

g10

    Tsuzaki terlihat tidak setuju dengan Mikuri, tapi alasannya Mikuri memang masuk akal. Mikuri meyakinkan dirinya dan Tsuzaki ada baiknya pergi bersama.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

g11

    Mikuri dan Tsuzaki mengunjungi gedung apartemen, Kata si agen perumahan yang mendampingi keduanya, lingkungan apartemen ini bagus, gedungnya masih baru. Ruangannya yang sekarang mereka lihat cukup kecil dari yang mereka lihat sebelumnya, tapi lumayan besar jika hanya ditinggali dua orang.  Tsuzaki mengkhawatirkan rumah di bagian ini lumayan jauh dari stasiun.

    Mikuri dan Tsuzaki lalu diajak melihat ruangan lain, kali ini lebih dekat dengan stasiun. Namun Tsuzaki mempermasalahkan pemisahan kamarnya, dan ruangan ini terlalu terpapar sinar matahari.

g12

    Ke ruangan yang lainnya. Mikuri melihat dari jendela, sinar mataharinya dan pemandangannya bagus. Si agen rumah baru saja menerima panggilan dari perusahaan, dia akan kembali ke perusahaan. Ia meminta Mikuri dan Tsuzaki menunggunya 10 menit.

Rumahnya sudah cocok. Tapi sekarang permasalahan bagi Tsuzaki adalah budgetnya tidak cukup. Mikuri bertanya apa mereka bisa menawar harganya ?. Tsuzaki duduk di lantai dan menjajarkan selebarannya ke lantai, dia mengatakan jika ingin pindah rumah.. dia tidak ingin menyesalinya.

      Mikuri ikut duduk di lantai, ia bertanya apakah pindah rumah sekarang ini begitu mendesak ?. Mikuri sadar Tsuzaki bertindak seperti ini bukan demi Mikuri kan ?, ini demi Tsuzaki sendiri kan ?. Sedangkan itu Tsuzaki menunduk dalam-dalam, cemas.

“Hiramasa-san, aku ini gangguan kan ?”

g13

“Eh ?” Ketakutannya Tsuzaki berubah menjadi kebingungan. Mikuri menyadari jika ada orang lain di rumahnya Tsuzaki, pasti sangat sulit bagi Tsuzaki untuk merasa tenang. Sekalipun hal terpenting dari kontrak kerjanya Mikuri adalah membuat hidup Tsuzaki lebih mudah… tapi jika Tsuzaki merasa terganggu akan kehadirannya Mikuri, Mikuri pikir mereka sudah melupakan prioritas utama mereka dalam pernikahan kontrak ini.

“Tidak…”

“Apa tujuanmu membayarku ?”

“Bukan, bukan karena itu. Ini bukan salahnya Mikuri-san…”

g14

    Mikuri menatap Tsuzaki minta penjelasannya. Tapi Tsuzaki tidak bisa menjelaskannya, dia membenarkan kaca matanya dan menggaruk tengkuknya dengan bingung.

“Hiramasa-san, jika ada masalah, tolong beritahu aku. Kau juga bilang begitu kan ?. ‘Kau bisa memberitahuku apapun’

Mikuri juga ingin melakukan hal yang sama. Jika ada masalah mari dibicarakan dan selesaikan permasalahannya.

Tsuzaki benar-benar kebingungan sekarang, ponselnya berbunyi. Telfon dari Hino. Anaknya Hino terkena flu lagi, rencana mereka gagal lagi. Kalau begitu Tsuzaki akan akan usahakan bertemu lain waktu.
“Apa ?, diganti ?” Tsuzaki terkejut dengan ucapannya Hino.

g15

     Yaps!, diganti…. Sama dua orang tukang rusuh ini. Numata dan Kazami sekali lagi menggantikan Hino dalam pertemuan yang katanya mau pertemuan keluarganya Hino dan Tsuzaki. (Ahahahahahahha…. Perutku sakit lihat Numata dan Kazami jalan santai berseri-seri, sekali lagi ngerusuh XD, somehow aku merasa dua orang itu kalau jalan bareng auranya aura pelawak, meskipun Kazaminya ganteng)

“Maaf aku telat!” Sapa Numata.

Mikuri dan Tsuzaki membungkuk menyapa. Numata mengatakan tadi Hino memohon Numata menggantikannya.

g16

Mikuri menyapa, dan Kazami langsung balik menyapanya. Tsuzaki melirik Mikuri dengan tidak senang setelahnya. Numata menanyakan dimana mobilnya. Mikuri menjawab dirinya tadi meminta tolong Bibinya, Mikuri meminta Kazami  dan Numata memanggil Bibinya Yuri-chan.

“Yuri-san ?” Kata Numata.

“Dia cantik dan masih  muda, aku bersyukur dia adalah bibi’ku.”

Kazami bilang dirinya tidak bisa bersikap baik pada orang seperti itu. Mikuri dan yang lainnya heran dengan pernyataannya. Menurut Kazami, dibayangannya adalah Bibi Bibi model yang suka mengenakan rok pendek atau yang rambut keriting warna coklat. Para wanita paruh baya yang mencoba berpenampilan lebih muda agar kelihatan cantik. Numata berkomentar, Kazami ini orangnya nyebelin ya ?

     Mikuri mengatakan Yuri-chan bukanlah wanita seperti itu. Yuri lalu datang, ia cukup senang diajak Mikuri pergi karena Yuri sedang agak stres. Mikuri meminta maaf karena tiba-tiba meminta bantuan, Tsuzaki juga meminta maaf merepotkan Yuri.  Yuri lalu diperkenalkan ke Kazami dan Numata. Yuri menyuruh barang-barang ditaruh di bagasi, mereka boleh duduk di mana saja.

g17

g17a

     Kazami mendekati Mikuri, berbisik soal Yuri yang bertingkah selayaknya umur. Tsuzaki yang menyaksikan keakraban keduanya, terlihat tidak senang.

    Yuri menarik Mikuri menjauh, bertanya apa Kazami mengatakan hal yang aneh mengenai Yuri. Mikuri bilang Kazami hanya memuji Yuri yang bertingkah sesuai umur. Yuri jengkel mendengarnya, kenapa pria tampan selalu menyebalkan begini ?. Mikuri heran, memangnya siapa pria tampan lainnya ?. Yuri mengelak, tidak… dia hanya merasa kalau pria tampan memang selalu menyebalkan saja.

g19

“Hirama-san, bagaimana kehidupan barumu setelah menikah ?” Tanya Yuri

“Aku merasa baik, berbagai jenis pajak dan biaya hidup menjadi lebih murah.”

“Benarkah ?” Yuri agak terkejut, Mikuri terlihat cemas dengan jawabannya Tsuzaki yang aneh.

“Tsuzaki orangnya rasional,” Bela Numata.

“Benar, dia memang benar,” Mikuri setuju.

Tsuzaki menambahkan, biaya makan menjadi lebih murah ketimbang makan di luar. Dia juga mendapatkan lebih banyak asupan nutrisi sekarang. Mikuri ikut-ikut Tsuzaki, “Aku sepenuhnya memikirkan soal keseimbangan nutrisinya”

Tsuzaki mengatakan kebersihan rumahnya juga terjaga, jadi Tsuzaki bisa lebih mudah menerima kiriman paket. Mikuri lalu menambahkan, semua urusan transfer bank juga bagian dari pekerjaannya Mikuri.

“Pekerjaan ?” Tanya Yuri.

“Itu hanya perumpamaan.” Sambung Numata entengnya. Tsuzaki menoleh bingung ke Numata. Kazami bertanya soal pengaturan uang setelah menikah, bukankah itu merepotkan ?. Tsuzaki menjawab dirinyalah yang mengatur keuangan, ia dan Mikuri mengatur keuangannya setiap bulan dan melakukan pengeluaran sesuai perencanaan.

Mikuri mengatakan dirinya belum selesai membaca perubahan harga sekarang ini, benar-benar tak terduga nantinya. Tsuzaki mengingatkan Mikuri kalau data perkiraan harganya akan muncul sebentar lagi. Mikuri lalu menjawab, baik!, aku akan berusaha lebih baik mulai bulan depan.

Yuri bertanya-tanya, apa-apaan ini ?, sebuah pembicaraan bisnis ?. Numata semakin curiga saja.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

g20

Mereka sampai di kebun anggur. Semuanya memanen anggur dengan senang.

g20

Yuri memakan satu biji dan hendak membagikan kesenangannya ke Mikuri, tapi tak jauh darinya malah ada Kazami. Yuri malu dan meminta maaf,

g21

Yuri mendekati Mikuri, kenapa Mikuri pergi gak bilang-bilang ?. Yuri tidak terlalu suka dengan Kazami yang tersenyum padanya tadi, pria tampan itu menyebalkan. Mikuri menjelaskan kalau Kazami memang pria tampan, tapi dia juga pria yang baik. Memang pria tampan yang mana lagi yang membuat Yuri kesal?.

Tsuzaki juga dengar pembicaraan keduanya, ia nampak tidak senang. Lalu kembali memanen anggur.

g23

Numata mengatakan, anggur sangat enak kalau dimakan saat dingin. Baru dipanen, dicuci, dimasukkan ke Ziploc dan ditaruh ke kulkas.

“Dengan kulitnya ?”

“Iya,”

“Kulitnya akan mudah mengelupas jika kau masukkan mereka ke dalam air sebelum kau memakannya.”

“Wah, kapan-kapan aku mau mencobanya,”

Komentar:dance

     Oke… ada yang mulai suka dengan Gen Hoshino karena drama ini ?. Mmm… jujur aku juga, Argh!… terlepas dari umurnya yang sudah 35 tahun di 2016 ini dan tinggi badannya yang hanya 168 tak sampai 170an cm. Tampang cupunya sebagai Hiramasa Tsuzaki…. Wah… wah…wah… aku bertanya-tanya sendiri… yakin aku mau ngefans sama dia ?, yakin nih ?. Wkwkwk… yah… kurasa efek saja sih, kurasa aku suka… lumayan suka karakternya Hiramasa, jadi sampai begini dan senyum-senyum sendiri tiap lihatnya. Aku mengakui kalau suka aktor korea aku tidak mempersoalkan umur mereka, tapi entah kenapa kalau mulai suka dengan aktor jepang aku bisa sadar umur mereka. Di postinganku kelihatannya si Gen Hoshino ini kinclong kan wajahnya ???, tapi kadang saat aku menonton dramanya ada bagian saat di-zoom deket banget ke wajahnya… penonton bisa lihat penuaannya, yeah… skip.. itulah salah satu hal yang membuatku bisa sadar umur, sedangkan aktor korea itu kan wajahnya kinclong sampai bisa buat ngaca kalau kesorot lampu XD, analoginya gini… aku bisa sadar naksir om om kalau suka sama Gen Hoshino, tapi aku gak sadar lagi naksir om om kalau ngefans sama So Ji Sub atau Lee Jin Wook XD

Jadi intinya aku suka aktingnya dan suaranya Gen Hoshino saja, tidak berniat mencari info lengkapnya atau menonton film+dramanya dia yang dulu-dulu. Sesimpel itu kog…, cintaku masih untuk aktor Korea lainnya… ^^

3 part 3 coming soon…

Advertisements

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 3 Part 1

r25

   Pagi hari, Mikuri dan Tsuzaki sarapan.  “Itadakimas!”, “Itadakimas!”

Mikuri menatap Tsuzaki yang makan dengan tenang, sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan sesuatu.

“Ada apa ?” Tanya Tsuzaki.

“Aku ingin membeli rice cooker dengan biaya pengeluaran kita. Sekarang aku memasak menggunakan wadah dan menaruhnya ke microwave. Aku membawanya dari rumahku. Tapi itu terlalu kecil, dan aku hanya bisa memasak nasi putih.”

Tsuzaki bertanya memangnya Mikuri mau membuat apa selain nasi putih ?. Mikuri menjawab, ia juga ingin memasak nasi coklat atau 10 macam nasi gandum… atau nasi yang dibumbui.

“Maukan kau mempertimbangkan untuk membeli satu ?” Tanya Mikuri. Tsuzaki terlihat berpikir, dia nampaknya tidak setuju dengan idenya Mikuri. Tsuzaki meletakkan sumpitnya dengan kasar ke tatakannya.

“Terima kasih untuk makanannya,” Kata Tsuzaki seraya beranjak dari duduknya. “Lakukanlah sesukamu soal rice cooker.

n2

     Tsuzaki masuk ke kamar. Mikuri dalam hati bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Padahal sebelumnya Tsuzaki mengatakan padanya

n3

“Sebuah tempat kerja tidaklah dibangun oleh kerja keras pekerjanya saja. Aku sebagai bos,  ingin menciptakan suasana yang mudah untukmu bekerja, Mikuri-san. Tolong jangan tarik kembali, dan katakan padaku apa saja.”

Saat itu Mikuri bahkan tersentuh dengan pengertian Tsuzaki. Sikapnya sangat profesional. Mikuri heran kenapa Tsuzaki hari ini bersikap seperti ini.

n4

Sebelumnya Mikuri menanyakan pendapat Tsuzaki soal nasi. Tsuzaki hanya menjawabnya sepatah kata. Percakapan tidak akan berlanjut, tidak perduli apapun yang Mikuri tanyakan.

“Kelihatannya hari ini panas.” Kata Mikuri mencoba lagi membangun percakapan.

“Mm,” Tsuzaki hanya menjawabnya sesingkat mm..

n5

   Entah mengapa ada kilatan di kaca matanya. Dan itu membuat atmosfer di rumah ini menjadi berubah. Mikuri selesai memikirkannya. Tsuzaki keluar dari kamar.

n6

     Mikuri berlari mengambilkan bento untuk Tsuzaki.

“Ini makan siangmu,”

“Terima kasih banyak.”

    Tsuzaki lalu langsung pergi. “Semoga harimu menyenangkan!” kata Mikuri. Biasanya Tsuzaki akan mengangguk sopan, tapi kali ini pria itu langsung berlalu pergi.

n7

     Mikuri lalu terduduk di lantai. “Sudah kuduga, bekerja di sini adalah sebuah pemikiran yang ekstrem. Kenapa aku bisa seperti ini ?. Jika ada sesuatu yang muncul di kepalaku… Malam saat Numata-san dan Kazami-san menginap. Aku membayangkan sesuatu yang tidak pantas, tapi… Hirama-san tidak memiliki indera keenam, jadi tidak ada alasan untuknya tahu tentang apa yang kukhayalkan.”

n8

     Tapi kalau Mikuri pikirkan di minggu ini, dia menemukan underwearnya Hiramasa-san. Padahal sebelumnya Tsuzaki tidak pernah menaruhnya di keranjang kotor.

    Mikuri senang sekali, dalam hati ia memekik “Yes!, aku akhirnya cukup bisa dipercaya…” katanya sambil mengangkat pants itu seperti mengangkat trofi penghargaan. Mikuri mencuci pakaian dengan bersemangat.n9

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Dan saat pulangnya, Tsuzaki berjalan santai. Mikuri menyambutnya “Selamat datang!”. Mikuri sedang melipat baju, lebih tepatnya sedang memegangi underwear Tsuzaki, mengibas-ibaskannya dengan ceria, Tsuzaki yang awalnya biasa saja langsung syok menjatuhkan tasnya melihat underwearnya ada di tangan Mikuri.

n10

Tsuzaki berlari kecil mengambil underwearnya. Ia menyembunyikannya di belakang badan “Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyuruhmu mencucinya, aku kelupaan”

Dalam hati Mikuri kecewa, “Aku tidak dipercaya ?” Lalu Tsuzaki ke kamar.

Mikuri meminta Tsuzaki membiarkan underwearnya dicuci sekalian olehnya. Akan boros kalau mencucinya terpisah. Aku mencuci dalaman ayahku di rumah, jadi aku tidak keberatan sama sekali.

n11

    Mikuri meyakinkan Tsuzaki, tapi Tsuzaki tentunya tidak bisa segampang itu menyetujui ide Mikuri.

n12

      Mikuri heran sekali, itu kan hanya pants, hanya pants !. Brakk!~ pintu terbuka.

Tsuzaki pulang ke rumah. Mengajak Mikuri pindah rumah, dari 1LDK ke 2LDK.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

n13

Mikuri agak kaget, kenapa tiba-tiba ?. Tsuzaki memberikan selembar kertas sobekan bukunya ke Mikuri. Tsuzaki pikir 1LDK terlalu kecil, dan Mikuri perlu kamar sendiri juga. Mikuri tercengang, ini demi dirinya ?, harga sewanya 20.000 lebih dari tempat yang mereka diami sekarang.

     Tsuzaki menjelaskan kalau itu harga wajar untuk 2LDK di pasaran.

“Jadi kalau kita mengurangi setengahnya, ini 10.000 yen lebih.” Pikir Mikuri.

“Aku akan mengurusnya. Itu adalah tanggung jawabku.”

“Ini bukan untuk ruanganku ?”

“Dan satu lagi,..”

    Tsuzaki mengambil kontrak nikah mereka. Ia menyadari kalau dirinya tidak membuat bab sendiri soal pacar.

“Pacar ?” Mikuri heran,

“Antara Mikuri-san dan aku, hubungan kita tidak lebih dari bos dan karyawan. Mulai dari sekarang ada kemungkinan kalau kita mulai menyukai seseorang. Jika itu terjadi apa yang akan kita lakukan soal kontrak ini ?,”

Tsuzaki akan memperharui tentang itu nanti. Setelahnya Tsuzaki langsung kembali pergi, tanpa menoleh ke Mikuri.

n14

       Entah mengapa Mikuri merasa Tsuzaki Hiramasa menutup pintu hatinya dalam-dalam.

n15

    Di kantor. Nabe menanyakan apakah Tsuzaki bisa lembur. Tsuzaki bilang dirinya bisa lembur. Eh ?, Nabe terkejut… apa tidak apa-apa ? tapi bukankah Tsuzaki-san adalah pengantin baru ?. Tsuzaki mengatakan, tidak ada hubungannya dengan statusnya sekarang, pekerjaan adalah pekerjaan…

      Nabe amat berterima kasih pada Tsuzaki. Di sisi lain Kazami menyaksikan Tsuzaki dan Nabe, terkejut.

n16

     Kazami teringat percakapannya dengan Numata sebelumnya. Numata sudah melihat kamar Tsuzaki, single bed dan hanya ada  satu bantal. Namun Kazami menyimpulkan, mungkin Mikuri dan Tsuzaki adalah tipikal pasangan yang tidur bersama di single bed.

“Ini bukan Ozaki Yukata. Model kasurnya Tsuzaki itu berkerit, single bed itu Tsunku. Itu salah[ NB: lirik dari Ozaki Yukata ‘I love you. Lagunya Tsunku: Single Bed]

Tidak ada bukti istrinya ada di kasur itu. Numata yakin sudah ditipu pernikahan bohong-bohangannya Tsuzaki. Tsuzaki juga tidak menjernihkan tuduhannya Numata, sekalipun Tsuzaki temannya Numata. Seorang lelaki yang suka lelaki dan perempuan yang suka perempuan, keduanya tidak cocok untuk bersama. Dan menjalani kehidupan mereka yang berat bersama. Bukankah itu cerita yang indah ?

    Master Yama-san juga memberitahu Kazami kalau Numata itu orangnya kalau menyimpulkan sesuatu pasti sudah disaring terlebih dahulu, dan nyaris setengah dugaannya selalu benar.

n17

    Kazami mulai yakin omongannya Numata memang benar. Tsuzaki sedang makan, Hino mendatanginya. Mengajak Tsuzaki dan istrinya bertemu keluarganya Hino. Tapi Tsuzaki bilang tidak bisa. Salahnya Hino sendiri waktu itu tidak datang. Hino mengatakan, anak-anak sering terkena demam, kedua anaknya ganti-gantian sakitnya dan tidak ada jedanya.

“Apa kau tahu betapa beratnya rasanya ?” Tanya Hino

“Aku tidak tahu,”

     Numata datang tiba-tiba. “Istrinya Tsuzaki adalah orang yang menakjubkan. Istri yang sempurna, istri yang ideal. ” Katanya,

“Aku jadi semakin penasaran !” Hino masih merayu Tsuzaki.

“Aku ingin menikah dengannya juga,” Kata-kata Numata ini membuat Tsuzaki dan Hino terkejut. Hino bertanya-tanya wanita macam apa yang sampai membuat Numata sampai seperti itu.

     Kazami ikut nimbrung, menambahkan kalau istrinya Tsuzaki itu cantik dan manis. Hino makin penasaran dibuatnya.

“Dia tidak manis sama sekali. Yang kurasakan… seperti hidup dengan pekerja rumah tangga yang umurnya 60 tahunan”  Kata Tsuzaki.

Hino langsung tidak tertarik. Numata menanyakan kenapa Tsuzaki bisa begitu berlebihan.

n18

“Aku berpikir begitu karena… dia bisa mencuci dalaman untukku.”

“Aku tahu,” Numata dan Kazami sama-sama memikirkan hal yang aneh tentang pernikahannya Tsuzaki yang tidak wajar. Hino sendiri kebingungan Numata sebenarnya tahu soal apa ?

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

n20

     Mikuri bersama Yasue dan Hirari. Yasue bercerita, walaupun dia membuat makan malam yang enak suaminya pun tetap tidak pulang. Tapi suaminya pulang tengah malam dan makan makanan yang sudah dingin. Dan berkomentar ini buruk. Rasanya Yasue ingin mendorongnya ke tembok.

Tapi Yasue mencoba menahan diri, suaminya bekerja untuk Hirari dan dirinya, jadi dia tidak bisa memprotes sesuatu seperti ini. Tapi saat suaminya pergi… malah selingkuh. Mikuri berkomentar, mungkin mereka hanya jalan saja. Tapi Yasue yakin, suaminya selingkuh!. Sangat bersalah!, dengar kata Sell sell saja mudah sekali terpikat, membeli tanpa tahu apa yang mau dibeli. Yasue sendiri dulu hamil Hirari tanpa sadar, lalu menikah.

      Mikuri berpendapat, dengan pria yang proaktif… jika Yasue pikir pria model itu juga proaktif dengan gadis-gadis lainnya disaat yang sama, proaktif berarti merupakan masalah juga. Yasue masih jengkel, menyesal harusnya dulu jangan menyembunyikan sifat buruknya, jika saja Yasue mendorong suaminya ke tembok mungkin suaminya tidak akan selingkuh.

n21

     Ibu mertua Mikuri menelfon. Nyonya Tsuzaki habis dikirimi buah plum dari orang tuanya Mikuri, ia ingin berterima kasih tapi bertanya apa bagusnya yang harus diberikan ke orang tuanya Mikuri. Ayah dan Ibu Mikuri sebelumnya mengatakan punya plum di kebun mereka, Nyonya Tsuzaki bilang iri sekali, lalu keluarganya Mikuri mengirimkan plum ke Nyonya Tsuzaki.

       Nyonya Tsuzaki menanyakan apakah ada yang tidak ayah dan Ibunya Mikuri benci ?. Mikuri menjawab tidak ada. Lalu Nyonya Tsuzaki menanyakan soal hubungannya Mikuri dengan Hiramasa, Hiramasa orangnya tidak sensitif tapi dia anak yang baik, Nyonya Tsuzaki harap Mikuri bisa memperlakukan Hiramasa dengan baik. Hiramasa hanya pandai belajar saja, tidak pintar memperlakukan wanita. Nyonya Tsuzaki khawatir sekali Hiramasa mungkin menua dan Hiramasa tanpa memiliki pacar.

n22

      Mikuri melihat-lihat rice cooker. Membaca semua mereknya, tiba-tiba dalam benaknya mengatakan  kekasih untuk 35 tahunan. Mikuri segera menyadarkan diri, dia mencari rice cooker!, rice cooker!.

Namun Mikuri masih kepikiran soal Hiramasa Tsuzaki, apakah Hiramasa-san benar-benar tidak memiliki pacar sampai umurnya 35 tahun ?. Mikuri tidak merasa Hiramasa-san adalah tipe pria tang bisa meluluhkan hati perempuan. Kelihatannya Hirama-san adalah orang yang menelaah segalanya sebelum bertindak. Mikuri juga merasa Tsuzaki bukan tipe yang mungkin akan terjun ke situasi yang tidak stabil di satu waktu. Bisa jadi…

    Mikuri kembali ke khayalannya. Di layar kotak, dengan suara yang samarkan (nadanya kyk investigasi sebut saja dia mawar, chipmunk voice mode on XD ) “Aku pikir mungkin. Dia tidak berpengalaman.”

Q: Apa yang kau pikirkan tentang perawan tua? [ perawan tua di kalimat ini konteksnya mengacu pada semua gender ]

Mikuri: Tidak masalah, tiap orang berbeda.

Q: Apa alasannya?

M: Kupikir tergantung dari orangnya, tapi…

n23

    Mikuri lalu mengatakan tidak masalah menunjukkan wajahnya. Suara mode chipmunk kembali normal. Mikuri melanjutkan jawabannya, akhir-akhir ini ada banyak orang dengan pendidikan bagus, penghasilan tinggi dan penampilan bagus juga… tipe seperti itu mungkin sangat pongah.

Q: Menurutmu mereka pemilih ?

M: Atau… mereka tidak ingin tidak punya inisiatif. Karena rasanya sakit jika ditolak.

Q: Bagaimana jika wanita ?

M: Menurutku relatif, wanita itu punya sisi kolot. Dia bilang akan menjaga diri dan menjaga dirinya dan tanpa sadar sudah 49 tahun.

n24

    Kita beralih ke Yuri. Yuri nampak jengkel sekali, dia tidak merasa baik-baik saja. Karena berkas barusan, kenapa mereka harus tombok 10 juta ?. Umehara itu karena Yuri setuju dengan check terakhir. Yuri membenarkannya, tapi Umehara tidak memikirkan kalau QR code itu akan ngelink ke perusahaan pesaing mereka kan ?. Horiuchi datang membawa selembar kertas, Yuri makin stres kenapa ada banyak error.

n25

    Orang-orang yang dimaksud datang. Yuri memutuskan untuk tidak menerima hasil deklarasi pertandingan 7:3 nya.

Umehara: 8:2 ?

Horiuchi: bukannya 9:1 ya ?

Yuri: 10:0

Mikuri percaya diri akan menang. Nishi-san datang dan meminta maaf pada Yuri atas kesalahan yang terjadi.

    Tajima Yoshihiko, seorang kepala departemen memberikan kartu namanya ke Yuri. Yuri syok, Tajima-kun yang dari Seminar Kurashina  ?.

“Benar, dulu kita sering bermain ski bersama.”

Yuri senang sekali, ia ingat dulu konser di Naeba. Yuri memperkenalkan teman lamanya itu ke Umeharan dan Horiuchi. Tapi Yuri segera sadar diri, sekalipun mereka kenal Yuri tidak akan bayar sepeser pun.

    Mikuri pulang dan bertemu Kazami saat pulangnya. Kazami baru pulang kerja, sedangkan Tsuzaki lembur tadi. Mikuri juga tahu, Tsuzaki mengirimi Mikuri pesan kalau pulang telat nanti.n26

Kazami membantu membawakan rice cookernya. Mikuri bercerita kenapa bisa pulang selarut ini. Kazami memotong, ia mengerti pasti Mikuri bingung memilih rice cooker yang mana, karena ada beragam jenis dan ukuran.

Mikuri kebingungan karena sangat murah. Kazami bilang banyak barang sekarang ini dari luar negeri, makanya  dibandrol murah.

“Benar, itu membuatku sedih memikirkan pekerjaan yang mengglobal, dan kita akan kehilangan pekerjaan di daerah sendiri.”

“Jadi kita bisa membeli barang-barang dengan harga murah, mereka menjual produk luar negeri ”

“Benar sekali, itu juga yang kupikirkan”

n27

     Ketika semuanya pulang kerja, Tsuzaki masih di depan komputernya untuk lembur.

“Pekerjaanku untuk hari ini… akan selesai sebentar lagi,…”

Sejak hari itu pikiran terdalam Tsuzaki mulai tidak bisa tenang.

    Tsuzaki teringat saat Mikuri rasanya tidur di sampingnya. Tsuzaki berusaha keras untuk menghapus pikirannya tersebut. Tsuzaki akan menghapus semua hal yang dimimpikannya semalam. Jemari Tsuzaki sambil menekan tombol backspace sampai menghapus banyak pekerjaannya. Tsuzaki menghapus lebih dari yang diperlukannya.n28

Komentar:

         Scene favoritku ?, pas Mikuri nemu underwearnya Tsuzaki. Dia ini gak peka atau gimana sih…???, okelah lupakan soal jarak umur 25 dan 35 tahun kalian. Di satu sisi kalian ini beda jenis kelamin dan tidak ada hubungan apapun selain kontrak nikah mereka, sangat wajar kalau Tsuzaki merasa malu jika underwearnya dilihat wanita XD, wkwkwkwk….

Sama pas bagian kacamatanya Tsuzaki berkilat itu, Argh!!…. lucu lucu lucu…. . Sekali lagi kuingatkan, aku membagi tiap episode menjadi 3 part. Bersambung 3 part 2 dan 3 part 3.

Daftar Sinopsis

on-the-way-to-the-airport-22