Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 2 Part 3

r1

Ting tong!, ting tong!.

        Mikuri dan Tsuzaki melihat Kazami dan Numata yang ngos-ngosan. “Kenapa mereka lari ?” tanya Tsuzaki heran. Mikuri mengingatkan soal futonnya yang harus dipindahkan.

r2

Tsuzaki meminta Mikuri untuk hati-hati berbicara dan bertingkah laku nanti. Saking paniknya Tsuzaki malah ikut masuk ke lemari (ahahahahaha…. ), Mikuri mengingatkan Hiramasa-san untuk pindah ke sisi lainnya.

Sementara itu bel rumah terus berbunyi. Tsuzaki dan Mikuri sibuk meletakkan futonnya.

r3

     Mikuri membukakan pintu. “Selamat datang. Aku istrinya Tsuzaki. Mikuri,” Kazami dan Numata masih ngos-ngosan akibat lari-larian tadi. Tsuzaki mempersilahkan Numata dan Kazami masuk ke rumahnya.

     Kazami memberikan bir dan wine ke Mikuri. Mikuri menerimanya dan berterima kasih. Tetap saja Numata menatap Mikuri dengan tatapan amat curiga.

r4

“Jadi ini LDK ?”  Komentar Numata saat masuk rumah Tsuzaki. [LDK: Living Dining Kitchen]

“Benar,”

Numata lalu beralih ke kamar, bertanya haruskah dia megintip sedikit kamar mereka ?. Mikuri langsung menghadang Numata. “Jangan!, silahkan duduk” katanya sambil meringis tersenyum.

    Numata berjalan menuju kursi tapi balik lagi mau mencuri kesempatan membuka kamar Tsuzaki. Mikuri dan Tsuzaki secara otomatis menghadangnya lagi. “Silahkan duduk,” kata Mikuri was-was.

“Baik~” Katanya sambil tersenyum.

r5

      Sekarang Numata melihat ada banyak makanan di meja. Numata menunjuk sebuah sajian “Ini cookpad kan ?” katanya dengan nada curiga, Tsuzaki berusaha keras menjelaskan soal cookpad, sedangkan itu Numata sibuk dengan ponselnya, sedang mengecek sesuatu. [Cookpad adalah akun yang Numata kelola/gimana.. gw rada bingung sebenernya soal cookpad, wkwkwk tapi sepertinya aku yang Numata kelola. *Please koreksi aku jika salah ^^]

   “Ta-da!” Numata menunjukkan gambar cookpad dari akunnya. Mikuri dan Tsuzaki melihat gambarnya, mirip dengan masakan Mikuri. Mikuri dan Numata menjadi akrab membicarakan makanan.

Tsuzaki lega sekali Numata tidak mencurigai apa-apa.

r6

    Mikuri dan Kazami ada di dapur. Tsuzaki dan Numata duduk menikmati makanan. Numata mengerti sekarang, jadi benar istrinya Tsuzaki bukan Pepper-kun, apa istrinya Tsuzaki itu orang yang mengatakan ‘kalau begitu, kenapa tidak nikahi aku saja ?” .

    Tsuzaki menjelaskan dirinya dan Mikuri hubungan lebih seperti bisnis, tentang permintaan dan penawaran. Numata menanggapi, itu artinya Tsuzaki dan Mikuri saling membutuhkan kan ?. Tsuzaki membenarkannya.

“Kupikir ini sedikit memalukan,”

“Eh ?”

“Sejak aku tertarik padamu Tsuzaki-kun,”

     Ekspresi Tsuzaki langsung berubah mendengar kata-kata Numata. Apalagi tatapannya Numata penuh arti pada Tsuzaki. Numata segera tertawa,

“Bercanda kog, hanya bercanda!”

r7

     Mikuri bertanya ke Kazami, jadi Kazami-san tidak berniat menikah seumur hidupnya ?. Kazami membenarkannya, itu prinsip hidupnya. Karena menurut Kazami menikah itu merepotkan.

“Merepotkan ?,” Mikuri heran mendengar pernyataan Kazami.

Menurut Kazami tidak suka membagi waktunya dengan orang lain.  Lebih tepatnya egois. “Membagi waktu. Mungkin bagimu, perasaan pasanganmu juga sama pentingnya ?”

“Huh ?”

“Karena peduli pada pasanganmu, bukan hanya milikmu saja, kau tidak ingin mengambil waktu pasanganmu disaat yang sama. Kedengarannya egois. Tapi kau mungkin sebenarnya bisa baik. Oh, maaf.. ini kebiasaan karena aku belajar psikologi”

r8

Kazami tidak masalah, ini menarik menurutnya. Ia bertanya ke Mikuri soal Mikuri yang kehilangan waktu pribadinya karena sudah menikah, waktu yang ada sekarang hanya untuk pekerjaan rumah tangganya. Mikuri menanggapi, kerja kerasnya sebanding dengan gajinya. Kazami tidak mengerti dengan kata-kata Mikuri itu.

Mikuri terkejut karena keceplosan sendiri, segera mengatakan dia hanya menggunakan kata-kata tadi sebagai perumpamaan saja.

    Di rumah tangganya Mikuri, dia dan Tsuzaki di tugas mereka masing-masing bebas melakukan apapun yang mereka lakukan. Tugasnya Mikuri adalah menjaga kebersihan rumah, dia tidak akan ikut campur terlalu banyak ke Tsuzaki.  Kazami memuji Mikuri adalah partner yang baik. Mikuri agak terkejut mendengar itu. Tapi Kazami mengatakan maksudnya itu tadi pujian.

r9

     Mikuri membawakan makanan. Numata bertanya apa yang Mikuri dan Kazami lakukan di dapur tadi. Kazami bilang dia mengobrol banyak, obrolan yang menarik.

“Tsuzaki-kun cemburu di sini, ini masalah!” Kata Numata

“Aku tidak cemburu” sontak jawabannya Tsuzaki membuat Numata terkejut.

“Eh ?, kau tidak cemburu ?”

“Aku… akan cemburu. Kalau aku… “ Tsuzaki kebingungan bagaimana melanjutkan kata-katanya.

      Tsuzaki berdiri, ini sudah larut malam. Tsuzaki menyuruh Kazami dan Numata membawa beberapa kuenya untuk pulang.

r10

Tiba-tiba petir bergemuruh, sepertinya akan hujan lebat. Numata berteriak ketakutan. (Sumpah!, Numata kocak banget teriaknya, kedengerennya kayak ayam dicekek lehernya XD )

r11

     Yuri di rumahnya malah menikmati pemandangan petir dari dalam rumah. Kilatan petir indah sekali menurut Yuri malam ini, nanti akan turun hujan, keretanya juga akan berhenti beroperasi. Yuri senang sekali malam ini tidak kesepian. (kebahagian seorang jomblo, malam minggu hujan :v adalah malam minggu yang damai.. )

r12

      Kazami dan Numata tidak bisa pulang di cuaca seperti ini. Numata yang masih ketakutan mengajak Kazami menginap di rumah Tsuzaki. Mereka akan tidur di ruang tamu. Awalnya Kazami hendak menolak ajakan Numata, tapi memang tidak ada pilihan lain. Tsuzaki dan Mikuri sudah panik sendiri, lalu mereka akan tidur sekamar ?

r13

    Mikuri dan Tsuzaki masuk ke kamar Tsuzaki. Hanya ada satu kasur, Tsuzaki kebingungan dengan situasinya. Mikuri malah menunjuk kasur dan bertanya “Apa kau mau coba  tidur untuk mengetesnya ?”

“Mengetes apa ?” Teriak Tsuzaki.

“Mengetes apa ?” Kali ini Tsuzaki memelankan suaranya.

“Aku hanya bercanda,”

“Mikuri-san, ini bukan waktunya bercanda”

“Maaf,”

Mikuri menujuk lantai, ia tidak masalah kalau tidur di lantai. Tsuzaki bilang dia saja yang tidur di lantai, Mikuri di kasur. Mikuri pikir dirinya sebagai pegawai yang harusnya tidur di lantai. Tapi Tsuzaki bilang mereka harus melupakan hubungan bos dan pegawainya saat ini. Sayangnya Mikuri tidak menyembunyikan futonnya di kamar Tsuzaki.

“Numata-san!”

“Numata-san ?”

r14

Tsuzaki panik sendiri, akan berbahaya jika membiarkan Numata tidur dengan Kazami (*kkkkkk….. yang rumor gay itu khaaan… XD )

r15

     Tsuzaki sedang siap-siap untuk tidur di ruang tamu. Numata agaknya kecewa “Kenapa kau tidak tidur dengan istrimu ?”

Tsuzaki pikir akan lebih baik jika para pria mengobrol bersama. Tsuzaki mematikan lampunya “Mari tidur,”

r16

    “Tsuzaki-kun,”

“Tsuzaki-kun ?” Panggil Numata dan Kazami.

      Heran kenapa Tsuzaki begini. Tapi Numata mengerti, pasti karena rumor soal dirinya yang gay itu, Numata bilang ke Kazami dia itu normal seperti pria pada umumnya. Kazami dan Numata lalu bersiap tidur. Tsuzaki sendiri belum terlelap, ia juga mendengarkan obrolan Kazami dan Numata.

    Dalm hati Tsuzaki, Tsuzaki takut untuk mengetahui berapa banyak orang yang ia sakiti dan seberapa dalam ia menyakiti mereka. Mikuri mungkin juga tersakiti oleh tindakan dan ucapannya Tsuzaki, Tsuzaki pikir orang-orang menyembunyikan perasaan mereka… ingin mengatakannya tapi tidak bisa.

r17

    Mikuri berusaha tidur di kamarnya Tsuzaki. Ia dikejutkan oleh sesuatu,

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Mikuri dan Tsuzaki makan bersama. Mikuri merasa sudah lama sekali tidak makan bersama Tsuzaki. Itu karena Numata dan Kazami ada di sini 24 jam.

“Ini sisa sup miso yang dibuat Numata sarapan tadi, enak kan ?”

“dan mie yang Numata buat untuk makan siang juga.”

Masakan Numata enak sekali, dan jika Numata membuat makan malam juga pasti perut mereka isinya makanan buatan Numata semua.

r18

      Lalu Mikuri bergumam ingin tidur tenang malam ini. Tsuzaki terkejut, apa Mikuri tidak bisa tidur semalam ?, apa ada yang mengorok ?, Tsuzaki tidak dengar. Apa Mikuri mengkhawatirkan sesuatu dan tidak bisa tidur ?.

Mikuri terkejut, dia meminta Tsuzaki jangan mempermasalahkannya. Tsuzaki menjelaskan ke Mikuri, sejak kejadian semalam, ada banyak hal yang bisa terjadi dan Tsuzaki harus lebih perhatian pada sekitarnya. Di tempat kerjanya Mikuri ini, Tsuzaki tidak akan membiarkan Mikuri kesulitan sendiri, sebagai perekrutnya ia akan membantunya juga. Sebisa mungkin Tsuzaki ingin mempermudah pekerjaannya Mikuri, dan jika ada sesuatu yang ingin Mikuri sampaikan, jangan ditarik kembali, katakan saja. Apa saja itu.

   Mikuri berterima kasih atas pengertiannya Tsuzaki, ia mengaku ke Tsuzaki sebenarnya dia tidak bisa tidur karena terlalu banyak minum kopi. Maaf sudah membuat Tsuzaki khawatir…

r19

    Numata dan Kazami ada di tempat yang sering Numata kunjungi. Dia sudah melihat kamar Tsuzaki sebelum pergi tadi, hanya ada satu kasur dan satu bantal. Numata tidak melihat kalau Tsuzaki dan Mikuri memang tidur bersama, apa mereka benar-benar menikah ?.

r20

*sebelumnya…

    Tsuzaki dan Mikuri mengantarkan Kazami keluar, dia mengintip kamar Tsuzaki. Benar-benar mencurigakan

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

    Mikuri dan Tsuzaki saling mengucapkan selamat malam sebelum tidur sendiri sendiri.

r21

Mikuri gelisah, dia teringat semalam. Mikuri sungguh tidak bisa jujur mengatakan kejadian sebenarnya apa yang terjadi semalam pada Tsuzaki tadi, semalam Mikuri merasa Tsuzaki tidur di sebelahnya. Aromanya harum,

r22

    Tsuzaki di kamar, dia memikirkan semalam Mikuri tidur di kasurnya. Aromanya Mikuri masih membekas di sana. Ini berbahaya menurut Tsuzaki, rasanya Mikuri seperti tidur di sampingnya dan tersenyum padanya.

Tsuzaki langsung bangun, mencoba menyemprotkan pewangi ke kasurnya untuk mengenyahkan baunya Mikuri, benar-benar tak tertolong. Mencoba meyakinkan diri kalau ini hanya bau, ini hanya bau saja, kenapa dia harus khawatir ?. Mikuri pun juga dengar suara pewangi diletakkan dengan keras di meja oleh Tsuzaki.

r23

   Ini hanya bau, ini hanya bau!. Tsuzaki berusaha tidur,

r24

    Mikuri lupa tidak mengganti sepreinya Hiramasa-san, dia tidak menyadari kalau itu akan menjadi masalah besar.

r25

Tsuzaki berkeringat banyak dan tidak bisa tidur hanya karena aroma Mikuri memenuhi kasurnya.

Komentar:

      Drama ini begitu hidup karena aktingnya Gen Hoshino memerankan Hiramasa Tsuzaki, untuk Gakky sendiri biasa saja.., cuman karakternya Mikuri memang sudah lucu. Numata dan Hino adalah bumbu-bumbu penyedap rasa yang bikin makin seru XD

     Numata asli!, lucu banget karakternya. Di dalam drama tentunya sudah biasa kalau kita menyukai salah satu tokoh utamanya, dan aku cenderung lebih tertarik pada tokoh-tokoh yang serba tahu di dalam cerita, keberadaan mereka itu semacam kunci, bisa membantu atau justru menjadi perusak suasana diantara tokoh utamanya. Wkwkwkwk, kalau di Koe Koi ada Ryoichi, di OTW Airport ada Song Mi Jin. Wkwkwk, nonton drama komedi slice of life semacam We Married as Job gini memang bikin sakit perut geli XD

dance

     Di endingnya ada Koi Dance, kayaknya lagi populer di Jepang sana. Gerakannya mudah untuk ditirukan dan lucu, dan yang menyanyikan lagunya adalah Gen Hoshino (Tsuzaki Hiramasa). Bikin seneng lihatnya. Aku akan membaginya 3 part di tiap episodenya. Sangkyu ! :))

 

Advertisements

1 thought on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 2 Part 3”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s