Sinopsis Hippocratic Oath Episode 2 Part 2

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

     Profesor Mitsuzaki kembali ke tempatnya duduk. Dia membaca susunan organisasi di Tokyo Medical . Kenmochi Shozo adalah Direkturnya.

    Detektif Kotegawa ingin melakukan penyelidikan mendalam terhadap Profesor Mitsuzaki. Apa yang sebenarnya Profesor Mitsuzaki inginkan. Kepala bertanya, apa detektif Kotegawa curiga Profesor Mitsuzaki menyembunyikan sesuatu ?. Detektif Kotegawa akan berusaha menemukan apa yang disembunyikan Profesor Mitsuzaki.

   Keita tidur di dekat peti mati ayahnya. Makoto dan Kotegawa meminta izin istri Mayama untuk melakukan otopsi lagi. Mitamura memprotes, bukankah otopsi sudah dilakukan ?, dikatakan kematian Mayama karena kecelakaan, kenapa harus otopsi dua kali ?.

Makoto berkata, tapi bukankah istrinya tidak bisa menerima hasil otopsi ?. Istri Mayama mengangguk membenarkan. Mitamura tetap tidak terima, sebagai dokter dirinya tidak bisa menerima adanya otopsi ganda.

   Istri Mayama kekeuh dia perlu melakukan otopsi kembali. Mitamura tidak ingin, apa istri Mayama ingin otopsi lagi padahal jasadnya baru sampai di rumah ?. Mitamura terus mendorong Kumi untuk percaya bahwa penyebab kematiannya Mayama adalah kecelakaan. Kumi harus bisa menerima kematian Mayama demi Keita.

   Makoto mengatakan, yang terpenting keluarga yang ditinggalkan merasa puas dengan hasil otopsi.

“Silahkan pergi !” Mitamura membentak Makoto dan Kotegawa. Mengusir keduanya untuk pergi.

“Apa kau memiliki alasan kenapa tidak ingin dilakukan otopsi lagi ?” Tanya Kotegawa menyelidik.

“Apa maksudmu ?” Ada nada kecemasan di kata-kata Mitamura . Mitamura kesal dia hendak menghubungi seseorang. Kotegawa mencegatinya, Mitamura terus menolak memberikan jawaban.

Makoto menelfon Profesor Mitsuzaki, Mitamura-san berniat menelfon Tokyo Medical. Jika memang ada yang salah dengan otopsi ia akan meminta pihak Tokyo Medical yang mengotopsinya kembali.

“Apa yang harus kulakukan ?” Makoto bingung,

“Waktu yang pas sekali, periksa kondisi tubuh Mayama segera.” Perintah Profesor Mitsuzaki. Makoto heran dengan perintah tersebut. Profesor Mitsuzaki menyuruh Makoto untuk mengkonfirmasi ke pihak keluarga jika memang ada kesalahan pada sertifikat kematian yang dilakukan ahli dari Tokyo Medical Office.

“Aku tidak mungkin bisa melakukan itu,” respon Makoto.

“Aku tidak menyuruhmu mengotopsinya, cek saja kondisi tubuhnya.”. Makoto berontak, ia tidak mungkin bisa memberitahukan kesalahannya apa. Profesor Mitsuzaki berkata, nanti Makoto akan tahu sendiri apa salahnya, pokoknya Makoto harus segera mengeceknya. Profesor Mitsuzaki sedang menuju ke Tokyo Medical Office. Panggian diputus Profesor Mitsuzaki.

    Detektif Kotegawa mendekati Makoto, bertanya ada apa. Makoto menjelaskan kalau Profesor Mitsuzaki sedang menuju Tokyo Medical dan menyuruhnya mengecek kondisi tubuhnya Mayama Shinji.

  Seingat Kotegawa saat menelfon Profesor Mitsuzaki, beliau berkata telah memiliki rencana. Kalau begitu segera lakukan perintah Profesor Mitsuzaki.

Profesor Mitsuzaki masuk ke Tokyo Medical.

       Istri Mayama menggendong Keita yang tertidur, Mitamura mencoba menahan Istri Mayama untuk tidak setuju dengan apa yang akan dokter Makoto Tsugano lakukan tanpa persetujuan Tokyo Medical. Istri Mayama pikir Tokyo Medical sudah menyimpulkan kematian suaminya adalah kecelakaan, dan Tokyo Medical tidak akan mungkin menerima tuduhan atas kesalahan mereka, lagipula Makoto Tsugano hanya ingin mengecek kondisi tubuh Mayama Shinji.

    Profesor Mitsuzaki bertemu dengan Direktur Kinmochi Tokyo Medical. Direktur Kinmochi memperkenalkan Nagase, seorang ahli yang mengotopsi Mayama Shinji. Profesor Mitsuzaki memperkenalkan dirinya dari Universitas Urawa.

Direktur Kinmochi mempersilahkan Profesor Mitsuzaki duduk, jadi apa maksud kedatangan Profesor Mitsuzaki.

      Makoto membuka peti mati, ia lalu mengeceknya. Mitamura cemas sekali melihat tindakan Makoto.

   Direktur Kinmochi mengerti kalau Profesor Mitsuzaki ingin mempertanyakan sertifikat otopsi Mayama Shinji.

Profesor Mitsuzaki meminta izin melakukan otopsi lagi di labnya.

“Sudah cukup !. Kau tidak akan menemukan apa-apa hanya dengan mengeceknya !”  sergah Mitamura dengan gelisah. Detektif Kotegawa bertanya pada Makoto perkembangannya. Makoto meminta waktu lagi, dia mengeceknya lagi dan membuka bagian atas pakaian Mayama, tubuh atas Mayama diperban. Makoto memandang Kotegawa dengan terkejut, seolah telah mengetahui sesuatu.

    Direktur Kinmochi tidak percaya dengan keinginan Profesor Mitsuzaki yang ingin mengotopsi Mayama Shinji lagi. Tokyo Medical sudah sering melakukan otopsi dan tak keluarga korban banyak yang tidak setuju dengan hasilnya, Tokyo Medical sudah biasa dengan hal seperti itu. Melakukan otopsi lagi dan lagi tanpa ada masalah yang berarti.

   Namun Profesor Mitsuzaki menegaskan kali ini dia ingin mengotopsi Mayama Shinji karena hasilnya kurang memuaskan. Nagase tersinggung, apa Profesor Mitsuzaki sedang menghinanya ?. Direktur Kinmochi bagaimanapun juga tidak akan memberikan izin Profesor Mitsuzaki untuk mengotopsi Maayama Shinji lagi, saat Profesor Mitsuzaki kemari… atasannya Profesor Mitsuzaki menelfon Direktur Kinmochi untuk tidak terlalu menanggapi permintaan Profesor Mitsuzaki yang tidak-tidak.

   Dekan tidak habis pikir dengan Profesor Mitsuzaki. Pergi ke Tokyo Medical, padahal Direktur Tokyo Medical dan Rektornya Universitas Urawa pergi menuntut ilmu bersama dulu. “Profesor Tsukuba, terima kasih sudah memberitahuku” Dekan pergi meninggalkan Profesor Tsukuba.

Direktur Kinmochi tahu kalau Profesor Mitsuzaki posisinya sedang canggung di Urawa.

   Makoto menggunting perban di badan Mayama. Mitamura protes “Apa yang kau lakukan ?!” Detektif Kotegawa menahan Mitamura. Makoto terkejut melihat tubuh Mayama. Ia tahu sekarang kebenarannya.

    Direktur Kinmochi meminta Profesor Mitsuzaki pergi. Profesor Mitsuzaki menerima telfon dari Makoto. Makoto selesai mengecek tubuh Mayama, ia rasa otopsinya belum sepenuhnya diotopsi, tidak terdapat luka jahitan di sana.

Profesor Mitsuzaki terlihat lega, seperti yang ia duga sebelumnya. “Tubuh Mayama Shinji belum selesai diotopsi, kau yakin ?”

“Iya,”

   Pertanyaan Profesor Mitsuzaki jelas memicu kemarahan Nagase dan Direktur Kinmochi. “Akan aku telfon lagi nanti,”

Di rumah Mayama, Mitamura menatap geram pada Makoto.

***

“Asisten dalamku sudah mengecek tubuh Mayama-san. Dia tidak melihat adanya luka jahitan pada tubuhnya.”

“Apa kau bercanda ?. Nagase-kun yang melakukan otopsinya” Nagase diam saja. Direktur terkejut sendiri, kau tidak mengotopsinya ?. Profesor Mitsuzaki tahu kalau Nagase adalah dokter paruh waktu Tokyo Medical dan membuka klinik sendiri, Nagase pasti sangat sibuk orangnya. Jadwalnya berantakan, harus melakukan banyak administratif otopsi setiap hari.

    Ramai pemberitaan tentang kecelakaan Mayama Shinji, jadi Nagase ambil mudahnya saja dengan menyimpulkan penyebab kematian adalah kecelakaan, asistennya Nagase juga setuju dengan itu.

   Direktur Kinmochi marah besar. Nagase mengaku dirinya terlalu lelah dan sibuk, lagipula dia di Tokyo Medical hanya dokter paruh waktu, apa salahnya tidak mengotopsi orang yang meninggal yang jelas terlihat karena kecelakaan tersebut ?. Nagase kesal sendiri, bagaimana bisa dia disebut dokter padahal kebanyakan berurusan dengan jasad.

    Profesor Mitsuzaki yang terlihat geram sejak tadi mendengar alasannya Nagase, mengatakan, tidak perduli pasiennya hidup atau mati, jika dokter tidak mengotopsi yang harus diotopsi, dia tidak layak disebut dokter. Maka Nagase pantasnya disebut orang-orang tidak berguna yang hanya memiliki selembar kertas yang disebut linsensi kedokteran.

   Direktur Kinmochi dan Nagase diam tak berkutik. Profesor Mitsuzaki meminta Tokyo Medical menghubungi keluarga yang ditinggalkan untuk merekomendasikan otopsi ke Universitas Urawa. Profesor Mitsuzaki pergi.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

   Profesor Mitsuzaki mempersiapkan peralatannya, Makoto hendak membantu namun ditolak. Profesor Mitsuzaki ingin membersihkannya sendiri.

“Sejak awal anda sudah tahu kalau jasadnya belum diotopsi bukan ?”

“Aku tidak yakin jika Direkturnya tidak mempercayaiku. Kita beruntung karena keluarga yang ditinggalkan mengizinkanmu mengecek jasadnya.”

Makoto undur diri.

   Dekan datang. “Aku tidak menduga kau itu orangnya banyak sekali akalnya. Aku akan mengingatnya.” Setelah mengatakan itu Dekan langsung pergi.

Profesor Mitsuzaki mulai menggunakan pisau bedahnya, membuat sayatan.

   Istri Mayama dan Mitamura menunggu. Okamura berbisik pada Kotegawa “Apa kau pikir seseorang memberinya obat ?. Dari kacamata dokter, sangat mudah baginya untuk menduganya”

“Awasi mereka,” Kata-kata Kotegawa merujuk pada istri Mayama dan terlebih lagi teman akrabnya Mayama.

    “Liver dan limpanya, terjadi retakan luka ringan. Selaput ususnya rusak. Terdapat pendarahan di rongga perutnya. Ambil sampel urinnya untuk uji adanya obat”

    Makoto mematuhi perintah Profesor Mitsuzaki. Detektif Kotegawa mendekati Makoto, bertanya apa hasinya. Saat dites ternyata tidak ditemukan adanya obat-obatan. Kotegawa terkejut, apa ?, apa tidak terjadi kesalahan ?. Makoto melihat alatnya lagi, sejauh ini tidak ada kesalahan.

     Profesor Mitsuzaki selajutnya akan mengecek bagian belakang mata dan retinanya. Makoto heran kenapa Profesor Mitsuzaki ingin melakukan itu. Profesor Mitsuzaki mengambil mata Mayama, retinanya mati. Terdapat genangan yang memacetkan jalannya darah, tidak cukup darah yang tertransfer ke retina dan sel visualnya mati. Terdapat sumbatan di Retinal Arteri.

   Kotegawa menanyakan apa penyebab kematian Mayama. Dokter Kashiyama menjelaskan, berarti saat pertandingan mata Mayama kehilangan penglihatannya dan terjadilah kecelakaan.

“Mayama-san berarti buta saat pertandingan ?” kata Makoto. Kashiyama mengatakan, tepatnya penyebab kematian adalah karena otaknya luka memar akibat terbentur sangat keras di bagian kepala. Tapi Mayama mengalami kecelakaan karena kehilangan penglihatannya.

   Makoto pikir itu seperti bunuh diri karena situasi. Profesor Mitsuzaki berkata, tapi karena situasi dia berlomba. Profesor Mitsuzaki curiga ada banyak penyebab lainnya daripada insiden kecelakaan,

   Profesor Mitsuzaki yakin Mayama telah lama kehilangan kejernihan penglihatannya. Harusnya Mayama menyadari tanda-tanda itu dan segera memeriksakan diri ke dokter. Pada dokter mata yang bisa menyimpan rahasia Mayama.

   Makoto berpikir sejenak, dibenaknya terlintas video saat Mayama merayakan ultah Keita. Mayama menuangkan jus tidak tepat pada gelasnya, mungkin saja saat itu penglihatan Mayama mengabur. Terlihat jelas Mayama kesulitan setelah menyadari jusnya tumpah, tangan bergerak asal seolah tidak bisa melihatnya. Di video yang sama Mitamura tersenyum samar, menegaskan kalau dia tahu permasalahan mata Mayama Shinji.

Juga sikap Mitamura yang tampak aneh ketika Makoto dan Kotegawa mengunjungi rumah Mayama Shinji.

Makoto menyimpulkan itu adalah bunuh diri tanpa sengaja yang terbungkus dalam kecelakaan. Mayama memiliki asuransi jiwa bernilai 50 juta yen untuk keluarganya.

Kotegawa: Jadi Mitamura bersekongkol,

Kashiyama: Jika memang begitu, berarti ini adalah situasi yang samar-samar. Jika dia mengakui ini adalah pembunuhan diri maka asuransinya tidak akan dibayarkan.

   Mitamura dibawa oleh polisi. Sebelum pergi Mitamura memandang Istri Mayama yang amat sedih. Dia berkata, makanya aku terima kalau ini adalah kecelakaan.

Profesor Tsukuba: Kau pikir aku senang karena sudah mengkhianatimu ?. Jagalah dirimu,

Profesor Mitsuzaki hanya mendengarkan. Panggilan diakhiri.

  Makoto memeras air di handuk kecil. Ia pikir telah melakukan hal yang baik pada keluarga yang ditinggalkan. “Satu kemungkinan telah gugur” kata Kotegawa, ia mengepel ruangan.

“Kemungkinan ?”

“Kenapa Profesor Mitsuzaki bersikeras melakukan otopsi secara agresif ?. Kemungkinan pertama untuk melindungi keluarga yang ditinggalkan dari penyebab kematian yang salah. Sebenarnya Profesor Mitsuzaki memintaku memberikan semua info tentang jasad di yuridiksiku”

“Apa ?” Makoto terkejut.

 Profesor Mitsuzaki berkata pada Kotegawa, dia melakukannya untuk mengumpulkan data demi hal-hal penting Pembelajaran Kedokteran Forensik. Jadi Kotegawa percaya Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi untuk mengumpulkan data.

    Tapi kenyataannya Profesor Mitsuzaki hanya mengotopsi beberapa jenis jasad saja. Tidak semuanya. Salah satu contohnya adalah Mayama Shinji. Membuat Detektif Kotegawa berpendapat kalau kemungkinan kedua, tujuan Profesor Mitsuzaki mengotopsi adalah untuk mengumpulkan data riset pribadinya.

Makoto tertegun mendengarnya.

   Makoto menemui Profesor Mitsuzaki, menanyakan data-data otopsi untuk apa. Sebenarnya apa tujuannya Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi ?.

“Bukan urusanmu”

“Anda membuatku terlibat, tidakkah anda tahu itu ?. Anda sudah tahu Mayama-san buta saat melihat videonya kan ?.  Sekalipun anda tahu usaha keras Mayama-san tidak dihargai jika anda menyimpulkan dia bunuh diri, anda melakukan otopsi untuk mengumpulkan data kan ?!”

Makoto selama ini percaya Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi demi membantu menemukan kebenaran bagi keluarga yang ditinggalkan. Profesor !, sebenarnya untuk apa anda melakukan otopsi ?

“Bukankah sudah kuberitahu kau dari awal ?, Kedokteran Forensik bukan untuk keluarga yang ditinggalkan.”

   Detektif Kotegawa melihat keduanya, lalu pergi. Makoto ditelfon oleh Kashiwagi Sumire, ibunya Yuko.

   Yuko kritis, “Wanita, 27 tahun. Tekanan darah 60 dan 80. Serangan jantung”. Kashiwagi Sumire dan Makoto, dokter Hideo serta staf medis lainnya mendorong ranjang Yuko.

“Tingkat kesadarannya ?” tanya dokter Hideo

“100. Kondisi dimana dia mengalami penurunan kesadaran”

“Yuko !, Yuko !. Dia baik-baik saja sampai siang tadi. Tapi sore ini dia mulai mengeluh dadanya sakit. Makoto-chan, Yuko akan baik-baik saja kan ?”

Makoto meminta ibunya Yuko tenang dan menunggu.

   Di dalam ruangan. Makoto mengecek kondisi Yuko, tekanan darahnya, 89 dan 50. Denyut nadinya 72. SPO2 82 % (Kadar oksigen yang terikat dalam sel darah merah). Laju pernafasannya 15. Ini adalah Hypoxemia (Kekurangan suplai oksigen)

  Dokter Hideo memandang Makoto seolah tahu ini akan terlambat. Ia bersikap tenang.

  Dokter Hideo: Kombinasi dari hypoxemia dan pneumonia.

Makoto: Tolong persiapkan ventilator.

Suster: Baik !

Dokter Hideo: Tsugano-kun, berikan hasil X-ray nya sekarang.

Ketika Makoto mengambil hasil X-ray Yuko. Jantung Yuko berhenti berdetak. Dokter Hideo menyuruh Makoto melakukan pijatan ke jantung, dengan perasaan yang campur aduk Makoto berusaha melakukanyang terbaik demi Yuko.

“Arrest !”

Makoto tidak rela kehilangan Yuko begitu saja.

KOMENTAR :

     Tidak semua drama medis melulu membosankan. Hipokuratetsu No Chikai menurutku alurnya menyenangkan. Berarti jika ada beberapa pihak yang terkait dalam semacam case diantara “Ragu-ragu” dan “Pasti yakin orang itu”, tidak perduli apapun dugaan awal penyebab kematiannya, jasad harus segera diotopsi. Diotopsi semuanya, luar dalam sampai ke otak2nya harus dicek agar semua orang merasa adil, Oh… I See I See..

Dan dilakukan oleh kedokteran Forensik yang tidak ngibul+netral lah yang bisa dipercaya, semacam Profesor Mitsuzaki itu XD (Meskipun beliau pun punya maksud pribadi melakukan otopsinya sih.. mengumpulkan data-riset pribadi).hippocratic-oath

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s