Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 2 Part 3

r1

Ting tong!, ting tong!.

        Mikuri dan Tsuzaki melihat Kazami dan Numata yang ngos-ngosan. “Kenapa mereka lari ?” tanya Tsuzaki heran. Mikuri mengingatkan soal futonnya yang harus dipindahkan.

r2

Tsuzaki meminta Mikuri untuk hati-hati berbicara dan bertingkah laku nanti. Saking paniknya Tsuzaki malah ikut masuk ke lemari (ahahahahaha…. ), Mikuri mengingatkan Hiramasa-san untuk pindah ke sisi lainnya.

Sementara itu bel rumah terus berbunyi. Tsuzaki dan Mikuri sibuk meletakkan futonnya.

r3

     Mikuri membukakan pintu. “Selamat datang. Aku istrinya Tsuzaki. Mikuri,” Kazami dan Numata masih ngos-ngosan akibat lari-larian tadi. Tsuzaki mempersilahkan Numata dan Kazami masuk ke rumahnya.

     Kazami memberikan bir dan wine ke Mikuri. Mikuri menerimanya dan berterima kasih. Tetap saja Numata menatap Mikuri dengan tatapan amat curiga.

r4

“Jadi ini LDK ?”  Komentar Numata saat masuk rumah Tsuzaki. [LDK: Living Dining Kitchen]

“Benar,”

Numata lalu beralih ke kamar, bertanya haruskah dia megintip sedikit kamar mereka ?. Mikuri langsung menghadang Numata. “Jangan!, silahkan duduk” katanya sambil meringis tersenyum.

    Numata berjalan menuju kursi tapi balik lagi mau mencuri kesempatan membuka kamar Tsuzaki. Mikuri dan Tsuzaki secara otomatis menghadangnya lagi. “Silahkan duduk,” kata Mikuri was-was.

“Baik~” Katanya sambil tersenyum.

r5

      Sekarang Numata melihat ada banyak makanan di meja. Numata menunjuk sebuah sajian “Ini cookpad kan ?” katanya dengan nada curiga, Tsuzaki berusaha keras menjelaskan soal cookpad, sedangkan itu Numata sibuk dengan ponselnya, sedang mengecek sesuatu. [Cookpad adalah akun yang Numata kelola/gimana.. gw rada bingung sebenernya soal cookpad, wkwkwk tapi sepertinya aku yang Numata kelola. *Please koreksi aku jika salah ^^]

   “Ta-da!” Numata menunjukkan gambar cookpad dari akunnya. Mikuri dan Tsuzaki melihat gambarnya, mirip dengan masakan Mikuri. Mikuri dan Numata menjadi akrab membicarakan makanan.

Tsuzaki lega sekali Numata tidak mencurigai apa-apa.

r6

    Mikuri dan Kazami ada di dapur. Tsuzaki dan Numata duduk menikmati makanan. Numata mengerti sekarang, jadi benar istrinya Tsuzaki bukan Pepper-kun, apa istrinya Tsuzaki itu orang yang mengatakan ‘kalau begitu, kenapa tidak nikahi aku saja ?” .

    Tsuzaki menjelaskan dirinya dan Mikuri hubungan lebih seperti bisnis, tentang permintaan dan penawaran. Numata menanggapi, itu artinya Tsuzaki dan Mikuri saling membutuhkan kan ?. Tsuzaki membenarkannya.

“Kupikir ini sedikit memalukan,”

“Eh ?”

“Sejak aku tertarik padamu Tsuzaki-kun,”

     Ekspresi Tsuzaki langsung berubah mendengar kata-kata Numata. Apalagi tatapannya Numata penuh arti pada Tsuzaki. Numata segera tertawa,

“Bercanda kog, hanya bercanda!”

r7

     Mikuri bertanya ke Kazami, jadi Kazami-san tidak berniat menikah seumur hidupnya ?. Kazami membenarkannya, itu prinsip hidupnya. Karena menurut Kazami menikah itu merepotkan.

“Merepotkan ?,” Mikuri heran mendengar pernyataan Kazami.

Menurut Kazami tidak suka membagi waktunya dengan orang lain.  Lebih tepatnya egois. “Membagi waktu. Mungkin bagimu, perasaan pasanganmu juga sama pentingnya ?”

“Huh ?”

“Karena peduli pada pasanganmu, bukan hanya milikmu saja, kau tidak ingin mengambil waktu pasanganmu disaat yang sama. Kedengarannya egois. Tapi kau mungkin sebenarnya bisa baik. Oh, maaf.. ini kebiasaan karena aku belajar psikologi”

r8

Kazami tidak masalah, ini menarik menurutnya. Ia bertanya ke Mikuri soal Mikuri yang kehilangan waktu pribadinya karena sudah menikah, waktu yang ada sekarang hanya untuk pekerjaan rumah tangganya. Mikuri menanggapi, kerja kerasnya sebanding dengan gajinya. Kazami tidak mengerti dengan kata-kata Mikuri itu.

Mikuri terkejut karena keceplosan sendiri, segera mengatakan dia hanya menggunakan kata-kata tadi sebagai perumpamaan saja.

    Di rumah tangganya Mikuri, dia dan Tsuzaki di tugas mereka masing-masing bebas melakukan apapun yang mereka lakukan. Tugasnya Mikuri adalah menjaga kebersihan rumah, dia tidak akan ikut campur terlalu banyak ke Tsuzaki.  Kazami memuji Mikuri adalah partner yang baik. Mikuri agak terkejut mendengar itu. Tapi Kazami mengatakan maksudnya itu tadi pujian.

r9

     Mikuri membawakan makanan. Numata bertanya apa yang Mikuri dan Kazami lakukan di dapur tadi. Kazami bilang dia mengobrol banyak, obrolan yang menarik.

“Tsuzaki-kun cemburu di sini, ini masalah!” Kata Numata

“Aku tidak cemburu” sontak jawabannya Tsuzaki membuat Numata terkejut.

“Eh ?, kau tidak cemburu ?”

“Aku… akan cemburu. Kalau aku… “ Tsuzaki kebingungan bagaimana melanjutkan kata-katanya.

      Tsuzaki berdiri, ini sudah larut malam. Tsuzaki menyuruh Kazami dan Numata membawa beberapa kuenya untuk pulang.

r10

Tiba-tiba petir bergemuruh, sepertinya akan hujan lebat. Numata berteriak ketakutan. (Sumpah!, Numata kocak banget teriaknya, kedengerennya kayak ayam dicekek lehernya XD )

r11

     Yuri di rumahnya malah menikmati pemandangan petir dari dalam rumah. Kilatan petir indah sekali menurut Yuri malam ini, nanti akan turun hujan, keretanya juga akan berhenti beroperasi. Yuri senang sekali malam ini tidak kesepian. (kebahagian seorang jomblo, malam minggu hujan :v adalah malam minggu yang damai.. )

r12

      Kazami dan Numata tidak bisa pulang di cuaca seperti ini. Numata yang masih ketakutan mengajak Kazami menginap di rumah Tsuzaki. Mereka akan tidur di ruang tamu. Awalnya Kazami hendak menolak ajakan Numata, tapi memang tidak ada pilihan lain. Tsuzaki dan Mikuri sudah panik sendiri, lalu mereka akan tidur sekamar ?

r13

    Mikuri dan Tsuzaki masuk ke kamar Tsuzaki. Hanya ada satu kasur, Tsuzaki kebingungan dengan situasinya. Mikuri malah menunjuk kasur dan bertanya “Apa kau mau coba  tidur untuk mengetesnya ?”

“Mengetes apa ?” Teriak Tsuzaki.

“Mengetes apa ?” Kali ini Tsuzaki memelankan suaranya.

“Aku hanya bercanda,”

“Mikuri-san, ini bukan waktunya bercanda”

“Maaf,”

Mikuri menujuk lantai, ia tidak masalah kalau tidur di lantai. Tsuzaki bilang dia saja yang tidur di lantai, Mikuri di kasur. Mikuri pikir dirinya sebagai pegawai yang harusnya tidur di lantai. Tapi Tsuzaki bilang mereka harus melupakan hubungan bos dan pegawainya saat ini. Sayangnya Mikuri tidak menyembunyikan futonnya di kamar Tsuzaki.

“Numata-san!”

“Numata-san ?”

r14

Tsuzaki panik sendiri, akan berbahaya jika membiarkan Numata tidur dengan Kazami (*kkkkkk….. yang rumor gay itu khaaan… XD )

r15

     Tsuzaki sedang siap-siap untuk tidur di ruang tamu. Numata agaknya kecewa “Kenapa kau tidak tidur dengan istrimu ?”

Tsuzaki pikir akan lebih baik jika para pria mengobrol bersama. Tsuzaki mematikan lampunya “Mari tidur,”

r16

    “Tsuzaki-kun,”

“Tsuzaki-kun ?” Panggil Numata dan Kazami.

      Heran kenapa Tsuzaki begini. Tapi Numata mengerti, pasti karena rumor soal dirinya yang gay itu, Numata bilang ke Kazami dia itu normal seperti pria pada umumnya. Kazami dan Numata lalu bersiap tidur. Tsuzaki sendiri belum terlelap, ia juga mendengarkan obrolan Kazami dan Numata.

    Dalm hati Tsuzaki, Tsuzaki takut untuk mengetahui berapa banyak orang yang ia sakiti dan seberapa dalam ia menyakiti mereka. Mikuri mungkin juga tersakiti oleh tindakan dan ucapannya Tsuzaki, Tsuzaki pikir orang-orang menyembunyikan perasaan mereka… ingin mengatakannya tapi tidak bisa.

r17

    Mikuri berusaha tidur di kamarnya Tsuzaki. Ia dikejutkan oleh sesuatu,

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Mikuri dan Tsuzaki makan bersama. Mikuri merasa sudah lama sekali tidak makan bersama Tsuzaki. Itu karena Numata dan Kazami ada di sini 24 jam.

“Ini sisa sup miso yang dibuat Numata sarapan tadi, enak kan ?”

“dan mie yang Numata buat untuk makan siang juga.”

Masakan Numata enak sekali, dan jika Numata membuat makan malam juga pasti perut mereka isinya makanan buatan Numata semua.

r18

      Lalu Mikuri bergumam ingin tidur tenang malam ini. Tsuzaki terkejut, apa Mikuri tidak bisa tidur semalam ?, apa ada yang mengorok ?, Tsuzaki tidak dengar. Apa Mikuri mengkhawatirkan sesuatu dan tidak bisa tidur ?.

Mikuri terkejut, dia meminta Tsuzaki jangan mempermasalahkannya. Tsuzaki menjelaskan ke Mikuri, sejak kejadian semalam, ada banyak hal yang bisa terjadi dan Tsuzaki harus lebih perhatian pada sekitarnya. Di tempat kerjanya Mikuri ini, Tsuzaki tidak akan membiarkan Mikuri kesulitan sendiri, sebagai perekrutnya ia akan membantunya juga. Sebisa mungkin Tsuzaki ingin mempermudah pekerjaannya Mikuri, dan jika ada sesuatu yang ingin Mikuri sampaikan, jangan ditarik kembali, katakan saja. Apa saja itu.

   Mikuri berterima kasih atas pengertiannya Tsuzaki, ia mengaku ke Tsuzaki sebenarnya dia tidak bisa tidur karena terlalu banyak minum kopi. Maaf sudah membuat Tsuzaki khawatir…

r19

    Numata dan Kazami ada di tempat yang sering Numata kunjungi. Dia sudah melihat kamar Tsuzaki sebelum pergi tadi, hanya ada satu kasur dan satu bantal. Numata tidak melihat kalau Tsuzaki dan Mikuri memang tidur bersama, apa mereka benar-benar menikah ?.

r20

*sebelumnya…

    Tsuzaki dan Mikuri mengantarkan Kazami keluar, dia mengintip kamar Tsuzaki. Benar-benar mencurigakan

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

    Mikuri dan Tsuzaki saling mengucapkan selamat malam sebelum tidur sendiri sendiri.

r21

Mikuri gelisah, dia teringat semalam. Mikuri sungguh tidak bisa jujur mengatakan kejadian sebenarnya apa yang terjadi semalam pada Tsuzaki tadi, semalam Mikuri merasa Tsuzaki tidur di sebelahnya. Aromanya harum,

r22

    Tsuzaki di kamar, dia memikirkan semalam Mikuri tidur di kasurnya. Aromanya Mikuri masih membekas di sana. Ini berbahaya menurut Tsuzaki, rasanya Mikuri seperti tidur di sampingnya dan tersenyum padanya.

Tsuzaki langsung bangun, mencoba menyemprotkan pewangi ke kasurnya untuk mengenyahkan baunya Mikuri, benar-benar tak tertolong. Mencoba meyakinkan diri kalau ini hanya bau, ini hanya bau saja, kenapa dia harus khawatir ?. Mikuri pun juga dengar suara pewangi diletakkan dengan keras di meja oleh Tsuzaki.

r23

   Ini hanya bau, ini hanya bau!. Tsuzaki berusaha tidur,

r24

    Mikuri lupa tidak mengganti sepreinya Hiramasa-san, dia tidak menyadari kalau itu akan menjadi masalah besar.

r25

Tsuzaki berkeringat banyak dan tidak bisa tidur hanya karena aroma Mikuri memenuhi kasurnya.

Komentar:

      Drama ini begitu hidup karena aktingnya Gen Hoshino memerankan Hiramasa Tsuzaki, untuk Gakky sendiri biasa saja.., cuman karakternya Mikuri memang sudah lucu. Numata dan Hino adalah bumbu-bumbu penyedap rasa yang bikin makin seru XD

     Numata asli!, lucu banget karakternya. Di dalam drama tentunya sudah biasa kalau kita menyukai salah satu tokoh utamanya, dan aku cenderung lebih tertarik pada tokoh-tokoh yang serba tahu di dalam cerita, keberadaan mereka itu semacam kunci, bisa membantu atau justru menjadi perusak suasana diantara tokoh utamanya. Wkwkwkwk, kalau di Koe Koi ada Ryoichi, di OTW Airport ada Song Mi Jin. Wkwkwk, nonton drama komedi slice of life semacam We Married as Job gini memang bikin sakit perut geli XD

dance

     Di endingnya ada Koi Dance, kayaknya lagi populer di Jepang sana. Gerakannya mudah untuk ditirukan dan lucu, dan yang menyanyikan lagunya adalah Gen Hoshino (Tsuzaki Hiramasa). Bikin seneng lihatnya. Aku akan membaginya 3 part di tiap episodenya. Sangkyu ! :))

 

Advertisements

Sinopsis Hippocratic Oath Episode 2 Part 2

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

     Profesor Mitsuzaki kembali ke tempatnya duduk. Dia membaca susunan organisasi di Tokyo Medical . Kenmochi Shozo adalah Direkturnya.

    Detektif Kotegawa ingin melakukan penyelidikan mendalam terhadap Profesor Mitsuzaki. Apa yang sebenarnya Profesor Mitsuzaki inginkan. Kepala bertanya, apa detektif Kotegawa curiga Profesor Mitsuzaki menyembunyikan sesuatu ?. Detektif Kotegawa akan berusaha menemukan apa yang disembunyikan Profesor Mitsuzaki.

   Keita tidur di dekat peti mati ayahnya. Makoto dan Kotegawa meminta izin istri Mayama untuk melakukan otopsi lagi. Mitamura memprotes, bukankah otopsi sudah dilakukan ?, dikatakan kematian Mayama karena kecelakaan, kenapa harus otopsi dua kali ?.

Makoto berkata, tapi bukankah istrinya tidak bisa menerima hasil otopsi ?. Istri Mayama mengangguk membenarkan. Mitamura tetap tidak terima, sebagai dokter dirinya tidak bisa menerima adanya otopsi ganda.

   Istri Mayama kekeuh dia perlu melakukan otopsi kembali. Mitamura tidak ingin, apa istri Mayama ingin otopsi lagi padahal jasadnya baru sampai di rumah ?. Mitamura terus mendorong Kumi untuk percaya bahwa penyebab kematiannya Mayama adalah kecelakaan. Kumi harus bisa menerima kematian Mayama demi Keita.

   Makoto mengatakan, yang terpenting keluarga yang ditinggalkan merasa puas dengan hasil otopsi.

“Silahkan pergi !” Mitamura membentak Makoto dan Kotegawa. Mengusir keduanya untuk pergi.

“Apa kau memiliki alasan kenapa tidak ingin dilakukan otopsi lagi ?” Tanya Kotegawa menyelidik.

“Apa maksudmu ?” Ada nada kecemasan di kata-kata Mitamura . Mitamura kesal dia hendak menghubungi seseorang. Kotegawa mencegatinya, Mitamura terus menolak memberikan jawaban.

Makoto menelfon Profesor Mitsuzaki, Mitamura-san berniat menelfon Tokyo Medical. Jika memang ada yang salah dengan otopsi ia akan meminta pihak Tokyo Medical yang mengotopsinya kembali.

“Apa yang harus kulakukan ?” Makoto bingung,

“Waktu yang pas sekali, periksa kondisi tubuh Mayama segera.” Perintah Profesor Mitsuzaki. Makoto heran dengan perintah tersebut. Profesor Mitsuzaki menyuruh Makoto untuk mengkonfirmasi ke pihak keluarga jika memang ada kesalahan pada sertifikat kematian yang dilakukan ahli dari Tokyo Medical Office.

“Aku tidak mungkin bisa melakukan itu,” respon Makoto.

“Aku tidak menyuruhmu mengotopsinya, cek saja kondisi tubuhnya.”. Makoto berontak, ia tidak mungkin bisa memberitahukan kesalahannya apa. Profesor Mitsuzaki berkata, nanti Makoto akan tahu sendiri apa salahnya, pokoknya Makoto harus segera mengeceknya. Profesor Mitsuzaki sedang menuju ke Tokyo Medical Office. Panggian diputus Profesor Mitsuzaki.

    Detektif Kotegawa mendekati Makoto, bertanya ada apa. Makoto menjelaskan kalau Profesor Mitsuzaki sedang menuju Tokyo Medical dan menyuruhnya mengecek kondisi tubuhnya Mayama Shinji.

  Seingat Kotegawa saat menelfon Profesor Mitsuzaki, beliau berkata telah memiliki rencana. Kalau begitu segera lakukan perintah Profesor Mitsuzaki.

Profesor Mitsuzaki masuk ke Tokyo Medical.

       Istri Mayama menggendong Keita yang tertidur, Mitamura mencoba menahan Istri Mayama untuk tidak setuju dengan apa yang akan dokter Makoto Tsugano lakukan tanpa persetujuan Tokyo Medical. Istri Mayama pikir Tokyo Medical sudah menyimpulkan kematian suaminya adalah kecelakaan, dan Tokyo Medical tidak akan mungkin menerima tuduhan atas kesalahan mereka, lagipula Makoto Tsugano hanya ingin mengecek kondisi tubuh Mayama Shinji.

    Profesor Mitsuzaki bertemu dengan Direktur Kinmochi Tokyo Medical. Direktur Kinmochi memperkenalkan Nagase, seorang ahli yang mengotopsi Mayama Shinji. Profesor Mitsuzaki memperkenalkan dirinya dari Universitas Urawa.

Direktur Kinmochi mempersilahkan Profesor Mitsuzaki duduk, jadi apa maksud kedatangan Profesor Mitsuzaki.

      Makoto membuka peti mati, ia lalu mengeceknya. Mitamura cemas sekali melihat tindakan Makoto.

   Direktur Kinmochi mengerti kalau Profesor Mitsuzaki ingin mempertanyakan sertifikat otopsi Mayama Shinji.

Profesor Mitsuzaki meminta izin melakukan otopsi lagi di labnya.

“Sudah cukup !. Kau tidak akan menemukan apa-apa hanya dengan mengeceknya !”  sergah Mitamura dengan gelisah. Detektif Kotegawa bertanya pada Makoto perkembangannya. Makoto meminta waktu lagi, dia mengeceknya lagi dan membuka bagian atas pakaian Mayama, tubuh atas Mayama diperban. Makoto memandang Kotegawa dengan terkejut, seolah telah mengetahui sesuatu.

    Direktur Kinmochi tidak percaya dengan keinginan Profesor Mitsuzaki yang ingin mengotopsi Mayama Shinji lagi. Tokyo Medical sudah sering melakukan otopsi dan tak keluarga korban banyak yang tidak setuju dengan hasilnya, Tokyo Medical sudah biasa dengan hal seperti itu. Melakukan otopsi lagi dan lagi tanpa ada masalah yang berarti.

   Namun Profesor Mitsuzaki menegaskan kali ini dia ingin mengotopsi Mayama Shinji karena hasilnya kurang memuaskan. Nagase tersinggung, apa Profesor Mitsuzaki sedang menghinanya ?. Direktur Kinmochi bagaimanapun juga tidak akan memberikan izin Profesor Mitsuzaki untuk mengotopsi Maayama Shinji lagi, saat Profesor Mitsuzaki kemari… atasannya Profesor Mitsuzaki menelfon Direktur Kinmochi untuk tidak terlalu menanggapi permintaan Profesor Mitsuzaki yang tidak-tidak.

   Dekan tidak habis pikir dengan Profesor Mitsuzaki. Pergi ke Tokyo Medical, padahal Direktur Tokyo Medical dan Rektornya Universitas Urawa pergi menuntut ilmu bersama dulu. “Profesor Tsukuba, terima kasih sudah memberitahuku” Dekan pergi meninggalkan Profesor Tsukuba.

Direktur Kinmochi tahu kalau Profesor Mitsuzaki posisinya sedang canggung di Urawa.

   Makoto menggunting perban di badan Mayama. Mitamura protes “Apa yang kau lakukan ?!” Detektif Kotegawa menahan Mitamura. Makoto terkejut melihat tubuh Mayama. Ia tahu sekarang kebenarannya.

    Direktur Kinmochi meminta Profesor Mitsuzaki pergi. Profesor Mitsuzaki menerima telfon dari Makoto. Makoto selesai mengecek tubuh Mayama, ia rasa otopsinya belum sepenuhnya diotopsi, tidak terdapat luka jahitan di sana.

Profesor Mitsuzaki terlihat lega, seperti yang ia duga sebelumnya. “Tubuh Mayama Shinji belum selesai diotopsi, kau yakin ?”

“Iya,”

   Pertanyaan Profesor Mitsuzaki jelas memicu kemarahan Nagase dan Direktur Kinmochi. “Akan aku telfon lagi nanti,”

Di rumah Mayama, Mitamura menatap geram pada Makoto.

***

“Asisten dalamku sudah mengecek tubuh Mayama-san. Dia tidak melihat adanya luka jahitan pada tubuhnya.”

“Apa kau bercanda ?. Nagase-kun yang melakukan otopsinya” Nagase diam saja. Direktur terkejut sendiri, kau tidak mengotopsinya ?. Profesor Mitsuzaki tahu kalau Nagase adalah dokter paruh waktu Tokyo Medical dan membuka klinik sendiri, Nagase pasti sangat sibuk orangnya. Jadwalnya berantakan, harus melakukan banyak administratif otopsi setiap hari.

    Ramai pemberitaan tentang kecelakaan Mayama Shinji, jadi Nagase ambil mudahnya saja dengan menyimpulkan penyebab kematian adalah kecelakaan, asistennya Nagase juga setuju dengan itu.

   Direktur Kinmochi marah besar. Nagase mengaku dirinya terlalu lelah dan sibuk, lagipula dia di Tokyo Medical hanya dokter paruh waktu, apa salahnya tidak mengotopsi orang yang meninggal yang jelas terlihat karena kecelakaan tersebut ?. Nagase kesal sendiri, bagaimana bisa dia disebut dokter padahal kebanyakan berurusan dengan jasad.

    Profesor Mitsuzaki yang terlihat geram sejak tadi mendengar alasannya Nagase, mengatakan, tidak perduli pasiennya hidup atau mati, jika dokter tidak mengotopsi yang harus diotopsi, dia tidak layak disebut dokter. Maka Nagase pantasnya disebut orang-orang tidak berguna yang hanya memiliki selembar kertas yang disebut linsensi kedokteran.

   Direktur Kinmochi dan Nagase diam tak berkutik. Profesor Mitsuzaki meminta Tokyo Medical menghubungi keluarga yang ditinggalkan untuk merekomendasikan otopsi ke Universitas Urawa. Profesor Mitsuzaki pergi.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

   Profesor Mitsuzaki mempersiapkan peralatannya, Makoto hendak membantu namun ditolak. Profesor Mitsuzaki ingin membersihkannya sendiri.

“Sejak awal anda sudah tahu kalau jasadnya belum diotopsi bukan ?”

“Aku tidak yakin jika Direkturnya tidak mempercayaiku. Kita beruntung karena keluarga yang ditinggalkan mengizinkanmu mengecek jasadnya.”

Makoto undur diri.

   Dekan datang. “Aku tidak menduga kau itu orangnya banyak sekali akalnya. Aku akan mengingatnya.” Setelah mengatakan itu Dekan langsung pergi.

Profesor Mitsuzaki mulai menggunakan pisau bedahnya, membuat sayatan.

   Istri Mayama dan Mitamura menunggu. Okamura berbisik pada Kotegawa “Apa kau pikir seseorang memberinya obat ?. Dari kacamata dokter, sangat mudah baginya untuk menduganya”

“Awasi mereka,” Kata-kata Kotegawa merujuk pada istri Mayama dan terlebih lagi teman akrabnya Mayama.

    “Liver dan limpanya, terjadi retakan luka ringan. Selaput ususnya rusak. Terdapat pendarahan di rongga perutnya. Ambil sampel urinnya untuk uji adanya obat”

    Makoto mematuhi perintah Profesor Mitsuzaki. Detektif Kotegawa mendekati Makoto, bertanya apa hasinya. Saat dites ternyata tidak ditemukan adanya obat-obatan. Kotegawa terkejut, apa ?, apa tidak terjadi kesalahan ?. Makoto melihat alatnya lagi, sejauh ini tidak ada kesalahan.

     Profesor Mitsuzaki selajutnya akan mengecek bagian belakang mata dan retinanya. Makoto heran kenapa Profesor Mitsuzaki ingin melakukan itu. Profesor Mitsuzaki mengambil mata Mayama, retinanya mati. Terdapat genangan yang memacetkan jalannya darah, tidak cukup darah yang tertransfer ke retina dan sel visualnya mati. Terdapat sumbatan di Retinal Arteri.

   Kotegawa menanyakan apa penyebab kematian Mayama. Dokter Kashiyama menjelaskan, berarti saat pertandingan mata Mayama kehilangan penglihatannya dan terjadilah kecelakaan.

“Mayama-san berarti buta saat pertandingan ?” kata Makoto. Kashiyama mengatakan, tepatnya penyebab kematian adalah karena otaknya luka memar akibat terbentur sangat keras di bagian kepala. Tapi Mayama mengalami kecelakaan karena kehilangan penglihatannya.

   Makoto pikir itu seperti bunuh diri karena situasi. Profesor Mitsuzaki berkata, tapi karena situasi dia berlomba. Profesor Mitsuzaki curiga ada banyak penyebab lainnya daripada insiden kecelakaan,

   Profesor Mitsuzaki yakin Mayama telah lama kehilangan kejernihan penglihatannya. Harusnya Mayama menyadari tanda-tanda itu dan segera memeriksakan diri ke dokter. Pada dokter mata yang bisa menyimpan rahasia Mayama.

   Makoto berpikir sejenak, dibenaknya terlintas video saat Mayama merayakan ultah Keita. Mayama menuangkan jus tidak tepat pada gelasnya, mungkin saja saat itu penglihatan Mayama mengabur. Terlihat jelas Mayama kesulitan setelah menyadari jusnya tumpah, tangan bergerak asal seolah tidak bisa melihatnya. Di video yang sama Mitamura tersenyum samar, menegaskan kalau dia tahu permasalahan mata Mayama Shinji.

Juga sikap Mitamura yang tampak aneh ketika Makoto dan Kotegawa mengunjungi rumah Mayama Shinji.

Makoto menyimpulkan itu adalah bunuh diri tanpa sengaja yang terbungkus dalam kecelakaan. Mayama memiliki asuransi jiwa bernilai 50 juta yen untuk keluarganya.

Kotegawa: Jadi Mitamura bersekongkol,

Kashiyama: Jika memang begitu, berarti ini adalah situasi yang samar-samar. Jika dia mengakui ini adalah pembunuhan diri maka asuransinya tidak akan dibayarkan.

   Mitamura dibawa oleh polisi. Sebelum pergi Mitamura memandang Istri Mayama yang amat sedih. Dia berkata, makanya aku terima kalau ini adalah kecelakaan.

Profesor Tsukuba: Kau pikir aku senang karena sudah mengkhianatimu ?. Jagalah dirimu,

Profesor Mitsuzaki hanya mendengarkan. Panggilan diakhiri.

  Makoto memeras air di handuk kecil. Ia pikir telah melakukan hal yang baik pada keluarga yang ditinggalkan. “Satu kemungkinan telah gugur” kata Kotegawa, ia mengepel ruangan.

“Kemungkinan ?”

“Kenapa Profesor Mitsuzaki bersikeras melakukan otopsi secara agresif ?. Kemungkinan pertama untuk melindungi keluarga yang ditinggalkan dari penyebab kematian yang salah. Sebenarnya Profesor Mitsuzaki memintaku memberikan semua info tentang jasad di yuridiksiku”

“Apa ?” Makoto terkejut.

 Profesor Mitsuzaki berkata pada Kotegawa, dia melakukannya untuk mengumpulkan data demi hal-hal penting Pembelajaran Kedokteran Forensik. Jadi Kotegawa percaya Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi untuk mengumpulkan data.

    Tapi kenyataannya Profesor Mitsuzaki hanya mengotopsi beberapa jenis jasad saja. Tidak semuanya. Salah satu contohnya adalah Mayama Shinji. Membuat Detektif Kotegawa berpendapat kalau kemungkinan kedua, tujuan Profesor Mitsuzaki mengotopsi adalah untuk mengumpulkan data riset pribadinya.

Makoto tertegun mendengarnya.

   Makoto menemui Profesor Mitsuzaki, menanyakan data-data otopsi untuk apa. Sebenarnya apa tujuannya Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi ?.

“Bukan urusanmu”

“Anda membuatku terlibat, tidakkah anda tahu itu ?. Anda sudah tahu Mayama-san buta saat melihat videonya kan ?.  Sekalipun anda tahu usaha keras Mayama-san tidak dihargai jika anda menyimpulkan dia bunuh diri, anda melakukan otopsi untuk mengumpulkan data kan ?!”

Makoto selama ini percaya Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi demi membantu menemukan kebenaran bagi keluarga yang ditinggalkan. Profesor !, sebenarnya untuk apa anda melakukan otopsi ?

“Bukankah sudah kuberitahu kau dari awal ?, Kedokteran Forensik bukan untuk keluarga yang ditinggalkan.”

   Detektif Kotegawa melihat keduanya, lalu pergi. Makoto ditelfon oleh Kashiwagi Sumire, ibunya Yuko.

   Yuko kritis, “Wanita, 27 tahun. Tekanan darah 60 dan 80. Serangan jantung”. Kashiwagi Sumire dan Makoto, dokter Hideo serta staf medis lainnya mendorong ranjang Yuko.

“Tingkat kesadarannya ?” tanya dokter Hideo

“100. Kondisi dimana dia mengalami penurunan kesadaran”

“Yuko !, Yuko !. Dia baik-baik saja sampai siang tadi. Tapi sore ini dia mulai mengeluh dadanya sakit. Makoto-chan, Yuko akan baik-baik saja kan ?”

Makoto meminta ibunya Yuko tenang dan menunggu.

   Di dalam ruangan. Makoto mengecek kondisi Yuko, tekanan darahnya, 89 dan 50. Denyut nadinya 72. SPO2 82 % (Kadar oksigen yang terikat dalam sel darah merah). Laju pernafasannya 15. Ini adalah Hypoxemia (Kekurangan suplai oksigen)

  Dokter Hideo memandang Makoto seolah tahu ini akan terlambat. Ia bersikap tenang.

  Dokter Hideo: Kombinasi dari hypoxemia dan pneumonia.

Makoto: Tolong persiapkan ventilator.

Suster: Baik !

Dokter Hideo: Tsugano-kun, berikan hasil X-ray nya sekarang.

Ketika Makoto mengambil hasil X-ray Yuko. Jantung Yuko berhenti berdetak. Dokter Hideo menyuruh Makoto melakukan pijatan ke jantung, dengan perasaan yang campur aduk Makoto berusaha melakukanyang terbaik demi Yuko.

“Arrest !”

Makoto tidak rela kehilangan Yuko begitu saja.

KOMENTAR :

     Tidak semua drama medis melulu membosankan. Hipokuratetsu No Chikai menurutku alurnya menyenangkan. Berarti jika ada beberapa pihak yang terkait dalam semacam case diantara “Ragu-ragu” dan “Pasti yakin orang itu”, tidak perduli apapun dugaan awal penyebab kematiannya, jasad harus segera diotopsi. Diotopsi semuanya, luar dalam sampai ke otak2nya harus dicek agar semua orang merasa adil, Oh… I See I See..

Dan dilakukan oleh kedokteran Forensik yang tidak ngibul+netral lah yang bisa dipercaya, semacam Profesor Mitsuzaki itu XD (Meskipun beliau pun punya maksud pribadi melakukan otopsinya sih.. mengumpulkan data-riset pribadi).hippocratic-oath