Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 2 Part 2

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

m1

        Mikuri terharu, ibu memeluknya dan ayah Tochio tiba-tiba memeluk istri dan anaknya. Ia mati-matian menahan tangisnya agar tidak pecah.

m2

“Mikuri…” Ucap ayah.

m3

     Nyonya Tsuzaki kelupaan sesuatu, ia akan ke restroom sebentar. “Tunggulah di sana, oke ?” Kata Nyonya Tsuzaki sebelum pergi.

Tsuzaki dan Tuan Tsuzaki lalu duduk di dua bangku kosong. Tsuzaki meminta maaf pada ayahnya karena telah menyita waktu ayah bekerja.

“Dia masih muda, tapi dia sudah mandiri kan ?” Tanya ayah.

m4

“Benar,”

“Dia terlalu muda” Gumam ayah.

Namun Tsuzaki berkata Mikuri itu tua di dalamnya, dia sudah dewasa. Mikuri yang mengatakan itu pada Tsuzaki.

    Ayah malah berpikir kalau Tsuzaki sengaja mengatakan hal-hal yang baik tentang Mikuri. “Tidak seperti itu,” jawab Tsuzaki.

“Bagi seorang pria, memiliki rumah tangga… adalah menanggung semua beban dan mengambil tanggung jawab. Aku rasa kau bisa melakukannya. Aku bisa menikmati minuman enakku hari ini. Selamat,”

Tsuzaki menoleh memandang ayahnya,

m5

Mikuri dan Tsuzaki berjalan bersama.

“Ibuku dan ayahku sangat kecewa dan bahagia lebih dari yang kuduga. Beban dari sebuah kata ‘pernikahan’ sekarang aku rasakan, sekalipun ini terlambat. ” Kata Mikuri.

“Aku merasa lega. Aku mengambil beban dari pundakku. Karena aku tidak bisa menjadi anak yang orang tuaku inginkan… meskipun ini tidak dalam artian sebenarnya, ini sudah cukup jika membuat mereka bahagia. ”

Tsuzaki menyadari kalau apa yang ia dan Mikuri lakukan seolah menggampangkan orang tua mereka masing-masing. Tapi kebohongan mereka ini ada manfaatnya juga. Tsuzaki terus berjalan, Mikuri berhenti.

m6

“Syukurlah!” Kata Mikuri. Tsuzaki kemudian berhenti berjalan dan menoleh ke Mikuri. Mikuri mengatakan, dirinya tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika Tsuzaki menyesal melakukan pernikahan kontrak ini. Dan ini tidak baik untuk berbohong… Mikuri pikir mungkin telah membuat Tsuzaki melakukan sesuatu yang berbahaya.

Karena Mikuri tidak memiliki kepercayaan diri untuk meyakinkan apapun disekitarnya, mereka berpura-pura melakukan pernikahan seperti pada umumnya. Jika boleh dibilang, ini adalah bentuk dari melarikan diri.

m7

    Tsuzaki menanggapi, “bukankah tidak masalah jika melarikan diri ?.”. Pernyataan Tsuzaki membuat Mikuti terkejut. Tsuzaki mengatakan “di Hongaria, mereka memiliki peribahasa seperti ini…, ‘Melarikan diri itu memalukan, tapi ada gunanya’. “

“Berguna ?” Mikuri heran.

m9

    Tsuzaki berkata, tidak baik jika mengambil keputusan dengan ragu-ragu. Sekalipun ini memalukan untuk melarikan diri, yang terpenting adalah mereka berjuang untuk bertahan hidup. Tsuzaki tidak ingin menerima pertengkaran atau penyangkalan dalam keputusannya ini.

Lalu Mikuri mengucapkan peribahasa dari Hongaria tersebut “Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu..”

“Benar!”

[NB: Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu= Running away is a shame, but it is helpful.]

Mikuri sadar Tsuzaki memang benar, dia lalu mendekati Tsuzaki. Sekalipun ini melarikan diri, tapi mari kita bertahan hidup!. Mereka tidak sedang dalam situasi untuk membuat objections lain.

    Sebenarnya Tsuzaki sudah memikirkannya sebelumnya, tapi… bukankah ‘Pertengkaran! Penyangkalan! Objection’ itu sudah jadul ?. Bagaimana Mikuri tahu soal itu ?. Mikuri tersenyum-senyum mendengar pernyataan Tsuzaki, dia memang tidak berbohong soal umurnya, ayahnya Mikuri sering menonton itu berulang kali.

“Kau sangat mirip dengan ayahmu.”

“Kumohon jangan begitu, kau juga, Tsuzaki-san…”

Ekspresi Tsuzaki lalu berubah, Mikuri segera menyadari kata-katanya tidak membuat Tsuzaki nyaman. Mikuri diam sebentar. Segera mengganti kata-kata yang hendak diucapkannya

“Kau terlihat seperti kau tahu segala hal yang jadul dan hal ribet”

“Itu benar,” Tsuzaki tersenyum.

m10

Mereka kemudian berjalan kembali. Dalam hati Mikuri berkata “Kau juga, Tsuzaki-san. Mirip seperti ayahmu. Aku menghentikan kalimatku di tengah jalan. Aku tidak perlu banyak ikut campur. Kami bukanlah suami dan istri atau sepasang kekasih, ataupun teman juga. Hubungan kami adalah sebagai bos dan pegawai”

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

m11

    Barang-barang Mikuri sudah ada di rumah Tsuzaki. Mikuri sudah mempelajari kontraknya, tidak ada yang bermasalah dan ia menandatanganinya. Tsuzaki mengambil kontrak tersebut dari Mikuri dan menaruhnya di sebuah laci. Mikuri menyaksikannya juga.

Tsuzaki mendekati Mikuri, mereka bertatapan lama. Tsuzaki bilang dia akan tidur, lalu pergi ke kamarnya. Mikuri memanggilnya “Tsuzaki-san!..” lalu dia ganti “Hiramasa-san!, selamat malam.” Tsuzaki membungkuk sopan lalu masuk ke kamar.

m12

    “Hiramasa-san tidur di kamar sebelah. Apakah aku merasa gugup ? Aku tidak gugup ?, kenapa aku tidak gugup ?. Kami dibawah atap yang sama tapi aku tidak merasakan bahaya.”

m12a

“Ah, apa itu karena dia tipe herbivora ?” Pikir Mikuri heran. Tapi segera sadar “Tidak.” . Mikuri teringat saat di jalan tadi Tsuzaki.

Tsuzaki bukanlah tipe orang yang seperti dipikirkan orang lain. Itu karena Mikuri bisa memikirkannya seperti itu.

m13

   Sekarang ke Tsuzaki. “Di ruangan sebelah, Moriyama-san-. Mikuri-san sedang tidur. Dia orang asing. Apakah dia tidak merasakan adanya bahaya sekalipun kami tinggal di rumah yang sama ?. Apakah dia berpikir aku ini bukalah ancaman ?. Kupikir tidak. ”

“Biasanya, aku tidak suka orang ada di rumahku, atau terlibat denganku. “

Tsuzaki pikir Mikuri mengerti makna dari sebuah jarak, Mikuri tahu dimana dia harus berhenti mencampuri kehidupan orang lain.

m14

Tsuzaki teringat saat Mikuri nyaris mengatakan Tsuzaki mirip dengan ayahnya. Tsuzaki menyimpulkan Mikuri bisa menarik diri seperti ombak. Seperti ombak…

      Di luar, Mikuri tampaknya sudah tidur pulas.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

m15

    Kazami dan Tsuzaki makan siang bersama. Tsuzaki membawa bekal buatan Mikuri. Kazami menanyakan kehidupan Tsuzaki dua minggu ini setelah menikah.

m17

    Pagi hari, Mikuri sudah sibuk memasak. Tersenyum ramah menyapa selamat pagi pada Tsuzaki.

m18

    Mikuri membuatkan bento. Tsuzaki berterima kasih. Mikuri mengantarkan Tsuzaki keluar pintu,

m19

“Selamat jalan!”

Tsuzaki menanggapinya dengan mengangguk sopan.

“Aku masih merasa sedikit gugup, tapi ini sangat wajar.”

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, Tsuzaki bersyukur ketika lelah bekerja ia bisa langsung tidur tanpa memikirkan apapun.

m16

    Tsuzaki dan Kazami kembali ke ruangan kerja. Tsuzaki bertanya apa Kazami sekarang ingin menikah ?. Tidak, Kazami hanya saja sedang memikirkan keuntungan apa saja nanti setelah menikah.m20

   “Pernikahannya itu bohong-bohongan!” Pekik Hino. Hino dan Numata sedang menggunjingkan Tsuzaki. Tsuzaki dan Kazami yang mendengar pekikan itu langsung sembunyi-sembunyi menguping mereka.

Keduanya tidak habis pikir kenapa Tsuzaki bisa menikah, padahal sebelumnya Tsuzaki mengatakan pernikahan adalah hal paling jauh yang bisa terjadi padanya.

“Hanya dalam sebulan setengah… Pasangannya 10 tahun lebih muda darinya. Ini aneh, Ini aneh… Intuisiku membisiki telingaku. ” Numata tidak bisa terima.

m21

Hino mengedip-ngedipkan matanya berkali-kali. Sedang berpikir keras. Ah.. sekarang Hino tahu apa yang terjadi sebenarnya!.

Tsuzaki mengintip mereka.

 Numata tidak sabar ingin tahu apa yang Hino pikirkan. “Tidak perduli apapun itu ? katakan saja!”

Hino menceritakan kejadian sebelumnya.

m22

   Hino minta ditunjukkan foto istrinya Tsuzaki, tunjukkan! tunjukkan! tunjukkan. Mereka sedang makan siang, Hino memaksa. Tapi Tsuzaki bilang dia tidak punya fotonya. Hino kesal, bagaimana Tsuzaki tidak punya ?, normalnya Tsuzaki harus punya beberapa gambar.

Tsuzaki bilang dia dan istrinya memang tidak normal.

“Tidak normal ?” Numata mengerutkan alisnya dengar cerita Hino.

“dan lagi…” Hino penuh arti mengatakannya. Tsuzaki masih menguping di tempatnya.

m23

   “Kalau begitu aku akan berkunjung ke rumahmu dengan keluargaku”

“Kau tidak bisa,” elak Tsuzaki.

Hino protes, tapi kan Tsuzaki sudah pernah ke rumahnya Hino!. Tsuzaki balas menjawab dia memang pernah ke rumahnya Hino, tapi Hino tetap tidak boleh ke rumahnya Tsuzaki. Hino jengkel, dia mengambil kotak bekal Tsuzaki dan meletakkannya ke meja.

“Aku ingin melihatmu bersemu-semu malu di depan istrimu~” Katanya sambil menggelitiki Tsuzaki.

   Tsuzaki tetap tidak mau, dan itu tidak mungkin!.

m24

   Numata menyimpulkan, sudah jelas sekarang!. Istrinya Tsuzaki itu tidak ada, itu hanya khayalannya Tsuzaki. Hino menggeleng-geleng frustasi, “jadi Tsuzaki hidup di dunia 2D ?”

“Mari kita kenalkan dia ke seorang konselor.”

   Tsuzaki langsung keluar dari persembunyiannya. Ada kog!, istrinya ada fisiknya.

“dalam 3D ?” tanya Hino

“dalam 3D. Dia bisa bicara juga.” [wkwkwkwk. Jawabannya memang masuk akal tapi jadi tidak masuk akal kedengarannya, wkwkwk 3D dan bisa bicara ?? robot ? XD ]

“Pepper-kun ?” Tebak Numata

“Bukan Pepper-kun. Dia itu dalam bentuk manusia”

    Hino rasa pernikahannya Tsuzaki ini dadakan, seolah ada insiden hamil duluan. Tsuzaki menegaskan tidak seperti itu!. Tapi Numata tetap merasa aneh, oke.. dia terima kalau ini pernikahan dadakan tapi Tsuzaki tidak memiliki aura pernikahan. Numata tidak bisa melihatnya. Pancaran tubuh dari orang yang sedang jatuh cinta pun tidak ada.

“Passion!” kata Hino.

Tsuzaki mencoba menyangkal, dia tidak berasal dari daerah yang penuh passion. Dan jika Tsuzaki menunjukkan passionnya setiap hari, dia akan kelelahan. Numata heran, Tsuzaki tidak menunjukkan passionnya setiap hari sekalipun dia sudah berumah tangga ?

Tsuzaki mulai kewalahan, sebagai gantinya dia mengundang Hino dan keluarganya berkunjung ke rumahnya. Hino antusias. Tsuzaki janji akan memperkenalkan istrinya ke Hino dan keluarganya.m25

 “Yatta!”

“Yatta!” Hino dan Numata sama senangnya. Tsuzaki bilang khusus untuk Hino saja. Numata menurunkan tangannya sambil merengut, tapi segera tersenyum kembali.

m26

   Malam harinya Tsuzaki mengatakan rencananya mengundang Hino ke rumah. Sabtu pukul 5 sore, Mikuri setuju. Tsuzaki meminta maaf karena mengambil waktu liburnya Mikuri. Mikuri mengangkat tangannya tidak apa-apa. Tsuzaki sebagai kompensasinya akan memberikan Mikuri hari libur lain.

Tapi Tsuzaki harus terus waspada pada Numata-san. Mikuri menebak apakah Numata orang yang tajam ?. Tsuzaki bilang dirinya memang tidak tahu langsung, tapi orang-orang bilang Numata-san itu gay.

    Numata memiliki cara pandang laki-laki dan perempuan, Tsuzaki pikir itulah mengapa Numata bisa setajam itu menilai orang. Mikuri bertanya apa yang menjadi masalahnya. Tsuzaki mengatakan Numata tidak bisa melihat aura orang yang jatuh cinta di diri Tsuzaki.

“Cinta ?” tanya Mikuri.

“Aku tidak jatuh cinta, jadi tentu saja aku tidak punya.”

Pasangan yang baru menikah selalu bersemangat setiap harinya. Jadi mereka memancarkan aura yang berbeda. Mikuri mengerti.

m27

    Mikuri bertanya sebelumnya di bus saat mereka lamaran ke ayah, Tsuzaki bilang ‘aku perjaka tangguh!’ [di part sebelumnya aku menulis pro-bachelor wkwkwk soalnya bingung mau mengartikannya apa *wkwkwk, okelah.. saran dari Remi ambil aja ‘perjaka tangguh’ meskipun kedengarannya agak aneh :3 , ]

Mikuri bertanya apa maksudnya. Tsuzaki mengatakan, terus terang itu artinya kesepian, tidak lebih dari itu.

Mikuri terenyuh mengetahui artian sebenarnya. Mikuri lalu mengatakan itu kedengarannya bagus. Tsuzaki dalam hati berkata, Benar, menyukai kesepian itu merupakan kegembiraan tersendiri. Itu adalah rahasia dari seorang perjaka tangguh.

m28

    Pagi hari, Tsuzaki mengamati dua ekor burung di kursi. Mikuri sedang memasak.  Tsuzaki memiliki Mikuri sebagai  pekerja yang hidup dengannya, merupakan keputusan tidak masuk akal yang dibuatnya.

m29

    Mikuri bekerja dengan baik, Tsuzaki berterima kasih atas perhatian akan nutrisi di masakan Mikuri. Membuat kulit wajah Tsuzaki lebih sehat. Tidak perlu khawatir memikirkan soal pekerjaan rumah dan belanja.
m30

     Tsuzaki bisa menghabiskan waktu luangnya melakukan hal yang disukainya. Tsuzaki sedang di depan komputer dan sesekali melihat buku. Juga menghemat pengeluarannya.

m31

    Mikuri menyiapkan makanan. Tsuzaki hendak pergi menjemput keluarganya Hino.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

Tsuzaki menunggu keluarganya Hino datang, baru saja tersenyum damai tapi dia terkejut yang datang malahan Numata dan Kazami.

    Anaknya Hino harus dibawa ke rumah sakit, Hino tidak bisa berkunjung.

m33

Tsuzaki masih syok. Numata dan Kazami pikir Tsuzaki sedang tidak konsentrasi, Tsuzaki mengirimkan alamat rumahnya ke Kazami dan Numata. Nomor apartemennya 303. “Aku punya sesuatu yang harus dilakukan, jadi aku pergi duluan. Tolong jangan terburu-buru, silahkan nikmati waktumu sebanyak mungkin.”

m34

  Tsuzaki langsung berlari pulang. Numata dan Kazami heran. Tapi Numata segera berlari menyusul Tsuzaki.

m35

    Mikuri selesai menata makanan. Tsuzaki pulang ngos-ngosan “Numata-san..”

“Numata ?”

Tsuzaki mengingatkan pada Mikuri soal pria berpandangan tajam yang dia ceritakan sebelumnya. Sekarang mereka berdua harus menyembunyikan barang-barang yang kelihatan aneh di mata Numata. Mikuri mulai menyembunyikan mail. Tadi Mikuri meletakkan futon di ruangan karena dipikirnya anak-anak akan datang.

     Tsuzaki bilang anak-anaknya tidak jadi datang. Pokoknya mereka harus menyembunyikan, jangan sampai Numata tahu kalau Tsuzaki dan Mikuri tidurnya dipisah. Berbahaya kalau Numata sampai melihat tempat tidur Tsuzaki. Jangan sampai Numata melihat kamar.

m36

Mikuri dan Tsuzaki hendak memindahkan futon, Ting tong!, ting tong!.

Komentar:

        Meski pernikahan kontrak, gak ada bedanya tuh sama pernikahan biasa *wkwkwkwk, bedanya dibayar dan tidak ada cinta. Kedua belah pihak keluarga sama-sama bahagia anak mereka menikah, sayangnya bukan pernikahan sebenarnya. Hahahaha… menurutku yang terlucu Hino dan Numata, oemjiiii… apalagi pas bagian, jangan jangan istrinya Tsuzaki itu tidak nyata !, Tsuzaki hidup di dunia 2 dimensi!, kita harus bawa Tsuzaki ke ahli jiwa !.

     Well… Mikuri S2nya Psikologi klinis dan suka ngayal, saat bagian ala-ala wawancara TV dan dokumenternya Mikuri, itu adalah self talk nya Mikuri sendiri, hayoo… aku yakin kalian yang lagi baca pasti juga pernah melakukan hal yang seperti Mikuri lakukan ^^ .

     Ketemu Tsuzaki yang hard work dan kaku cenderung dingin, benar-benar dua sisi mata uang yang berbeda tapi saling membutuhkan. Aku bertanya-tanya di episode berapa pernikahan kontrak mereka akan diwarnai oleh cinta ?, jika Mikuri dan Tsuzaki jatuh cinta beneran, dan menganggap pernikahan mereka beneran… apa Mikuri dan Tsuzaki masih tetap pegawai dan Bos ?.

“Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu”

Bersambung part 3. Untuk link lengkapnya silahkan dilihat di bagian ‘Daftar Sinopsis aku sudah mengaturnya dari eps 1 – . Kalau perlu dibookmark sekalian saja *Haha!,

 

Advertisements

About Karissa Yi

Someone who can't live without drama. ["chariszha.com" - Can't Life without drama ]

Posted on 19 November 2016, in We Married as Job and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s