Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 1 Part 3

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z32

    Mikuri pulang. Ayah dan ibunya sedang mengemasi barang-barang untuk pindahan. Yuri juga ada di sana, disuruh ibu Mikuri untuk mengambil kimono ibu mereka tanpa tahu apa punya kesempatan untuk memakainya dibandingkan Sakura-san, ia juga tidak bisa percaya jika Mikuri ikut pindah ke Tateyama juga. Mikuri bilang itu karena dia tidak mampu untuk hidup sendiri.

 Mikuri membuatkan teh. Yuri berkomentar Tochio-san bertingkah gila lagi,

“Gila…” membuat Mikuri kepikiran sesuatu (kurasa kepikiran ucapannya ke Tsuzaki XD)

“Huh ?” Yuri agak bingung melihat Mikuri melamun.

Mikuri hanya sedang berpikir tindakan gila ayahnya ini ada hubungannya dengan garis keturunan mereka.  Tapi ibu membela suaminya, keputusan mereka memang gila tapi menyenangkan. Ibu senang sekali akan hidup di rumah baru nanti. Semangat sekali berkemas-kemas.

Yuri berbisik-bisik, apa Mikuri dilupakan begitu saja oleh orang tuanya ?. Mikuri menjawab dirinya hanya tambahan saja di rumah ini.

z33

    Ibu bilang tidak pernah sesenang ini di usianya sekarang, iya kan, Tochio-san ?. Ayah menemukan sebuah kayu. Ibu mendekat, itu adalah cedar kokhesi yang mereka beli saat pergi ke Shinsu beberapa tahun yang lalu.

   Mikuri dan Yuri memandangi pasangan suami istri itu yang amat indah diperhatikan kebersamaannya.

z34

    “Terserah apa yang mereka katakan, yang jelas mereka bahagia” Kata Yuri sambilmeletakkan kimono di mobil.

“Eh ?”

“Hanya jadi satu-satunya untuk mereka berdua. Bukankah lebih bahagia ketimbang hidup seorang diri tanpa ada yang menginginkanmu ?”

Mikuri termenung mendengarnya. Tapi Yuri segera mengatakan jangan terlalu memikirkan kata-katanya tadi.

“Asal kau tahu, Ibu selalu iri padamu, Yuri-chan ?. Yuri-chan adalah seseorang yang sukses, memiliki pekerjaan imipannya serta penampilan.”

“Aku tahu, dia agak berlebihan.”

“Bagaimana dengan kerjamu ?”

    Mikuri menjawab, Tsuzaki-san sedang tidak sehat jadi dia tidak bekerja hari ini. Yuri terkejut, Mikuri meninggalkan Tsuzaki sendirian ?. Mikuri menanggapi, dia kan hanyalah pekerjanya, ia hanya mematuhi apa yang Tsuzaki katakana tadi. Mikuri menyuruh Mikuri mengirimkan Tsuzaki pesan, saat seseorang sakit kan tidak bisa kemana-mana untuk membeli sesuatu.

Mikuri lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan, Yuri pergi. Baru beberapa detik Yuri pergi, Tsuzaki sudah membalas pesannya.

z35

*Pesan Tsuzaki: Bisakah kau belikan obat flu dan satu cup es krim ?

z36

     Mikuri datang ke tempat Tsuzaki, Tsuzaki tidak membukakan pintu. Mikuri langsung masuk. Ia menemukan Tsuzaki tengkurap lemah sambil memegangi ponselnya. Mikuri mendekatinya dan membantunya bangun, Tsuzaki bilang butuh air. Mikuri tadi membelikan sports drink juga. Minumannya bersuhu ruangan, ia memberikannya ke Tsuzaki.

z37

Tsuzaki berkeringat banyak, Mikuri menyuruh Tsuzaki mengganti pakaiannya. Mikuri menyiapkan pakaian dan handuk basah.

z38

    Tsuzaki sudah berganti pakaian. Mikuri dipersilahkan masuk ke kamar. Mikuri maembawakan 2 cup es krim, rasa vanilla dan coklat. Mikuri menanyakan mana yang Tsuzaki suka. Tsuzaki bilang Vanilla. Mikuri lalu meninggalkan yang vanilla di meja dengan obat dan airnya.

    Untuk uang ganti obat dan es krimnya, Tsuzaki memita Mikuri mengambil gantinya di dompet Tsuzaki yang ada di tas. Mikuri terkejut mendengarnya, apa Tsuzaki percaya padanya ?. Tsuzaki menjawab, dia percaya pada Moriyama-san. “Juga.. aku akan membayar upahnya hari ini.”

Tsuzaki lalu terdiam lama. Mikuri menunggunya, lalu menjawab “Aku mengerti. Kalau begitu, silahkan hubungi aku jika butuh bantuan.”

    Mikuri keluar membawa pakaian kotor Tsuzaki beserta es krim coklatnya.

z39

Mikuri mengintip sedikit sebelum pergi. Tsuzaki kelihatan seperti anak kecil saat mengambil es krimnya. Kelihatan menggemaskan sekali.

z40

Dalam hati Mikuri senang sekali, melihat pria yang selalu terlihat kuat dan kokoh sekarang dalam masalah dan sakit, kelihatannya lucu sekali bagi Mikuri.

z41

      Ketika Tsuzaki bangun dia mendengar suara Mikuri memotong sayuran di atas talenan. Saat Mikuri masuk membawakan makanan, Tsuzaki pura-pura tidur lagi.

z42

Tsuzaki terkejut saat Mikuri menyentuh pipinya, mengecek suhu tubuh. Mikuri meminta maaf karena telah membangunkannya. Mikuri pikir demamnya sudah turun.

z43

Tsuzaki tersenyum memakan masakan Mikuri. [Whoaaa… aku suka senyumannya Gen, Tsuzaki senyumnya jarang tapi kalau sudah senyum… senyumnya nular]

z44

     Mikuri berpamitan untuk pulang. Tsuzaki hendak memberikannya upah, tapi Mikuri bilang dia tidak berhak karena hanya membuatkan makan malam. Tsuzaki mengatakan kalau Mikuri bisa menikah, pandai membersihkan, masakannya juga enak.

“Terima kasih banyak,”

“dan aku rasa kau adalah orang yang sangat perhatian pada orang lain.”

Mikuri senang mendengar pujian itu. Sudah lama sekali sejak ia tidak dipuji.

“Jika kau tidak punya pacar saat ini… Maaf jika kau punya.” Kata Tsuzaki hati-hati untuk kalimat terakhir.

“Aku tidak punya,” Mikuri menggeleng.

Tsuzaki lalu melanjutkan, Mikuri masih muda dan bisa melakukan kencan buta atau semacamnya untuk menikah, jadi Tsuzaki pikir Mikuri bisa dengan mudahnya mendapatkan pasangan untuk menikah jika dia mencarinya. Mikuri segera tahu kemana arah pembicaraannya, ia meminta maaf. Tsuzaki sudah salah paham, dia bukannya ingin menikah. Tsuzaki heran, tapi sebelumnya Mikuri menawarkan kontrak pernikahan. Mikuri bilang bukan begitu maksudnya.

z45

   Mikuri menceritakan keadaannya, dia sudah dua kali gagal dan dipecat. Saat ada yang ingin menerimanya, Mikuri harus berusaha keras.

z46

Dan ketika Tsuzaki mengatakan soal kaca jendela tiba-tiba, Mikuri takut sekali Tsuzaki memecatnya. Mikuri meminta maaf karena sebelumnya mengatakan hal-hal gila soal kontrak menikah, ia dapat sifat menggila tersebut keturunan dari ayahnya.  Mikuri meminta Tsuzaki melupakan soal itu.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Mikuri pulang dengan sedih. “Aku ingin seseorang menyelamatkanku. Seseorang yang mengatakan ‘aku senang kau ada di sini’, aku ingin diterima. Aku bertanya-tanya apakah itu sesuatu yang mewah bagiku ?”

z47

     Yuri masih sibuk bekerja. Numata ada di sebuah tempat dan melamun. Kazami baru selesai berkencan dengan pacarnya. Mikuri bersimpangan dengan Kazami, mereka tidak saling mengenal. Tsuzaki menaburkan pakan burung ke kursi.

z48

“Setiap orang… ingin dibutuhkan oleh seseorang lainnya. Tapi.. ini tidak berjalan semestinya. Perlahan-lahan membuat putus asa pada beragam emosi…  Tawa terhenti ketika kau ingin menangis… karena itulah.. aku belum tentu bisa hidup.”

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

*Minggu selanjutnya…

Mikuri membawakan Tsuzaki bingkisan, ia menyampaikan pesan ayahnya dan berterima kasih atas satu setengah bulan ini telah mempekerjakan Mikuri. Mereka tidak akan bisa bertemu lagi.

z49

 Mikuri bingung Tsuzaki diam saja. Tsuzaki meminta Mikuri duduk dulu, ada yang ingin dia bicarakan.

   Tsuzaki memberikan gaji hari ini. Tsuzaki membuat kalkulasi perhitungan, antara makan dan minum di luar dan di rumah sendiri. Antara menyewa asisten rumah tangga dengan tanpa menyewa. Juga lamanya waktu ibu rumah tangga yang tidak terbayarkan 2.119 jam. Jika jam tersebut dikonversikan ke gaji pegawai adalah..z50

Mikuri menyela, 3.041.000 yen. Tsuzaki telah memperhitungkan semuanya, dan inilah lamaran pernikahannya secara de facto ke Mikuri.

     Mikuri agak terkejut mendengarnya. Tsuzaki masih terus menjelaskan, secara de facto mereka menikah, Mikuri tinggal di sini dan direkrut menjadi istrinya Tsuzaki, Tsuzaki akan menggajinya. Dan tentu saja, ini terserah Mikuri mau bagaimana memutuskan tawarannya Tsuzaki.

z51

   Tanpa pikir panjang Mikuri mengiyakannya. Tapi Mikuri baru ingat barang-barangnya sedang diangkut.

z52

Mikuri mencoba menghubungi rumah, tapi orang-orang rumah sedang sibuk.

z53

Mikuri dan Tsuzaki keluar rumah, Mikuri terburu-buru pergi. Tsuzaki menunjukkan jalan lebih cepatnya. Mikuri bertanya bagaimana kerjanya Tsuzaki ?. Tsuzaki bilang punya waktu kerja yang fleksibel, ia mengantarkan Mikuri.

     Sekarang burung di balkon Tsuzaki ada dua, seolah menggambarkan Tsuzaki yang selama ini sendiri akan hidup dengan Mikuri.

    Keduanya membuat keputusan yang terlalu tiba-tiba. Tsuzaki bingung harus mengatakan apa ke ayahnya Mikuri.

z54

“Ayah.. kumohon berikan aku putrimu.” Mikuri mengucapkan apa yang ada di benaknya. Tsuzaki menatapnya tajam.

“Ah.. aku hanya bercanda.” Kata Mikuri tidak nyaman. Tsuzaki mengangguk. Mikuri pikir mereka harus mengatakan yang sebenarnya soal pernikahan de facto mereka. Tapi kalau dipikir-pikir oleh keduanya, masing-masing keluarga mereka kolot. Mengatakan tujuan menikah mereka sebenarnya tentu tidak akan baik. Tsuzaki lalu berlatih bicara ke ayah Mikuri, tapi dia tidak bisa, terlalu berat. Mikuri juga mengerti, pasti berlebihan untuk perekrutnya/bosnya ini mengatakan hal seperti itu ke ayahnya.

“Kalau kau pikirkan lebih tenang, bukankah itu rangkaian kata yang aneh ?. ‘Kumohon berikan aku… tapi kau itu bukan barang’ ”

“Kau benar, itu sudah jadul” Mikuri baru sadar. Lalu apa yang akan Tsuzaki katakan nanti ?. Tsuzaki lalu hendak browsing google [ngelamar orang, ngomong ke calon mertua, browsing ke google ???, *Ahahahahaha* XD ]

z55

    Tsuzaki mengambil ponselnya. Mikuri bertanya, “Jika kita tinggal bersama, apa yang akan kita lakukan malam harinya ?”  Mendengar pertanyaan itu membuat Tsuzaki seolah memegang bara panas di tangannya, ponselnya terlepas begitu saja.

“Maksudku, apa yang akan kita lakukan soal kasurnya ?”

“Oh, itu akan dipisah. Tentu dipisah.”

z56

“Aku ini pro-bachelor !, pro-bachelor !” Ucap Tsuzaki untuk menyemangati dirinya sendiri. Mikuri heran mendengarnya.

z57

     Pintu bus terbuka, Mikuri dan Tsuzaki bersiap lamaran. Ibu dan ayah terkejut Mikuri pulang, apalagi dengan Tsuzaki. Ibu sudah menyenggol-nyenggol ayah, mengerti ada sesuatu diantara putrinya dan Tsuzaki.

“Tuan… berikan aku..” ucap Tsuzaki, ditunggu oleh ayah dan ibu, serta Mikuri. “… kesempatan untuk menghaturkan terima kasih karena telah meminjamkan putrimu selama satu setengah bulan ini.”

Ayah dan ibu yang tegang langsung ber-oh ria. Antara lega dan kecewa [Ahahahaha….]

z58

Melihat Tsuzaki yang kesulitan, Mikuri dengan entengnya mengatakan dia dan Tsuzaki akan menikah.

 Jadi dia tidak akan ke Tateyama, ia akan tinggal dengan Tsuzaki. Ucapan Mikuri yang mengalir santai langsung terhenti ketika melihat Yuri yang syok bagai disambar petir.

z59

“Menikah ?”

“Yuri-chan.. ini..”

“Menikah ?!.” Yuri langsung menyerang Tsuzaki. “Siapa orang asing ini??!” . Semuanya berusaha menghentikan Yuri. Ayah mengatakan Tsuzaki adalah pria yang serius. Yuri malas dengarnya, pria muda yang serius tidak akan mungkin dengan asisten rumah tangga. Mikuri jadi salah ngomong menanggapi Yuri. Membuat Yuri berpikir kalau Mikuri dan Tsuzaki menikah karena Mikuri hamil duluan.

z61

Ayah, ibu dan Yuri syok. Mikuri mencoba menjelaskan, tapi Tsuzaki malah terus meminta maaf. Mikuri memarahi Tsuzaki kalau minta maaf malah bikin semuanya semakin salah paham. [aku suka adegan ini ????, XO XO ]

Mikuri bilang dirinya tidak hamil atau semacamnya. Mikuri menjelaskan dirinya ingin bekerja di tempat Tsuzaki, eh… Mikuri keceplosan, dia bilang dia ingin menikah dengan Tsuzaki dan Tsuzaki menerimanya. Keduanya lalu membungkuk meminta restu. Ayah dan ibu terenyuh melihatnya.

z62

      Tsuzaki mengatakan dia dan Mikuri tidak ingin mengadakan upacara pernikahan. Orang-orang terkejut dengarnya.

z63

Rekan kerja Tsuzaki juga terkejut mendengar Tsuzaki sudah menikah.

z64

Sekarang Tsuzaki perlu mengurusi asuransi yang awalnya untuk sendiri, harus diganti karena sudah menikah dengan Mikuri. Mikuri juga mengubah statusnya, sekarang dia bekerja menjadi seorang istri.

Komentar:we-married-as-job

     Aku yakin drama ini tidak akan membosankan sampai ending. Iiih.. unyyuuuu…. Lucu sekali ceritanya. Episode 2 nya juga tidak mengecewakan. Adegan favoritku episode ini banyak, kalau dijelasin satu2 sama kyk ngulang sinopsisnya. Wkwkwkwk, sebenernya aku merasa burung yang sering mengunjungi Tsuzaki itu kakinya mungkin ditempeli sesuatu biar betah di-shooting lama, antara kasihan dan romantis rasanya. Romantis ketika aku tidak menyadarinya, tapi berubah menjadi kasihan setelah setelah memikirkan pose burungnya yang kakinya tidak terlihat menjejak kokoh pada kursi T__T. Tapi entahlah, lagipula mereka pasti tidak bertindak jahat sampai menyiksa kan.

 

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 1 Part 3”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s