Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 1 Part 2

z1

      Tsuzaki sadar sedang dipandangi Mikuri, senyuman sirna. Tsuzaki hendak berangkat kerja, Mikuri meminta waktu sebentar untuk bicara.

z2

     Mikuri menjelaskan situasinya. Ayah dan ibunya  akan pindah ke Tateyama, jika Mikuri ikut mereka dia tidak bisa melanjutkan bekerja di sini, Mikuri ingin bekerja penuh waktu. Tsuzaki berkomentar, kalau itu masalah keluarga dan dia tidak bisa membantu. Mikuri meminta maaf.

z3

Lalu Tsuzaki berkata kaca jendelanya, apa Mikuri membersihkannya ?. Mikuri meminta maaf, dia pikir telah membuat kesalahan. Tsuzaki bilang itu bukan kesalahan, di Sabtu pagi ketika dia membuka tirainya… ruangannya menjadi terang lebih dari biasanya, ia bertanya-tanya kenapa bisa seperti ini. Ia sadar ternyata kaca jendelanya dibersihkan. Itu membuat perasaannya tenang.

“Terima kasih banyak, membuatku sadar, aku bersyukur telah mempekerjakanmu, Moriyama-san. Jika memungkinkan aku akan senang kau tetap lanjut bekerja di sini” Mikuri tersentuh mendengar perkataan Tsuzaki.

“Aku juga.”

z4

Mikuri lalu berdiri, dia bisa !, bisa lanjut bekerja di sini dan tinggal. Tapi Tsuzaki pikir tinggal dengan wanita sebelum menikah agak…

“Kalau begitu, kenapa tidak nikahiku saja ?.”

Mikuri menjelaskan, sekalipun disebut pernikahan, sebenarnya itu seperti pekerjaan. Seperti merekrut asisten rumah tangga… Seperti sebuah kontrak nikah!.

Mikuri dan Tsuzaki bertatapan, Tsuzaki jelas bingung dengan perkataan Mikuri tadi. Melihat reaksi Tsuzaki, Mikuri segera sadar diri. Ah… dia tertawa kecil menutupi rasa malunya. Dia berkilah telah berbicara hal yang tidak penting tadi. Lalu segera meminta maaf pada Tsuzaki.

“Maaf telah mengatakan sesuatu yang begitu gila. Itu hanya bercanda!, candaan yang garing.”

Lalu Mikuri menyuruh Tsuzaki segera berangkat kerja, sudah waktunya !. Nanti kau terlambat!.

z5

Mikuri beranjak dari duduknya, mendorong Tsuzaki keluar dari rumahnya sendiri.

z6

    Mikuri menutup pintu rumah. Depresi telah kelepasan mengatakan hal segila itu pada Tsuzaki.

Itu tadi efek dari Mikuri mengobrolkan topik yang aneh dengan Yas-san dua hari yang lalu.

z7

    Yasue Tanaka bertemu dengan Mikuri. “Suamiku berselingkuh,” katanya sambil menyuapkan es krimnya ke mulut.

Mikuri berpendapat kalau itu bukan salahnya Yasue. Apa Yasue akan kembali ke rumah orang tuanya ?.

     Yasue benar-benar tidak mengerti, ia melakukan pekerjaan rumah tangga dan hanya melihat suaminya seorang saja selama 3 tahun ini. Kalau waktu 3 tahun diakumulasikan sebagai pekerjaan, Yasue pikir masih punya karir, tapi kalau 3 tahun menjadi ibu rumah tangga, tidak ada yang tersisa setelah perceraian. Lantas kenapa suaminya bisa selingkuh ?, apa salahnya Yasue ?. Yasue kesal memikirkan itu.

z8

    Mikuri lalu melihat Hirari. “Tapi Hirari-chan masih ada kan ?”

Yasue bilang, dirinya tidak masalah melihat Hirari-chan, ia rela melakukan apapun demi anaknya. Jika hanya bergantung dari pendapatan suaminya, dia yakin suaminya tidak akan memberikan sokongan atau biaya untuk anaknya. Dengan kata lain Yasue akhirnya yang harus membesarkan Hirari sendirian, sekalipun sekarang tidak memiliki karir atau tabungan.

“Kebutuhan seorang single mom benar-benar harus dipikirkan.” Ucap Mikuri.

“Benar sekali!. Siapa yang mau mempekerjakan mereka ?”

Mikuri mengerti penderitaannya Yasue. Tapi ngomong-ngomong kalau jika dikalkulasikan pekerjaan ibu rumah tangga menjadi pegawai biasa, Mikuri dengar totalnya 3.041.000 yen.

Yasue bilang, tapi kalau Mikuri menikah nanti, Mikuri tidak akan dapat bayaran sekalipun melakukan pekerjaan rumah tangga. Lalu Mikuri membuat permisalan, semisal seorang pria yang butuh asisten rumah tangga dan seorang wanita yang suka mengerjakan pekerjaan rumah tangga, menempatkan keduanya sebagai bos dan pegawai. Sebuah kontrak pernikahan dimana si wanita mendapatkan bayaran atas tugas rumah tangganya.
z9

    Yasue rasa idenya Mikuri itu tidak bisa diterapkan di dunia nyata. Lalu apa yang akan Mikuri lakukan di malam harinya ?, mau melakukan pekerjaan ekstra ‘itu’ dan di bawah atap yang sama ? (ehm.. U know what I mean lah.. XD)

Mikuri bilang tentu saja tidak, tidak akan mungkin terjadi yang seperti itu kalau tidak saling suka kan ?.

“Lantas kenapa tidak nikah berdasarkan cinta saja ?”

“Itu pernikahan biasa.” Jawab Mikuri.

“Benar juga,” Harari tersenyum manis melihat ibunya dan Mikuri membicarakan hal gila. Seolah Harari mendengarkan dan mengerti.

    Membuat Mikuri dan Yasue ikut tertawa.

z10

    Mikuri masih depresi. “Kenapa aku ngomong segila itu ?” . Lalu sebagai permintaan maaf, Mikuri berencana membersihkan rumah Tsuzaki. Mikuri membungkuk dalam-dalam meminta maaf.

z11

     Sementara itu. Tsuzaki pikirannya terpecah akibat ucapan Mikuri tadi pagi.

z12

    Numata mendekati Tsuzaki, menunjuk pekerjaan Tsuzaki, ada yang dipikir Numata tidak ada hubungannya dengan bagian lain. Tapi Tsuzaki menjelaskan itu masih ada hubungannya.

“Kau kelihatannya melamun, tapi kau berkonsentrasi.”

“Aku tidak melamun,”

“Setiap 20 menit, kau berhenti bekerja seolah kau memikirkan sesuatu.”

Tsuzaki menoleh tajam menatap Numata yang mudah sekali membacanya. Numata tersenyum, dia memang memperhatikan Tsuzaki saat ada kesempatan, ini kebetulan saja. Kenapa Tsuzaki tidak coba mengobrol dengan senpai yang luar biasa ini ?, tawar Numata.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan”

“Aku ini seorang pro infrastructure engineer. Melihat setiap layar monitor yang ada di satu waktu, setiap perubahan pada server, aku tidak bisa mengabaikanmu Tsuzaki-kun.”

Jadi kalau Tsuzaki membuat sedikit saja masalah, itu akan merepotkan Numata juga. Numata berencana mengawasi Tsuzaki 24 jam selama seminggu kalau tetap tidak mau terbuka tentang masalahnya

.  Tsuzaki menyerah, dia mengatakan ini bukan masalahnya, tapi tentang temannya. Numata senang mendengarnya. Sebelum mengatakan sesuatu Tsuzaki melirik kanan dan kiri, lalu menatap Numata.

z13

“Kalau begitu, kenapa tidak nikahi aku saja ?” kata Tsuzaki.

Mata Numata terbelalak mendengarnya. Tsuzaki menjelaskan kalau ucapannya itu bukan dia tujukan untuk Numata. Numata mengerti. Tsuzaki bertanya apa maksud dari kata-kata yang ia ucapkan tadi. Numata manggut-manggut, kedengarannya seperti lamaran. Tapi di kalimatnya ada ‘kalau begitu’, Numata mengartikannya menjadi… “Sebenarnya itu bukan sesuatu yang aku mau, tapi aku tidak punya pilihan lain,” Kata Numata meniru gaya bicara seorang wanita. Masih ada kemungkinan lainnya,

Tsuzaki bertanya, “Siapa yang Numata tirukan seperti itu ?.”

Numata pikir, dia mengucapkan kalimat tadi dengan estimasi pasti wanita yang Tsuzaki bicarakan adalah wanita br*ngs*k dan semacamnya.

“Tidak, dia bukanlah gadis yang seperti itu.” Desah Tsuzaki. Numata segera menatapi Tsuzaki penuh arti. Tsuzaki segera mengatakan “Itu tentang teman.”

z14

     Dua orang datang, salah satunya menginformasikan. Registrasi Perusahaan Milan, Pos+. Bagian dari spesifikasikasinya berubah. Para pegawai yang ada langsung terkejut mendengarnya. Untuk penjelasan lebih lanjutnya Nabe-kun dari penjualan. Pria itu lalu kabur.

z15

Semuanya mengerubungi Nabe. Paling lambat Kamis, ini karena kesalahan Nabe dalam menjadwalkan. Padahal normalnya baru selesai bulan depan. Semuanya marah, Nabe terus meminta maaf.

z16

    Hino melihat jam tangannya, sudah waktunya pulang. Dia hendak pergi tapi ditahan Kazami. Perlu melakukan revisi.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z17

     Semuanya mulai lembur di hari Sabtu, 11 Juni. Yang sudah diperbaiki ada dua list.

z18

     Di hari selanjutnya, Minggu, 12 Juni.  Kazami membawakan makan siang untuk karyawan lainnya. Tsuzaki masih fokus dengan layar komputernya.

     Senin, 15 Juni. Kazami membawakan minuman entah kopi, dan sebagainya agar mereka tetap terjaga, semuanya langsung menuju Kazami. Tsuzaki masih di tempatnya, fokus dan tenang.

z19

Hino dan Numata langsung jreng on* matanya, semuanya kembali ke meja masing-masing.

z20

    Selasa, 14 Juni. Hino meneteskan obat mata ke matanya. Ia mencoba aplikasinya dengan ponsel, tapi tidak ada respon. Membuat Hino stres sendiri, “Kenapa gak responding ?!.”

“ Itu bug” Numata berkomentar sambil tersenyum.

“Terus itu salahku ?!” Kata Hino jengkel.

z21

   Ditengah kefrustasiannya, Tsuzaki datang menyelamatkan. Tsuzaki mengutak-atiknya sebentar dan berhasil. Membuat Hino amat terharu, “Tsuzaki-san~” benar-benar terselamatkan oleh Tsuzaki.

“Hino-san, silahkan pulang ke rumah dan tidur sedikit.” Kata Tsuzaki dengan tenangnya.

“Aku bisa tidur sedikit ?”

z22

    Kamis, 15 Juni. Orang-orang sudah sampai batas mereka, semuanya tidur sembarangan. Kazami membawakan sarapan.

z23

“Aku bawa sarapan!” Kazami heran semuanya sudah K.O.

“Terima kasih banyak,” Tsuzaki satu-satunya yang masih duduk. Kazami lalu mendekati Tsuzaki.

z24

“Ohayo !” Hino datang, dia flu. Saat pulang ke rumah, anaknya ketularan flu di sekolah, jadi Hino pun ikut ketularan saat pulang ke rumah.

z25

    Kamis, 16 Juni. Deadline, semua yang ada di list sudah dicoret.

Sekali klik dari ponsel dan berhasil. Semuanya bersorak-sorak karena pekerjaan mereka sudah selesai.

z26a

   Hino berbicara di dekat Tsuzaki, terbatuk-batuk menyebut Tsuzaki sebagai pahlawannya semua.

z27

Nabe membungkuk-bungkuk berterima kasih. Ikut lega, ini semua kesalahannya dan bersyukur semuanya bisa menyelesaikan sesuai deadline yang dia tetapkan tanpa pikir panjang dulu.

z28

     Numata berkomentar pada Kazami, ngomong-ngomong kenapa Kazami selalu kelihatan fresh sedangkan karyawan yang lainnya badannya bau dan kotor selama mereka lembur ?. Kazami menjawab kalau dirinya adalah tipe yang orang yang tidak bisa kalau tidak mandi.

“Type ?, tipe orang yang harus mandi ?!” Numata dan yang lainnya menertawakan jawaban Kazami.

Kazami hanya tersenyum-senyum tampan. [oke, mereka sebenernya menertawakan ‘Nyuunyoku’ yang berarti mandi dalam bahasa Jepang, kedengarannya seperti New York Style]

z29

   Sedangkan itu, Tsuzaki nampaknya sudah mulai K.O juga, sepertinya efek penularan virus flunya Hino.

  z30

      Di hari Jum’at tanggal 17 Juni. Mikuri datang ke tempatnya Tsuzaki seperti setiap minggunya. Dia memencet bel rumah Tsuzaki berkali-kali tetapi tidak ada tanggapan. Mikuri pikir ini karena ucapannya minggu lalu yang mengajak Tsuzaki menikah. Sehingga Tsuzaki marah padanya. Mikuri melangkah pergi, dia bersenandung Jounetsu Tairiku.

     Kelihatannya Tsuzaki memang tidak mau bertemu Mikuri setelah apa yang Mikuri ucapkan minggu lalu. Mikuri merasa sudah dipecat. Ia harap bisa melakukan tugas bersih-bersihnya 2 atau 3 kali lagi dengan lebih baik, tidak pernah berpikir kalau akan dipecat seperti ini.

“Tapi aku belajar dari pengalaman, mulai dari sekarang…”

z31

“Moriyama-san.”

Panggil Tsuzaki lemah. Mikuri segera mendekatinya. Tsuzaki meminta maaf,

“Apa kau tidak apa-apa, ini flu kan ?”

Tsuzaki menjaga jarak. Dia bilang terkena flu karena bekerja terlalu keras. Hari ini Tsuzaki ingin sendirian, dia tidak mempekerjakan Mikuri dulu. Tsuzaki menyerahkan uang bayaran Mikuri. Mikuri menolaknya, dia merasa tidak pantas menerimanya karena tidak melakukan apa-apa.

   Mikuri mendorong Tsuzaki masuk, memintanya istirahat.

Komentar:we-married-as-job

     Aku akan membagi We Married As Job menjadi 3 part sampai ending nanti *Haha!. Yaaampuun, pas bagian Hino frustasi karena gak konek konek itu lucu banget!.

Advertisements

1 thought on “Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 1 Part 2”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s