Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 2 Part 1

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

f1

     Sekarang Mikuri sedang wawancara di sebuah acara yang sedang membahas tentang pernikahan kontrak.

f2

    Mikuri mengungkapkan alasannya mengambil pekerjaan sebagai istri Tsuzaki karena dia sangat membutuhkan pekerjaan, dia baru dipecat jadi pegawai temporer, lalu ditawari ayahnya bekerja di tempat Tsuzaki, karena Tsuzaki dan Mikuri saling membutuhkan. Maka Tsuzaki setuju dengan ide pernikahan kontrak yang Mikuri katakan.

Menurut Mikuri pernikahan kontrak adalah hal yang biasa jika di Paris. Si MC bertanya, tapi kan mereka sekarang ada di Jepang. Mikuri membenarkan, maka dari itu ia dan Tsuzaki akan bersikap seolah sedang menjalani pernikahan pada umumnya di depan orang lain.

f3

    Mikuri dalam mode melamun lagi. Tsuzaki memanggilnya. Mereka sedang ada di sebuah restoran. Tsuzaki dan Mikuri sepakat rahasia pernikahan kontrak mereka hanya mereka berdua sajalah yang tahu. dan sekarang Tsuzaki menjelaskan aturan pekerjaan Mikuri. Segala macam peraturan yang sudah Tsuzaki susun.

f4

     7 hari dalam seminggu, memakai sistem waktu fleksibel. Bekerja Senin sampai Jum’at, dengan Minggu dan hari libur nasional Mikuri libur. Mikuri diperkenankan meminta hari libur lain sebagai kompensasi. Biaya hidup dibagi dua, dan dipotong dari gaji bulanan Mikuri. Gaji bulanan akan Tsuzaki berikan secara cash tiap akhir bulannya. Lalu Tsuzaki memberikan berkas tersebut ke Mikuri untuk dipelajari dan didiskusikan lagi nanti.

f5

    Tsuzaki pikir sekarang masalahnya adalah upacara pernikahan dan resepsinya, itu pasti akan menguras banyak biaya. Mikuri bilang orang tuanya ingin mengadakan upacara pernikahan, Tsuzaki bilang pihak keluarganya juga menginginkan hal tersebut.

Mikuri setuju kalau itu akan memboroskan uang saja. Lagipula ia tidak bisa menerima ucapan selamat atas pernikahannya dari semua orang. Tsuzaki juga sudah membicarakan tentang upacara pernikahan dengan rekan-rekannya soal tidak akan melakukan upacara pernikahan.

f6

    Mikuri ikutan kesal “Pertengkaran! Penyangkalan! Objection!”

*Doeng!, sekarang kita wawancara ke pria 40 tahun, Hideshi Hino.

f7

“Tentu saja, kau harus mengadakan upacara pernikahan. Itu adalah hari dimana kau menjadi bintangnya, tidak ada hari lain selain itu.” Lalu si Tsuzaki bertanya bagaimana Hino-san sendiri ?. Hino dengan malu-malu mengatakan dia tentu mengadakan upacara pernikahan, itu sangat menyenangkan.

   Mikuri berkomentar pada Hino, ini adalah salah satu orang yang positif. Tsuzaki juga berkomentar, kalau Hino itu bukanlah orang yang benar-benar bisa dijadikan sebagai referensi.

f8

 Sekarang ke Kazami Ryota, usia 32 tahun. Menurutnya upacara pernikahan hanyalah kepuasan pribadi, pasangan hanya ingin menunjukkan kalau mereka bahagia. “Lakukan saja jika kau ingin.” Kata Kazami dengan santai.

Mikuri bilang pendapatnya Kazami itu menakjubkan sekali untuk menolak adanya upacara pernikahan. Tsuzaki bilang Kazami juga agak ekstrim.

f9

    Lanjut wawancara ke Yoritsuna Numata. Usia tidak diketahui (bisa lihat ada tanda tanyanya kan ?. Ahahahaha… aku suka orang ini, banyol abis XD ). Menurut Numata upacara pernikahan perlu dilakukan, upacara pernikahan adalah habis-habisan, dengan kata lain pasangan menunjukkan diri mereka ke masyarakat dan memproklamirkan diri “Kita sudah menikah.”, Kalau sudah diproklamirkan pernikahan mereka, maka akan sulit untuk menarik diri. Itu membuat harapan.

   Mikuri takjub, Numata mengungkapkan alasan yang bagus sekali. Tapi Tsuzaki berkata kalau Numata biasanya adalah orang yang semrawut, jadi Tsuzaki terkejut saat mendengar jawabannya Numata.

     Mikuri berkata, kalau mereka memutuskan untuk tidak mengadakan upacara pernikahan, mereka harus menunjukkan mereka memiliki alasan yang kuat. Tsuzaki berencana membicarakan soal itu lagi saat makan siang. Jika tidak, ia tidak yakin ayahnya akan setuju.

“Ayah..?”

“Tidak, kalau begitu mari cari cara untuk membujuk orang tua kita” Ajak Tsuzaki. Mikuri mengerutkan alisnya, meyakinkan orang tua dan Yuri-chan.

“Yuri-chan ?” Tsuzaki ingat wanita yang marah dan menyerangnya tiba-tiba.

f10

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

f11

     Tsuzaki dan Mikuri bertemu Yuri. Yuri meminta maaf atas tindakan Yuri sebelumnya pada Tsuzaki.

f12

Tsuzaki bilang dia sangat mengerti kalau Bibinya Mikuri akan khawatir.

f13

   “Yuri-chan!”  Mikuri membenarkan cara memanggil.

“Eh..”

“Tolong panggil dia Yuri-san.”

Yuri tampaknya tersinggung sekali disebut Bibi. “Maafkan aku, aku Bibi yang sangat merepotkan.”

“Sangat wajar kalau anda dan orang tua Moriyama-san khawatir karena dia sangat berharga, Yuri-san” Tsuzaki berusaha memperbaiki suasana.

“Tsuzaki-san telah memahami perasaanmu”

f14

     Yuri heran kenapa Mikuri dan Tsuzaki masih saling memanggil nama belakang. Mikuri  dan Tsuzaki terkejut mendengarnya. Mikuri segera membuat alasan, mereka hanya akan saling memanggil nama depan jika sedang berdua. Tsuzaki mengangguk-angguk membenarkan.

“Chigaya datang hari ini ?” Tanya Yuri paniknya.

“Dia datang,”

“Aku akan pergi memperbarui riasanku.” Yuri lalu berlari pergi meninggalkan Mikuri dan Tsuzaki.

f15

“Chigaya ?” tanya Tsuzaki ke Mikuri. Mikuri lalu duduk di sofa, ketika Chigaya di tahun pertama, dia dihadapkan dengan Yuri-chan yang baru saja 20 tahunan, dan Chigaya dengan datar mengatakan pada Yuri-chan tidak akan pernah menikah.

Dan mengenai nama, Mikuri mengajak Tsuzaki mulai sekarang berlatih saling memanggil nama depan.

“Mikuri.” Kata Mikuri sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Miku…” Tsuzaki berat sekali mengatakannya, seolah tabu. (ini lucu menurutku, orang Jepang biasanya hanya manggil nama depan jika sudah akrab dan menganggap istimewa/keluarga. Nama adalah panggilan untuk otak tiap individunya bukan ?.  jadi meski ini sederhana… menurutku lucu sekali XD bikin deg degan. Sedangkan aku manggil Mikuri karena aku kan pihak ketiga…, sebagai sinopsisernya boleh dong~, tapi aku  belum merasa nyaman memanggil Hiramasa Tsuzaki hanya dengan Hiramasa, lebih enak manggil Tsuzaki XD)

“Boleh aku tambahkan –san ?” tanya Tsuzaki.

“Boleh,”

“Mikuri-san”

“Hiramasa-san” panggil Mikuri.

f16

Mendengar namanya diucapkan oleh Mikuri membuat senyum di bibirnya samar menyungging indah. Mikuri tahu ini memang agak memalukan. Canggung. Tsuzaki bilang itu hanya imajinasinya Mikuri saja. Benar, Mikuri membenarkannya. Lalu keduanya mulai saling memanggil nama depan lagi.

“Hiramasa-san.”

“Mikuri-san.”

f17

Sekarang pakai dadah dadah, “Hirama-san!” , “Mikuri-san~”

f18

“Kalian sedang apa ?” Tanya Nyonya Tsuzaki heran melihat keduanya. Mikuri dan Tsuzaki lalu berdiri, Mikuri memperkenalkan dirinya, baru saja Nyonya dan Tuan Tsuzaki mau membungkuk menyapa, keluarga Mikuri sudah datang.

“Mikuri!”

f19

Mikuri memperkenalkan ayah, ibu, kakaknya dengan istrinya.

f20

“Aku ayahnya Moriyama Mikuri”

Mikuri: Akhirnya. Kedua belah pihak keluarga bertemu. Akhirnya dimulai.. Kerja sama pertama kami.

f21

Mikuri dan Tsuzaki saling menggangguk. Mereka harus berhasil menghadapi pertemuan ini.

f22

    Pihak keluarga Mikuri dan Tsuzaki sudah menyewa satu ruangan sendiri. Tuan Moriyama bercerita, sebelumnya pihaknya meminta sebuah sistem untuk kota dari perusahaannya Tsuzaki. Tuan Tsuzaki memuji Tuan Moriyama yang telah membantu putranya dengan baik.

“Tidak, kami yang berhutang budi” kata Tuan Moriyama, segera setelah Tsuzaki-kun karirnya menjadi head-hunted di perusahaannya sekarang, jika Tuan Moriyama tidak mengerti soal komputer, Tsuzaki akan mengajarinya via e-mail.

f23

     Mikuri manggut-manggut, sepertinya baru pertama kali ini dengar tentang fakta tersebut.

f24

Tuan Tsuzaki menanyakan apa pekerjaannya Tuan Moriyama sekarang. Tuan Moriyama menjawab dirinya baru pensiunan Maret lalu. Jadi ia membeli rumah gaya lama di tateyama Chiba, dan baru saja pindah ke Tateyama minggu lalu.

Nyonya Tsuzaki lalu hendak bertanya soal Mikuri. Ibu Mikuri menyelanya, dia bercerita karena mereka pindah rumah, Mikuri tinggal sendirian sekarang. Tuan Moriyama berterima kasih pada orang tua Tsuzaki.

“Mikuri-san, apa yang kau sukai dari Hiramasa ?” tanya Nyonya Tsuzaki.

Mikuri kebingungan bagaimana menjawabnya. Tsuzaki membantu Mikuri “Kau tidak perlu menanyakannya sekarang,” Katanya ke ibunya.

“Lalu kapan aku tanyanya ?” Ibu tidak sabar.

f25

       Mikuri mencoba berpikir. Dia teringat pertemuan pertamanya dengan Tsuzaki, saat Tsuzaki menyuruhnya bersih-bersih. “Instruksinya jelas dan spesifik. Tidak bertele-tele. Juga… “

f26

Mikuri teringat saat Tsuzaki menunjukkan perhitungannya, lamaran pernikahan de facto. “Sekalipun dia dengan lamaran tidak masuk akalnya, dia akan memandangnya secara realistis. Dia itu luar biasa istimewa untuk dicintai.”

f27

    “Kedengarannya seperti kau sedang memuji bosmu.” Kata Chigaya bercanda. Mikuri dan Tsuzaki agak kaget melihat tanggapan Chigaya. “Jangan memotong!” Yuri menatap Chigaya dengan kesal. Mikuri melanjutkan kata-katanya, “Aku merasa dia orang yang amat jujur dan bisa dipercaya.”

       Gantian Chigaya menanyakan pertanyaan serupa ke Tsuzaki. Chigaya dengan selidik menebak, jangan bilang Tsuzaki suka Mikuri hanya karena dia masih muda. “Papa!” Istrinya menyela suaminya yang kelewatan bicaranya. “Gomene, Mikuri-chan.” Istri Chigaya memintakan maaf.

“Tidak masalah,” jawab Mikuri.

     Tsuzaki lalu membela diri. Tidak, dia menyukai Mikuri-san karena orangnya serba bisa. Mikuri terlalu baik untuk Tsuzaki, terlalu sia-sia jika Mikuri hidup dengan Tsuzaki, bagaimanapun juga Tsuzaki meminta maaf sebesar-besarnya pada keluarga Moriyama.

Suasana menjadi agak canggung.

Ayah tidak masalah, jangan bicara seperti itu. Tuan Moriyama justru merasa beruntung karena dia tidak memiliki putra yang lulusan Universitas Kyoto.

      Nyonya Tsuzaki bertanya kapan mereka akan mengadakan upacara pernikahannya. Nyonya Moriyama juga exited memikirkan tentang upacara pernikahan. Karena Tsuzaki tinggal di Yamaguchi, maka upacaranya akan direncanakan dengan cepat.

“Gaun pernikahan ? Kimono ?. Kau harus mengenakan dua duanya” Yuri juga antusias sendiri. Harus diadakan dua kali, di Yamaguchi dan Tokyo.

“Itu bukan pernikahanmu, Bibi. Kalau kau begitu bersemangatnya, lakukanlah di pernikahanmu sendiri”  Chigaya emosi sendiri karena Yuri.

“Papa!”

“Chigaya!”

[Keluarganya Moriyama berisik banget ya,,, dari awal Chigaya dan Yuri sudah seperti menghadiri acara debat mereka sendiri XD ]

Mikuri dan Tsuzaki diam saja. Istrinya Chigaya meminta maaf ke Yuri-san. Nyonya Moriyama memukul anak sulungnya.

     Untuk mendinginkan suasana, Nyonya Tsuzaki menawarkan Tuan Moriyama minum. Nyonya Moriyama juga sama.

     Ayah Tsuzaki tampak diam saja seperti Tsuzaki. Mikuri juga menyadari hal tersebut.

“Kami tidak akan mengadakan upacara pernikahan.” Kata Tsuzaki tegas.

f28

Seluruh isi ruangan tersengang. Tsuzaki dan Mikuri telah memutuskan untuk tidak mengadakannya.

*Sebelumnya…

f29

    Tsuzaki dan Mikuri sudah memikirkannya. 30% dari pernikahan yang terdaftar tidak mengadakan upacara pernikahan. Dari data tersebut sudah bisa dijadikan acuan. Lalu Mikuri menanyakan bagaimana kalau mereka gunakan acuan psikologi ketimbang dari statistik ?. Jika salah satu dari mereka menunjukkan dengan memaksa, salah satu keluarga akan kehilangan ketertarikan. Dengan begitu lebih baik menggunakan alasan mereka berdua sudah sepakat tidak akan mengadakan upacara pernikahan.

f30

     Bagi Tsuzaki, yang terpenting dalam pernikahannya adalah kehidupan bersama mereka. Acara upacara pernikahan formal dan resepsi pernikahan tidaklah penting. Kami berdua telah memutuskan, keduanya sama-sama mengacungkan dua jari tangan mereka.

Jelas para ibu kecewa. Tapi ini kan pernikahan pertama mereka.  Nyonya Tsuzaki bertanya, Mikuri-chan mau pakai gaun pengantin juga kan ?. Mikuri menjawab dirinya bukanlah tipe orang yang seperti itu. Tsuzaki bilang, ketimbang menghabiskan uang untuk resepsi, lebih baik menabungnya. Ia dan Mikuri sudah memutuskannya.

“Kalau masalah uang… aku bisa membantu sedikit” Ayah Tochio berbisik-bisik ke Mikuri. Tsuzaki menambahkan, dia dan Mikuri memulai hidup baru, tidak ingin menggunakan uang orang tua.

Mikuri mengingatkan kalau uang pensiunan ayah kan sudah untuk beli rumah baru.

     Chigaya jengkel, sejak tadi ‘kami berdua’ kami berdua terus, ini bukan soal mereka berdua saja. Mikuri dan Tsuzaki mungkin tidak masalah, tapi bagi orang-orang disekitar mereka ?.

f32

    Tsuzaki menjelaskan alasannya, semuanya terdiam. Yuri setuju, jika memang ini keputusan Mikuri dan Tsuzaki. Chigaya masih berdebat dengan Bibinya itu, kalau resepsi nanti Mikuri dan Tsuzaki akan kelelahan, Yuri bilang ini jauh lebih baik. Chigaya menyebut Yuri tidak mengerti, menikah saja tidak pernah. Ibu marah, “Kalian bertiga, hentikan !”

f33

     Mikuri senang Yuri setuju dengannya. Lalu iparnya Mikuri datang, menyemangati Mikuri yang akan mulai kehidupan baru nantinya, lalu pergi menuju suami dan anaknya. Yuri yakin Mikuri bertanya-tanya apa maksud yang istri pria itu katakan. Pria itu ?, Mikuri heran Yuri menyebut keponakannnya dengan sebutan pria itu.

f34

    Ibu datang, Yuri lalu pergi. Ibu mengatakan kalau ayah tadi kecewa. Ayah ingin mendampingi putrinya menuju altar, ia juga sudah berlatih di koridor rumah baru mereka. Mikuri nampak sedih melihat ayahnya karena tidak bisa memenuhi harapan ayahnya. Ibu tidak menyangka Mikuri akan menikah secepat ini.

    Mikuri bertanya pada ibunya, Ibu melahirkan Mikuri saat usianya 23 tahun kan ?. Ibu membenarkannya, mencari pekerjaan sangat sulit ketimbang menikah bukan ?. Ibu pikir jika Mikuri bekerja formal ia akan senang juga, tapi sekarangpun ibu bahagia ketika Mikuri bilang dia mau menikah.

f35

“Berbahagialah, ya?”

Komentar:we-married-as-job

     Jadi Chigaya mengutuk Bibinya sendiri diumur sekecil itu ? XD, Futari !, Futari ! *wkwkwkwk. Dari tadi Tsuzaki dan Mikuri ngomong Futari terus. Bersambung Part 2 dan Part 3 *Ciao!

Advertisements

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 1 Part 3

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

z32

    Mikuri pulang. Ayah dan ibunya sedang mengemasi barang-barang untuk pindahan. Yuri juga ada di sana, disuruh ibu Mikuri untuk mengambil kimono ibu mereka tanpa tahu apa punya kesempatan untuk memakainya dibandingkan Sakura-san, ia juga tidak bisa percaya jika Mikuri ikut pindah ke Tateyama juga. Mikuri bilang itu karena dia tidak mampu untuk hidup sendiri.

 Mikuri membuatkan teh. Yuri berkomentar Tochio-san bertingkah gila lagi,

“Gila…” membuat Mikuri kepikiran sesuatu (kurasa kepikiran ucapannya ke Tsuzaki XD)

“Huh ?” Yuri agak bingung melihat Mikuri melamun.

Mikuri hanya sedang berpikir tindakan gila ayahnya ini ada hubungannya dengan garis keturunan mereka.  Tapi ibu membela suaminya, keputusan mereka memang gila tapi menyenangkan. Ibu senang sekali akan hidup di rumah baru nanti. Semangat sekali berkemas-kemas.

Yuri berbisik-bisik, apa Mikuri dilupakan begitu saja oleh orang tuanya ?. Mikuri menjawab dirinya hanya tambahan saja di rumah ini.

z33

    Ibu bilang tidak pernah sesenang ini di usianya sekarang, iya kan, Tochio-san ?. Ayah menemukan sebuah kayu. Ibu mendekat, itu adalah cedar kokhesi yang mereka beli saat pergi ke Shinsu beberapa tahun yang lalu.

   Mikuri dan Yuri memandangi pasangan suami istri itu yang amat indah diperhatikan kebersamaannya.

z34

    “Terserah apa yang mereka katakan, yang jelas mereka bahagia” Kata Yuri sambilmeletakkan kimono di mobil.

“Eh ?”

“Hanya jadi satu-satunya untuk mereka berdua. Bukankah lebih bahagia ketimbang hidup seorang diri tanpa ada yang menginginkanmu ?”

Mikuri termenung mendengarnya. Tapi Yuri segera mengatakan jangan terlalu memikirkan kata-katanya tadi.

“Asal kau tahu, Ibu selalu iri padamu, Yuri-chan ?. Yuri-chan adalah seseorang yang sukses, memiliki pekerjaan imipannya serta penampilan.”

“Aku tahu, dia agak berlebihan.”

“Bagaimana dengan kerjamu ?”

    Mikuri menjawab, Tsuzaki-san sedang tidak sehat jadi dia tidak bekerja hari ini. Yuri terkejut, Mikuri meninggalkan Tsuzaki sendirian ?. Mikuri menanggapi, dia kan hanyalah pekerjanya, ia hanya mematuhi apa yang Tsuzaki katakana tadi. Mikuri menyuruh Mikuri mengirimkan Tsuzaki pesan, saat seseorang sakit kan tidak bisa kemana-mana untuk membeli sesuatu.

Mikuri lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan, Yuri pergi. Baru beberapa detik Yuri pergi, Tsuzaki sudah membalas pesannya.

z35

*Pesan Tsuzaki: Bisakah kau belikan obat flu dan satu cup es krim ?

z36

     Mikuri datang ke tempat Tsuzaki, Tsuzaki tidak membukakan pintu. Mikuri langsung masuk. Ia menemukan Tsuzaki tengkurap lemah sambil memegangi ponselnya. Mikuri mendekatinya dan membantunya bangun, Tsuzaki bilang butuh air. Mikuri tadi membelikan sports drink juga. Minumannya bersuhu ruangan, ia memberikannya ke Tsuzaki.

z37

Tsuzaki berkeringat banyak, Mikuri menyuruh Tsuzaki mengganti pakaiannya. Mikuri menyiapkan pakaian dan handuk basah.

z38

    Tsuzaki sudah berganti pakaian. Mikuri dipersilahkan masuk ke kamar. Mikuri maembawakan 2 cup es krim, rasa vanilla dan coklat. Mikuri menanyakan mana yang Tsuzaki suka. Tsuzaki bilang Vanilla. Mikuri lalu meninggalkan yang vanilla di meja dengan obat dan airnya.

    Untuk uang ganti obat dan es krimnya, Tsuzaki memita Mikuri mengambil gantinya di dompet Tsuzaki yang ada di tas. Mikuri terkejut mendengarnya, apa Tsuzaki percaya padanya ?. Tsuzaki menjawab, dia percaya pada Moriyama-san. “Juga.. aku akan membayar upahnya hari ini.”

Tsuzaki lalu terdiam lama. Mikuri menunggunya, lalu menjawab “Aku mengerti. Kalau begitu, silahkan hubungi aku jika butuh bantuan.”

    Mikuri keluar membawa pakaian kotor Tsuzaki beserta es krim coklatnya.

z39

Mikuri mengintip sedikit sebelum pergi. Tsuzaki kelihatan seperti anak kecil saat mengambil es krimnya. Kelihatan menggemaskan sekali.

z40

Dalam hati Mikuri senang sekali, melihat pria yang selalu terlihat kuat dan kokoh sekarang dalam masalah dan sakit, kelihatannya lucu sekali bagi Mikuri.

z41

      Ketika Tsuzaki bangun dia mendengar suara Mikuri memotong sayuran di atas talenan. Saat Mikuri masuk membawakan makanan, Tsuzaki pura-pura tidur lagi.

z42

Tsuzaki terkejut saat Mikuri menyentuh pipinya, mengecek suhu tubuh. Mikuri meminta maaf karena telah membangunkannya. Mikuri pikir demamnya sudah turun.

z43

Tsuzaki tersenyum memakan masakan Mikuri. [Whoaaa… aku suka senyumannya Gen, Tsuzaki senyumnya jarang tapi kalau sudah senyum… senyumnya nular]

z44

     Mikuri berpamitan untuk pulang. Tsuzaki hendak memberikannya upah, tapi Mikuri bilang dia tidak berhak karena hanya membuatkan makan malam. Tsuzaki mengatakan kalau Mikuri bisa menikah, pandai membersihkan, masakannya juga enak.

“Terima kasih banyak,”

“dan aku rasa kau adalah orang yang sangat perhatian pada orang lain.”

Mikuri senang mendengar pujian itu. Sudah lama sekali sejak ia tidak dipuji.

“Jika kau tidak punya pacar saat ini… Maaf jika kau punya.” Kata Tsuzaki hati-hati untuk kalimat terakhir.

“Aku tidak punya,” Mikuri menggeleng.

Tsuzaki lalu melanjutkan, Mikuri masih muda dan bisa melakukan kencan buta atau semacamnya untuk menikah, jadi Tsuzaki pikir Mikuri bisa dengan mudahnya mendapatkan pasangan untuk menikah jika dia mencarinya. Mikuri segera tahu kemana arah pembicaraannya, ia meminta maaf. Tsuzaki sudah salah paham, dia bukannya ingin menikah. Tsuzaki heran, tapi sebelumnya Mikuri menawarkan kontrak pernikahan. Mikuri bilang bukan begitu maksudnya.

z45

   Mikuri menceritakan keadaannya, dia sudah dua kali gagal dan dipecat. Saat ada yang ingin menerimanya, Mikuri harus berusaha keras.

z46

Dan ketika Tsuzaki mengatakan soal kaca jendela tiba-tiba, Mikuri takut sekali Tsuzaki memecatnya. Mikuri meminta maaf karena sebelumnya mengatakan hal-hal gila soal kontrak menikah, ia dapat sifat menggila tersebut keturunan dari ayahnya.  Mikuri meminta Tsuzaki melupakan soal itu.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Mikuri pulang dengan sedih. “Aku ingin seseorang menyelamatkanku. Seseorang yang mengatakan ‘aku senang kau ada di sini’, aku ingin diterima. Aku bertanya-tanya apakah itu sesuatu yang mewah bagiku ?”

z47

     Yuri masih sibuk bekerja. Numata ada di sebuah tempat dan melamun. Kazami baru selesai berkencan dengan pacarnya. Mikuri bersimpangan dengan Kazami, mereka tidak saling mengenal. Tsuzaki menaburkan pakan burung ke kursi.

z48

“Setiap orang… ingin dibutuhkan oleh seseorang lainnya. Tapi.. ini tidak berjalan semestinya. Perlahan-lahan membuat putus asa pada beragam emosi…  Tawa terhenti ketika kau ingin menangis… karena itulah.. aku belum tentu bisa hidup.”

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

*Minggu selanjutnya…

Mikuri membawakan Tsuzaki bingkisan, ia menyampaikan pesan ayahnya dan berterima kasih atas satu setengah bulan ini telah mempekerjakan Mikuri. Mereka tidak akan bisa bertemu lagi.

z49

 Mikuri bingung Tsuzaki diam saja. Tsuzaki meminta Mikuri duduk dulu, ada yang ingin dia bicarakan.

   Tsuzaki memberikan gaji hari ini. Tsuzaki membuat kalkulasi perhitungan, antara makan dan minum di luar dan di rumah sendiri. Antara menyewa asisten rumah tangga dengan tanpa menyewa. Juga lamanya waktu ibu rumah tangga yang tidak terbayarkan 2.119 jam. Jika jam tersebut dikonversikan ke gaji pegawai adalah..z50

Mikuri menyela, 3.041.000 yen. Tsuzaki telah memperhitungkan semuanya, dan inilah lamaran pernikahannya secara de facto ke Mikuri.

     Mikuri agak terkejut mendengarnya. Tsuzaki masih terus menjelaskan, secara de facto mereka menikah, Mikuri tinggal di sini dan direkrut menjadi istrinya Tsuzaki, Tsuzaki akan menggajinya. Dan tentu saja, ini terserah Mikuri mau bagaimana memutuskan tawarannya Tsuzaki.

z51

   Tanpa pikir panjang Mikuri mengiyakannya. Tapi Mikuri baru ingat barang-barangnya sedang diangkut.

z52

Mikuri mencoba menghubungi rumah, tapi orang-orang rumah sedang sibuk.

z53

Mikuri dan Tsuzaki keluar rumah, Mikuri terburu-buru pergi. Tsuzaki menunjukkan jalan lebih cepatnya. Mikuri bertanya bagaimana kerjanya Tsuzaki ?. Tsuzaki bilang punya waktu kerja yang fleksibel, ia mengantarkan Mikuri.

     Sekarang burung di balkon Tsuzaki ada dua, seolah menggambarkan Tsuzaki yang selama ini sendiri akan hidup dengan Mikuri.

    Keduanya membuat keputusan yang terlalu tiba-tiba. Tsuzaki bingung harus mengatakan apa ke ayahnya Mikuri.

z54

“Ayah.. kumohon berikan aku putrimu.” Mikuri mengucapkan apa yang ada di benaknya. Tsuzaki menatapnya tajam.

“Ah.. aku hanya bercanda.” Kata Mikuri tidak nyaman. Tsuzaki mengangguk. Mikuri pikir mereka harus mengatakan yang sebenarnya soal pernikahan de facto mereka. Tapi kalau dipikir-pikir oleh keduanya, masing-masing keluarga mereka kolot. Mengatakan tujuan menikah mereka sebenarnya tentu tidak akan baik. Tsuzaki lalu berlatih bicara ke ayah Mikuri, tapi dia tidak bisa, terlalu berat. Mikuri juga mengerti, pasti berlebihan untuk perekrutnya/bosnya ini mengatakan hal seperti itu ke ayahnya.

“Kalau kau pikirkan lebih tenang, bukankah itu rangkaian kata yang aneh ?. ‘Kumohon berikan aku… tapi kau itu bukan barang’ ”

“Kau benar, itu sudah jadul” Mikuri baru sadar. Lalu apa yang akan Tsuzaki katakan nanti ?. Tsuzaki lalu hendak browsing google [ngelamar orang, ngomong ke calon mertua, browsing ke google ???, *Ahahahahaha* XD ]

z55

    Tsuzaki mengambil ponselnya. Mikuri bertanya, “Jika kita tinggal bersama, apa yang akan kita lakukan malam harinya ?”  Mendengar pertanyaan itu membuat Tsuzaki seolah memegang bara panas di tangannya, ponselnya terlepas begitu saja.

“Maksudku, apa yang akan kita lakukan soal kasurnya ?”

“Oh, itu akan dipisah. Tentu dipisah.”

z56

“Aku ini pro-bachelor !, pro-bachelor !” Ucap Tsuzaki untuk menyemangati dirinya sendiri. Mikuri heran mendengarnya.

z57

     Pintu bus terbuka, Mikuri dan Tsuzaki bersiap lamaran. Ibu dan ayah terkejut Mikuri pulang, apalagi dengan Tsuzaki. Ibu sudah menyenggol-nyenggol ayah, mengerti ada sesuatu diantara putrinya dan Tsuzaki.

“Tuan… berikan aku..” ucap Tsuzaki, ditunggu oleh ayah dan ibu, serta Mikuri. “… kesempatan untuk menghaturkan terima kasih karena telah meminjamkan putrimu selama satu setengah bulan ini.”

Ayah dan ibu yang tegang langsung ber-oh ria. Antara lega dan kecewa [Ahahahaha….]

z58

Melihat Tsuzaki yang kesulitan, Mikuri dengan entengnya mengatakan dia dan Tsuzaki akan menikah.

 Jadi dia tidak akan ke Tateyama, ia akan tinggal dengan Tsuzaki. Ucapan Mikuri yang mengalir santai langsung terhenti ketika melihat Yuri yang syok bagai disambar petir.

z59

“Menikah ?”

“Yuri-chan.. ini..”

“Menikah ?!.” Yuri langsung menyerang Tsuzaki. “Siapa orang asing ini??!” . Semuanya berusaha menghentikan Yuri. Ayah mengatakan Tsuzaki adalah pria yang serius. Yuri malas dengarnya, pria muda yang serius tidak akan mungkin dengan asisten rumah tangga. Mikuri jadi salah ngomong menanggapi Yuri. Membuat Yuri berpikir kalau Mikuri dan Tsuzaki menikah karena Mikuri hamil duluan.

z61

Ayah, ibu dan Yuri syok. Mikuri mencoba menjelaskan, tapi Tsuzaki malah terus meminta maaf. Mikuri memarahi Tsuzaki kalau minta maaf malah bikin semuanya semakin salah paham. [aku suka adegan ini ????, XO XO ]

Mikuri bilang dirinya tidak hamil atau semacamnya. Mikuri menjelaskan dirinya ingin bekerja di tempat Tsuzaki, eh… Mikuri keceplosan, dia bilang dia ingin menikah dengan Tsuzaki dan Tsuzaki menerimanya. Keduanya lalu membungkuk meminta restu. Ayah dan ibu terenyuh melihatnya.

z62

      Tsuzaki mengatakan dia dan Mikuri tidak ingin mengadakan upacara pernikahan. Orang-orang terkejut dengarnya.

z63

Rekan kerja Tsuzaki juga terkejut mendengar Tsuzaki sudah menikah.

z64

Sekarang Tsuzaki perlu mengurusi asuransi yang awalnya untuk sendiri, harus diganti karena sudah menikah dengan Mikuri. Mikuri juga mengubah statusnya, sekarang dia bekerja menjadi seorang istri.

Komentar:we-married-as-job

     Aku yakin drama ini tidak akan membosankan sampai ending. Iiih.. unyyuuuu…. Lucu sekali ceritanya. Episode 2 nya juga tidak mengecewakan. Adegan favoritku episode ini banyak, kalau dijelasin satu2 sama kyk ngulang sinopsisnya. Wkwkwkwk, sebenernya aku merasa burung yang sering mengunjungi Tsuzaki itu kakinya mungkin ditempeli sesuatu biar betah di-shooting lama, antara kasihan dan romantis rasanya. Romantis ketika aku tidak menyadarinya, tapi berubah menjadi kasihan setelah setelah memikirkan pose burungnya yang kakinya tidak terlihat menjejak kokoh pada kursi T__T. Tapi entahlah, lagipula mereka pasti tidak bertindak jahat sampai menyiksa kan.