Sinopsis Hippocratic Oath Episode 2 Part 1

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

          “di negara-negara Nordic, kurang lebih 100% mayat dengan kematian yang tidak wajar dilakukan otopsi. Tetapi di Jepang hanya 11% yang dilakukan otopsi, itu terendah ketimbang Negara-negara maju. Rendahnya presentase menunjukkan kelemahan dari kekuatan sistem perlindungan sosial. Aku sangat  percaya kita harus melakukan otopsi bukan hanya pada kematian tidak wajar. Tetapi juga pada kematian yang wajar, kecelakaan, atau karena penyakit. Untuk mengumpulkan sebanyaknya data”

Profesor Mitsuzaki memberikan kuliah, para mahasiswa mencatat sambil mendengarkan. Dokter Kashiyama menulis di papan tulis.

“Data yang terkumpul sangat amat penting bagi pembelajaran Kedokteran Forensik.”

Kuliah diakhiri. Profesor Mitsuzaki dan dokter Kashiyama pergi.

      Makoto masih duduk di tempatnya. Detektif Kotegawa datang dan duduk di belakang Makoto. Makoto bertanya apa kali ini Detektif Kotegawa menemukan mayat yang tidak diketahui penyebab meninggalnya lagi ?.

Detektif Kotegawa bilang, ya semacam itu. Ia datang kemari untuk menanyakan pendapat ke Profesor Mitsuzaki. Makoto dan Kotegawa meninggalkan tempat duduk mereka,

Makoto penasaran orang seperti apa Profesor Mitsuzaki itu. Profesor Mitsuzaki kelihatan tenang dan tak memiliki ekspresi. Tapi meskipun beliau diam saja, ia mungkin memikirkan keluarga yang kehilangan dan pasiennya.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

    Terjadi kecelakaan di boat motor race jembatan Tenkuu. Insiden perlombaan tersebut terjadi dua hari sebelumnya. Korban meninggal adalah Mayama Shinji, 38 tahun. Kapalnya terbelah, Mayama terlontar dan meninggal seketika.

   Makoto rasa ini kelihatan seperti kecelakaan biasa, apakah Detektif Kotegawa berpikir ada penyebab lainnya ?. Detektif Kotegawa bilang, istri Mayama Shinji menduga ada seseorang yang sengaja mencelakai Mayama Shinji.

Flash back..

   Istri Mayama Shinji meminta detektif untuk menyelidiki dengan cermat. Coba lihat mesin kapal suaminya, seseorang pasti sengaja mensabotasenya.

Flash back end..

     Kepolisian dari Oniri-Minami yang menangani kasus tersebut menganggap kematian Mayama Shinji sebagai kecelakaan. Namun istrinya tidak bisa menerima hal tersebut, lalu meminta kepolisian Prefektur Saitama untuk menyelidikinya.

       Dokter Kashiyama bertanya, apakah Mayama Shinji sempat memperlakukan orang dengan buruk sehingga ada orang yang hendak mencelakainya ?. Detektif Kotegawa menggeleng, untuk sekarang ini tidak terlihat seperti adanya motif dendam. Mayama Shinji adalah seorang yang jujur dan atlet yang berbakat, serta memiliki keluarga yang bahagia.

“Otopsinya telah selesai dilakukan bukan ?” Tanya Profesor Mitsuzaki.

“Benar, sudah dilakukan di Tokyo Medical. Aku memiliki dokumen sertifikat kematian dan laporan otopsinya.” Kotegawa memberikan dokumen-dokumen yang dimaksud ke Profesor Mitsuzaki.

        Makoto pikir Forensik Urawa tidak perlu melakukan apapun karena otopsinya telah selesai. Namun Detektif Kotegawa tetap ingin memastikannya, karena dari hasil otopsi masih ada yang rancu dan dipertanyakan.

        Profesor Mitsuzaki mencemooh kedua dokumen di tangannya tidak berharga sekali. Omong kosong. Dokter Kashiyama membacanya, ia berpendapat sama dengan Profesor Mitsuzaki.

        Pihak Tokyo Medical melakukan otopsi dengan asal-asalan, tidak ada laporan mengenai kondisi organ dalam Mayama Shinji. Dan yang paling buruk adalah catatan tentang kerusakan di bagian kepala, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai itu. Tokyo Medical menyimpulkan mungkin penyebab kematian karena luka memar sebagai akibat dari terpental dari air 80km/jam. Harusnya ada lebih banyak kerusakan.

“Ada di mana sekarang jasadnya ?” Tanya Profesor Mitsuzaki. Detektif Kotegawa rasa masih ada di Tokyo Medical. Profesor Mitsuzaki melihat dokumennya, penanggung jawab otopsi adalah dokter Nagase.

       Profesor Mitsuzaki ingin melakukan otopsi pada Mayama. Makoto terkejut, melakukan otopsi lagi ?.

        Detektif Kotegawa mengerti, dia akan memintakan izin otopsi segera. Profesor Mitsuzaki kembali ke meja kerjanya, dia yakin tidak akan diizinkan melakukan otopsi lagi jika Detektif Kotegawa memintakan izin resminya. Profesor Mitsuzaki berencana melakukan otopsi setelah jasadnya sampai di rumah, Profesor Mitsuzaki akan meminta izin pihak keluarga yang ditinggalkan.

Kotegawa: Baik,

Makoto: Apa itu mungkin ?. Bisakah kita melakukan otopsi dua kali pada jasad yang sama ?

Makoto bertanya pada dokter Kashiyama. “Tentu saja. Itu akan menimbulkan masalah besar. Kita akan menjadi musuh dari Tokyo Medical.” Jawab Kashiyama.

Tapi Profesor Mitsuzaki rasa tidak masalah dengan resiko tersebut karena dokter yang menulis laporan otopsi melakukan tugasnya dengan amat buruk. Profesor Mitsuzaki meminta Kotegawa membawakannya 1 video ketika Mayama masih hidup.

   Kotegawa menyanggupinya.

       Makoto terlihat khawatir, dia meminta izin Profesor Mitsuzaki untuk menemui keluarga yang ditinggalkan. Makoto ingin tahu kenapa istri Mayama berpikir kematian suaminya bukan karena kecelakaan.

       Dokter Kashiyama juga berpikir itu ide yang bagus. Dokter di Jepang harusnya ikut turun ke lapangan untuk menyelidiki kasusnya juga. Ketika aku bekerja di Columbia, aku selalu diikutsertakan dalam investigasi sebagai ahli medis.

       Profesor Mitsuzaki mengizinkan Makoto melakukan apapun yang dia inginkan, asal jangan memberitahu istri Mayama tentang niatan mereka yang ingin melakukan otopsi lagi. Profesor Mitsuzaki tidak mau terlibat masalah jika istri Mayama mengajukan gugatan ke Tokyo Medical.

       Makoto dan Kotegawa mengunjungi rumah Mayama Shinji. Makoto melihat-lihat foto keluarga.

      Istri Mayama turun membawakan handycam untuk Detektif Kotegawa. Kebanyakan video di dalamnya adalah video keluarga pada umumnya. Detektif Kotegawa meminta izin untuk meminjamnya sebentar.

Istri Mayama pikir Kotegawa datang dengan rekan detektifnya dan Kepolisian Prefektur Saitama telah melakukan penyelidikan untuk kasus suaminya. Kotegawa menjelaskan kalau dia datang dengan seorang dokter dari Kodokteran Forensik, dan bukankah sudah aku katakan sebelumnya bahwa aku bekerja di M.P.D.

       Makoto bertanya, “Kenapa kau pikir itu bukan insiden kecelakaan ?”

“Karena itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin melakukan kesalahan seperti itu. Dia pastinya tidak melupakan adanya tikungan di pertandingan. Dia sudah berlatih lusinan kali untuk itu.”

Istri Mayama kembali menyiapkan minuman. Makoto bertanya kembali, adakah kemungkinan Mayama Shinji sebelumnya sakit atau mengalami tekanan mental ?. Istri Mayama ngotot, tidak mungkin !, benar, seseorang mungkin memberinya obat tidur sebelum pertandingan dimulai.

       Katanya penuh kecurigaan. Tetapi Kotegawa mencoba menjernihkan, jika memang seperti itu.. pasti sudah ketahuan saat dilakukan otopsi. Istri Mayama berbalik lagi, sibuk menyiapkan minuman. Makoto hati-hati bertanya, apa istri Mayama ada pemikiran lainnya mengenai insiden kematian Mayama Shinji ?.

   Istri Mayama kesal mendengar pertanyaan tersebut. Bukankah tugasnya penyidik untuk menemukan penyebab kematian suaminya ?!. Lalu ia menangis,

     Anak Mayama Shinji datang. Ia langsung dipeluk ibunya yang menangis. Seorang pria meminta maaf karena Keita pulangnya telat. Ia juga terlihat terkejut melihat kedatangan Makoto dan Kotegawa, namun langsung membungkuk sekilas menyapa. Pria yang datang bersama Keita mengajak Keita main.

   Istri Mayama menyuguhkan minumannya “Maafkan aku,”. Kotegawa langsung bertanya siapa pria tadi. “Dia adalah teman akrab suamiku. Dia sangat mengkhawatirkan Keita,” Istri Mayama memandang Keita dan teman suaminya yang sedang bermain dengan mainan. “Suamiku adalah hero nya Keita,” Gumamnya dengan tatapan melamun.

   Istri Mayama meminta Detektif Kotegawa dan Makoto membantunya menemukan penyebab kematian suaminya.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

Kotegawa dan Makoto keluar dari rumah keluarga Mayama Shinji. “Istrinya kelihatan tidak suka memikirkan jika penyebab kematian suaminya adalah kecelakaan.” Kata Kotegawa.

“Aku bisa mengerti,”

    Temannya Mayama Shinji berlari mendekati Makoto dan Kotegawa. Ia berkata, akan lebih baik jika keduanya mengatakan penyebab kematiannya adalah kecelakaan. Mitamura juga berharap Detektif Kotegawa memberitahu kepolisian Omori-Minami juga. Istrinya Mayama Shinji mungkin hanya belum bisa menerima kenapa suaminya meninggal, lambat laun pasti akan bisa menerima kenyataan demi Keita, anaknya.

   Makoto dan Kotegawa memandangi kepergian Mitamura.

       Dekan Yoshihiko Sakamoto meminta Profesor Tsukuba menjelaskan seperti apa Makoto Tsugano. Profesor Tsukuba menolak menjelaskan, dulu di pembicaraan sebelumnya ia tidak mengatakan apapun karena Rektor ada di sana. Beliau mengirim Makoto Tsugano untuk pelatihan Makoto Tsugano sendiri.

      Dekan Yoshihiko Sakamoto berdalih, sangatlah wajar kalau pihaknya meminta laporan tentang profesor yang membimbingnya.

“Aku akan langsung berbicara pada Profesor Mitsuzaki”  kata Profesor Tsukuba.

“Ini akan sangat terlambat untuk melakukan apapun jika aibnya terbongkar. Apa yang akan kau lakukan jika masalah yang disebabkan dari kebiasaan buruknya dilaporkan ke polisi seperti terakhir kali, dan pihak keluarga korban melaporkan perguruan tinggi ini ?”

“Apa kau mengkhawatirkan itu akan mengganggu jalanmu dipromosikan menjadi Rektor ?”

      Dekan Yoshihiko Sakamoto tertawa mendengarnya. Ia rasa tidak hanya dirinya yang akan hancur, Profesor Tsukuba dan Kedokteran Internalnya yang tercinta pun akan hancur. Mari buat Makoto Tsugano melaporkan apa yang Profesor Mitsuzaki lakukan, Mitsuzaki bukan pria biasa.

    Profesor Mitsuzaki melingkari tulisan penyakit bronchitis dan menggaris bawahi nama dokter penulis laporan.

 Profesor Tsukuba berkunjung. Dokter Kashiyama menyambutnya ramah. Profesor Tsukuba memuji pasti dokter Kashiyama banyak kesulitan karena menjadi asistennya Profesor Mitsuzaki. Profesor Mitsuzaki segera menutup lembaran laporan kematian.

“Aku akan membuatkan kopi,”

“Terima kasih,”

Dokter Kashiyama pergi. Profesor Mitsuzaki bertanya “Apa yang bisa kubantu,” . “Aku datang kemari untuk berterima kasih karena sudah membantu pelatihannya Makoto Tsugano.”

“Menurutku dia tidak perlu dibantu untuk belajar.”

“Kau ini memang tidak biasa. Kudengar kau mengatakan keinginanmu pada Dekan bukan ?.” Profesor Tsukuba sudah sangat mengenal Profesor Mitsuzaki, semua yang meninggal harus dilakukan otopsi. Namun Profesor Tsukuba menyarankan Profesor Mitsuzaki untuk berhenti sekarang, demi kebaikan Profesor Mitsuzaki sendiri.

“Terima kasih atas nasehatnya” Profesor Mitsuzaki membungkuk berterima kasih.

Profesor Tsukuba menasehati Profesor Mitsuzaki, selama Profesor Mitsuzaki tergabung sebuah institusi maka tindakan Profesor Mitsuzaki pun akan memiliki dampak pada universitas ini.

“Maaf, aku harus menghadiri kelas selanjutnya.” Profesor Mitsuzaki pamit, dia tampaknya tidak menghiraukan nasehat Profesor Tsukuba.

     Dokter Kashiyama datang membawakan kopi. Profesor Tsukuba menanyakan di mana Makoto Tsugano. Ragu-ragu dokter Kashiyama mengatakan “Dia sedang keluar,”. Profesor Tsukuba tidak bertanya lebih lanjut. Beliau menatap tumpukan buku, kertas di meja Profesor Mitsuzaki.

      Makoto menonton video di handycam. Tak lama kemudian Kotegawa masuk ke mobil, meminta maaf karena sudah membuat Makoto menunggu. Makoto juga meminta maaf karena telah menonton video Mayama Shinji seorang diri. Keduanya lalu menonton bersama.

        Detektif Kotegawa bertanya, apa dokter Makoto tahu kenapa Profesor Mitsuzaki ingin melihat video Mayami Shinji ketika hidup ?. Makoto pikir mungkin Profesor Mitsuzaki ingin memastikan kalau Mayama Shinji terlihat sakit sebelumnya, tapi dilihat dari video ini Mayami Shinji kelihatan baik-baik saja.

        Video ulang tahun Keita dua hari yang lalu sebelum pertandingan. Makoto pikir keluarga tersebut terlihat damai menyenangkan.

       Ternyata Mitamura juga ada di sana. Temannya tersebut diajak minum bersama, pria itu mengatur handycam lalu duduk. Mayama menuangkannya jus tetapi tertuang bukan di gelas, semuanya tertawa dan hendak membersihkan.

       Makoto berkesimpulan kalau temannya Mayama sudah seperti anggota keluarga, itulah mengapa pria itu sangat mengkhawatirkan anaknya Mayama. Akan tetapi Kotegawa tidak sependapat, mungkin saja pria itu mengkhawatirkan hal yang lainnya.

Kotegawa menutup handycam, menaruhnya di belakang. Keduanya mengenakan sabuk pengaman.

“Kau pasti dokter yang baik,” Tebak Kotegawa.

“Apa maksudmu ?”

“Kau mencoba terlibat dengan pasien dan keluarga mereka diberbagai macam situasi.”

“Aku pikir jika aku mengabaikan perasaannya pasien atau keluarga yang ditinggalkan, aku tidak layak menjadi seorang dokter.”

Ucapan Makoto membuat Kotegawa tersenyum. Ia suka dengan pemikiran semacam itu, aku mungkin akan menggunakan kata-kata itu.

        Kotegawa berada di suatu kantor polisi. Pria yang dia mintai informasi menolak memberikan informasi pada orang luar seperti Kotegawa.

       Kotegawa melihat keluarga yang ditinggal menahan duka citanya dengan amat sangat. Jika aku mengabaikan perasaan dari keluarga yang ditinggalkan maka aku tidak layak disebut polisi bukan ?.

       Setelah mengatakan itu Kotegawa menoleh pada Makoto. Makoto mengerutkan alisnya mendengar perkataan Detektif Kotegawa. Makoto lalu kembali mencatat sesuatu.

     Polisi yang menangani mengatakan kalau pria itu adalah temannya Mayama Shinji sejak SMA. Kami mendapat informasi kalau Mitamura menyukai istrinya Mayama.

Makoto menoleh mendengar pernyataan tersebut. Polisi lanjut bercerita, Mitamura membuka praktek klinik mata tapi keuangannya mengalami kesulitan. Dan Mayama Shinji memiliki uang asuransi jiwa sebesar 50 juta yen. Ahli warisnya adalah istrinya sendiri.

      Detektif Kotegawa berpikir, pria itu mungkin membunuh Mayama Shinji untuk mendapatkan istri Mayama dan bonusnya adalah asuransi 50 juta yen milik Mayama.

      Makoto tidak setuju dengan pemikiran Kotegawa. Polisi di hadapan Kotegawa sangsi, bagaimana caranya Mitamura membunuh Mayama selama pertandingan berlangsung ?, hanya orang-orang yang terlibat dalam pertandingan saja yang mungkin mensabotase Mayama.

Polisi juga berpikir sama. Tidak masuk akal jika Mitamura mensabotasenya, polisi menganggap kematian Mayama adalah kecelakaan. Jadi Detektif Kotegawa jangan berpikiran yang tidak-tidak dan menggagu jalannya investigasi !.

       Polisi tersebut kemudian pergi dengan beberapa polisi lainnya. “Uang asuransi dan istri.., itu adalah motif yang bagus. Jika otopsinya salah dan tes reaksi obat-obatannya positif, jalan ceritanya akan  berubah.” Kata Kotegawa sembari berpikir.

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

    “Melakukan otopsi lagi ?” Tanya Profesor Tsukuba.

“Iya, Profesor Mitsuzaki meragukan otopsi yang dilakukan Tokyo Medical.”

       Mereka bertemu. Makoto menceritakan tentang kecelakaan yang dialami Mayama Shinji. Profesor Tsukuba juga tahu kabar tersebut. Makoto mengakui Profesor Mitsuzaki memang orang yang ahli, tetapi jika beliau melakukan sesuatu yang tidak baik maka Makoto tidak akan setuju dengannya.

“Sejujurnya, dia berada di posisi yang canggung sekarang. Jika dia terus melakukan otopsi tanpa izin, dia mungkin akan dipecat”

      Makoto terkejut mendengarnya. Profesor Tsukuba berkata kalau saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan otopsi tanpa izin lagi. Itu akan menyulitkan Profesor Mitsuzaki sendiri. Profesor Tsukuba menyukai Profesor Mitsuzaki, ia tidak ingin kehilangan rekan yang berbakat tersebut. Kapanpun ia akan membujuk Profesor Mitsuzaki untuk berhenti. Jadi jika Makoto-kun memiliki permasalahan tentang Profesor Mitsuzaki, beritahu saja Profesor Tsukuba.

Makoto berterima kasih banyak.

      Ketika Makoto berjalan sambil berpikir, ibunya Yuko memanggilnya. Mereka kemudian berbincang. Yuko ada di rumah, ibunya ke RS untuk mengambil obat karena kondisinya buruk sekarang.

Dokter Hideo akan mengatur jadwal periksanya Yuko nanti. Ibunya Yuko berterima kasih.

Makoto memperhatikan wajah ibunya Yuko yang pucat dan membuat Makoto khawatir, Makoto meminta ibunya Yuko jangan gegabah dan terlalu memaksakan diri.

Sumire: Aku tidak gegabah tetapi aku memaksakan diriku bekerja sekeras mungkin. Aku satu-satunya yang bisa menjaganya. Tapi bagaimanapun juga terima kasih.

      Makoto tersenyum mengerti. Sumire Kashiwagi memegangi tangan Makoto.

      Dokter Hideo berharap Makoto bisa membujuk Yuko untuk tinggal di rumah sakit. Namun Makoto menjelaskan kalau keluarga Kashiwagi memiliki kesulitan dalam perekonomian mereka.

“Apa dia orang tua tunggal ?”

“Benar, ketika Yuko 5 tahun ayahnya meninggal karena sakit. Ibunya memiliki 2 pekerjaan paruh waktu”

“Aku mengerti, minta mereka untuk datang melakukan pengecekan secepatnya.” Dokter Hideo lalu berjalan pergi meninggalkan Makoto. Makoto tampak cemas, dia menahan dokter Hideo dengan pertanyaan “Apakah penyakitnya sudah sangat mendesak ?”

Dokter Hideo berbalik, mereka akan tahu setelah dilakukan tesnya nanti.

      Dokter Hideo dengar Makoto sedang mengalami masa sulit sekarang. Makoto tersenyum mendengarnya. Dokter Hideo bercanda, ia memang tidak mengenal Profesor Mitsuzaki seperti apa, tapi ia ingin tahu apa yang sebenarnya Profesor Mitsuzaki inginkan. Makoto menjawab, dia pun juga ingin mengetahui hal tersebut.

“Bagaimana pun juga aku serahkan Kashiwagi Yuko padamu. Tetaplah awasi dia. Dan beritahu padaku jika kondisinya berubah,” Kata Dokter Hideo.

“Aku akan melakukannya,”  kata Makoto. Dokter Hideo melangkah pergi. Tapi dia masih melanjutkan kalimatnya, ia pikir Makoto Tsugano adalah dokter internal yang sesungguhnya. Makoto tersenyum, lalu berbalik pergi.

    Makoto mengecek kondisi Yuko. Yuko tertidur sambil memegangi sapu tangan.

Makoto melipat baju yang ada, Yuko terbangun. “Kau ada di sini ?” Makoto mendekati Yuko kembali.

“Kau begadang karena membaca buku ?” Tanya Makoto

“Bagaimana kau bisa tahu ?”

“Ayo jalan-jalan minggu ini !” Ajakan Makoto membuat Yuko tertawa, mengajaknya keluar ?, apa Makoto tidak punya pacar ?. Makoto membantu Yuko untuk duduk, ia mengajak Yuko jalan-jalan untuk menghirup udara segar…  Makoto akan menyewa mobil untuk mereka.

“Ngomong-ngomong, ceritalah soal pekerjaanmu Makoto ?!. Cerita tentang Profesor Mitsuzaki.”

“Kenapa ?”

“Karena dia melakukan otopsi sekalipun dia mungkin bisa ditahan. Itu luar biasa”

“Apa itu luar biasa ?” Tanya Makoto heran. “Apa ?” Yuko tidak mengerti kenapa Makoto berkata begitu.

        Makoto menjelaskan, dia mulai berpikir kalau Kedokteran Forensik mungkin bisa menyelamatkan orang-orang. Bagi pasien yang telah meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. Namun Profesor Mitsuzaki sepertinya hanya ingin melakukan otopsi.

“Tapi..” Yuko langsung terbatuk-batuk setelah mengatakannya. Makoto pikir dia harus berhenti mengobrol dengan Yuko. Yuko menggeleng, “Tapi, aku rasa Profesor Mitsuzaki melakukan sesuatu yang baik.”

“Apa ?”

“Karena orang-orang ingin tahu apa yang Profesor Mitsuzaki kerjakan bukan ?. Bukan hanya pasien yang teah meninggal ataupun keluarga yang ditinggalkan. Orang-orang bisa berduka cita hanya jika tahu kebenarannya. Makoto, kau bisa menjadi dokter yang baik”

Makoto senang mendengar kata-kata Yuko. “Kau selalu memberiku kekuatan.” Keduanya lalu sama-sama tertawa. Yuko mencubit Makoto “Semangatlah Makoto !”,

“Aku akan berusaha keras !”

      Profesor Mitsuzaki melihat tayangan video Mayama Shinji. Profesor Mitsuzaki terkejut dan membesarkan bagian wajah Mitamura yang nampak mencurigakan.

     Detektif Kotegawa menelfon Profesor Mitsuzaki, melapor kalau besok jasadnya Mayama akan dibawa ke rumah. Profesor Mitsuzaki menyuruh Detektif Tokegawa untuk meminta izin melakukan otopsi bersama Makoto Tsugano.

“Anda yakin mau mengotopsinya lagi sekalipun pihak Tokyo Medical  akan menjadi musuh anda ?”

      Profesor Mitsuzaki berkata dia punya rencana sendiri untuk itu. Kotekagawa bertanya, sebelumnya Profesor Mitsuzaki bilang kalau ingin mengoleksi seluruh data dari kematian biasa, kecelakaan, atau karena penyakit. Jika memang begitu, apa Profesor Mitsuzaki selalu mempercayai Kotegawa ?.

    Kotegawa telah berjanji akan memberikan info jasad yang meninggal di dalam yuridiksinya pada Profesor Mitsuzaki, tetapi Kotegawa menyadari bahwa Profesor Mitsuzaki tidak mengotopsi semuanya, hanya mengotopsi beberapa kategori jasad tertentu saja. Contohnya Kurita Masumi dan Mayama Shinji.

   Mendengar kecurigaan Kotegawa, Profesor Mitsuzaki memejamkan matanya seolah meredam diri, Profesor Mitsuzaki tentu tidak ingin diketahui apa motif aslinya melakukan otopsi.

Profesor Mitsuzaki memilih tidak menanggapi perkataan Kotegawa, ia menyuruh Kotegawa melakukan tugasnya dengan cepat besok. Kotegawa terihat tidak puas, Profesor Mitsuzaki memutus panggilan tanpa menanggapinya.

Komentar: hippocratic-oath Aku penasaran dengan Yuko. Sejak episode satu, namanya ada dan dia sudah tidak bernyawa lagi. Bagaimana perasaan Makoto jika Yuko diotopsi oleh Prof. Mitsuzaki ?.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s