Sinopsis Hippocratic Oath Episode 1 Part 2

Sinopsis Hippokuratetsu No Chikai Episode 1 Part 1

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

   Ayahnya Kurita Masumi yakin kalau anaknya meninggal karena tertabrak mobil.

Nyonya Shinoda juga diberitahu oleh polisi kalau kompensasi sepertinya tidak mungkin dilakukan dilihat dari keluarga Kurita yang seperti itu.

    Nyonya Shinoda menyuruh Tuan Shinoda untuk mengaku saja. Suaminya bertanya apa istrinya tidak percaya padanya ?, ia mengerem duluan dan sepedanya menabrak mobil. Tetapi istrinya pun sama frustasinya, ia tentu percaya pada suaminya tapi kenyataannya tidak ada yang percaya cerita suaminya karena Kurita Masumi sudah meninggal.

   Sayangnya mereka tidak punya uang untuk menyewa pengacara dan asuransi mereka tidak cukup untuk membayar uang kompensasi.

  Nagisa menunggu ibunya yang tengah menemui ayahnya. Detektif Kotegawa dan Makoto memperhatikan Nagisa. Kemudian Makoto mendekati Nagisa untuk mengajaknya makan siang bersama.

     Mereka berdua makan mie, Makoto pikir hidung Nagisa berair karena mienya terlalu pedas/panas. Makoto mengambilkan sapu tangan. Rupanya Nagisa menangis karena memikirkan ayahnya, Makoto mencoba mengerti dengan tidak menggagunya.

     Makoto banyak mempelajari sesuatu. Sementara itu Profesor Mitsuzaki berpikir,

ia menuliskan pemikirannya ke sebuah kertas [ Tidak ada bantahan dari keraguan, Tidak pasti kepalanya terluka , Ganti rugi organ-organ, apa sebenarnya penyebab kematian ? ]

    Dokter Kashiyama menerima telfon dari kantor Dekan Fakultas Kedokteran, meminta disambungkan ke Profesor Mitsuzaki.

    Profesor Mitsuzaki bertemu dengan Dekan Yoshihiko Sakamoto, mereka mendapatkan keluhan dari Kepolisian Prefektur Saitama. Bukankah Profesor Mitsuzaki memerintahkan seorang detektif untuk meminta dilakukan otopsi ?.

   Profesor Mitsuzaki menjelaskan maksudnya, itu karena kita tidak bisa mengidentifikasi penyebab kematian yang pasti tanpa dilakukan otopsi. Dekan Yoshihiko Sakamoto bertanya lagi, bukankah tempatnya Profesor Mitsuzaki adalah tempat pengembangan riset ?.

    Profesor Mitsuzaki pikir kita harus melakukan otopsi untuk semua kasus dan menyimpan data-datanya. Itu akan sangat berguna untuk berbagai macam kemungkinan dimasa depan.

   Dekan Yoshihiko Sakamoto berjalan mendekati Profesor Mitsuzaki, ia mengingatkan kalau semua riset tentunya membutuhkan dana, dan otopsi adalah sebuah kegiatan sukarela kemanusiaan. Semakin banyak otopsi yang Profesor Mitsuzaki lakukan, maka semakin negatif keuangan yang kita miliki. Jika Kedokteran Foreksik satu-satunya yang membuang-buang uang, maka itu akan menjadi masalah.

“Menentukan sebab kematian tanpa dilakukan otopsi,” Profesor Mitsuzaki menggeleng dengan perkataan yang dia ucapkan sendiri. Lalu beliau menaruh cawan minumnya dan beranjak dari tempatnya duduk.

     Detektif Kotegawa dan Okamura melapor pada Profesor Mitsuzaki kalau mereka telah ditolak keluarga Kurita Masumi melakukan otopsi. Sekalipun sudah menjelaskan kalau sepedanyalah yang menabrak mobil, tapi keluarga tersebut tidak mau dengar soal itu dan menolak keras untuk dilakukan otopsi. Dokter Kashiyama menyayangkan sikap orang Jepang yang berpikiran kolot tentang mayat, tidak seperti Eropa atau U.S.A.

   Makoto memperhatikan mereka. Makoto memberikan saran, bagaimana kalau kita melakukan AI ? (AI: Autopsy Imaging. Melakukan Otopsi tanpa melakukan pembedahan, hanya menyinari tubuh mayat dengan semacam sinar laser untuk melihat kondisi tubuh bagian dalam)

   Sosuke Okamura dan Kazuya Kotegawa menoleh, AI ?. Makoto menjelaskan, AI adalah diagnosa pendekatan dengan gambar dari CT atau MRI. Karena AI tidak melakukan pembedahan, Makoto yakin pihak keluarga akan bisa menerimanya.

   Dokter Kashiyama pikir AI tidak sepenuhnya menunjukkan penyebab kematian, ini akan memakan biaya juga bagi polisi. Detektif Kotegawa berkata, jika memang itu dimungkinkan untuk mengetahui penyebab kematiannya, pihak kepolisian akan menanggung biayanya.

    Profesor Mitsuzaki menyetujui usulan Makoto Tsugano.

    Makoto Tsugano dan Detektif Kotegawa mendatangi keluarga Kurita. Tuan Kurita membaca dokumen penjelasan tentang AI, ia meminta detektif dan dokter pergi. Detektif Tsugano menjelaskan kalau metode AI tidak akan memotong bagian tubuh anaknya.

“Pria tidak bertanggung jawab itu mengemudi dengan cepat dan menabraknya sampai jatuh. Itulah penyebab kematiannya.” Kata Tuan Kurita dengan yakin ke Detektif Kotegawa. Detektif Kotegawa mencoba tenang “Untuk sekarang. Kita tidak bisa menyimpulkan pria itu mengemudi dengan cepat”

“Aku percaya putri kami tidak bunuh diri, dan aku percaya dia bukanlah orang yang melakukan permusuhan dengan orang lainnya. “

   Makoto mengambil sertifikat kematian Kurita Masumi dari sebuah amplop coklat, Makoto meminta Tuan Kurita membacanya. “Aku menulis poin keraguan dari insiden kecelakaan ini.” Tuan Kurita membacanya dengan enggan.

“Sangat normal jika anda mempercayai apa yang polisi katakan. Dokter tidak mendiagnosa secara keseluruhan, hanya mengecek fisiknya. Sekalipun kita mengetahui penyebab kematiannya, dia tidak akan pernah kembali.”

Makoto menegaskan kalau pihak keluarga ingin mengetahui penyebab kematiannya, AI adalah satu-satunya kesempatan mereka mengetahui penyebab kematian Kurita Masumi. Makoto mencoba berbicara dengan nada meyakinkan keduanya, Tuan Kurita dan istrinya saling memandang, lalu Tuan Kurita memandang foto keluarganya di dinding. Menatap figur putrinya. Seolah meminta izin.

    Tuan Kurita, setelah benar yakin. Dia mengizinkan putrinya dilakukan AI, segera dan secepatnya. Makoto senang mendengarnya, dia berjanji akan menjaga Kurita Masumi. Detektif Kotegawa langsung pergi menghubungi seseorang.

    Makoto dan beberapa orang membawa mayat Kurita Masumi. Makoto menghubungi pihak tempat AI, dalam 1 jam dia akan sampai. Di luar, Detektif Kotegawa sudah menunggu dan menyiapkan mobil. Kurita Masumi datang, salah seorang polisi bertanya-tanya kenapa Detektif Kriminal tingkat 1 Kazuya Kotegawa mengurusi Kurita Masumi, padahal kasus ini diluar yuridiksinya. Kotegawa bilang, ia hanya membantu.

     Detektif Kotegawa menghubungi Detektif Okamura. Meminta Detektif Okamura untuk mengawasi Ketua mereka selama Kotegawa melakukan tugasnya. Okamura terlihat cemas, ini masih belum terlambat jika Kotegawa ingin mengurungkan niatnya. Detektif Kotegawa terlihat tidak menghiraukan kecemasan Okamura, “Kau tidak mengerti apa-apa soal ini kan ?, hubungi aku jika terjadi sesuatu.”

  Makoto bertanya apa semuanya baik-baik saja ?. Kotegawa bilang nyaris. Makoto khawatir, nyaris bahaya atau aman maksudnya ?. Kotegawa berkata, itu tidak penting… sudah sangat terlambat untuk berhenti. Kotegawa mengintruksi arah jalannya supir.

   Makoto heran, itu bukannya arah untuk ke AI center. Detektif Kotegawa meminta maaf, tapi mereka sedang menuju ke Kedokteran Forensik Urawa, Profesor Mitsuzaki akan melakukan otopsi pada Kurita Masumi. Makoto terkejut mendengarnya, “Kita tidak boleh melakukan itu !”

“Jika kita menemukan penyebab kematian bukan karena kecelakaan, tubuhnya toh tetap akan dikirim untuk dilakukan otopsi kapan saja.”

“Bukan itu masalahnya !”

  Profesor Mitsuzaki menyiapkan peralatan medisnya. Setibanya di Urawa, dokter Kashiyama berlari untuk membantu mendorong Kurita Masumi sampai ke ruangan otopsi.

Makoto menahannya, bertanya “di mana Profesor Mitsuzaki ?”

“Di ruang otopsi,”

    Makoto masuk ke ruangan otopsi. Ia memprotes tindakan Profesor Mitsuzaki, mereka tidak bisa melakukan ini karena pihak keluarga tidak mengizinkan. Profesor Mitsuzaki berkata, kita tidak memiliki waktu lagi, barang buktinya akan hilang kalau terlambat melakukan otopsi.

   Makoto meminta izinnya untuk melakukan AI. Profesor Mitsuzaki berkata, AI saja tidak cukup. Tetap saja Makoto rasa ini tidak benar, apa Profesor Mitsuzaki bisa membayangkan bagaimana perasaan pihak keluarga ketika Makoto meminta izin untuk AI ?, AI saja mereka berat melepaskannya. Bagaimana aku akan menjelaskan situasi ini pada mereka ?

   Profesor Mitsuzaki terus mempersiapkan dirinya, “Profesor !, ini adalah tindak kriminal !”

“Aku akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi.” Kata Profesor Mitsuzaki dengan tegas. Makoto kecewa, apa mungkin dulu Profesor Mitsuzaki setuju AI hanya dijadikan alasan agar bisa mengotopsi Kurita  Masumi ?. Agar bisa mendapatkan tubuhnya, Profesor Mitsuzaki membuat Makoto berbohong pada pihak keluarganya ?.

   Profesor Mitsuzaki membenarkan hal tersebut. Makoto tidak terima, dia adalah seorang dokter dan tidak bisa menipu pihak keluarga untuk melakukan ini.

“Jika kau tidak bisa melakukannya. Aku tidak membutuhkanmu. Silahkan pergi dari sini,”

Jasad Kurita Masumi sudah masuk ke ruangan otopsi. Makoto hendak menelfon pihak kepolisian. Detektif Kotegawa menahan Makoto, setidaknya lakukanlah itu setelah otopsi selesai. Detektif Kotegawa mendorong Makoto keluar dari ruang otopsi dan merampas ponselnya.

  Makoto tidak habis pikir, bukankah Kazuya Kotegawa adalah detektif ?, ini adalah tindakan kriminal !. detektif Kotegawa mengatakan, Profesor Mitsuzaki memintaku menahannya setelah otopsi berakhir. Apapun hasilnya nanti, ini adalah harga yang harus dibayar atas tindakannya Profesor Mitsuzaki. Dan Detektif Kotegawa ada dipihaknya Profesor Mitsuzaki.

   Kotegawa menyerahkan ponsel Makoto kembali. Lalu meninggalkan Makoto yang kebingungan sendiri.

    Detektif Okamura terus mengawasi kepalanya. Sesekali mengecek jam dengan khawatir. Kepalanya menyadari diperhatikan Okamura, ada apa ?. Okamura bilang tidak ada apa-apa. Kepala bertanya, ngomong-ngomong aku belum lihat Kotegawa sejak tadi, kemana dia ?.

Okamura dengan ekspresi mencurigakan berkata dia juga tidak tahu. Kepala kesal mendengar jawaban Okamura, ia berdiri dan berkacak pinggang, bukankah sudah kubilang untuk mengawasinya !.

“Ketua, ada panggilan untukmu” Kata bawahannya yang lain.

“Dari siapa ?”

“Dari stasiun polisi Minuma. Mereka menanyakan tentang korban kecelakaan lalu lintas.”

Okamura dalam hati bisa menebak pasti ini ada hubungannya dengan Kotegawa.

    Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi. Kepala Kurita Masumi tidak terluka, lengannya baik-baik saja, kulitnya mengelupas, dsb. Setelah dilakukan pengecekan luar, terlihat seperti korban kecelakaan pada umumnya. Lalu Profesor Mitsuzaki memulai pemotongan untuk melakukan pengecekan tubuh bagian dalam.

    Makoto merenung, ia memikirkan perasaan Tuan dan Nyonya Kurita, perkataan Detektif Kotegawa tentang perbandingan 8 dari 9 tubuh dikremasi tanpa diketahui penyebab kematian sebenarnya. Dokter Tsukuba yang meyakinkan Makoto kalau berada di bawah bimbingan Profesor Mitsuzaki baik untuk Makoto, kedokteran forensik bisa membantu pasien mereka, tangisan Nagisa yang tidak ingin ayahnya ditahan. Semuanya berputar dalam benak Makoto Tsugano.

“Aku mengerti. Tidak ada yang bisa kulakukan.” Kotegawa keluar dari ruang otopsi, ia menerima panggilan dari seseorang. Makoto datang dengan pakaian hijaunya, ia ingin ikut ambil bagian dari tindakan Profesor Mitsuzaki.

   Makoto masuk ke ruangan otopsi. Ia bertanya pada Profesor Mitsuzaki, apa Profesor Mitsuzaki yakin Kurita Masumi meninggal bukan karena kecelakaan ?. Profesor Mitsuzaki menjawab, dirinya tidak pernah memotong tubuh mayat tanpa keyakinan. Makoto meminta izin menjadi asistennya Profesor Mitsuzaki.

   Profesor Mitsuzaki melanjutkan otopsi. “Selanjutnya kita akan mengecek kerusakan organ dalamnya, ini berhubungan dengan penyebab kematiannya. Aku akan memotong  peritonea.”

“Baik,” Makoto lalu mengenakan kaca mata khususnya.

“Darah terakumulasi di abdomen. Ini hasil dari retakan liver”

Dokter Kashiyama mengambil cairan di perut. “Perbedaan abdominal diakibatkan karena pendarahan. Pada hasil ini, pengotopsi beropini kalau penyebab kematiannya disebabkan oleh kerusakan sebuah organ dalam. Dengan kata lain dia meninggal karena kecelakaan” [NB: Abdominal: berkaitan dengan perut]

“Baik” Makoto mengangguk. Dilanjutkan ke Profesor Mitsuzaki “Kelihatannya seperti itu. Tapi aku tetap meragukan. Jika seseorang meninggal seketika karena kerusakan organ dalam, harusnya terjadi pendarahan lebih parah. Tentu saja, pemikiran ini berbeda bagi tiap-tiap orang. Tapi pendarahan berlebihan yang terjadi secara cepat bisa membunuh seseorang seketika.

”Namun bagaimana bisa abdominal distention menyebabkan pendarahan ?” Tanya Makoto.

“Tidak ada seorang pun dokter forensik yang menyimpulkan kalau abdominal distention menjadi satu-satunya penyebab pendarahan abdomen. Periksa bagian perut paling dalamnya,” Kata Profesor Mitsuzaki.

“Gastroptosis ?” Tanya Makoto.

Dokter Kashiyama yang ada di sisi lain ruangan menjelaskan “Gastroptosis kebanyakan diberlakukan jika manusia tidak memiliki lemak di bagian perutnya. Kurus dan tinggi. Abdomennya sepertinya ada abdomen distention karena gastroptosis. Dan ini adalah kwantitas pendarahannya…” Dokter Kashiyama melihat banyaknya darah yang diukurnya.

“Dia tidak meninggal karena kerusakan organ dalam” Makoto menyimpulkan. “Itu mungkin saja” Profesor Mitsuzaki masih membuka banyak kemungkinan. Makoto bertanya-tanya, lantas apa penyebab kematiannya ?. Profesor Mitsuzaki menegaskan, itulah tujuannya otopsi !, otopsi akan mengatakan kebenarannya. Apa Makoto Tsugano ingat ketika Profesor Mitsuzaki melihat adanya perbedaan di sertifikat kematian dan laporan otopsi ?,

“Iya,” Kata Makoto.

“Itu adalah titik kematian”

“Titik kematian ?.”

      Dokter Kashiyama kembali, ia menjelaskan kalau pada umumnya titik kematian tidak terlihat kentara kuat dipermukaan. Jika seseorang meninggal akibat dari kehilangan banyak darah. Tapi untuk kasus pencekikan atau pendarahan otak, titik kematian terlihat sangat jelas. dan Kurita Masumi tidak kelihatan habis mengalami pencekikan.

   Profesor Mitsuzaki membedah kepala Kurita Masumi. Sementara itu di luar, para anggota kepolisian datang karena sudah mengetahui apa yang Profesor Mitsuzaki lakukan.

     Detektif Kotegawa sebisa mungkin menghentikan para polisi mengganggu jalannya otopsi, setidaknya biarkan para dokter menyelesaikan otopsi terlebih dahulu. Tanpa diduga, Tuan Kurita datang.

   Makoto mendengar suara keributan dari luar. 

  Detektif Kotegawa menyesal, dia meminta maaf pada Tuan Kurita.  Tuan Kurita tidak terima, kenapa Detektif Kotegawa tega membohonginya. Hentikan sekarang !

Makoto khawatir, suara keributan tentunya sampai ke dalam ruangan otopsi. Dokter Kashiyama menyuruh Makoto jangan mengganggu Profesor Mitsuzaki. Profesor Mitsuzaki sedang memotong dengan hati-hati, Makoto yang panik terkejut melihat apa yang ada di depan matanya “Subdural hematoma…”

     Profesor Mitsuzaki mencoba mencaritahu penyebab pendarahan.

   Profesor Mitsuzaki menemukan sesuatu, Makoto dan dokter Kashiyama terkejut dan bergantian menyebut “Thrombus”.

Makoto: Embolism (Economy-class-Syndrom) ?

Profesor Mitsuzaki mengangguk.

    Di luar, Tuan Kurita berontak ingin otopsi dihentikan. Detektif Kotegawa meminta Tuan Kurita tenang. Tuan Kurita terisak, bagaimana dirinya bisa tenang ?.

   Makoto keluar dari ruangan, penyebab kematian telah diketahui. Yaitu endogenous embolism, Makoto meminta izin ke Tuan Kurita untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

   Makoto: Meskipun otaknya tidak mengalami kerusakan, terjadi pendarahan besar-besaran di sini. Diakibatkan karena celebral sinusnya retak. Subdural hematoma berkembang pesat ketika naik sepeda. Dan membuatnya pingsan. Dia pasti tertabrak mobil karena pingsan

Detektif dan polisi yang menangani kasusnya juga mendengarkan penjelasan Makoto.

Makoto: Dari kwantitas pendarahan di perutnya, dia tidak meninggal karena kehilangan banyak darah di organ dalamnya. Dia meninggal karena penyakit subdural hematoma. Itulah alasan mendesak kami melakukan otopsi ketimbang AI. Beberapa hari setelah kematiannya akan sulit mencari tahu penyebab pendarahannya dengan CT scan. Jika menggunakan AI, mungkin penyebab sebenarnya akan luput. Tapi apa yang kami lakukan memang tak termaafkan.   Aku meminta maaf.

   Makoto membungkuk. Diikuti Detektif Kotegawa dan Okamura.

  Tuan Kurita melihat foto anaknya. Ia pikir seumur hidupnya akan membenci tersangkanya, Tapi nyatanya pria itu tidak membunuh putrinya. Tuan Kurita terisak.

Makoto: Putri anda juga mengatakan hal yang sama padaku.

   Peralatan dicuci. Profesor Mitsuzaki menutupkan kain putih ke Kurita Masumi. Profesor Mitsuzaki menunduk berdo’a. Dokter Kashiyama mematikan lampu ruangan otopsi.

     Profesor Mitsuzaki memiliki segalanya dibidangnya. Dekan Yoshihiko Sakamoto bertemu dengan seorang pria lainnya. Pria tersebut bisa mengeluarkan Profesor Mitsuzaki dari pendanaan mereka jika Profesor Mitsuzaki menyulitkan mereka, akan tetapi pria yang berambut putih tidak ingin menghentikan pendanaannya karena itu bisa mengganggu jalannya Dekan Yoshihiko Sakamoto untuk dipromosikan menjadi Rektor. Dekan Yoshihiko Sakamoto bilang tidak masalah, dia bisa menanganinya.

   Detektif Kotegawa penasaran kenapa Profesor Mitsuzaki ingin melakukan otopsi lebih banyak. Kotegawa ingin mengetahui alasannya karena dirinya bertugas menginformasikan jasad ke Profesor Mitsuzaki.

   Profesor Mitsuzaki menjawab, kita bisa mengurangi angka kematian yang tidak diketahui penyebabnya. Itu bagus juga untukmu bukan ?

  Makoto memberikan bunga ke makam Kurita Masumi. Nagisa datang dengan seikat bunga, dia mengabarkan ke Makoto kalau ayahnya sudah pulang. Makoto juga senang mendengarnya. Keduanya lalu berdo’a.

     “Kita tidak bisa mengabaikan species rendah itu. Bukankah begitu Profesor Tsukuba ?” Kata Dekan Yoshihiko Sakamoto.

“Tapi, Dekan..” Profesor Tsukuba tampak tidak sependapat dengan Dekan Yoshihiko Sakamoto. Dekan Yoshihiko Sakamoto juga terlihat senang karena Profesor Tsukuba mengirim Makoto Tsugano ke labnya Profesor Mitsuzaki. Dekan Yoshihiko Sakamoto pikir Makoto Tsugano bisa melaporkan semua yang terjadi di labnya Profesor Mitsuzaki.

    Komentar:hippocratic-oath

 Makoto yang tidak tahu apapun perihal urusan orang2 atas, dia hanyalah seorang dokter yang lurus lurus saja. Aku keranjingan drama yang diadaptasi dari novel pemirsa.. XD . Hahahaha…

 

Advertisements

2 thoughts on “Sinopsis Hippocratic Oath Episode 1 Part 2”

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s