Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 1 Part 1

we-married-as-job

  • Drama: We Maried as Job/ Runaway is Ashamed But Helpful/ Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu
  • Director: Fuminori Kaneko
  • Writer: Tsunamino Umino (Manga), Akiko Nogi
  • Network: TBS
  • Release Date: October 11, 2016

     Dramanya cukup membuat senyum-senyum  sendiri, ini drama pertama Yui Aragaki yang kutonton. Seringnya lihat dia di film. Awalnya aku tidak tahu siapa itu Gen Hoshino ^^ apa dia aktor atau penyanyi ?, atau pernyanyi yang mengaktor ?, setelah searching sebentar saya tahu kalau Gen Hoshino yang berusia 35 di tahun 2016 ini, dia penyanyi, aktor juga, seiyuu juga. Lumayan lucu sih… tapi cuman kurang tinggi sedikit. Perfect tuh, kalau dia lebih tinggi sedikit. Kelihatanya di kamera Gen Hoshino tingginya sepantaran dengan Yui, atau Yui malahan lebih tinggi dari Gen. Jadi Yui gak bisa pakai heels dong…. Cuman terpaut 1 cm dari Yui. Yui 169, Gen 168.

y1

     Moriyama Mikuri, 25 tahun. Mengambil study psikologi di perguruan tinggi, tapi sekarang dia bekerja sebagai pegawai sementara yang mengurusi pekerjaan administratif. Sebenarnya Mikuri melamar pekerjaan sebagai bagian perencanaan atau desain produk baru, tapi gagal. Meskipun dapat pekerjaan yang bukan keinginannya, Mikuri pikir ini lebih baik.

y2

Di Universitas, Mikuri memilih menekuni psikologi klinis. Mendapat sertifikat terbaik dari sana,

y3

Di depan kamera, Mikuri menjelaskan kalau dia tidak menyangka pengetahuan sosial pascasarjana tidak mampu membantunya untuk mencari pekerjaan.

y4

   Mikuri selain mengerjakan pekerjaan administrasi, dia juga sering disuruh atasannya untuk mencuci gelas. Mencuci gelas tidak ada di kontrak, tapi Mikuri menjalankannya. Pekerjaan yang tidak diinginkannya, kompensasinya adalah dibayar… jadi dia pikir tidak bisa protes meski ia tidak menyukainya. Namun perasaan dibutuhkan oleh perusahaan atau lingkungan sosial itulah yang mendorongnya setiap hari sehingga kuat.

y5

    “Moriyama-san !” Kawasaki-san, rekan kerjanya Mikuri datang. Membuyarkan lamunan Mikuri yang sedang wawancara documenter dirinya sendiri dalam benaknya. Chief memanggil Mikuri Moriyama.

y6

“Aku dipecat ?” Kata Mikuri heran. Chief menjelaskan, tepatnya bukan dipecat, perusahaan hanya menyingkirkan kontrak kerja pegawai sementara. Perusahaan sedang mengurangi banyaknya jumlah pegawai sementara.

    Mikuri lalu menoleh ke belakang pada Kawasaki-san yang terlihat kesulitan mengoperasikan komputer. Itu artinya Kawasaki-san yang juga pegawai sementara akan dipecat juga ?. Tapi Chief menjawab, perusahaan merekrut Kawasaki-san. Mikuri terkejut, apa ?. Tentu saja Mikuri terkejut, padahal Kawasaki-san kikuk mengoperasikan komputernya dan selama ini dibantu Mikuri dalam pekerjaannya.

   Chief yakin Moriyama akan mendapatkan tempat yang lebih baik di luar sana, Mikuri Moriyama kan lulusan terbaik sebelumnya. Chief sebelum pergi menyuruh Mikuri membersihkan gelasnya.

y7

   Mikuri di tempatnya Yuri Tsuchiya. Mikuri menyesal pernah mengatakan dirinya adalah lulusan terbaik, fakta itu membuat mereka yang di perusahaan mengolok-oloknya dengan hal tersebut.

Yuri sedang bersiap bekerja, dia bertanya memangnya ada apa ?. Mikuri mengatakan, di perusahaan.. pegawai sementara tidak tahu adanya pemecatan, tapi kalau dipikir-pikir lagi Mikuri ingin menjadi pegawai tetap di pekerjaan yang diinginkannya. Yah.. intinya sekarang  Mikuri bebas, pengangguran !

y8

Katanya sambil mengangkat tangannya dengan ceria. Yuri selesai, ia menyebut Mikuri bisa dibilang fobia pada pekerjaan, ketakutan dari pencarian pekerjaan.

Mikuri agak kesal mendengarnya, terserah kau sajalah…. bagaimana menyimpulkannya.

y9

   Telfon Yuri berbunyi. Yuri mengatakan akan sampai dalam 20 menit. Mikuri memandanginya, iri sekali karena Yuri-chan memiliki tempat kerja dimana dia bisa bekerja keras disana. Yuri menanggapi Mikuri, pekerjaannya itu benar-benar membuatnya sibuk dan banyak masalah, rekrutan baru di bawah Yuri tidak berguna dan itu membuat Yuri tidak bisa beristirahat.

    Yuri sebelum pergi meminta Mikuri menerima postnya Yuri. Pihak post akan mengirimnya ke tempat asal kalau Yuri tidak menerimanya hari ini. Yuri memberikan Mikuri uang, Mikuri kebingungan dengan itu. Apa ini ?. Tapi Yuri menegaskan ini tidak apa-apa untuk keponakan manisnya ini. Lalu mengacak-acak rambut Mikuri, membuat Mikuri tertawa.

“Aku pergi dulu,”

“Semoga harimu menyenangkan !”

Mikuri mendesah memandangi uang dari Yuri  “Aku menyedihkan..”

=|Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married as Job||Runaway is Ashamed But Helpful=

Malam harinya…

Yuri memberikan Mikuri sup Harira sup. Ibu membaca kardus sup Harira.

Mikuri: Yuri-chan pergi ke Maroko natal tahun lalu kan ?. Sejak dia tidak suka sendirian di Jepang.

Ibu mengerti, Yuri melarikan diri ke tempat di mana tidak ada natal. Yuri pun sering menaruh sup itu di kulkas dan memanaskannya kembali. Yuri sering benlaja online makanan karena terlalu sibuk. Setelah asyik membicarakan Yuri, mereka lalu makan.

y10

Tochio: Aku juga, aku lebih memilih ruangan yang bersih dan rapi. Kau tahu kan ?. Itulah kenapa aku selalu berterima kasih karena kau pandai bersih-bersih, Sakura-san.

Sakura: Terima kasih, Tochio-san.

Mikuri sambil mengaduk supnya tidak mengerti kenapa ayah dan ibunya selalu bertingkah aneh begitu. Ibu menjelaskan itu bermakna sekali bagi ayah.

Ayah bercerita tentang Tsuzaki yang bekerja merekayasa mesin. Tsuzaki sangat sibuk sehingga tidak sempat melakukan pekerjaan rumah. Ibu dan Mikuri saling pandang tidak mengerti, karena tidak kenal. Tsuzaki sedang mencari asisten rumah tangga yang datang ke rumah seminggu sekali.

y11

   Ayah berencana membuat Mikuri bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Tsuzaki. Ibu setuju, itu ide yang bagus. Ayah dengan antusias mengambilkan alamat, no telepon dan e-mail Tsuzaki.

   Ibu memuji ayah yang hebat sekali bertindak cepat. Sementara itu Mikuri terkejut, tidak dapat kesempatan berpikir dan memberikan pendapat.

“Kau coba sekali, minggu ini” Kata Tochio.

“Tunggu sebentar!. Aku bekerja di rumah Tsuzaki sebagai asisten rumah tangganya ? ”  Mikuri bingung.

“Kan aku sudah bilang tadi” Kata ayah santai.

“Kau tidak mendengarkan tadi ?” ibu ada di pihak ayah.

“Aku mendengarkan, tapi..”

“Apa kau tidak senang dengan itu ?” tanya ayah Tochio.

Mikuri mengatakan dia senang. Tapi Mikuri tetap merasa bingung. Ibu menyebut anaknya itu adalah karyawan sekarang. Dan ayah menyambungnya, dia pengangguran sekarang, iya kan ?. ibu balas mengiyakan ayah. Keduanya saling memiringkan kepalanya.

“Happy harira sup !” kata ibu senang.

“Oh, happy harira sup,” balas ayah. Mengabaikan putri mereka yang masih tercengang.

=|Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married as Job||Runaway is Ashamed But Helpful=

Pagi harinya..

Mikuri datang ke apartemen Hiramasa Tsuzaki. Tsuzaki membukakan pintu dan menatap wanita asing di depannya dengan datar. Mikuri segera memperkenalkan dirinya,

“Senang bertemu denganmu, aku Moriyama Mikuri.”

y12

Tidak ada respon dari Tsuzaki. “Aku putrinya Moriyama Tochio” tapi Tsuzaki masih tidak merespon apapun. Segera setelah Mikuri menjelaskan maksud kedatangannya sebagai asisten rumah tangga, Tsuzaki baru meresponnya. “Aku Tsuzaki, mohon kerja samanya.“ Mereka lalu saling mengangguk sopan.

“Aku minta maaf, kau jauh lebih muda dari yang kupikirkan.”

“Jangan khawatir. Aku tua di dalamnya.” Mikuri meminta Tsuzaki jangan terlalu memikirkan soal itu. Mikuri sudah membawa peralatan bersih-bersihnya juga. Tsuzaki mempersilahkannya masuk.

y13

“Sampai beberapa hari yang lalu, aku memiliki kontrak kerja dengan perusahaan kebersihan. Apa kau sudah dengar tentang itu ?”

Mikuri menjawab dia juga tahu soal masalah sampah rumah ini. Tsuzaki tidak suka cara kerja pekerja dari perusahaan jasa tersebut. Jadi Tsuzaki meminta Mikuri jangan menyentuh sampah atau membukan apa-apa tanpa seizin Tsuzaki. Mikuri mengerti.

       Tsuzaki juga mengkomplain pekerja selanjutnya, pekerja sebelumnya menyapu ruangan bujur sangkar seperti ruangan ini lingkaran saja, Tsuzaki terus mengganti pekerjanya dan tetap tidak puas. Tapi suatu waktu Moriyama Tochio mengatakan padanya “ ‘Anakku pandai membersihkan dan bersemangat.’, beliau mengatakan kau mendapatkan keahlian itu dari ibumu.”

“Iya, Ibuku selalu bersih-bersih. Ini peralatan bersih-bersih dari ibuku juga. “ Mikuri menunjukkan tasnya. Tsuzaki menyuruh Mikuri berkerja sebaiknya, fokus pada area dengan air.

“Tolong lap jendelanya juga. Ini upahmu hari ini.” Tuzaki memberikannya amplop.

“Aku dibayar di muka ?“

“Aku akan memutuskan untuk mempekerjakanmu lagi minggu depan atas keadaan ruangan ini.”

“Seperti tes perekrutan.”

“Aku bayar di depan. Jadi kita mungkin tidak akan pernah bertemu lagi jika kau ditolak. Maaf atas ketidaknyamanannya.”

Bukannya sedih, Mikuri malah senang. Itu hebat sekali !, dan sangat masuk akal. Semua instruksinya Tsuzaki tepat sasaran dan Mikuri memahaminya dengan sangat baik.

y14

   Tsuzaki meminta Mikuri mengunci pintunya setelah selesai bersih-bersih dan meletakkannya di kotak pos di lantai pertama. Tsuzaki berangkat kerja. Mikuri mengikutinya ke pintu dan mengucapkan semoga harimu menyenangkan. Tsuzaki menoleh, ia mengangguk sopan sebelum pergi.

y15

   Mikuri memandangi semuanya lalu menyemangati dirinya “Yosh !”.

Aku tidak pernah membayangkan atau melihat pekerjaan rumah tangga sebagai pekerjaan. Bukanlah sesuatu yang aku pelajari di perguruan tinggi untuk ditangani,”

y16

”tetapi aku akan menikmati yang kukerjakan ini dan berusaha menjadi pekerja tetap !”

=|Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married as Job||Runaway is Ashamed But Helpful=

y17

Yuri duduk mendengarkan kedua rekannya saling menyalahkan.

“e-mailnya Horiuchi-san tertulis kalau aku harus ada sampai pukul 5 sore.” Kata Umeraha dengan emosi ke wanita di depannya.

“Tapi aku bilang padamu kemarin kalau itu sampai pukul 3 sore. Tentu saja informasi terbarunyalah yang lebih tepat” Horiuchi tidak mau kalah,

“Bagaimana aku bisa tahu soal itu ?”

“Ada apa dengan cara bicaramu itu ?”

“Sudah, sudah. Cukup!”

y18

Yuri menghentikan perdebatan Umehara dan Horiuchi. Bicara pada Horiuchi, Horiuchi harusnya mengirimkan e-mail koreksi jamnya diganti. Dan untuk Umehara, bukankah aku sudah mengatakannya padamu pukul 3 ?, kalau kau tidak bisa mengingatnya, silahkan tulis itu dalam memo.

Yuri menyuruh keduanya melupakan perdebatan mereka, ia tidak ingin ada kesalahan lagi. Oke, aku lapar, ayo kita makan..

Mereka bertiga lalu makan. Seorang pengunjung restoran lainnya berteriak.

“Jadi, Kazami-san.. maksudmu kau tidak berencana menikahiku ?” Kata seorang wanita. Yuri dan kedua rekannya menoleh ke atas.

y19

Ryota Kazami bersama pacarnya. Kazami menanggapi pacarnya, lantas apa untungnya dia menikah ?, segala hal Kazami putuskan sendiri maka setelah menikah harus diputuskan berdua, itu artinya pernikahan lebih merepotkan. Pacarnya tersinggung, oh.. jadi Kazami akan merasa banyak masalah kalau bersamanya ?.

“Aku menyukaimu. Dan menyenangkan bersamamu.” Kata Kazami

“Jadi karena itulah…” Pacarnya memotong.

“Lalu bagaimana denganmu?. Akankah kau bejuang keras demi sesuatu yang mungkin kau lakukan tanpanya?. Maaf, aku harus kembali bekerja.”

y20

  Yuri dan dua rekannya menatap Kazami dengan tatapan aneh. Kazami pergi tanpa dosa. Yuri Horiuchi dan Umehara lalu kembali ke makanan mereka saat Kazami melewati meja mereka.

“Sesuatu yang mungkin kau lakukan tanpanya” Yuri mengulangi kata-kata laki-laki tadi dengan nada heran tak percaya.

“Itu tadi bagus sekali” Horiuchi malah memuji tindakan pria tadi.

“Tidak, itu buruk.” Umehara berbeda pendapat.

   Yuri berpendapat, dia tidak suka dengan pria seperti itu sekalipun pria tadi tampan. Horiuchi mengatakan, dia suka pria yang percaya diri, jadi saat putus… hubungan akan selesai bersih tanpa ada yang mengganjal.  Yuri agak terkejut dengan pendapat Horiuchi. Horiuchi menjelaskan bahwa dia mengetahui pengetahuan seperti ini karena di masa muda berkencan dengan banyak orang, matanya menjadi tajam untuk urusan laki-laki. Umehara mengejek Horiuchi yang tidak jago dalam pekerjaannya. Horiuchi tidak terima, dia menyebut dirinya sendiri jago dalam aspek apapun.

y21

   Tsuzaki sedang istirahat makan siang. Dia mengunyah rotinya sendirian, lalu Yoritsuna Numata dan Hideshi Hino duduk di kanan kirinya. Keduanya saling pamer bekal mereka, Numata-san membawa bekal roti buatan istrinya. Sedangkan Hino-san membawa bento yang dibuat dengan penuh cinta oleh istrinya.

“Ekstra bento untuk anak-anak kan ?” Kata Numata melihat bentonya Hino.

“Lihat, ini shio konbu. Anak-anak tidak dapat yang seperti ini. Cintanya padaku seperti halnya dua helai dari shio konbu”

“Kebiasaan makan sangat penting, asal kau tahu ?. Oh iya, kenapa aku tidak bawa beberapa tom- ” Kata-kata Numata langsung disela Tsuzaki “Tidak, terima kasih”

Tsuzaki mengaku tidak terlalu perduli apa yang dia makan.

y23

Kazami Ryota datang. Numata menyapanya, “Mood pacarmu sedang bagus hari ini ya ?”

“Bagaimana kau bisa tahu ?”

“Aku memasang perekam suara di bajumu” Kata Numata dengan riangnya. Tsuzaki dan Hino menoleh terkejut. Numata hanya bercanda, dia tadi kebetulan melihat Kazami dan pacarnya pergi ke restoran.

y24

Kazami bertanya-tanya kenapa semua orang ingin menikah ?. Hino antusias, memangnya kenapa ? menikah itu hebat !, akan super happy !. Numata lalu bertanya bagaimana pendapat Tsuzaki tentang menikah. Tsuzaki mengatakan, itu adalah hal paling terjauh yang mungkin bisa terjadi padanya.

y25

    Mikuri selesai membersihkan kaca. Ia mengolet lega. Di bawah sana, seorang anak kecil melompat-lompat “Oi..!.. Oi..!”.y26

Mikuri balik menyapanya “Oi…!” lalu membungkuk menyapa orang tuanya anak tersebut.

“Jika seseorang melihatku..apakah aku kelihatan seperti pengantin baru ?. Lebih baik… Jika aku mengambil pekerjaan abadi ‘menikah’… akankah aku terberbas.. dari spiral pencari kerja ?”
y27

Meski memikirkan hal tersebut, Mikuri pikir tidak akan seperti itu. Ia lalu melihat kursi yang di atasnya ada sesuatu. DIa pikir kotoran, jadi dia membersihkannya.

y28

   Yuri ikut prihatin dengan keadaan Mikuri. Tochio-san menempatkan Mikuri dalam situasi yang aneh. Namun Mikuri membela ayahnya, ayah tetaplah seorang ayah, Mikuri merasa kalau ayahnya pasti mengkhawatirkannya yang sudah sampai batas limitnya mencari pekerjaan sendiri.

    Namanya Tsuzaki-san, dia benci jika rumahnya seharipun kacau dan kotor. Jadi dia mengupah lagi asisten rumah tangga setiap Jum’at.

Yuri mengerti, jadi dia tipe orang yang sampai rumah sudah capek dan ingin rumahnya bersih. Berapa umurnya?. Mikuri menjawab sekitar 30 an mungkin?.

y29

Yuri agak terkejut mendengarnya. Apa tidak apa-apa bagi Mikuri yang masih belum menikah ?. Mikuri pikir  Tsuzaki tidak berbahaya, pria itu kelihatan seperti herbivora, tipikal yang serius. Yuri tersenyum-senyum sendiri mendengar jawaban Mikuri, dia tidak suka berkencan dengan pria semacam Tsuzaki. Mikuri bertanya kenapa ?. Yuri menjelaskan, kalau pria seperti Tsuzaki benar-benar tidak bisa ditebak pikirannya.

   Yuri menoleh pada Mikuri yang menatap serius. Yuri tahu apa yang Mikuri pikirkan, pasti dia berpikir kenapa Yuri masih melajang diusianya sekarang.

“Tidak.”

“Aku yakin latar dari ‘Jounetsu Tairiku’ sedang bermain di kepalamu.”

y30

Lalu Yuri menarasikan kehidupannya sendiri. Mikuri membayangkan dokumenternya. “Tsuchiya Yuri, 49 tahun, lajang. Bekerja di PR Department sebuah perusahaan make up. Setelah lulus kuliah dia mendapatkan peningkatan karir dan promosi. Tapi sekarang dia mengundurkan diri sendiri dan menjadi bagian Department Manager. Tapi meski begitu, dia hanyalah bekerja keras pada pekerjaannya, dan mencoba menikmati kehidupannya. Satu-satunya hal yang salah adalah… Yuri-chan masih perawan !”

“Huh ?” Makoto mengerjap-erjapkan matanya bingung, lalu menoleh ke Bibinya itu. Yuri heran, apa Mikuri tidak tahu ?, itu tadi parodi dari “Bewitched” !. Itu drama Amerika yang Yuri tonton saat kecil.

Mikuri kesal, bagaimana dia bisa tahu. Itu kan terlalu jadul untuk Mikuri ??. Yuri lalu berbaring, harusnya dia menikah tanpa banyak berpikir dulu, Yuri pikir hidup sendiri setelah bercerai lebih baik ketimbang belum menikah. Jika seseorang hidup melajang di usianya Yuri sekarang ini, orang-orang akan terus mengulik kehidupannya untuk mengkorek alasannya. Yuri menyuruh pokoknya Mikuri jangan bersimpati padanya, dia punya cara sendiri untuk hidup, ia merasa bahagia setiap harinya.

y31

   Mikuri iri pada Yuri, bekerja keras dan sibuk ini itu. Yuri mendesah, pekerjaannya itu tidak banyak bikin masalah. Mikuri kekeuh Yuri itu hebat, perusahaan membutuhkan Yuri, menurutnya itu keberuntungan besar.

   Pesan masuk ke ponsel Mikuri. Ia senang membacanya. Tsuzaki meminta Mikuri lanjut bersih-bersih minggu depan. “Aku seorang pekerja !” Yuri ikut senang mendengarnya, ia turun dari sofa dan memberantakkan rambut Mikuri. Mikuri akan berusaha keras nanti.

   *Minggu depannya..

y32

Hari ini Tsuzaki hanya ingin Mikuri membersihkan debu-debu dan mencuci. Cuacanya sedang tidak menentu.

y33

    Dia mulai sesi documenter lagi, dia heran kenapa bisa senang sekali menjadi asisten rumah tangga. Underwear?, Tsuzaki tidak menaruhnya di cucian kotor. Mikuri sudah terbiasa mencuci dalaman ayahnya, jadi dia tidak keberatan mencuci dalaman Tsuzaki. Tapi kelihatannya Tsuzaki mempertimbangkan hal tersebut tidak dilakukan A.R.T nya. Mikuri merasa itu mungkin karena dirinya jauh lebih muda dari Tsuzaki.

y34

Pengetahuan psikologi juga sedikit membantunya. Apa yang bos benci dan apa yang disukainya. Aku bisa menarik garis lurus darinya.

[Tiap minggunya Mikuri ke rumah Tsuzaki untuk melakukan tugasnya]

y35

   Mikuri menerima upahnya, minggu depan Tsuzaki tidak bisa pulang maka gaji sekalian minggu ini, dan Mikuri juga dapat uang untuk tugas belanjanya.

y36

   Kadang Mikuri tidak hanya bersih-bersih rumah, tapi adakalanya dan membersihkan rumah saja. Bagi Mikuri harusnya pekerjaan ini tidak istimewa, 3 jam sekali dalam seminggu. Jika ditotal pendapatan sebulannya hanya 24.000 yen. Bukan pekerjaan idamannya pula, lantas kenapa Mikuri bersemangat sekali dengan pekerjaan tersebut ?.

y37

    Mikuri menjelaskan pada pendokumenter tak kasat mata *eh (yagitulah… pas bagian ini model syutingnya vlog ala documenter soalnya :v ) Mikuri berusaha keras meski tidak diperhatikan orang lain, ia pikir dalam bekerja keras tidak perlu diperhatikan atau tidaknya. Itu namanya professional. Itulah alasannya dia bersemangat dalam pekerjaan ini.

[Kemudian backsound diputar, “Profesional: the way I Work”]

y38

  Di rumah. Tsuzaki pulang dan melihat catatan kecil pengelolaan keuangan hari ini yang ditinggalkan Mikuri. Uang yang diterima dari Tsuzaki dan uang yang digunakan untuk belanja, serta sisanya. Tsuzaki tersenyum melihat pesan kecil di bawah ‘Kau bekerja keras hari ini.’

y39

   Makan malam di rumah. Ayah dan ibu kembali saling memuji, ayah Tochio dapat rumah bergaya lama di Tateyama, Chiba. Ayah dan ibu berencana pindah rumah, paling lambat bulan ini sudah harus beres semuanya. Mikuri terkejut, pindah ?

Ayah dan ibu seolah tidak memperdulikan keberadaan Mikuri. Ayah mengambil berkas di laci dan menunjukkannya ke ibu,

“Tochio-san, kerjamu cepat sekali !” puji ibu

“Tunggu sebentar,” Mikuri minta penjelasan, namun ayah dan ibu asyik mengobrol sendiri.

Ayah dan ibu senang sekali, mereka akan pindah ke Tateyama. Mikuri terkejut, jadi mereka akan pindah ke Tateyama ?, aku juga ?. Ayah mengatakan, Mikuri bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Mikuri mengelak, ia tidak punya uang untuk hidup sendiri.

y40

Mikuri protes, kalau dia ikut ayah dan ibu ia tidak ada kerjaan. Di daerah villa sana tidak ada pekerjaan dan kenapa pula ayah dan ibu memilih rumah bergaya tua ?. Sekalipun ayah dan ibu itu agak gila, tapi keputusan mereka sudah  kelewatan menurut Mikuri.

   Ibu menjelaskan, ayah ingin tinggal di rumah yang terbuat dari balok kayu saat tua. Ayah menambahkan, rumah bergaya tua lebih realistis bukan ?. Ayah dan ibu mulai membayangkan kehidupan mereka menikmati pergantian musim di sana. Sementara itu Mikuri berpikir keras, dia dalam masalah sekarang.

y41

   Mikuri sampai di rumah Tsuzaki. Dia mendongak ke atas, ada seekor burung terbang mendekat ke balkon.

y42

Mikuri dan Tsuzaki berjongkok mengamati burung tersebut yang makan. Selama ini Tsuzaki sengaja meletakkan kursi penuh bijian di sana untuk burung yang datang. Mikuri salah mengira kotoran dan membersihkannya kemarin. Keduanya berbisik-bisik agar burung tidak pergi, mereka membicarakan burung tersebut. Tsuzaki pikir burung itu jenis Bengalese finch. Kadang-kadang kemari, mungkin kabur dari sekitar sini. Dan akhir-akhir ini aku khawatir karena tidak melihatnya..

“Syukurlah dia baik-baik saja.” Kata Tsuzaki memandangi burung itu.

y43

Mikuri menatap Tsuzaki yang tersenyum manis. Sepertinya ini pertama kalinya Tsuzaki tersenyum tulus di dekat Mikuri.

KOMENTAR:

   Aku sangat suka drama ini XD !, aku tidak bisa menghentikan senyumku ketika menonton drama ini. Apa ya… ??, manis manis lucu menggemaskan dan fresh ceritanya. Aku belum bisa melihat Mikuri dan Tsuzaki cocok sebagai pasangan di episode 1 ini. Lebih seperti saudara yang sudah lama gak ketemu, atau sahabat lama yang bertemu lagi setelah sekian tahun lamanya. Aura-hawa hawanya seperti itu. Aku yakin pasti PD-nim nya punya perhitungan yang tepat kenapa memilih Yui dan Gen dipasangkan, dan semoga mereka mengeksekusinya menjadi keren sampai episode akhir.

Pria kantoran yang membosankan, hidupnya akan berubah lebih berwarna setelah apa hayoo… segmen2 lucunya terkumpul di SINOPSIS part 2nya.  Sebenernya wajar-wajar saja sih adegannya, tapi menjadi lucu abis menurutku XD

Part Selanjutnya>>> 1-2  |  1-3  |

Advertisements

Sinopsis Hippocratic Oath Episode 1 Part 2

Sinopsis Hippokuratetsu No Chikai Episode 1 Part 1

—-|| Hippocratic Oath || Hipokuratetsu No Chikai ||—-

   Ayahnya Kurita Masumi yakin kalau anaknya meninggal karena tertabrak mobil.

Nyonya Shinoda juga diberitahu oleh polisi kalau kompensasi sepertinya tidak mungkin dilakukan dilihat dari keluarga Kurita yang seperti itu.

    Nyonya Shinoda menyuruh Tuan Shinoda untuk mengaku saja. Suaminya bertanya apa istrinya tidak percaya padanya ?, ia mengerem duluan dan sepedanya menabrak mobil. Tetapi istrinya pun sama frustasinya, ia tentu percaya pada suaminya tapi kenyataannya tidak ada yang percaya cerita suaminya karena Kurita Masumi sudah meninggal.

   Sayangnya mereka tidak punya uang untuk menyewa pengacara dan asuransi mereka tidak cukup untuk membayar uang kompensasi.

  Nagisa menunggu ibunya yang tengah menemui ayahnya. Detektif Kotegawa dan Makoto memperhatikan Nagisa. Kemudian Makoto mendekati Nagisa untuk mengajaknya makan siang bersama.

     Mereka berdua makan mie, Makoto pikir hidung Nagisa berair karena mienya terlalu pedas/panas. Makoto mengambilkan sapu tangan. Rupanya Nagisa menangis karena memikirkan ayahnya, Makoto mencoba mengerti dengan tidak menggagunya.

     Makoto banyak mempelajari sesuatu. Sementara itu Profesor Mitsuzaki berpikir,

ia menuliskan pemikirannya ke sebuah kertas [ Tidak ada bantahan dari keraguan, Tidak pasti kepalanya terluka , Ganti rugi organ-organ, apa sebenarnya penyebab kematian ? ]

    Dokter Kashiyama menerima telfon dari kantor Dekan Fakultas Kedokteran, meminta disambungkan ke Profesor Mitsuzaki.

    Profesor Mitsuzaki bertemu dengan Dekan Yoshihiko Sakamoto, mereka mendapatkan keluhan dari Kepolisian Prefektur Saitama. Bukankah Profesor Mitsuzaki memerintahkan seorang detektif untuk meminta dilakukan otopsi ?.

   Profesor Mitsuzaki menjelaskan maksudnya, itu karena kita tidak bisa mengidentifikasi penyebab kematian yang pasti tanpa dilakukan otopsi. Dekan Yoshihiko Sakamoto bertanya lagi, bukankah tempatnya Profesor Mitsuzaki adalah tempat pengembangan riset ?.

    Profesor Mitsuzaki pikir kita harus melakukan otopsi untuk semua kasus dan menyimpan data-datanya. Itu akan sangat berguna untuk berbagai macam kemungkinan dimasa depan.

   Dekan Yoshihiko Sakamoto berjalan mendekati Profesor Mitsuzaki, ia mengingatkan kalau semua riset tentunya membutuhkan dana, dan otopsi adalah sebuah kegiatan sukarela kemanusiaan. Semakin banyak otopsi yang Profesor Mitsuzaki lakukan, maka semakin negatif keuangan yang kita miliki. Jika Kedokteran Foreksik satu-satunya yang membuang-buang uang, maka itu akan menjadi masalah.

“Menentukan sebab kematian tanpa dilakukan otopsi,” Profesor Mitsuzaki menggeleng dengan perkataan yang dia ucapkan sendiri. Lalu beliau menaruh cawan minumnya dan beranjak dari tempatnya duduk.

     Detektif Kotegawa dan Okamura melapor pada Profesor Mitsuzaki kalau mereka telah ditolak keluarga Kurita Masumi melakukan otopsi. Sekalipun sudah menjelaskan kalau sepedanyalah yang menabrak mobil, tapi keluarga tersebut tidak mau dengar soal itu dan menolak keras untuk dilakukan otopsi. Dokter Kashiyama menyayangkan sikap orang Jepang yang berpikiran kolot tentang mayat, tidak seperti Eropa atau U.S.A.

   Makoto memperhatikan mereka. Makoto memberikan saran, bagaimana kalau kita melakukan AI ? (AI: Autopsy Imaging. Melakukan Otopsi tanpa melakukan pembedahan, hanya menyinari tubuh mayat dengan semacam sinar laser untuk melihat kondisi tubuh bagian dalam)

   Sosuke Okamura dan Kazuya Kotegawa menoleh, AI ?. Makoto menjelaskan, AI adalah diagnosa pendekatan dengan gambar dari CT atau MRI. Karena AI tidak melakukan pembedahan, Makoto yakin pihak keluarga akan bisa menerimanya.

   Dokter Kashiyama pikir AI tidak sepenuhnya menunjukkan penyebab kematian, ini akan memakan biaya juga bagi polisi. Detektif Kotegawa berkata, jika memang itu dimungkinkan untuk mengetahui penyebab kematiannya, pihak kepolisian akan menanggung biayanya.

    Profesor Mitsuzaki menyetujui usulan Makoto Tsugano.

    Makoto Tsugano dan Detektif Kotegawa mendatangi keluarga Kurita. Tuan Kurita membaca dokumen penjelasan tentang AI, ia meminta detektif dan dokter pergi. Detektif Tsugano menjelaskan kalau metode AI tidak akan memotong bagian tubuh anaknya.

“Pria tidak bertanggung jawab itu mengemudi dengan cepat dan menabraknya sampai jatuh. Itulah penyebab kematiannya.” Kata Tuan Kurita dengan yakin ke Detektif Kotegawa. Detektif Kotegawa mencoba tenang “Untuk sekarang. Kita tidak bisa menyimpulkan pria itu mengemudi dengan cepat”

“Aku percaya putri kami tidak bunuh diri, dan aku percaya dia bukanlah orang yang melakukan permusuhan dengan orang lainnya. “

   Makoto mengambil sertifikat kematian Kurita Masumi dari sebuah amplop coklat, Makoto meminta Tuan Kurita membacanya. “Aku menulis poin keraguan dari insiden kecelakaan ini.” Tuan Kurita membacanya dengan enggan.

“Sangat normal jika anda mempercayai apa yang polisi katakan. Dokter tidak mendiagnosa secara keseluruhan, hanya mengecek fisiknya. Sekalipun kita mengetahui penyebab kematiannya, dia tidak akan pernah kembali.”

Makoto menegaskan kalau pihak keluarga ingin mengetahui penyebab kematiannya, AI adalah satu-satunya kesempatan mereka mengetahui penyebab kematian Kurita Masumi. Makoto mencoba berbicara dengan nada meyakinkan keduanya, Tuan Kurita dan istrinya saling memandang, lalu Tuan Kurita memandang foto keluarganya di dinding. Menatap figur putrinya. Seolah meminta izin.

    Tuan Kurita, setelah benar yakin. Dia mengizinkan putrinya dilakukan AI, segera dan secepatnya. Makoto senang mendengarnya, dia berjanji akan menjaga Kurita Masumi. Detektif Kotegawa langsung pergi menghubungi seseorang.

    Makoto dan beberapa orang membawa mayat Kurita Masumi. Makoto menghubungi pihak tempat AI, dalam 1 jam dia akan sampai. Di luar, Detektif Kotegawa sudah menunggu dan menyiapkan mobil. Kurita Masumi datang, salah seorang polisi bertanya-tanya kenapa Detektif Kriminal tingkat 1 Kazuya Kotegawa mengurusi Kurita Masumi, padahal kasus ini diluar yuridiksinya. Kotegawa bilang, ia hanya membantu.

     Detektif Kotegawa menghubungi Detektif Okamura. Meminta Detektif Okamura untuk mengawasi Ketua mereka selama Kotegawa melakukan tugasnya. Okamura terlihat cemas, ini masih belum terlambat jika Kotegawa ingin mengurungkan niatnya. Detektif Kotegawa terlihat tidak menghiraukan kecemasan Okamura, “Kau tidak mengerti apa-apa soal ini kan ?, hubungi aku jika terjadi sesuatu.”

  Makoto bertanya apa semuanya baik-baik saja ?. Kotegawa bilang nyaris. Makoto khawatir, nyaris bahaya atau aman maksudnya ?. Kotegawa berkata, itu tidak penting… sudah sangat terlambat untuk berhenti. Kotegawa mengintruksi arah jalannya supir.

   Makoto heran, itu bukannya arah untuk ke AI center. Detektif Kotegawa meminta maaf, tapi mereka sedang menuju ke Kedokteran Forensik Urawa, Profesor Mitsuzaki akan melakukan otopsi pada Kurita Masumi. Makoto terkejut mendengarnya, “Kita tidak boleh melakukan itu !”

“Jika kita menemukan penyebab kematian bukan karena kecelakaan, tubuhnya toh tetap akan dikirim untuk dilakukan otopsi kapan saja.”

“Bukan itu masalahnya !”

  Profesor Mitsuzaki menyiapkan peralatan medisnya. Setibanya di Urawa, dokter Kashiyama berlari untuk membantu mendorong Kurita Masumi sampai ke ruangan otopsi.

Makoto menahannya, bertanya “di mana Profesor Mitsuzaki ?”

“Di ruang otopsi,”

    Makoto masuk ke ruangan otopsi. Ia memprotes tindakan Profesor Mitsuzaki, mereka tidak bisa melakukan ini karena pihak keluarga tidak mengizinkan. Profesor Mitsuzaki berkata, kita tidak memiliki waktu lagi, barang buktinya akan hilang kalau terlambat melakukan otopsi.

   Makoto meminta izinnya untuk melakukan AI. Profesor Mitsuzaki berkata, AI saja tidak cukup. Tetap saja Makoto rasa ini tidak benar, apa Profesor Mitsuzaki bisa membayangkan bagaimana perasaan pihak keluarga ketika Makoto meminta izin untuk AI ?, AI saja mereka berat melepaskannya. Bagaimana aku akan menjelaskan situasi ini pada mereka ?

   Profesor Mitsuzaki terus mempersiapkan dirinya, “Profesor !, ini adalah tindak kriminal !”

“Aku akan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi.” Kata Profesor Mitsuzaki dengan tegas. Makoto kecewa, apa mungkin dulu Profesor Mitsuzaki setuju AI hanya dijadikan alasan agar bisa mengotopsi Kurita  Masumi ?. Agar bisa mendapatkan tubuhnya, Profesor Mitsuzaki membuat Makoto berbohong pada pihak keluarganya ?.

   Profesor Mitsuzaki membenarkan hal tersebut. Makoto tidak terima, dia adalah seorang dokter dan tidak bisa menipu pihak keluarga untuk melakukan ini.

“Jika kau tidak bisa melakukannya. Aku tidak membutuhkanmu. Silahkan pergi dari sini,”

Jasad Kurita Masumi sudah masuk ke ruangan otopsi. Makoto hendak menelfon pihak kepolisian. Detektif Kotegawa menahan Makoto, setidaknya lakukanlah itu setelah otopsi selesai. Detektif Kotegawa mendorong Makoto keluar dari ruang otopsi dan merampas ponselnya.

  Makoto tidak habis pikir, bukankah Kazuya Kotegawa adalah detektif ?, ini adalah tindakan kriminal !. detektif Kotegawa mengatakan, Profesor Mitsuzaki memintaku menahannya setelah otopsi berakhir. Apapun hasilnya nanti, ini adalah harga yang harus dibayar atas tindakannya Profesor Mitsuzaki. Dan Detektif Kotegawa ada dipihaknya Profesor Mitsuzaki.

   Kotegawa menyerahkan ponsel Makoto kembali. Lalu meninggalkan Makoto yang kebingungan sendiri.

    Detektif Okamura terus mengawasi kepalanya. Sesekali mengecek jam dengan khawatir. Kepalanya menyadari diperhatikan Okamura, ada apa ?. Okamura bilang tidak ada apa-apa. Kepala bertanya, ngomong-ngomong aku belum lihat Kotegawa sejak tadi, kemana dia ?.

Okamura dengan ekspresi mencurigakan berkata dia juga tidak tahu. Kepala kesal mendengar jawaban Okamura, ia berdiri dan berkacak pinggang, bukankah sudah kubilang untuk mengawasinya !.

“Ketua, ada panggilan untukmu” Kata bawahannya yang lain.

“Dari siapa ?”

“Dari stasiun polisi Minuma. Mereka menanyakan tentang korban kecelakaan lalu lintas.”

Okamura dalam hati bisa menebak pasti ini ada hubungannya dengan Kotegawa.

    Profesor Mitsuzaki melakukan otopsi. Kepala Kurita Masumi tidak terluka, lengannya baik-baik saja, kulitnya mengelupas, dsb. Setelah dilakukan pengecekan luar, terlihat seperti korban kecelakaan pada umumnya. Lalu Profesor Mitsuzaki memulai pemotongan untuk melakukan pengecekan tubuh bagian dalam.

    Makoto merenung, ia memikirkan perasaan Tuan dan Nyonya Kurita, perkataan Detektif Kotegawa tentang perbandingan 8 dari 9 tubuh dikremasi tanpa diketahui penyebab kematian sebenarnya. Dokter Tsukuba yang meyakinkan Makoto kalau berada di bawah bimbingan Profesor Mitsuzaki baik untuk Makoto, kedokteran forensik bisa membantu pasien mereka, tangisan Nagisa yang tidak ingin ayahnya ditahan. Semuanya berputar dalam benak Makoto Tsugano.

“Aku mengerti. Tidak ada yang bisa kulakukan.” Kotegawa keluar dari ruang otopsi, ia menerima panggilan dari seseorang. Makoto datang dengan pakaian hijaunya, ia ingin ikut ambil bagian dari tindakan Profesor Mitsuzaki.

   Makoto masuk ke ruangan otopsi. Ia bertanya pada Profesor Mitsuzaki, apa Profesor Mitsuzaki yakin Kurita Masumi meninggal bukan karena kecelakaan ?. Profesor Mitsuzaki menjawab, dirinya tidak pernah memotong tubuh mayat tanpa keyakinan. Makoto meminta izin menjadi asistennya Profesor Mitsuzaki.

   Profesor Mitsuzaki melanjutkan otopsi. “Selanjutnya kita akan mengecek kerusakan organ dalamnya, ini berhubungan dengan penyebab kematiannya. Aku akan memotong  peritonea.”

“Baik,” Makoto lalu mengenakan kaca mata khususnya.

“Darah terakumulasi di abdomen. Ini hasil dari retakan liver”

Dokter Kashiyama mengambil cairan di perut. “Perbedaan abdominal diakibatkan karena pendarahan. Pada hasil ini, pengotopsi beropini kalau penyebab kematiannya disebabkan oleh kerusakan sebuah organ dalam. Dengan kata lain dia meninggal karena kecelakaan” [NB: Abdominal: berkaitan dengan perut]

“Baik” Makoto mengangguk. Dilanjutkan ke Profesor Mitsuzaki “Kelihatannya seperti itu. Tapi aku tetap meragukan. Jika seseorang meninggal seketika karena kerusakan organ dalam, harusnya terjadi pendarahan lebih parah. Tentu saja, pemikiran ini berbeda bagi tiap-tiap orang. Tapi pendarahan berlebihan yang terjadi secara cepat bisa membunuh seseorang seketika.

”Namun bagaimana bisa abdominal distention menyebabkan pendarahan ?” Tanya Makoto.

“Tidak ada seorang pun dokter forensik yang menyimpulkan kalau abdominal distention menjadi satu-satunya penyebab pendarahan abdomen. Periksa bagian perut paling dalamnya,” Kata Profesor Mitsuzaki.

“Gastroptosis ?” Tanya Makoto.

Dokter Kashiyama yang ada di sisi lain ruangan menjelaskan “Gastroptosis kebanyakan diberlakukan jika manusia tidak memiliki lemak di bagian perutnya. Kurus dan tinggi. Abdomennya sepertinya ada abdomen distention karena gastroptosis. Dan ini adalah kwantitas pendarahannya…” Dokter Kashiyama melihat banyaknya darah yang diukurnya.

“Dia tidak meninggal karena kerusakan organ dalam” Makoto menyimpulkan. “Itu mungkin saja” Profesor Mitsuzaki masih membuka banyak kemungkinan. Makoto bertanya-tanya, lantas apa penyebab kematiannya ?. Profesor Mitsuzaki menegaskan, itulah tujuannya otopsi !, otopsi akan mengatakan kebenarannya. Apa Makoto Tsugano ingat ketika Profesor Mitsuzaki melihat adanya perbedaan di sertifikat kematian dan laporan otopsi ?,

“Iya,” Kata Makoto.

“Itu adalah titik kematian”

“Titik kematian ?.”

      Dokter Kashiyama kembali, ia menjelaskan kalau pada umumnya titik kematian tidak terlihat kentara kuat dipermukaan. Jika seseorang meninggal akibat dari kehilangan banyak darah. Tapi untuk kasus pencekikan atau pendarahan otak, titik kematian terlihat sangat jelas. dan Kurita Masumi tidak kelihatan habis mengalami pencekikan.

   Profesor Mitsuzaki membedah kepala Kurita Masumi. Sementara itu di luar, para anggota kepolisian datang karena sudah mengetahui apa yang Profesor Mitsuzaki lakukan.

     Detektif Kotegawa sebisa mungkin menghentikan para polisi mengganggu jalannya otopsi, setidaknya biarkan para dokter menyelesaikan otopsi terlebih dahulu. Tanpa diduga, Tuan Kurita datang.

   Makoto mendengar suara keributan dari luar. 

  Detektif Kotegawa menyesal, dia meminta maaf pada Tuan Kurita.  Tuan Kurita tidak terima, kenapa Detektif Kotegawa tega membohonginya. Hentikan sekarang !

Makoto khawatir, suara keributan tentunya sampai ke dalam ruangan otopsi. Dokter Kashiyama menyuruh Makoto jangan mengganggu Profesor Mitsuzaki. Profesor Mitsuzaki sedang memotong dengan hati-hati, Makoto yang panik terkejut melihat apa yang ada di depan matanya “Subdural hematoma…”

     Profesor Mitsuzaki mencoba mencaritahu penyebab pendarahan.

   Profesor Mitsuzaki menemukan sesuatu, Makoto dan dokter Kashiyama terkejut dan bergantian menyebut “Thrombus”.

Makoto: Embolism (Economy-class-Syndrom) ?

Profesor Mitsuzaki mengangguk.

    Di luar, Tuan Kurita berontak ingin otopsi dihentikan. Detektif Kotegawa meminta Tuan Kurita tenang. Tuan Kurita terisak, bagaimana dirinya bisa tenang ?.

   Makoto keluar dari ruangan, penyebab kematian telah diketahui. Yaitu endogenous embolism, Makoto meminta izin ke Tuan Kurita untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

   Makoto: Meskipun otaknya tidak mengalami kerusakan, terjadi pendarahan besar-besaran di sini. Diakibatkan karena celebral sinusnya retak. Subdural hematoma berkembang pesat ketika naik sepeda. Dan membuatnya pingsan. Dia pasti tertabrak mobil karena pingsan

Detektif dan polisi yang menangani kasusnya juga mendengarkan penjelasan Makoto.

Makoto: Dari kwantitas pendarahan di perutnya, dia tidak meninggal karena kehilangan banyak darah di organ dalamnya. Dia meninggal karena penyakit subdural hematoma. Itulah alasan mendesak kami melakukan otopsi ketimbang AI. Beberapa hari setelah kematiannya akan sulit mencari tahu penyebab pendarahannya dengan CT scan. Jika menggunakan AI, mungkin penyebab sebenarnya akan luput. Tapi apa yang kami lakukan memang tak termaafkan.   Aku meminta maaf.

   Makoto membungkuk. Diikuti Detektif Kotegawa dan Okamura.

  Tuan Kurita melihat foto anaknya. Ia pikir seumur hidupnya akan membenci tersangkanya, Tapi nyatanya pria itu tidak membunuh putrinya. Tuan Kurita terisak.

Makoto: Putri anda juga mengatakan hal yang sama padaku.

   Peralatan dicuci. Profesor Mitsuzaki menutupkan kain putih ke Kurita Masumi. Profesor Mitsuzaki menunduk berdo’a. Dokter Kashiyama mematikan lampu ruangan otopsi.

     Profesor Mitsuzaki memiliki segalanya dibidangnya. Dekan Yoshihiko Sakamoto bertemu dengan seorang pria lainnya. Pria tersebut bisa mengeluarkan Profesor Mitsuzaki dari pendanaan mereka jika Profesor Mitsuzaki menyulitkan mereka, akan tetapi pria yang berambut putih tidak ingin menghentikan pendanaannya karena itu bisa mengganggu jalannya Dekan Yoshihiko Sakamoto untuk dipromosikan menjadi Rektor. Dekan Yoshihiko Sakamoto bilang tidak masalah, dia bisa menanganinya.

   Detektif Kotegawa penasaran kenapa Profesor Mitsuzaki ingin melakukan otopsi lebih banyak. Kotegawa ingin mengetahui alasannya karena dirinya bertugas menginformasikan jasad ke Profesor Mitsuzaki.

   Profesor Mitsuzaki menjawab, kita bisa mengurangi angka kematian yang tidak diketahui penyebabnya. Itu bagus juga untukmu bukan ?

  Makoto memberikan bunga ke makam Kurita Masumi. Nagisa datang dengan seikat bunga, dia mengabarkan ke Makoto kalau ayahnya sudah pulang. Makoto juga senang mendengarnya. Keduanya lalu berdo’a.

     “Kita tidak bisa mengabaikan species rendah itu. Bukankah begitu Profesor Tsukuba ?” Kata Dekan Yoshihiko Sakamoto.

“Tapi, Dekan..” Profesor Tsukuba tampak tidak sependapat dengan Dekan Yoshihiko Sakamoto. Dekan Yoshihiko Sakamoto juga terlihat senang karena Profesor Tsukuba mengirim Makoto Tsugano ke labnya Profesor Mitsuzaki. Dekan Yoshihiko Sakamoto pikir Makoto Tsugano bisa melaporkan semua yang terjadi di labnya Profesor Mitsuzaki.

    Komentar:hippocratic-oath

 Makoto yang tidak tahu apapun perihal urusan orang2 atas, dia hanyalah seorang dokter yang lurus lurus saja. Aku keranjingan drama yang diadaptasi dari novel pemirsa.. XD . Hahahaha…