Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 2

     Yuri tidak mengerti kenapa dia tidak terganggu dengan kehadirannya Umehara, apa mungkin karena Umehara adalah anak buahnya?, kata Yuri sambil berlalu. Ketiga karyawan yang merumpikan Yuri menjadi senang, sekarang Tsuchiya-san pindah ke Umehara?.

     Kazami mendekati Tsuzaki, menanyakan tentang Yuri. Tsuzaki mengatakan dirinya akan mengatasi soal Yuri, Tsuzaki meminta Kazami jangan melakukan apa-apa. Kazami mengerti, lalu ia pergi. Sedangkan itu, Numata yang sejak tadi menyaksikan Kazami dan Tsuzaki, mengendus sesuatu yang aneh dari keduanya. Jadi sekarang posisi penyerang dan bertahan berubah ?.

Gumam Numata tanpa menghiraukan Hino.

“Hah ?” Hino tidak mengerti.

“Selama ini Kazami-san selalu di posisi menyerang, dan Tsuzaki-kun yang bertahan, tetapi… apa yang terjadi ?” Numata mencoba menerka-nerka.

Tsuzaki sendiri kembali sibuk dengan pekerjaannya.

     Mikuri bersama Yasue dan Hirari. Hirari sedang tidur manis. Yasue mengungkit tentang kencan buta yang akan mereka ikuti. Mikuri bilang dirinya tidak akan ikut karena sudah memiliki pacar. Pacar ?, Yasue terkejut, orang seperti apa pacarnya Mikuri ?. Mikuri menceritakan, titlenya memang pacar… tapi pasangannya itu sebenarnya tipe orang yang memiliki rasa kepercayaan diri yang rendah dalam hal cinta.

Yasue bingung mendengarnya. Mikuri melanjutkan bercerita, namun akhirnya Mikuri bisa melihat harapan cerah untuk dirinya dan kekasihnya sekarang,

*Flash back…

     Tsuzaki dan Mikuri makan bersama. Tsuzaki mengatakan pada Mikuri, dia sudah lama memikirkan tentang pelukan, mereka perlu memiliki hari tersendiri untuk pelukan.

“Hagu… bulan Agustus tanggal Sembilan ?” Mikuri salah mengira Hagu yang Tsuzaki maksudkan, hagu artinya pelukan dan mirip dengan pelafalan ‘delapan Sembilan’ atau Agustus tanggal Sembilan. (Hug: Peluk)

Tsuzaki menjelaskan bukan itu maksudnya, jika ia dan Mikuri berpelukan tanpa dibatasi maka antara pekerjaan dan hubungan pribadi mereka tidak akan jelas lagi dimana batasannya. Tsuzaki pikir perlu dibuat hari khusus untuk pelukan, kapan berikutnya ya ?  apa besok ? hari ini ?. Sebenarnya itu melelahkan bagi emosi Tsuzaki memikirkannya.

    Mikuri mengakui dirinya juga penasaran apa yang akn terjadi selanjutnya, haruskan Mikuri meminta percobaan pelukan yang kedua ?. Tsuzaki menanyakan pendapat Mikuri, apa Mikuri keberatan jika ditentukan hari khusus untuk pelukan ?.

 Mikuri tidak keberatan. Dia bertanya seberapa sering mereka akan berpelukan ?. Tsuzaki menjawab 1 bulan sekali. (Alamaaak… gantung saja Tsuzaki !, setahun 12 kali dong ??, >_<)

Mikuri bilang, bukankah itu terlalu jarang ?, kalau begitu mereka tidak akan bisa meyakinkan Yuri-chan.

“Kalau begitu dua minggu sekali ?” Tanya Tsuzaki.

“Tambah lagi.” Tawar Mikuri, (saranku, tawar saja sejam sekali Ahahahahaha… )

Tsuzaki lalu mengatakan seminggu sekali, selebihnya Tsuzaki tidak mau lebih sering dari itu. Katanya sambil kedua tangan di depan,

     Mikuri lumayan kecewa, tapi dia pikir itu harusnya cukup. Tsuzaki mengusulkan bagaimana kalau di hari selasa ?, karena itu adalah terakhir kalinya mereka berpelukan. Mikuri setuju, selasa adalah hari daur ulang sehingga mudah mengingatnya. Tsuzaki lalu membungkuk mohon kerjasamanya, Mikuri juga balik membungkuk.

Dalam hati Mikuri senang sekali, syukurlah Hiramasa-san tidak menolak.

*flash back end..

     Mikuri asyik menceritakannya, dia tentunya tidak secara gamblang mengatakan orang yang dimaksud adalah Tsuzaki Hiramasa ke Yassan. Sekarang Mikuri dan pasangannya ada sedikit waktu untuk bersentuhan dan itu membuat perasaan Mikuri tenang.

Mikuri sadar ternyata Yassan tidak mendengarkan ceritanya, Yasue sedang mengamati Hirari tidur.

“Apa kau mendengarkan ?”

“Tidak, bosenin, ya Hirari ?”

Hirari tidur nyenyak sekali.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

      Mikuri pulang ke rumah, Mikuri terkejut melihat Yuri. Apa Yuri-chan tidak bekerja ?. Yuri bilang dia izin dan akan mengganti kerjanya besok. Mikuri mengajaknya ke rumah Tsuzaki. Yuri ingin mendengar sendiri perasaannya Mikuri sebelum Hiramasa-san. Mikuri mengerti, ini pasti tentang Kazami-san kan ?.

Yuri agak terkejut, apa Kazami-san mengadu ke Mikuri ?. Mikuri membenarkannya, ia mempersilahkan Yuri masuk. Yuri tidak menyangka, apa mungkin Mikuri berselingkuh dan bercerai, Yuri tidak bisa menghadapi Sakura, kan ?.

Dari semua tempat yang ada, sarang cintanya malah apartemen yang Yuri beritahukan ka Kazami. Yuri pikir perselingkuhannya Mikuri dan Kazami adalah tanggung jawabnya juga. Mikuri bersikap tenang walau Yuri sejak tadi dilanda kepanikan. Mikuri mempersilahkan Yuri duduk dulu.

    Yuri meskipun benci dengan Kazami-san, dia tidak akan menahan perasaannya itu demi Mikuri jika Mikuri ingin bersamanya, apapun yang terjadi Yuri akan ada di pihaknya Mikuri. Yuri bahkan sampai memegangi tangan Mikuri untuk meyakinkan. Mikuri mengangguk-angguk mengiyakan, sayangnya ia dan Kazami-san tidak ada hubungan apapun, sama sekali tidak ada hubungan !. Mikuri hanya direkrut Kazami menjadi pekerja rumah tangganya saja.

Yuri kaget, seorang wanita yang telah menikah bekerja di tempat pria lajang ?. Bagaimana dengan Hiramasa-san ?. Mikuri menjawab suaminya itu juga tahu,

    Yuri syok, kenapa Tsuzaki mengizinkan Mikuri bekerja dengan Kazami ?. Ini Kazami loh (Kazami yang ganteng, yang bikin Yuri ilfeel), sebenarnya apa yang Hiramasa-san pikirkan ?, aku tidak percaya. Dia kekurangan akal sehat !.

Yuri menyuruh Mikuri menghubungi Hiramasa-san sekarang juga, Yuri ingin memberinya wejangan (omelan lebih tepatnya *kkkkk).

     Tsuzaki menerima pesannya Mikuri.

Mikuri: “Yuri-chan baru saja datang. Aku bilang aku bekerja di tempatnya Kazami, tetapi itu hanya memperburuk keadaan. Maafkan aku!

Tsuzaki syok, dia pulang dengan terburu-buru. Menaiki undagan menuju rumah dan di sana ada Mikuri. Tsuzaki meminta maaf karena datang terlambat.  Tsuzaki menanyakan di mana Yuri-san. Mikuri menjawab sedang tidur.

“Tidur ?”

“Aku dengan dia tidak bisa tidur akhir-akhir ini. Dia langsung terlelap. Dia sangat marah, jadi aku mencoba menenangkannya… dan memberinya sedikit sake.”

Yuri di kursi sudah teler.

“Itu cara mereka membasmi ular kepala depalan, kan ?” Tanggap Tsuzaki (cara meng K.O kan orang yang merepotkan, kasih aja sake XO. Wkwkwkwk, keponakan yang nakal-kebanyakan akal :3)

Mikuri mengajak Tsuzaki untuk menciptakan suasana pasangan yang mesra. Tsuzaki mengerti, lalu saat Yuri bangun nanti dia akan merasakan betapa dekatnya Tsuzaki dan Mikuri. Mikuri meminta Tsuzaki memberitahu Yuri kalau Tsuzaki tidak keberatan Mikuri bekerja di rumahnya Kazami.

“Aku mengerti,” angguk Tsuzaki, lalu hendak pergi.

“Tunggu sebentar, ayo !” Kata Mikuri sambil merentangkan kedua tangannya minta dipeluk.

Tsuzaki kebingungan. Mikuri menjelaskan ada baiknya mereka menciptakan suasana seperti sepasang kekasih. Tsuzaki menjawab, “Ini hari Jum’at.”

“Ini keadaan darurat.”

“Apakah kau akan langsung melanggar peraturan ?” Tsuzaki frustasi mengatakannya.

Mikuri bersikeras kalau keadaan mereka sedang genting sekarang. Anggap saja mereka seolah menghadapi ular kepala depalan di hadapan mereka.

“Kau benar, “ Tsuzaki akhirnya menyerah.

“Ayo kita ciptakan, suasana pengantin baru” dari tadi Mikuri masih merentangkan kedua tangannya.

“Mari kita tunjukkan kedekatan kita.” Tsuzaki ikut merentangkan kedua tangannya.

    Yuri terbangun, kepalanya pening karena (diracun keponakannya tadi) dikasih sake oleh Mikuri. Ia mengerjap-erjapkan matanya dengan linglung.

    Mikuri bilang dia mulai. Tsuzaki siap menerima pelukan Mikuri, ia sampai memejamkan matanya karena grogi. Saat Mikuri hendak memeluk Tsuzaki, kebetulan Yuri berada di balkon. Mikuri optimis ini adalah kesempatannya dan Tsuzaki untuk menunjukkan kemesraan mereka secara langsung. Mikuri menarik Tsuzaki naik ke undangan yang lebih tinggi.

    Mikuri menghambur ke pelukan Tsuzaki, Yuri juga menyaksikan keduanya dari atas sana. Mikuri bertanya ke Tsuzaki apa Yuri melihat ?. Tsuzaki memandang Yuri, “Mungkin,”.

“Aku akan sedikit berputar” Kata Mikuri sambil berputar. Mencoba pamer kemesraan ke Yuri.

“Baik,”

Mikuri yakin Yuri bisa melihat mereka berpelukan, setelah Yuri meninggalkan balkon… Mikuri dan Tsuzaki melepaskan pelukan mereka.

     Sesampainya di rumah, Mikuri mengambil peran istri yang baik “Dasar Hiramasa-san, bagaimana bisa kau kelupaan membawa kunci rumah ?”

“Terima kasih sudah menjemputku, Mikuri-san”

Yuri menyambut kepulangan Tsuzaki. Yuri meminta maaf karena sudah ketiduran. Mikuri dan Tsuzaki mengamati Yuri dari jauh yang sedang mengenakan kaca matanya. Mikuri mendekati Yuri, tanya sejak kapan Yuri-chan melepaskan contact lens-nya. Yuri menjawab saat bangun matanya sakit.

Mikuri menanyakan apa Yuri-chan dari balkon tadi ?. Yuri membenarkannya, apa tadi yang di bawah itu Mikuri ?. Mikuri dengan semangat mengatakan iya, benar !. Tapi Yuri tadi tidak bisa melihat apapun karena tidak mengenakan contact lensnya, semuanya buram.

Tsuzaki dan Mikuri kecewa.

“Mm… Yuri-san, meski sepertinya kami membuatmu khawatir, sebagai suami istri, kami…”

Yuri tidak fokus mendengarkan Tsuzaki, dia sudah terkantuk-kantuk.

“Yuri-san ?”

“Yuri-chan ?”

Yuri meminta maaf, dia agak mangantuk. Yuri pamit pulang dulu. Yuri berjalan keluar, Mikuri dan Tsuzaki mengikutinya sampai ke pintu. Mikuri bertanya apa Yuri-chan mengantuk karena banyak pekerjaan ?. Yuri menjawab, kalau pekerjaan sih selalu banyak… tapi Yuri tidak bisa tidur karena memikirkan Mikuri dan Hiramasa.

    Tsuzaki bertanya-tanya apa tidak apa-apa membiarkan Yuri-san pulang sendirian ?. Mikuri rasa tidak masalah, mungkin Yuri-chan akan pesan taksi nanti. Tsuzaki ingin sesegera mungkin membuat Yuri merasa tenang. Mikuri menyesalkan Yuri repot-repot kemari sehingga di hari libur besok harus bekerja untuk menggantinya.

Lalu Mikuri berdiri dari tempatnya duduk, dia mempersilahkan Tsuzaki pindah duduk ke kursi yang ia duduki tadi. Bos harusnya duduk di situ, Tsuzaki menolak… di tempat kerja ini bos dan bawahan posisinya setara.

“Kalau begitu selain pelukan, bagaimana kalau kita menyediakan ‘waktu kencan’ ?. Sebagai kekasih, kedudukan kita sama, jadi posisi duduk tidak menjadi masalah.” Tanya Tsuzaki.

Mikuri mengernyitkan dahinya, jika sebagai kekasih harusnya mereka duduk berdampingan di sofa sambil berpegangan tangan mesra. Dan menonton TV bersama, sebagai sepasang kekasih.

Tsuzaki dengar kata duduk bersama saja sudah terlihat cemas, terlebih Mikuri mengatakan hal-hal intim lainnya. Tsuzaki mengalah, dia mempersilahkan Mikuri duduk di tempatnya. Sebagai bos dan pegawainya (kkkkk…. Dia mending pilih hubungan bos-pegawai daripada sepasang kekasih)

Mikuri mengatakan kalau Yuri-chan bukanlah tipe orang yang mudah percaya perkataan orang lain. Tidak akan percaya sebelum melihat dengan mata dan kepalanya sendiri, apa yang dilihat dan dirasakan Yuri-chan itu hukumnya mutlak.

“Jika bukan cerita yang persuasif, kita tidak akan bisa meyakinkannya.” Kata Tsuzaki.

“Terlebih sekarang ini, dia sama sekali tidak mempercayaimu, Hiramasa-san. Aku tidak tahu apa dan bagaimana mengatakannya.”

Tsuzaki pikir strategi menunjukkan kemesraan pasangan pengantin baru ke Yuri sudah tepat. Namun itu pun kalau mereka berhasil.

“Bagaimana kalau kita coba lagi?” Usul Mikuri.

Dan tentu saja itu membuat Tsuzaki kembali diterpa dilema.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-


Yuri bertemu dengan Kazami. Kazami menduga Yuri pasti akan bekerja. Yuri pikir Kazami juga bekerja di hari libur. Kazami menjawab, dirinya baru mau pulang.

Yuri masih kesal dengan Kazami yang kabur begitu saja, kalau memang tidak ada apa-apa seharusnya Kazami bisa langsung menjelaskan kalau Mikuri disewa Kazami untuk bersih-bersih tanpa merasa bersalah. Kazami menanggapi, kalau memang begitu kata Yuri-san… Kazami sebenarnya merasa bersalah, itu karena dia menyukai Mikuri.

Yuri syok mendengarnya. Kazami pamit pergi meninggalkan Yuri dan pikirannya sendiri. Semakin yakin Mikuri dan Kazami selingkuh.

     “Lakukan yang terbaik, dong, Hiramasa-san !” Kata Yuri sambil memukulkan kepalan tangannya yang melingkar tali ID cardnya. Yuri kesakitan, lalu ia kabur. (ini horror, harusnya Tsuzaki yang Yuri tonjok beneran khaaan… XD)

     Mikuri dan Tsuzaki ternyata mengintip aksi Yuri sejak tadi. “Apa dia baru saja bilang ‘Hiramasa-san’ ?” kata Mikuri memastikan kupingnya tidak salah dengar.

“Apa yang Kazami-san katakan, ya ?” Tsuzaki penasaran.

Mikuri dan Tsuzaki sudah melihat sendiri kalau Yuri hari ini datang untuk bekerja, mari pergi!.

    Yuri memasukkan koinnya ke mesin, ketika hendak memandang pamandangan… beberapa koinnya terjatuh dan Yuri mau tidak mau harus memungutinya. Disaat yang sama Mikuri menggelar karpet di rerumputan sementara Tsuzaki mengamati gedung dengan teropongnya untuk melihat keberadaan Yuri. Godard Japan adanya di lantai 19.

Mikuri ingat Yuri pernah mengatakan ke Mikuri sendiri, katanya sambil menunggu kopinya matang Yuri melihat taman hijau, itu adalah hiburannya ketika bekerja.

      Yuri adalah pecinta kopi, jadi Mikuri pikir kesempatan mereka hanya ada di sore hari. Tsuzaki penasaran apakah Yuri bisa melihat keberadaan mereka dari atas sana?. Mikuri menjelaskan kalau dia sekarang membawa kilim oleh-oleh dari Turki yang Yuri berikan untuk Mikuri, tidak ada kilim lain yang bermotif seperti miliknya ini.

Mikuri yakin harusnya Yuri bisa langsung mengenali kilim ini.

     Lalu keduanya bertekad untuk menciptakan suasana pengantin baru, menunjukkan kemesraan mereka di hadapan Yuri.

Komentar:

        Seperti kata Mbak Annisa… ini om Tsuzaki Hiramasa sopan, kelewat sopan malah. Aku gak naksir Numata mbak~ suer!. Bikin fansclub buat Tsuzaki yuk!,  tos dulu yuk mbak Annisa! *hehe, ada yang mau gabung fansclubnya? 😛we-married-as-job

Mungkin Gakky (169) agak susah mau memeluk Hoshino Gen (168cm) yah…, di drama akan sangat so sweet jika wanitanya waktu dipeluk terasa pas nempel di dada pria (prianya dan wanita jarak tingginya cukup jauh, semisal 165 dan 180), drama ini pengecualian untukku, tapi aku tidak merasa masalah dengan tinggi badan Gakky dan Hoshino Gen yang hampir sama tuh. Masih menggemaskan… Uuu.. giyeom~ ❤

      Om Hoshino ini gak ganteng… kita semua tahu itu, tinggi pun tidak, tapi suaranya bagus, tetapi nyaris mahir bidang apa saja. Penyanyi, Seiyuu (pengisi suara/voice actor), aktor, keren banget !. dan walaupun tidak ganteng, dia punya daya tarik sendiri, yaitu kharismatik. Haruskah aku membuat article sendiri untuk Hoshino Gen?, mm… let me see… #sok2ngecekjadwal, bisa… bisa… mari kenalan dengan Hoshino Gen lebih mendalam lagi. Nanti, ditunggu saja article khususnya. *ciao!

#212 , 2 Desember mau ada aksi lagi?, heol… betewe 2 Desember Goblin tayang lhoo, kawan-kawan! *haha

     Silahkan share Sinopsis 5 part 2 ke 4 jenis sosmed di bawah postingan ini, FB/Twitter/G+/WA saja boleh…, semuanya juga boleh, malah lebih bagus tuh. Silahkan bagikan kebahagiaanmu selama membaca sinopsis ini ke orang lain juga :)) #bikinSenengOrangTambahAmal. Dan akan lebih seneng lagi kalau readers komentar mengingatkan soal typo😀

   Itu akan membuat Remi dan Karissa seneng, kalau kami seneng… otomatis part 2 dan 3 akan diusahakan secepatnya. Like juga FP baru kami untuk tahu update-an terbarunya, daripada susah-susah searching google >>>> FANPAGE

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 5 Part 1

       Hiramasa Tsuzaki terpojok sekarang. Akan tetapi Mikuri tidak bisa menyerah begitu saja. Mikuri mulai mengkhayal lagi.

Mikuri Moriyama sekarang menjadi kandidat cintanya Hirama Tsuzaki dari partai Pekerjaan Rumah Tangga (Nah loh… dia mencalonkan diri sebagai presiden di hatinya Hiramasa-san 😀 ).

      Mikuri menjelaskan penyebab hubungannya dan Hiramasa-san canggung adalah karena rendahnya rasa percaya diri Hiramasa Tsuzaki, tiap kali Hiramasa-san membentengi hatinya… itu membuat Mikuri merasa kesepian. Tapi sekarang Mikuri sudah sampai di batasnya, saking merasa kesepiannya… Mikuri hampir goyah karena kata-kata manis Kazami,

     Tapi kalau Mikuri sampai menjalin hubungan dengan Kazami-san, Mikuri yakin Tsuzaki Hiramasa akan semakin rendah rasa percaya dirinya dan tembok hatinya akan semakin tinggi.

     Mikuri berkampanye “Jadi, aku memutuskan untuk meruntuhkan tembok itu. Caranya… dengan berevolusi menjadi kekasih. Dengan mengubah peran menjadi kekasih, aku mengambil pendekatan psikoterapi untuk menambah rasa percaya dirinya. Di saat yang sama, hal ini bisa mengisi rasa kesepian di hatiku.”

“Hanya berperasangka !. Huuu !!”

“Iya, hanya berperasangka !” Teriak para hadirin yang mendengarkan kampanye Mikuri.

Mikuri membenarkan dirinya memang hanya berperasangka. “Ini strategi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui yang hanya bisa dipikirkan orang berprasangka sepertiku. Pilihlah Moriyama Mikuri yang paling suka berprasangka, Moriyama Mikuri. Terima kasih. Memilih atau tidak memilih, semua terserah kalian.”

     Terserah padamu, Hiramasa-san !. Kampanye berakhir, Mikuri masih menunggu respon Hiramasa. Tsuzaki menatap Mikuri tajam, lalu bangkit mengambil gelas minumannya. Sepertinya pikirannya sudah mulai jernih sekarang. Tsuzaki meminumnya, lalu berbalik dan bertanya ke Mikuri, apa berpacaran itu sesuatu yang ingin Mikuri coba ?

     Menurut Mikuri tidak ada apapun yang tidak bisa dilakukan. “Menurut Mikuri-san, berpacaran itu apa?”

“Makan bersama…”

“Kita melakukannya, kita hidup bersama”

“Bepergian bersama,”

Sekali lagi Tsuzaki menyelanya, bukankah jika bepergian bersama Mikuri bisa melakukannya dengan teman?. Meski tanpa kekasih, Tsuzaki tidak merasa hidupnya sengsara. Tsuzaki pikir tidak ada gunanya memaksakan-

“Ah!, bagaimana dengan skinship?” Kata Mikuri baru ingat,

Tentu saja itu membuat Tsuzaki syok. Mikuri melanjutkan, berpelukan saat bahagia, atau bergelung bersama saat lelah. Menepuk kepalaku dan berkata ‘tak apa-apa’

Tsuzaki lalu meraba kepalanya sendiri dengan bingung. Mikuri menjelaskan bukankah pasangan kekasih memiliki hubungan mendukung semacam itu ?. Pasti ada saatnya Tsuzaki berpikir ‘aku sangat lelah… aku butuh pelukan…’

    Tsuzaki linglung, dia sampai memiring-miringkan kepalanya. Mikuri mengikutinya. Lalu Tsuzaki angkat suara, bukankah jika kita melakukannya, apa bisa Mikuri menyebutnya tempat kerja ?.

Mikuri menjawab tentu saja mereka akan memuat pemisah yang jelas antara pekerjaan dan hubungan pacaran mereka. Tidak bersantai bersama. Mikuri hanya mau menentukan waktu berpacaran khusus di luar jam kerja.

“Berpelukan dan menghibur ?” Tsuzaki masih belum bisa terima,

“Benar, aku tidak akan meminta lebih dari itu.”

Tsuzaki berjalan ke sudut lain ruangan, dia pikir jika Mikuri hanya membutuhkan penghiburan, kenapa tidak cari pacar sungguhan saja ?.

“Aku… hanya menginginkan hal yang baik dari sebuah hubungan.” Jawab Mikuri.

     Tsuzaki Hiramasa benar-benar bingung sekarang. Mikuri menunggu sampai tenang. Ketika Hiramasa hendak mengatakan sesuatu, Mikuri memotongnya, tidak perlu buru-buru…Hiramasa-san tidak perlu menjawabnya sekarang.

    Mikuri lalu pergi.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Pagi hari di rumah Kazami,

Kazami bertanya ada terjadi sesuatu antara Mikuri dan Tsuzaki ?. Misalnya bertengkar ?. Mikuri menjawab ia dan Tsuzaki tidak bertengkar, mereka menjaga jarak masing-masing sampai bertengkar pun tidak ada gunanya.

“di bawah wastafel dan…” kata Mikuri

“Lemari di kamar mandi dan di bak. Ada yang akan datang pagi ini” Kazami memberikan selembar kertas pemberitahuan pembersihan pipa  ke Mikuri. Mikuri membacanya, memuji tempat tinggal seperti kondominium memang beda.

      Kazami senang sekali Mikuri ada di sini, Kazami jadi terbantu karena akan ada orang datang dan Mikuri bisa menjaga rumahnya. Mikuri menanggapi, dia juga dapat uang tambahan untuk membantu.

Kazami pergi.

     Yuri ada di sekitar stasiun, tanpa sengaja melihat Kazami yang turun dari eskalator. Yuri sebisa mungkin menyembunyikan wajahnya, ia masih alergi dengan pria tampan.

“Kazami-san !” Panggil Mikuri. Yuri menoleh melihat Kazami dan Mikuri bercengkerama akrab. Mikuri membawakan barang bawaan Kazami yang ketinggalan di serambi. Yuri terkejut, ada hubungan apa mereka berdua ?. Yuri menatap kepergian Mikuri dan Kazami, lalu menjerit sendiri “Heeee…..!!!”

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

(jujur… aku paling suka capture bentonya :v *plakk, lucu aja… bisa ditiru di rumah, emang gw punya anak ??, nikah aja belum -_- , terus bentonya buat siapa ???, pacar ?, pacar yang mana ? :3 #abaikan)

      Tsuzaki dalam hati bertanya-tanya, apa maksud perkataan Mikuri malam itu ?. Apa maksudnya hanya ingin hal baik dari sebuah hubungan ?. Tsuzaki juga ingat perkataan Mikuri “Ada saatnya kan ?, kau merasa ‘aku sangat lelah… aku butuh pelukan’ “

Dengan nelangsa Tsuzaki memikirkan kata-kata itu, “Aku tidak pernah merasa begitu… dalam hidupku, aku jarang mendengar kata “pe-luk”. Aku ingat pernah dipeluk ibuku saat kecil. Namun dari seseorang tanpa hubungan darah, tidak seorang pun dalam 35 tahun…“

Baru saja memikirkan 35 tahun ini tidak ada yang memeluk, Hino langsung memeluk Tsuzaki tanpa diminta. “Oh…!!, apa-apaan ini ?. Sejarah 35 tahun berubah dalam sekejap.” Tsuzaki syok.

(ROFL, lho… sejarah ?, Hino-san… padahal Tsuzaki-san tadi barangkali berniat mendaftarkan diri ke Guenesbookofrecord, sebagai jomblo profesional+gak pernah pacaran selama 35 th+gak pernah dipeluk selama 35 th. Ah…Hino-san jahat~ XD)

“35 tahun ?” Tanya Hino bingung,

“Ah, tidak. Lupakan saja.”

Hino mengatakan alasannya memeluk Tsuzaki, Numata memperhatikan Tsuzaki sejak tadi dan Tsuzaki terlihat kesepian, maka Numata menyuruh Hino memeluk Tsuzaki. Hino menunjuk Numata yang kebetulan lewat dan berhenti berjalan. Menatap Tsuzaki dan Hino.

     Tsuzaki heran kenapa Numata bisa selalu tahu. Hino terkejut, “Jadi kau benar-benar sedang merasa kesepian ?”

Tsuzaki mengelak, bukan seperti itu. Dia hanya sedang memikirkan hidupnya. Hino mengajak Tsuzaki duduk, apa terjadi sesuatu dengan istrinya Tsuzaki ?. Hino menasehati, jika mereka bertengkar… maka Tsuzaki seharusnya mengalah. Dalam rumah tangga, yang terpenting adalah menjaga istrimu dalam suasana hati yang baik. Kalau istri dan suami adu kuat dan mencoba mendominasi, kalian akan terus begitu sampai salah satu dari kalian kalah.

      Tsuzaki mendengarkan dengan seksama.

“Oh, begitu..” Tsuzaki mengangguk mengerti.

“Sebelum menjadi legenda penguasa tertinggi abad ini, berhenti bertengkar adalah yang terbaik.” Hino menasehati. Numata lalu ikut duduk, apapun yang terjadi.. Numata akan selalu dipihaknya Tsuzaki. Numata menepuk pundak Tsuzaki untuk meyakinkan. Hino mendorong tangan Numata menjauh, “Jangan mendukungnya. Kau harus mengatasi pertengkaran dengan tenang. ”

Numata tahu rasanya menjadi Tsuzaki, ia dan Tsuzaki selalu sendiri. Bagi mereka yang selalu sendiri, tak peduli seberapa gelisah, kalau Tsuzaki suka padanya, yang terpenting adalah mengambil langkah maju. Numata tida perduli orang yang Tsuzaki sukai itu laki-laki ataupun perempuan. (Numata-san masih mengira Tsuzaki dan Kazami ada hubungan nih… >_<)

“Apa-apaan ini, tentang dirimu sendiri, ya ?” Kata Hino

“Hino.., aku bicara serius.”

Tsuzaki melamunkan kata-kata Numata “Kalau aku suka padanya”… aku melupakan hal itu. Kenapa Mikuri-san berpikir untuk memeluk… laki-laki yang tidak disukainya ?. Atau… apa mungkin… dia bukannya tidak menyukaiku ?.

Tsuzaki teringat pujian Mikuri di kuil, Mikuri bilang dirinya lebih suka Hirama-san. Tsuzaki tersipu-sipu.

     Senyum terbit di wajahnya Tsuzaki, namun ia segera menyadarkan diri. Berhentilah tersipu-sipu, tenangkanlah dirimu. Katanya pada diri sendiri. Cara terbaik adalah melakukan eliminasi, ini evaluasi relatif dan bukan evaluasi pasti, jangan salah paham. Tsuzaki yakin Mikuri tidak secara khusus menyukainya.

Numata dan Hino heran memperhatikan polah Tsuzaki yang aneh. Tsuzaki masih dengan pikirannya sendiri, dia menetapkan dirinya “Aku ini hanya bosnya… hanya sebagai… bantal peluk. Hanya saja kebetulan ada laki-laki yang pas di depannya.”

(Ahahahahaha… aku merasa jahat menertawakan kehidupannya, tapi memang lucu sekali penyimpulannya tentang diri sendiri, sebegitu rendahnya kepercayaan diri seorang Hiramasa Tsuzaki >_<, bantal peluk ???, nandeskaaaa???)

Hino dan Numata saling pandang, lalu bersama-sama memeluk Tsuzaki. Tsuzaki lalu meminta dua kawannya itu berhenti “Aku tidak kesepian !. Aku tidak kesepian, aku baik-baik saja.”

      Yuri mengembalikan hasil kerjanya Horiuchi. Sulit dimengerti, perbaiki lagi bahasa jepangmu. Horiuchi balas mengatakan tulisannya tidak masalah. Yuri menuruh Horiuchi menuliskannya kembali sambil memikirkan orang yang membacanya. Untuk besok saja.

     Horiuchi heran, Yuri pulang tepat waktu ?. Umehara dan beberapa karyawan lainnya juga agak heran.

“Aku pulang duluan.”

“Selamat jalan,” kata Umehara.

    Horiuchi menebak jangan-jangan mau bertemu pria. Umehara menyangkal pendapat Horiuchi, Yuri tidak kelihatan seperti akan bertemu seseorang yang disukainya.

“Lalu mereka putus,” Tebak Horiuchi

“Apa menurutmu… sebagai wanita kau ini peka ?” Umehara masih tidak bisa menerima pendapat Horiuchi.

Horiuchi kesal dipanggil ‘kau’-omae, Horiuchi menduga Umehara kebanyakan membaca komik perempuan dengan tokoh utama yang sombong. Umehara menyangkal, aku tidak baca itu !.

     Beberapa pegawai lain sepakat Tsuchiya pasti putus dengan pacarnya, pasti akan jadi masalah nanti.

-=+-*+Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu||We Married As Job *+-+=-

     Yuri melabrak bertemu Kazami, dia minta bicara sebentar. Kazami salah mengira Yuri hendak mengajaknya makan malam. Yuri mengatakan dirinya melihat Kazami dan Mikuri di depan stasiun tadi pagi.

Kazami berbohong, itu karena mereka tinggal berdekatan.

“Apa maksudnya ?”

“Ada baiknya anda tanya Mikuri-san”

“Aku tidak bisa!. Aku tidak mau dia berpikir aku ini Bibi yang mengganggu.”

Yuri yakin Kazami dari awal memanfaatkan masalah dalam hubungan Mikuri dan Tsuzaki, memperdaya Mikuri. Ini salahmu !

Kazami bergumam tidak menyangka malah jadi masalah. Yuri tidak bisa percaya kenapa Mikuri bisa selingkuh. Kazami melihat Tsuzaki berjalan pulang. Yuri menarik Kazami untuk sembunyi.

Ketika Yuri berbalik, Kazami sudah menghilang.

     Rupanya Kazami berlari mendekati Tsuzaki. Kazami memberitahukan keadaan mereka yang genting sekarang.

Mikuri ada di rumah sedang menyiapkan makan malam. Yuri menelfonnya menanyakan keadaan rumah tangga Mikuri apakah baik-baik saja. Biasanya pasangan yang menikah tiba-tiba menikah tanpa benar-benar mengenal satu sama lain. “Misalnya si suami aslinya kasar atau yang lain ?.” Yuri berbisik-bisik ngeri saat mengatakannya,

“Apa maksudmu ?” tanya Mikuri.

Yuri sulit menjelaskan. Mikuri mengakui dirinyalah yang membuat kesalahan. Yuri malah semakin salah paham, apa Mikuri memberitahu Tsuzaki soal Kazami ?, bilang saja Mikuri sedang khilaf dan tergoda… atau serius ?, mana yang Mikuri sukai ?.

Mikuri tidak mengerti Yuri-chan bicara apa. Tsuzaki pulang, Mikuri izin menutup panggilan. Mikuri menyambut Tsuzaki.

Yuri masih memikirkan Kazami dan Mikuri.

       “Saat ini laki-laki tampan itu, pulang ke rumah dalam keadaan kering dengan payung yang Mikuri berikan.” Lalu Yuri berlari menerobos hujan.

     Tsuzaki menjelaskan apa yang terjadi. Karena Tsuzaki dan Mikuri tidak terlihat seperti pasangan yang baru saja menikah dan hubungan mereka terlihat berjarak, Yuri-san salah mengira Mikuri selingkuh dengan Kazami.

Tsuzaki mengusulkan kenapa tidak coba berpacaran ?. Tsuzaki mengerti kenapa hubungan mereka yang aneh ini mudah terendus oleh Kazami dan Numata adalah karena Mikuri dan Tsuzaki tidak terlihat seperti pasangan pengantin baru.

Mikuri menyimpulkan, kalau mereka menciptakan suasana seperti kekasih mungkin kecurigaan Yuri-chan bisa hilang.

“Suasana seperti kekasih itu seperti apa ?, … aku tidak begitu mengerti, tetapi…”

“Mari kita coba,” Mikuri berdiri dan pertama-tama mari berpelukan.

“Eh ?, tiba-tiba ?” Tsuzaki terkejut.

“Apa kau lebih memilih berpegangan tangan ?” tanya Mikuri polos. Dengan gugup Tsuzaki membenarkan, iya, itu lebih…. Tsuzaki memegangi tangannya mencontohkan.

“Bukan berjabat tangan, loh. Genggaman kekasih. Seperti ini”

Mikuri bertanya apa itu terlalu sulit ?. Sebagai perbandingan, pelukan digunakan sebagai salam di luar negeri. Termasuk antara anggota keluarga dan teman. Lalu Tsuzaki merubah pilihannya, ia pikir berpelukan lebih baik. Mikuri membenarkan, pelukan adalah skinship termudah dan terbaik.

Mereka lalu berhadapan. Mikuri meminta Hiramasa merentangkan lengannya, Mikuri akan masuk ke pelukannya. Saat kau merasakan efeknya, peluk aku erat-erat, dan akan kita akhiri setelah hitungan 1, 2, 3.

Mikuri menghitung 1, 2, 3 sambil menggebrak-gebrak meja.

“Sejak kapan berpelukan seperti adu gulat ?” melihat tingkah Mikuri menggerbrak meja sambil menghitung membuat Tsuzaki heran,

Mikuri lalu memulai.

    Tsuzaki memasang tinjunya (siap adu gulat >_<) . Mikuri mengingatkan Tsuzaki untuk membuka lengannya.

“Aku mulai !”

“Baik,”

Mereka berpelukan, lalu saling melepaskan diri di waktu yang sudah ditentukan. Keduanya sama-sama canggung. “Memalukan, ya.” Kata Mikuri,

“Benar. Setelah kupikir lagi, kita sebaiknya berhenti…” jawab Tsuzaki canggung,

“Bukankah…  ini rasanya jadi pengantin baru ?. Kalau kita terus melakukannya, aku yakin…”

 “Mari makan.” Sergah Tsuzaki yang sudah tidak merasa nyaman.

“Baik,”

(Yaah, karena ucapan Mikuri dipotong Tsuzaki, kalau begitu aku lanjutin sendiri ya… jadi suami istri sungguhan *kyaaaaa…. >_< #mintaDigampar_Tsuzaki)

Mereka makan, Mikuri bertanya-tanya apa artinya ini. Apa Hirama-san menyesalinya ? atau optimis dengan tindakan mereka ?, Hiramasa-san sama sekali tidak berekspresi, Mikuri tidak bisa membacanya.

Yuri pusing kepalanya. Beberapa pegawainya menduga pasti akibat kemarin malam, ditinggalkan pria yang lebih muda dan pulang sambil menangis di tengah hujan, menyedihkan. Horiuchi dan Umehara saling menatap, bingung.

      Umehara mendekati Yuri, “Tsuchiya-san, rapat pukul 15:00… “

Yuri meminta maaf karena ingin menelfon dulu. Horiuchi mengingatkan pihak yang diajak rapat tidak suka kalau Tsuchiya terlalu sering menelpon.

“Begitu, ya ?. Kau benar. Aku tidak jadi menelfon.” Kata Yuri. Mikuri meletakkan ponselnya dan menggumam “dasar, ini gara-gara pria tampan itu,”

Tiga pegawai yang merumpikannya langsung senang, dugaan mereka benar. Umehara, Horiuchi dan Yuri berjalan menuju ruangan rapat.

Umehara menginfokan ruangan rapatnya di Ruang Rapat E. Yuri berbalik dan menatap Umehara “Umahara-kun, kau ganteng kan ?. Namun entah kenapa, aku tidak terganggu olehmu.”

“Benarkah ?” jawab Umehara dengan tersenyum.

Komentar:

     Apakah ada yang mendamba kepengen dipeluk orang setelah melihat Mikuri dan Hiramasa pelukan… ?  ^^’ *wkwkwk. Kurasa wanita dimanapun lebih suka dipeluk ketimbang dicium, dipeluk entah sesama wanita atau lawan jenis, rasanya itu menenangkan ya… 🐱

“Pilih saya !, Moriyama Mikuri !, Moriyama Mikuri !, pilih sebagai gubernur DKI…” (DKI: Daerah Keistimewa’an di hatinya Tsuzaki ) #ngaco’

hoshino-gen

Kawai-desu-ne…. ❤ , Iiiiiih…. Cute…  Ini orang bisa dikurangin gak sih umurnya ?, dari 35 jadi 23 tahun kek… gak gak gak~ dikurangin 10 tahun aja deh…, jadi 25 tahunan gitu… senyumannya manis banget! 😛 , kalau Om Hoshino umurnya 23nan aku tidak akan terlalu merasa bersalah menyukainya sebagai seorang pria *eh . Aiih,,, siapa perduli ? Aku normal kan kalau naksir dia ? #garuk2kepala

     Silahkan share Sinopsis 5 part 1 ke 4 jenis sosmed di bawah postingan ini, FB/Twitter/G+/WA saja boleh…, semuanya juga boleh, malah lebih bagus tuh. Silahkan bagikan kebahagiaanmu selama membaca sinopsis ini ke orang lain juga :)) #bikinSenengOrangTambahAmal. Dan akan lebih seneng lagi kalau readers komentar mengingatkan soal typo 😀

   Itu akan membuat Remi dan Karissa seneng, kalau kami seneng… otomatis part 2 dan 3 akan diusahakan secepatnya. Like juga FP baru kami untuk tahu update-an terbarunya, daripada susah-susah searching google >>>> FANPAGE