Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 7

Episode 7: Apakah Kau Tersenyum ?

Semua siswa sibuk mempersiapkan festival. Salah seorang panitia menghimbau kepada semuanya Bunkasai akan segera menerima tamu dan diharapkan semuanya mempersiapkan diri, serta melewati jalur-jalur yang telah ditentukan.

Dua siswi memantau dari atas, Yuki keluar dan tersenyum senang. “Hari ini Bunkasai akan penuh cinta,”

Kelas 1-C mempersiapkan ruangan mereka. Semuanya mengenakan kostum pelayan. Yuiko kagum melihat penampilan Matsubara yang berbeda dari biasanya, ia menatapnya lama sekali. Aki melihat keduanya saling menatap “Ini sudah cukup beda dari sekedar kagum ?”

Yuichi menyenggol Matsubara yang menatap Yuiko berlebihan. Yuichi kesulitan mengenakan dasinya, Aki menarik Yuichi, membantunya mengenakan dasi. Rupanya hampir semua siswa di kelas berpasang-pasangan.

Yuki dengan dua asistennya, dia yakin Bunkasai kali ini akan penuh cinta dan jarak laki-laki dan perempuan berdekatan meski hanya sebentar, itu adalah keajaiban Bunkasai. Puncaknya adalah malam hari ketika mereka menyalakan api unggun.

Yuki mengajak dua rekannya itu menghidupkan api cinta Kaichou. Keduanya bingung kenapa harus melakukan itu ?. Yuki berbalik, dia telah mempersiapkan semuanya dengan menjadikan Kaichou pemeran utama drama Bunkasai, dia juga telah menulis naskah istimewa untuk Kaichou.

“Jika di depan Yoshioka Yuiko dia membaca apa yang tertulis disini..,”

Kedua rekannya langsung saling menatap, mereka mengerti maksud Yuki.

Kaichou di atas sana sedang berlatih dialognya. Yuki dan kedua rekannya melihat dari bawah, Kaichou manis sekali ketika berusaha keras demi kelihatan bagus di depan Yuiko.

Ryoichi datang dengan gaunnya, ia memuji kerja bagus ketiganya. Mereka membantu diam-diam Kaichou dalam urusan cintanya. Yuki berkata, karena tidak ada kesempatan kedua untuk menyatakan cintanya Kaichou ke Yoshioka Yuiko.

Kaichou datang ke kelas 1-C, ia mencari Yuiko. Yuiko melihat Kaichoy dari pintu lainnya, Kaichou terpesona dengan penampilan maidnya Yuiko, “Indahnya..” gumamnya pada dirinya sendiri, Yuiko mendekat bertanya apa yang Kaichou katakan tadi. “Ah..tidak.. aku..”

Matsubara keluar kelas menyambut Kaichou. Mempersilahkan Kaichou masuk ke café mereka. Kaichou tidak perlu, dia sedang berbicara dengan Yoshioka (wkwkwk… saingan)

Dari kejauhan sleeping beautynya Pangeran Makoto melihat Matsubara dan Makoto yang bersitegang masuk tidaknya ke kafe 1-C. Yuichi datang mendekati Ryoichi, “Sepertinya pangeranmu sedang berusaha keras”, yah.. begitulah.. “jika si kantung kertas terus seperti itu.”

“Urus urusannya sendiri saja Senpai,”

“Baiklah,” Ryoichi pergi. Yuichi tersenyum dan mengingat kata-kata Matsubara sebelumya tentang Matsubara yang merasa tidak baik mengatakan cinta pada Yoshioka sementara dirinya menyembunyikan penampilannya. “Bahkan dia sendiri sangat memahaminya,”

Kembali ke Kaichou, dia menyingkirkan Matsubara. Lalu menatap Yuiko “Yoshioka-san, hari ini pertunjukkan dramaku mulai pukul 14:00. Aku telah memesan tempat duduk untukmu, maukah kau datang dan menontonnya ?”

Yuiko tersenyum, “Tentu, aku janji.”

Yuki dan dua asistennya mengintip Kaichou dari kejauhan. Mereka ikut senang dengan jawabannya Yuiko Yoshioka. Sebelum pergi, Kaichou berhenti sebentar tanpa menatap Matsubara, seperti yang suadah kukatakan aku akan jujur dan adil.

—-Voice Love—

Aki bertanya pada Yuiko siapa yang akan Yuiko ajak menghabiskan malam Bunkasai nanti. Yuiko reflek memandang Matsubara di depan pintu. Yuiko mengelak tidak seperti itu karena kakaknya akan kemari nanti. Aki senang tahu ternyata Kyoshiro akan kemari nanti. Yuiko langsung melayani tamu yang datang ke kelas.

Yuiko menuliskan janjinya menonton Sleeping Beauty di tangan, 30 menit lagi. Di tempat pementasan, para anggota OSIS mempersiapkan dan para hadirin sudah berdatangan.

Kaichou berlatih dialognya dengan serius, Yuki dan dua asistennya menontonnya.

Gelasnya kurang dan Yuiko akan mengeceknya di kelas ekonomi pasti masih ada.

“Aku tidak pernah memperhatikanmu, tolong maafkan aku. Aku janji, mulai sekarang dan selamanya, aku hanya akan melihatmu.” Yuki dan dua asistennya kagum pada Kaichou. Yuki berkata dialog ini adalah bagian puncaknya, tolong berikan sedikit emosi di sana.

Kaichou mengulangnya lagi dengan lebih menjiwai kalimatnya. Yuki mengangguk, yak.. seperti itu.

v12

Yuiko mengambil gelas, sedangkan drama sebentar lagi akan dimulai. Yuiko keluar dari kelas ekonomi dan melihat anak kecil menangis, Yuiko mendekatinya.

Di ruang kelas 1-C mereka kesulitan karena tidak bisa menyajikan minuman. Waktu menunjukkan pementasan drama sebentar lagi.

Aki: ada apa dengan Yukko ?

Yuichi: Tidak mungkin dia bisa menonton drama pangeran itu.

Matsubara pergi keluar kelas.

Kaichou mengintip bangku penonton, kursi khusus untuk Yuiko masih kosong, dia menjadi kecewa karena Yoshioka Yuiko belum hadir. Yuki menghubungi rekannya untuk memastikan Yuiko sudah datang/belum. Ia juga resah karena Yuiko belum datang sedangkan pementasannya sebentar lagi.

Yuiko menggandeng tangan anak kecil itu, mereka mencari-cari ibu anak tersebut. Gelas Yuiko menyenggol bahu seseorang hingga jatuh, dia dan anak kecil itu memunguti gelas dan tutupnya yang berceceran di lantai. Yuiko mengecek jam tangannya, sebentar lagi drama dimulai.

Drama dimulai. Cerita awal dinarasikan, pada suatu hari seorang putri cantik di sebuah kerajaan. Ryoichi duduk di pinggiran ranjang lalu  cium jauh ke sana kemari, kemudian tidur seperti di dalam cerita. Pangeran yang menempuh perjuangan panjang untuk mencari putri Aurora. Di manakah putrinya sekarang ? (wkwkwk.. enak sekali kau Ryoichi ???, Ryoichi ini dialognya apa ?,  tiduurr cantik doang XD )

Makoto sedih melihat bangku khusus untuk Yoshioka yang kosong.

Yuiko masih bersama anak kecil tadi, anak itu menunduk sedih. Yuiko bersimpuh di dekatnya bertanya ada apa padanya. Matsubara melihat Yuiko dan mendekatinya, ia akan mencarikan ibu anak ini, jadi Yoshioka bisa menonton pementasan dramanya. Yuiko ragu-ragu, tetapi Matsubara melakukannya karena Yoshioka memiliki janji. Yuiko lalu meninggalkan mereka,

“Aku tidak akan pernah meminta apapun darimu,  aku hanya ingin disisimu. Sampai saatnya kau bangun”

Makoto Hyodo berbalik ke belakang, Ryoichi memandangnya dan memonyongkan bibirnya minta ditampar eh.. minta dicium. Makoto menatapnya risih, Ryoichi memejamkan matanya lagi menikmati kejahilannya + perannya. “Benar, kau akan baik-baik saja dengan caramu.”

Yuichi keluar dari kelas, dia melihat Matsubara dengan seorang anak kecil Yuichi mengambil gelas dan menyindir Matsubara yang berperan sebagai pria baik lagi, yah.. Matsubara memang selalu seperti itu.

Yuiko Yoshioka sampai di gymnasium, dua asistennya Yuki datang dan menunjukkan tempat duduknya Yuiko. Makoto masih  mengkhayati perannya.

“Aku berjanji,” kata-kata Makoto Kaichou Hyodo terhenti ketika melihat sosok Yuiko Yoshioka di bangku penonton. Ia terbengong-bengong sendiri diberi senyum oleh Yuiko,

Yuki berharap Kaichou segera melanjutkan dialognya, mengungkapkan perasaan Kaichou pada Yuiko dalam bentuk dialog yang khusus Yuki buat. Yuki dan kedua asistennya geregatan sendiri menantikan kata-kata Kaichou selanjutnya.

Matsubara sudah menemukan ibu anak tersebut, ibunya meminta maaf sudah merepotkan dan berterima kasih.

“Mulai sekarang dan… se.. selamanya..” Kaichou terbata-bata, mungkin pikirannya menjadi kosong dan amat sangat grogi. Para hadiri menertawakan Kaichou dengan pelan, Yuki dan kedua asistennya menjadi khawatir. Ryoichi menyadari penyebab kegugupan Kaichou setelah melirik bangku penonton ada Yuiko Yoshioka.

Yuiko heran ada apa dengan Kaichou. Kaichou saat gugup memang lucu, tapi momentum sepenting ini membuat Yuki khawatir. Yuki menyesal telah meremehkan sisi aslinya Kaichou, seharusnya Yuiko Yoshioka jangan ditempatkan duduk di sana,(wkwkwk)

Ryoichi membisiki Makoto, “Aku hanya akan melihatmu Makoto..” Kaichou yang nge-blank menjadi sedikit terbantu. Kaichou dilanda kepanikan sampai lupa dialognya.

Yuki menyuruh dua rekannya mematikan lampu sehingga penonton tidak terlihat. Tapi terjadi kesalahan, salah satu lampu malah menyorot Yuiko seorang.

Makoto masih gagu, Ryoichi terus berbisik menyuruh Makoto melanjutkan dialognya. Kriuukk… suara perut Yuiko memecah keheningan, membuatnya menjadi pusat perhatian. Yuiko meminta maaf, dia menyesal telah mengacaukan drama pentingnya Kaichou.

Itu membuat Kaichou tersenyum, “Kau selalu bekerja keras..”

Kepala Yuki dan dua asistennya yang tertunduk langsung terangkat mendengar kata-kata Makoto. Yuiko dan para penonton lainnya tertuju pada Makoto lagi. “Tak perduli siapa pun orangnya, bahkan orang sepertiku, kau menatap mereka dengan sungguh-sungguh.”

Makoto teringat pada kenangannya bersama Yuiko, pertemuan pertama mereka saat Yuiko memegangi lengan Makoto untuk membela Matsubara, di rak sepatu, pembicaraan mereka di ruang OSIS,… semuanya tentang Yuiko.

“…, aku tertarik padamu.”

Salah satu rekan Yuki berkata itu bukan ada di naskah. Yuki tidak perduli soal naskah kalau saat ini.

Matsuabra juga datang ke pertunjukan, dia melihat Kaichou dari jauh. Kaichou berjalan mendekat “Kau.. aku jatuh cinta padamu.” Para gadis langsung berteriak “Kyaaa…!”

Yuki dan kedua asistennya merasa lega, Ryoichi tersenyum mendengar pengakuan cintanya Makoto. Matsubara sepertinya sedih dengan itu.

Yuiko sendiri menatap Kaichou, dalam hati bertanya-tanya ”Kaichou-san.., inikah..”

Komentar :

Kupersembahkan satu lagu untuk Matsubara, I’m broken… do you hear me…, I’m blinded.. cause you’re everything I see… One Direction-More Than This, yang sabar ya…

Advertisements

Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 6

Matsubara mendekat tetapi Yuiko melarangnya. Yuiko terkejut kenapa Matsubara bisa ada di sini.

Koe Koi Episode 6: Disampingmu.

    Yuiko malu sekali karena Matsubara melihat penampilan bangun tidurnya Yuiko yang berantakan seperti ini. Rasanya Yuiko ingin menghilang saja. Matsubara meminta maaf karena kedatangannya yang tiba-tiba. Dia berterima kasih atas jusnya dan berpamitan pergi.

  Yuiko Yoshioka mengejar dan memegangi lengan Matsubara. Matsubara kaget, Yuiko melepaskan tangan Matsubara dan segera membungkuk meminta maaf. Maksud Yuiko dia tidak mau Matsubara terinfeksi sakit karena berdekatan dengan Yuiko, lagipula Yuiko bau keringat.

Namun Matsubara menjelaskan tidak apa-apa dan Yoshioka tidak perlu mengkhawatirkan jika Matsubara ikut sakit, soalnya Matsubara mengenakan kantung kertas ini, jadi Matsubara akan baik-baik saja. Tetap saja Yuiko kekeuh dengan pendapatnya, membuat Matsubara bingung sendiri.

Brukk!, Yuiko jatuh ke lantai.

     Malam harinya ayah pulang lebih cepat. Ibu memberitahukan kedatangan Ketua Kelas Yuiko yang bersuara lembut tadi, ibu terlihat senang sekali. Ayah mengernyitkan dahinya bingung dengan tingkah ibu.

—-Koe Koi—

     Yuiko sudah bisa berangkat ke sekolah. Teman-teman senang melihatnya, mereka khawatir Yuiko akan sakit lama. Di Semester kedua ini pun Midorikawa Reina pindah sekolah. Yuiko terkejut mendengar info tersebut, dia teringat saat membuang sampah dengan Reina, Reina mengatakan dirinya akan membuka topeng dan mencoba melakukan sesuatu yang Reina inginkan.

   Yuiko memandang langit biru yang cerah hari ini. Midorikawa-san akan mencari sesuatu yang benar-benar Midorikawa-san inginkan.

Aki mengingatkan Yuiko, mereka bisa terlambat kelas selanjutnya. Yuiko lalu berjalan mendekati Aki dan mereka menuju ke kelas selanjutnya.

    Sebentar lagi akan diadakan Festival, Matsubara memimpin rapat diskusi, apa yang akan kelas 1C lakukan untuk Culture Festival nanti. Sesuatu yang mewakilkan kelas mereka, Matsubara akan mendengarkan usul semua orang.

Yuichi usul roti melon. Aki menolak keras usulan Yuichi, mereka berpandang-pandangan kesal. Yuiko juga memikirkan sesuatu, dia melihat Matsubara, “Sesuatu yang mewakilkan kelas..” yang terpikir di benak Yuiko tentu hanya Matsubara. Dia menggambar kukis wajah Matsubara, dan bergumamam “Manisnya.., apa yang kulakukan ?” Salah seorang teman melihat Yuiko dan mendekatinya, ide kukis Matsubara bagus juga.

    Teman-teman lainnya ikut mendekat juga. Mereka setuju dengan idenya Yuiko. Aki bertanya apa Matsubara juga setuju dengan ide tersebut ?. Matsubara berkata dirinya juga setuju jika semuanya setuju.

Yuiko senang sekali, sepulang sekolah dia membawa buku resep kue. Ia bertanya-tanya apa Matsubara baik-baik saja dengan ide itu ?. Sejak Matsubara berkunjung ke rumahnya, mereka belum berbicara lagi.

   Tak lama kemudian Kaichou Makoto Hyodo menaiki tangga, dia kabur dari Yuki dan Ryoichi. “Sudah kubilang aku tidak mau memakai kostum ini !”, langkahnya terhenti dan tiba-tiba menjadi grogi sendiri melihat Yuiko sang pujaan hati.

“Kaichou-san !”

“Lama tidak bertemu,”

Yuki dan Ryoichi datang, Yuiko mengomentari kostum Kaichou yang sangat besar. Kaichou kikuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Ryoichi langsung menjelaskan kalau mereka sedang bersiap untuk “Bunkasai”, menampilkan Sleeping Beauty. Makoto menjadi Pangerannya.

Makoto mengeluhkan dirinya dipaksa ikut Bunkasai oleh Yuki dan Ryoichi.

Yuiko tertarik mendengarnya. Kaichou keren mengenakan kostum ini, Yuiko yakin pertunjukkannya akan bagus nanti. Kaichou terbengong-bengong dipuji Yuiko Yoshioka, yang tadinya risih sekarang dia janji akan berusaha keras dan berharap Yoshioka menonton pertunjukkan mereka.

dan Ryoichi menambahkan informasi lainnya, Ryoichi akan menjadi putri tidurnya (aahahahaha… cakep deh tuh putinya XD ), ini akan menjadi pertunjukkan yang hebat nanti, jadi ia harap Yoshioka akan menontonnya nanti.

Yuiko masih tidak percaya mendengar siapa pemeran putrinya, ia berjanji akan melihatnya nanti. Makoto dan Yuiko saling tersenyum.

  Ryoichi menyadari sesuatu, dia menoleh ke belakang dan melihat Matsubara mematung menatap keakraban Kaichou dan Yuiko. Matsubara pergi,

    Kembali ke Yuiko dan Makoto. Makoto menanyakan rencana kelasnya Yuiko. Yuiko dengan bersemangat mengatakan dia akan membuat kafe yang melayani kukis Matsubara. Kaichou terlihat sedih ketika mendengar nama Matsubara disebut-sebut dengan riang oleh Yuiko. Ryoichi menyaksikan kisah cinta segitiga mereka.

Yuiko ingin Kaichou mampir mencoba kukisnya Matsubara. Sementara itu Ryoichi beralih ke tangga lagi, mendesah “Musim semi adalah musim yang menyakitkan”

“Eh ?” tanya Yuki heran, “Tidak, tidak ada apa-apa” kata Ryoichi.

   Matsubara di rak sepatu, dia melamunkan kebersamaannya bersama Yoshioka dan senyumannya, serta sikap pengecutnya mencintai Yoshioka seperti ini. Juga perkataan Kaichou tempo hari lalu, Kaichou menyukai Yuiko dan ingin bersaing mendapatkan hatinya dengan jujur dan adil. Terlebih lagi di tangga tadi, Kaichou berkata akan berusaha keras dalam persiapan Bunkasai, Kaichou ingin Yuiko menyaksikannya nanti. Jawabannya Yoshioka pun semakin menyakitkan bagi Matsubara, gadis itu menantikannya dan akan menonton Bunkasai Kaichou.

  Matsubara kesal pada dirinya sendiri, dia meremas ujung kantung kertasnya. Yuiko menuruni tangga dan melihat Matsubara.

“Matsubara-kun ?” sapa Yuiko hati-hati. Matsubara berbalik, kantung kertasnya terlihat tidak rapi karena diremas olehnya sendiri tadi. “Yoshioka-san ?”

Yuiko khawatir sekali, dia mendekati Matsubara. Apa terjadi sesuatu pada Matsubara ?. Yuiko hendak memegang kantung kertas Matsubara tetapi tangannya terhenti “Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyentuhmu. Entah bagaimana, “

“Tidak apa-apa jika itu Yoshioka-san”

“Eh ?. Matsubara-kun..”

Yuiko menyesal dengan sikapnya saat Matsubara mengunjungi kala sakit. Yuiko meminta maaf, dia saat itu sungguh merasa malu. Sejujurnya Yuiko mencari-cari waktu tepat untuk meminta maaf pada Matsubara,

“Tidak apa-apa, Yoshioka-san adalah orang yang sangat baik.” Yuiko tersenyum mendengar ucapan Matsubara.

Malam harinya…

    Kyoshiro membantu Yuiko membuat kukis Matsubara, Yuiko mendapat tugas memberikan mata dan senyum di kukis wajah Matsubara. Lalu kukis dimasukkan ke oven.

Yuiko senang melihat kukis Matsubara yang telah jadi. Tetapi dia sedih, tiba-tiba menyadari perasaan Matsubara di rak sepatu, Matsubara sepertinya saat itu kesepian.

Matsubara: Tidak hanya Yoshioka-san yang baik. Tapi semua orang di kelas juga, aku tidak bisa membiarkan terus seperti ini selamanya, aku juga harus merubah diriku.

Matsubara melepaskan kantung kertasnya dan meletakkannya di meja. “Karena lebih dari siapa pun, aku ingin selalu ada di sisimu” wajah tersenyum Yuiko terlintas di benak Matsubara.

Di hari selanjutnya, Yuiko membawakan kukis Matsubara. Teman-teman memuji kue itu keren, Yuiko ikut senang tetapi dia melihat bangku Matsubara, dia tidak ada di tempatnya.

    Yuiko ke kantin, dia melihat roti melon teh hijau yang legendaris tinggal satu saja. Yuiko dan Yuichi bersamaan mengincarnya. Dalam situasai seperti ini, Yuiko ingin suit untuk menentukan siapa yang berhak memilikinya. Yuichi si pecinta roti melon tidak bisa menerima itu, ia ingin dibagi saja. Yuichi tidak bisa kehilangan roti melon berharga ini jika kalah suit nanti.

    Mereka membagi dua. Yuiko sudah lama ingin mencoba roti ini. Yuichi berbagi karena mereka teman dan roti melon yang terbaik bukan ?, Yuiko membenarkannya. Yuiko berjalan pergi.

Yuichi penasaran, bagaimana Yuiko bisa bertanya soal kantung kertasnya Matsubara ?. Yuiko mengaku dirinya lebih dari siapapun ingin tahu apa Matsubara benar-benar tersenyum di balik kantung kertas tersebut, Yuiko merasa sepertinya Matsubara sedang bersedih, Yuiko tidak benar-benar yakin dengan pemikiran tersebut, tetapi dia hanya merasa seperti itu.

Matsubara saat SMP “Selalu seperti itu, semua hal yang menyenangkan. Tidak perduli seberapa keras aku mencoba, semuanya berakhir dengan sia-sia. Aku yakin tidak akan ada yang mengerti.”

“Macchan, kau salah. Aku yakin akan ada seseorang di dunia ini yang menyadari dan memahami perasaan Macchan ini.” Sanggah Yuichi saat itu.

Dan sekarang rupanya Matsubara bertemu dengan orang yang Yuichi yakini ada saat itu. Menyadari dan memahami Matsubara. Yuiko Yoshioka lah orangnya.

“Prediksiku benar” Kata Yuichi bangga pada dirinya sendiri. Yuiko heran dengan ucapan Yuichi barusan, dia mendekati Yuichi “Kau bilang apa ?” . Yuichi bangun dari duduknya, seperti yang Yoshioka-san katakan, sekarang ini Matsubara sedang menghadapi dinding tertinggi dirinya sendiri dan jika orangnya adalah Yoshioka.. Yuichi percaya Yoshioka bisa menyelamatkannya.

koi17

“Matsubara-kun, apa kau tersenyum hari ini ?”

Komentar :

   Baka…, wkwkwk gw typo judul Koe Koi jadi Koe Kei XD dari awal. Baru sadarnya episode 4 :v . Yagapapalah.. kurasa membuat sinopsis Koe Koi tidak butuh waktu lama. Alur ceritanya cepat seperti anime dan hanya terdiri dari 12 episode. Tidak perlu dibuat part 1 dan part 2 karena setiap episode durasinya 25 menitan. Itu pun yang bener-bener direcap adalah kurang lebih 20 menit karena kepotong flashback story episode sebelumnya, lagu opening, dan lagu penutup, preview episode selanjutnya. Karena ini ringan, jadi tidak perlu dibuatkan preview sendiri.  Tokoh favoritku adalah Kaichou Makoto Hyodo blo’on yang polos XD, sampai akhir dia akan tetap menjadi Kaichou yang blo’on dan polos jika mengenai urusan cinta-cintaan.

  Yeah.. Shoujo banget dorama ini. Bikin doki doki seperti opening songnya XD, menggemaskan…! *ciao!