sa25

Kanata menyuruh Misaki bangun, mau sampai kapan dia akan tidur?. Kanata sudah membuatkan sarapan, Misaki heran karena Kanata sudah pulih secepat ini. Kanata mengajaknya makan, Misaki berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dulu, Kanata tersenyum geli melihatnya.

sa26

Misaki memuji masakannya Kanata enak. Makanan Kanata masih panas dan dia merisaukannya, membuat Misaki tertawa melihatnya.

“Omong-omong, kenapa kau ingin pergi ke Menara Tokyo?. Kau belum pernah naik ke sana?”

“Ayah pernah mengajakku ke sana saat aku masih kecil. Dia memberiku teka-teki di sana. Apa yang berada di tengah Tokyo, tapi tidak bisa dilihat dari Menara Tokyo?. Aku lupa menanyakan jawabannya.”

Misaki mengajaknya pergi kesana setelah makan. Kanata masih meniupi sup nya dan itu lucu sekali di mata Misaki.

   Mereka pergi ke menara Tokyo. Misaki kelelahan karena menaik banyak anak tangga, Kanata hanya melihatnya saja dan terus berjalan.

sa27

Mereka lalu berhenti sejenak. Kanata mengatai Misaki lambat, mereka melihat pemandangan Tokyo dari atas. (Btw itu yang gw kasih lingkaran merah tadinya ada pesawatnya. Tapi karena pict. Nya gw kecilin jadinya setetes embun pun tak ada :DD . Hayooo.. cek mata nya masih bisa lihat gak?? #ngeles). Kanata masih penasaran jadi apa jawaban dari pertanyaan ayahnya?.

sa28

Kanata memperhatikan pemandangan di bawah lantai kaca untuk mencari-cari jawabannya. Misaki dengan jahilnya mendorong Kanata sampai tersungkur.

sa29

Kanata masih  mencoba mencari jawaban dengan mengamati dari atas Tokyo tower. Misaki datang dengan ceria.

“Hei!, kau sudah tahu jawabannya?”

“Belum”

“Mau kuberi tahu?. Apa yang berada di tengah Tokyo, tapi tidak bisa dilihat dari Menara Tokyo?. Jawabannya adalah, Menara Tokyo itu sendiri!” Misaki melemparkan gantungan kunci berbentuk Menara Tokyo, Kanata tersenyum geli mendengarnya. Dia tidak menyangka jawabannya sesederhana itu.

“Konyol, tapi memang begitulah ayah”

Misaki berjalan mendekati Kanata. Dia bertanya seperti apa ayahnya Kanata itu?. Kanata bilang ayahnya orangnya usil dan suka bergurau. Tapi dia sangat pandai memasak. Dia sangat keren saat berdiri di dapur. Dahulu Kanata selalu mengaguminya, sekarang masih mengaguminya.

“Begitu rupanya,”

“Dia memberiku banyak teka-teki, tapi hanya ini yang tidak bisa kujawab dengan benar. Kini aku merasa lega.” Ucapnya sambil memandang gantungan kunci Menara Tokyo dari Misaki.

sa30

Kanata bilang dia senang datang kemari. Kanata dan Misaki bertatapan, Misaki bilang dia juga sama senangnya datang kemari. Misaki tersipu-sipu dan berbalik, dia sekali lagi melihat sisi lainnya Kanata dan sekali lagi itu membuatnya yakin kalau Kanata memang koki yang handal. Menjadi jujur setelah terserang flu dan tidak bisa makan makanan yang masih panas. Misaki meminta Kanata memberikannya waktu lebih banyak, karena Misaki ingin lebih mengenal Kanata. Setelah itu Misaki akan memberikan jawabannya, Kanata memandang Misaki dan dia menjawab tidak keberatan.

“Syukurlah. Baiklah. Kalau begitu, ayo mulai. Aku sudah menyiapkan daftar pertanyaan.” Misaki mengeluarkan notes kecil dari tas nya.

“Pertanyaan pertama! Kau lebih suka kecap atau garam di telur gorengmu?.”

“Kau benar-benar bodoh.” Kanata tersenyum dan berjalan pergi. Misaki berusaha mendapatkan jawabannya, dia mengikuti kemana Kanata pergi

“Tunggu! Pertanyaan ini sangat penting, mengerti?”

“Garam” Kanata berhenti dan menjawabnya. Misaki senang sekali, seleranya Kanata bagus karena telur paling cocok dengan garam. Sambil berjalan mereka melanjutkan sesi tanya jawab Misaki, Misaki bertanya ” “Mingguan Shonen Jump” atau “Majalah Shonen Mingguan”?. Kanata!”

Hayuuuuk, setelah melihat romansa antara pasangan beda usia 3 tahun, Kanata dan Misaki di Menara Tokyo. Kita ketemu lagi dengan Pasangan sebaya, Chiaki dan Kaede.

sa31

Kaede membeli kembang api dan mengajak Chiaki untuk menyalakannya nanti. Kaede terlihat senang sekali, lalu dia pergi untuk mengambil menu. Chiaki melihat Kanata dan Misaki sedang melintas di jalan dekat restoran yang dikunjunginya sekarang. Misaki masih dalam sesi tanya jawab dengan Kanata, sekarang sudah masuk ke pertanyaan nomor 32. Misaki bertanya jika hanya boleh membawa satu benda ke pulau terpencil, Kanata akan bawa apa?. Kanata berbalik dan menyemprotnya dengan air, Misaki berusaha menghindar sambil tertawa. Chiaki juga melihat saat Kanata melindungi Misaki karena hampir tertabrak oleh pelari.

sa32

Kaede sudah mengambil menu, dia melihat Chiaki yang sedang mengamati Misaki dan Kanata. Kaede mengkhawatirkan sesuatu (mungkin saja dia khawatir kalau kalau sudah tumbuh perasaan suka di hati Chiaki karena bagaimana pun juga Kaede baru kembali setelah 2 tahun, terlebih lagi Misaki dan Chiaki tinggal dan bekerja di tempat yang sama. Atau mungkin Kaede merasa tidak nyaman dengan rasa tanggung jawab Chiaki karena telah mencampakkan Misaki). Chiaki merasa sangat menyesal karena telah membuat Misaki terluka dan merasa dicampakkan saat dia berlari mengejar Kaede.

Higahimura Ryo menghubungi Chiaki disaat itu juga.

sa33

Chiaki menemui Higashimura Ryo, dia membungkuk hormat tidak seperti biasanya. Higashimura Ryo menyuruh Chiaki menandatangani dokumen atas pengambil alihan Sea Sons. Chiaki memohon agar Higashimura jangan menyakitinya dan keluarganya, restoran tersebut sangatlah penting baginya dan adik-adiknya. Higashimura Ryo meremehkan Chiaki dan marah padanya sampai mencekik leher Chiaki, Higashimura melakukannya sambil berjalan ke depan dan membuat Chiaki otomatis berjalan mundur sampai di pinggir atap gedung. Untungnya Higashimura melepaskan cengkeraman tangannya, dengan sedikit dorongan saja Chiaki bisa jatuh ke bawah gedung. Chiaki berjanji akan memberikan keputusannya besok.

Pilihannya Chiaki adalah kehilangan Sea Sons atau kehilangan keluarganya.Chiaki sudah berada di dalam kamarnya (kasih scene naik mobil dulu keek… Chiaki teleport atau gimana?.*Ups wkwkwkwk), Chiaki mengeluarkan dokumen yang Higashimura Ryo berikan padanya.Kedua pilihan tersebut sangatlah sulit untuk diputuskan, Chiaki melihat foto kanak-kanaknya dengan adik-adiknya lalu menaruh kepalanya di meja karena depresi.

sa34

Chiaki dipanggil keluar untuk makan malam. Makan malam hari ini adalah soba, Misaki bertugas mengalirkan mie nya, ketiga bersaudara makan.

“Omong-omong, tadi malam kalian berdua menginap di mana?” Tanya Touma dengan penuh selidik.

“Di kamarnya.” Jawab Kanat sambil menunjuk Misaki.

“Benarkah?” Touma kaget mendengarnya. Chiaki pun saja terkejutnya.

“Hei… Jangan mengatakan sesuatu yang membuat orang salah paham. Aku hanya merawatnya karena dia sakit.”

“Kudengar kalian berdua sangat akrab.Ternyata benar.” Kata Touma.

“Sudah kukatakan,kau salah paham.Benar,bukan ?” Misaki sambil melihat Kanata.

     Touma menebak jangan-jangan mereka pergi hanya untuk alasan berkencan saja. Misaki membantahnya,dia pergi untuk mewakili Sea Sons. Kanata bilang jangan seenaknya mewakili mereka. Touma lalu tertawa. Chiaki sendiri tidak mengatakan apa-apa, dia masih merasa bersalah pada Misaki. Lagipula dia juga banyak pikiran akhir-akhir ini.

sa35

Kanata dan Misaki sedang mencuci piring bersama. Kanata mencucinya dan Misaki mengelap piring-piringnya. Kanata menyuruh Touma ikut membantu kalau sudah selesai, Touma lalu berjalan kearah dapur. Dia tersandung dan jatuh, semuanya tertawa bersama karena ini lucu. Chiaki pun juga ikut tertawa, sepertinya kebahagiaan dan kehangatan keluarganya malam ini sedikit banyak membantu keputusan Chiaki nantinya.

sa36

   Kanata sedang sarapan roti, Misaki pamit untuk ke restoran lebih dulu. Mereka saling tersenyum sebelum Misaki pergi. Telepon rumah berbunyi, Kanata beranjak dari duduknya untuk menjawab panggilan tersebut.

sa37

Seseorang menginformasikan sesuatu yang penting sampai membuat Kanata terlihat cemas dan bingung. di tempat lain, Manami juga menerima panggilan bahwa sudah tidak ada waktu lagi untuk Manami. Entah kabar yang diterima Manami dan Kanata sama atau tidak, yang jelas keduanya sekarang sangat cemas.

sa38

Kanata menemui Touma, dia merebut sepuntung rokok yang baru Touma keluarkan. Touma kesal, itu kan hanya rokok.. dan bukan masalah yang besar. Kanata bilang dia dikabari oleh sekolah tentang dikeluarkannya Touma. Touma terdiam mendengarnya, Kanata bertanya ada apa dengan Touma, dia meminta penjelasannya. Touma memandang Kanata sejenak, lalu tersenyum kelu sendiri.

“Tiba-tiba aku merasa ini menyebalkan. Karena merasa muak, aku menyerah dalam memasak. Tapi Kakak harus berjuang. Aku mendukung Kakak.” Touma menepuk pundak Kanata dan pergi. Kanata mengejarnya.

“Touma!. Kau tidak mau menepati janjimu kepada Ayah? Kau tidak akan melindungi Sea Sons bersama kami lagi?”

Touma bilang inilah bagian yang paling menyebalkannya, Touma meminta bisakah Kanata berhenti berharap padanya?. Karena Touma merasa tidak akan bisa memenuhi harapan Kanata. Touma mengaku dirinya tidak berbakat dan tidak sehebat kedua kakaknya.

“Apa maksudmu?”

“Aku sudah muak!. Untuk mengikuti jejak Ayah atau bekerja di Sea Sons, dan bekerja denganmu, terlalu menyiksa.” Teriak Touma pada Kanata 

Bagi Touma itu semua sangat menyiksa, Touma ingin Kanata membiarkannya istirahat. Touma pergi setelah meluap-luap, Kanata sekarang baru mengerti bagaimana perasaan adiknya tersebut.(Kurasa Touma awalnya sudah berusaha sebaik mungkin, namun setelah berkali-kali mencoba dan gagal dia pun masuk ke dalam titik jenuh, dimana dia muak karena telah mengupayakan semuanya tapi tetap tidak berhasil juga. Terlebih lagi beban di pundaknya sudah menggunung, harapan ayahnya untuk menjaga Sea Sons dan hamburger omelet, harapan Chiaki dan Kanata. Dia merasa terbebani dengan reputasi dan kehebatan keduanya, meski ingin memenuhinya tapi mau bagaimana lagi kalau dia tidak bisa?? *poor)

sa39

Misaki di Sea Sons sedang mengatur dan membersihkan gelas. Kanata pulang ke restoran dengan langkah gontai, Misaki bilang Kanata hari ini terlambat. Misaki bertanya ada apa pada Kanata. Kanata memberitahu Misaki kalau Touma menyerah dalam memasak, Misaki terkejut mendengarnya.

sa40

  Higashimura Ryo datang ke Sea Sons mencari Chiaki, karena Chiaki tidak ada maka dia akan menunggunya.Dia menarik kursi dengan kasar, lalu meletakkan kakinya di atas meja dengan keras. Kanata marah dengan kelakuannya Higashimura Ryo. Higashimura Ryo menyuruh Kanata jangan khawatir karena dia akan mengganti seluruh mejanya nanti.Warna dasarnya akan dia ganti berwarna merah anggur,menjadi restoran kelas atas yang jauh lebih baik dari Sea Sons.

sa41

Touma berbaring di pinggir laut. Manami datang memanggilnya,Manami memohon bantuannya Touma. Manami bahkan berlutut di depan Touma, Touma bertanya  “apa yang terjadi?” .

 Balik lagi Sea Sons,Misaki bertanya apa maksud Higashimura Ryo. Dengan ekspresi sok terkejut Higashimura Ryo bilang “Jadi, Shibasaki belum memberitahumu?” Kanata dan Misaki tidak mengerti apa maksudnya (yaaa… dalam hati menduga-duga jangan jangaaan… jeng jeeeng… tapi langsung geleng2 ah! gak mungkin!)

Higashimura beranjak dari duduknya, dia menyuruh mereka tanya sendiri ke Chiaki. Disaat yang sama Touma terpekur sendirian di pinggir laut. Sepertinya ceritanya Manami tadi cukup membuatnya syok.

sa42

Kanata marah, dia menyuruh Higashimura keluar dari sini. Higasimura mendekati Kanata dan memegang pundaknya, dia berkata Kanata memang berani, Kanata dan saudara-saudaranya. Lalu Higashimura tertawa, Higashimura menyuruh Kanata membicarakannya terlebih dahulu dengan saudara-saudaranya. Kemudian dia keluar dari Sea Sons.

Saat memutuskan mana yang akan Chiaki pilih. Dia ada di rumah, dia berhadapan dengan dua dokumen yang membuatnya berpikir keras harus bagaimana memilihnya.

Misaki bilang Chiaki tidak mungkin menjual tempat ini, pasti ada kesalahan. Kanata berlari keluar dari Sea Sons, Kanata dan Misaki berlari menuju ke rumah. Chiaki telah memilih, meski dengan berat hati menandatanganinya, inilah pilihan terbaik yang dipikirkannya sejauh ini.

sa43

Kanata dan Misaki sampai di rumah, Chiaki sudah memasukkan dokumennya di dalam tas. Kanata bertanya apa yang sebenarnya terjadi, dia lalu mengambil dokumen Perjanjian Pengalihan Bisnis dari tas Chiaki. Chiaki berusaha mencegahnya namun Kanata berhasil mengambilnya. Chiaki akan menjual Sea Sons,

“Mereka bilang Kakak akan menjual restoran kita. Ada apa? Kenapa Kakak diam saja?”

Kanata membanting dokumen perjanjian pengalihan bisnis, dia lalu memegangi pundak Chiaki dengan marah, kenapa ini bisa terjadi!?. Katakan sesuatu!

“Tidak ada cara lain.”

“Apa maksud Kakak?. Jelaskan semuanya agar aku bisa mengerti! Bukankah restoran itu adalah tempat yang paling penting bagi kita?”

“Maafkan aku,”

Touma muncul, dia bilang Chiaki melakukan ini untuk merahasiakan sesuatu, bukan? Chiaki dan Kanata menoleh pada Touma, Touma berjalan dan langsung duduk dihadapan kedua kakaknya.

“Nee-chan ingin melindungi hal yang lebih penting dari restoran.”

“Touma.” Kata Chiaki,

“Apa maksudmu?” Kanata tidak mengerti,

“Manami-chan menceritakan semuanya.” Chiaki nampak terkejut karena Touma tahu fakta lainnya yang coba Chiaki sembunyikan.

“Aku terkejut.”

Chiaki : “Hentikan Touma,”

Touma : “Aku tidak bisa tinggal diam soal itu.”

Kanata : “Apa yang kalian bicarakan?”

Chiaki :” Jangan katakan, Touma!”

Chiaki :”Touma!” Chiaki membentak adiknya itu. Tapi Touma masih meneruskan perkataannya meski dilarang oleh Chiaki.

Touma : “Kita bukan benar-benar bersaudara. Kita tidak memiliki hubungan darah.” Misaki dan Kanata terkejut dengan pernyataan Touma.

Touma : “Kau bukan saudara kandungku dan Nee-chan,Kanata” Katanya sambil memandang Kanata.

sa44

Chiaki langsung menjatuhkan dirinya di kursi, kepalanya pening seketika. Sesuatu yang dipilihnya untuk dilindungi ketimbang Sea Sons adalah fakta hubungan darahnya dengan Kanata. Chiaki tidak ingin menyakitinya dengan fakta tersebut. Kanata bingung dan sedih dalam sekejap mata, Misaki berkaca-kaca mengetahui fakta tersebut, ia merasa iba pada Kanata. Touma sendiri sedang menunduk, mereka semuanya diam saja dan ruangan menjadi hening karena duka yang sama.

sa45

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s