Sinopsis Sukina Hito Ga Iru Koto Episode 6 – 2

sa25

Kanata menyuruh Misaki bangun, mau sampai kapan dia akan tidur?. Kanata sudah membuatkan sarapan, Misaki heran karena Kanata sudah pulih secepat ini. Kanata mengajaknya makan, Misaki berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dulu, Kanata tersenyum geli melihatnya.

sa26

Misaki memuji masakannya Kanata enak. Makanan Kanata masih panas dan dia merisaukannya, membuat Misaki tertawa melihatnya.

“Omong-omong, kenapa kau ingin pergi ke Menara Tokyo?. Kau belum pernah naik ke sana?”

“Ayah pernah mengajakku ke sana saat aku masih kecil. Dia memberiku teka-teki di sana. Apa yang berada di tengah Tokyo, tapi tidak bisa dilihat dari Menara Tokyo?. Aku lupa menanyakan jawabannya.”

Misaki mengajaknya pergi kesana setelah makan. Kanata masih meniupi sup nya dan itu lucu sekali di mata Misaki.

   Mereka pergi ke menara Tokyo. Misaki kelelahan karena menaik banyak anak tangga, Kanata hanya melihatnya saja dan terus berjalan.

sa27

Mereka lalu berhenti sejenak. Kanata mengatai Misaki lambat, mereka melihat pemandangan Tokyo dari atas. (Btw itu yang gw kasih lingkaran merah tadinya ada pesawatnya. Tapi karena pict. Nya gw kecilin jadinya setetes embun pun tak ada :DD . Hayooo.. cek mata nya masih bisa lihat gak?? #ngeles). Kanata masih penasaran jadi apa jawaban dari pertanyaan ayahnya?.

sa28

Kanata memperhatikan pemandangan di bawah lantai kaca untuk mencari-cari jawabannya. Misaki dengan jahilnya mendorong Kanata sampai tersungkur.

sa29

Kanata masih  mencoba mencari jawaban dengan mengamati dari atas Tokyo tower. Misaki datang dengan ceria.

“Hei!, kau sudah tahu jawabannya?”

“Belum”

“Mau kuberi tahu?. Apa yang berada di tengah Tokyo, tapi tidak bisa dilihat dari Menara Tokyo?. Jawabannya adalah, Menara Tokyo itu sendiri!” Misaki melemparkan gantungan kunci berbentuk Menara Tokyo, Kanata tersenyum geli mendengarnya. Dia tidak menyangka jawabannya sesederhana itu.

“Konyol, tapi memang begitulah ayah”

Misaki berjalan mendekati Kanata. Dia bertanya seperti apa ayahnya Kanata itu?. Kanata bilang ayahnya orangnya usil dan suka bergurau. Tapi dia sangat pandai memasak. Dia sangat keren saat berdiri di dapur. Dahulu Kanata selalu mengaguminya, sekarang masih mengaguminya.

“Begitu rupanya,”

“Dia memberiku banyak teka-teki, tapi hanya ini yang tidak bisa kujawab dengan benar. Kini aku merasa lega.” Ucapnya sambil memandang gantungan kunci Menara Tokyo dari Misaki.

sa30

Kanata bilang dia senang datang kemari. Kanata dan Misaki bertatapan, Misaki bilang dia juga sama senangnya datang kemari. Misaki tersipu-sipu dan berbalik, dia sekali lagi melihat sisi lainnya Kanata dan sekali lagi itu membuatnya yakin kalau Kanata memang koki yang handal. Menjadi jujur setelah terserang flu dan tidak bisa makan makanan yang masih panas. Misaki meminta Kanata memberikannya waktu lebih banyak, karena Misaki ingin lebih mengenal Kanata. Setelah itu Misaki akan memberikan jawabannya, Kanata memandang Misaki dan dia menjawab tidak keberatan.

“Syukurlah. Baiklah. Kalau begitu, ayo mulai. Aku sudah menyiapkan daftar pertanyaan.” Misaki mengeluarkan notes kecil dari tas nya.

“Pertanyaan pertama! Kau lebih suka kecap atau garam di telur gorengmu?.”

“Kau benar-benar bodoh.” Kanata tersenyum dan berjalan pergi. Misaki berusaha mendapatkan jawabannya, dia mengikuti kemana Kanata pergi

“Tunggu! Pertanyaan ini sangat penting, mengerti?”

“Garam” Kanata berhenti dan menjawabnya. Misaki senang sekali, seleranya Kanata bagus karena telur paling cocok dengan garam. Sambil berjalan mereka melanjutkan sesi tanya jawab Misaki, Misaki bertanya ” “Mingguan Shonen Jump” atau “Majalah Shonen Mingguan”?. Kanata!”

Hayuuuuk, setelah melihat romansa antara pasangan beda usia 3 tahun, Kanata dan Misaki di Menara Tokyo. Kita ketemu lagi dengan Pasangan sebaya, Chiaki dan Kaede.

sa31

Kaede membeli kembang api dan mengajak Chiaki untuk menyalakannya nanti. Kaede terlihat senang sekali, lalu dia pergi untuk mengambil menu. Chiaki melihat Kanata dan Misaki sedang melintas di jalan dekat restoran yang dikunjunginya sekarang. Misaki masih dalam sesi tanya jawab dengan Kanata, sekarang sudah masuk ke pertanyaan nomor 32. Misaki bertanya jika hanya boleh membawa satu benda ke pulau terpencil, Kanata akan bawa apa?. Kanata berbalik dan menyemprotnya dengan air, Misaki berusaha menghindar sambil tertawa. Chiaki juga melihat saat Kanata melindungi Misaki karena hampir tertabrak oleh pelari.

sa32

Kaede sudah mengambil menu, dia melihat Chiaki yang sedang mengamati Misaki dan Kanata. Kaede mengkhawatirkan sesuatu (mungkin saja dia khawatir kalau kalau sudah tumbuh perasaan suka di hati Chiaki karena bagaimana pun juga Kaede baru kembali setelah 2 tahun, terlebih lagi Misaki dan Chiaki tinggal dan bekerja di tempat yang sama. Atau mungkin Kaede merasa tidak nyaman dengan rasa tanggung jawab Chiaki karena telah mencampakkan Misaki). Chiaki merasa sangat menyesal karena telah membuat Misaki terluka dan merasa dicampakkan saat dia berlari mengejar Kaede.

Higahimura Ryo menghubungi Chiaki disaat itu juga.

sa33

Chiaki menemui Higashimura Ryo, dia membungkuk hormat tidak seperti biasanya. Higashimura Ryo menyuruh Chiaki menandatangani dokumen atas pengambil alihan Sea Sons. Chiaki memohon agar Higashimura jangan menyakitinya dan keluarganya, restoran tersebut sangatlah penting baginya dan adik-adiknya. Higashimura Ryo meremehkan Chiaki dan marah padanya sampai mencekik leher Chiaki, Higashimura melakukannya sambil berjalan ke depan dan membuat Chiaki otomatis berjalan mundur sampai di pinggir atap gedung. Untungnya Higashimura melepaskan cengkeraman tangannya, dengan sedikit dorongan saja Chiaki bisa jatuh ke bawah gedung. Chiaki berjanji akan memberikan keputusannya besok.

Pilihannya Chiaki adalah kehilangan Sea Sons atau kehilangan keluarganya.Chiaki sudah berada di dalam kamarnya (kasih scene naik mobil dulu keek… Chiaki teleport atau gimana?.*Ups wkwkwkwk), Chiaki mengeluarkan dokumen yang Higashimura Ryo berikan padanya.Kedua pilihan tersebut sangatlah sulit untuk diputuskan, Chiaki melihat foto kanak-kanaknya dengan adik-adiknya lalu menaruh kepalanya di meja karena depresi.

sa34

Chiaki dipanggil keluar untuk makan malam. Makan malam hari ini adalah soba, Misaki bertugas mengalirkan mie nya, ketiga bersaudara makan.

“Omong-omong, tadi malam kalian berdua menginap di mana?” Tanya Touma dengan penuh selidik.

“Di kamarnya.” Jawab Kanat sambil menunjuk Misaki.

“Benarkah?” Touma kaget mendengarnya. Chiaki pun saja terkejutnya.

“Hei… Jangan mengatakan sesuatu yang membuat orang salah paham. Aku hanya merawatnya karena dia sakit.”

“Kudengar kalian berdua sangat akrab.Ternyata benar.” Kata Touma.

“Sudah kukatakan,kau salah paham.Benar,bukan ?” Misaki sambil melihat Kanata.

     Touma menebak jangan-jangan mereka pergi hanya untuk alasan berkencan saja. Misaki membantahnya,dia pergi untuk mewakili Sea Sons. Kanata bilang jangan seenaknya mewakili mereka. Touma lalu tertawa. Chiaki sendiri tidak mengatakan apa-apa, dia masih merasa bersalah pada Misaki. Lagipula dia juga banyak pikiran akhir-akhir ini.

sa35

Kanata dan Misaki sedang mencuci piring bersama. Kanata mencucinya dan Misaki mengelap piring-piringnya. Kanata menyuruh Touma ikut membantu kalau sudah selesai, Touma lalu berjalan kearah dapur. Dia tersandung dan jatuh, semuanya tertawa bersama karena ini lucu. Chiaki pun juga ikut tertawa, sepertinya kebahagiaan dan kehangatan keluarganya malam ini sedikit banyak membantu keputusan Chiaki nantinya.

sa36

   Kanata sedang sarapan roti, Misaki pamit untuk ke restoran lebih dulu. Mereka saling tersenyum sebelum Misaki pergi. Telepon rumah berbunyi, Kanata beranjak dari duduknya untuk menjawab panggilan tersebut.

sa37

Seseorang menginformasikan sesuatu yang penting sampai membuat Kanata terlihat cemas dan bingung. di tempat lain, Manami juga menerima panggilan bahwa sudah tidak ada waktu lagi untuk Manami. Entah kabar yang diterima Manami dan Kanata sama atau tidak, yang jelas keduanya sekarang sangat cemas.

sa38

Kanata menemui Touma, dia merebut sepuntung rokok yang baru Touma keluarkan. Touma kesal, itu kan hanya rokok.. dan bukan masalah yang besar. Kanata bilang dia dikabari oleh sekolah tentang dikeluarkannya Touma. Touma terdiam mendengarnya, Kanata bertanya ada apa dengan Touma, dia meminta penjelasannya. Touma memandang Kanata sejenak, lalu tersenyum kelu sendiri.

“Tiba-tiba aku merasa ini menyebalkan. Karena merasa muak, aku menyerah dalam memasak. Tapi Kakak harus berjuang. Aku mendukung Kakak.” Touma menepuk pundak Kanata dan pergi. Kanata mengejarnya.

“Touma!. Kau tidak mau menepati janjimu kepada Ayah? Kau tidak akan melindungi Sea Sons bersama kami lagi?”

Touma bilang inilah bagian yang paling menyebalkannya, Touma meminta bisakah Kanata berhenti berharap padanya?. Karena Touma merasa tidak akan bisa memenuhi harapan Kanata. Touma mengaku dirinya tidak berbakat dan tidak sehebat kedua kakaknya.

“Apa maksudmu?”

“Aku sudah muak!. Untuk mengikuti jejak Ayah atau bekerja di Sea Sons, dan bekerja denganmu, terlalu menyiksa.” Teriak Touma pada Kanata 

Bagi Touma itu semua sangat menyiksa, Touma ingin Kanata membiarkannya istirahat. Touma pergi setelah meluap-luap, Kanata sekarang baru mengerti bagaimana perasaan adiknya tersebut.(Kurasa Touma awalnya sudah berusaha sebaik mungkin, namun setelah berkali-kali mencoba dan gagal dia pun masuk ke dalam titik jenuh, dimana dia muak karena telah mengupayakan semuanya tapi tetap tidak berhasil juga. Terlebih lagi beban di pundaknya sudah menggunung, harapan ayahnya untuk menjaga Sea Sons dan hamburger omelet, harapan Chiaki dan Kanata. Dia merasa terbebani dengan reputasi dan kehebatan keduanya, meski ingin memenuhinya tapi mau bagaimana lagi kalau dia tidak bisa?? *poor)

sa39

Misaki di Sea Sons sedang mengatur dan membersihkan gelas. Kanata pulang ke restoran dengan langkah gontai, Misaki bilang Kanata hari ini terlambat. Misaki bertanya ada apa pada Kanata. Kanata memberitahu Misaki kalau Touma menyerah dalam memasak, Misaki terkejut mendengarnya.

sa40

  Higashimura Ryo datang ke Sea Sons mencari Chiaki, karena Chiaki tidak ada maka dia akan menunggunya.Dia menarik kursi dengan kasar, lalu meletakkan kakinya di atas meja dengan keras. Kanata marah dengan kelakuannya Higashimura Ryo. Higashimura Ryo menyuruh Kanata jangan khawatir karena dia akan mengganti seluruh mejanya nanti.Warna dasarnya akan dia ganti berwarna merah anggur,menjadi restoran kelas atas yang jauh lebih baik dari Sea Sons.

sa41

Touma berbaring di pinggir laut. Manami datang memanggilnya,Manami memohon bantuannya Touma. Manami bahkan berlutut di depan Touma, Touma bertanya  “apa yang terjadi?” .

 Balik lagi Sea Sons,Misaki bertanya apa maksud Higashimura Ryo. Dengan ekspresi sok terkejut Higashimura Ryo bilang “Jadi, Shibasaki belum memberitahumu?” Kanata dan Misaki tidak mengerti apa maksudnya (yaaa… dalam hati menduga-duga jangan jangaaan… jeng jeeeng… tapi langsung geleng2 ah! gak mungkin!)

Higashimura beranjak dari duduknya, dia menyuruh mereka tanya sendiri ke Chiaki. Disaat yang sama Touma terpekur sendirian di pinggir laut. Sepertinya ceritanya Manami tadi cukup membuatnya syok.

sa42

Kanata marah, dia menyuruh Higashimura keluar dari sini. Higasimura mendekati Kanata dan memegang pundaknya, dia berkata Kanata memang berani, Kanata dan saudara-saudaranya. Lalu Higashimura tertawa, Higashimura menyuruh Kanata membicarakannya terlebih dahulu dengan saudara-saudaranya. Kemudian dia keluar dari Sea Sons.

Saat memutuskan mana yang akan Chiaki pilih. Dia ada di rumah, dia berhadapan dengan dua dokumen yang membuatnya berpikir keras harus bagaimana memilihnya.

Misaki bilang Chiaki tidak mungkin menjual tempat ini, pasti ada kesalahan. Kanata berlari keluar dari Sea Sons, Kanata dan Misaki berlari menuju ke rumah. Chiaki telah memilih, meski dengan berat hati menandatanganinya, inilah pilihan terbaik yang dipikirkannya sejauh ini.

sa43

Kanata dan Misaki sampai di rumah, Chiaki sudah memasukkan dokumennya di dalam tas. Kanata bertanya apa yang sebenarnya terjadi, dia lalu mengambil dokumen Perjanjian Pengalihan Bisnis dari tas Chiaki. Chiaki berusaha mencegahnya namun Kanata berhasil mengambilnya. Chiaki akan menjual Sea Sons,

“Mereka bilang Kakak akan menjual restoran kita. Ada apa? Kenapa Kakak diam saja?”

Kanata membanting dokumen perjanjian pengalihan bisnis, dia lalu memegangi pundak Chiaki dengan marah, kenapa ini bisa terjadi!?. Katakan sesuatu!

“Tidak ada cara lain.”

“Apa maksud Kakak?. Jelaskan semuanya agar aku bisa mengerti! Bukankah restoran itu adalah tempat yang paling penting bagi kita?”

“Maafkan aku,”

Touma muncul, dia bilang Chiaki melakukan ini untuk merahasiakan sesuatu, bukan? Chiaki dan Kanata menoleh pada Touma, Touma berjalan dan langsung duduk dihadapan kedua kakaknya.

“Nee-chan ingin melindungi hal yang lebih penting dari restoran.”

“Touma.” Kata Chiaki,

“Apa maksudmu?” Kanata tidak mengerti,

“Manami-chan menceritakan semuanya.” Chiaki nampak terkejut karena Touma tahu fakta lainnya yang coba Chiaki sembunyikan.

“Aku terkejut.”

Chiaki : “Hentikan Touma,”

Touma : “Aku tidak bisa tinggal diam soal itu.”

Kanata : “Apa yang kalian bicarakan?”

Chiaki :” Jangan katakan, Touma!”

Chiaki :”Touma!” Chiaki membentak adiknya itu. Tapi Touma masih meneruskan perkataannya meski dilarang oleh Chiaki.

Touma : “Kita bukan benar-benar bersaudara. Kita tidak memiliki hubungan darah.” Misaki dan Kanata terkejut dengan pernyataan Touma.

Touma : “Kau bukan saudara kandungku dan Nee-chan,Kanata” Katanya sambil memandang Kanata.

sa44

Chiaki langsung menjatuhkan dirinya di kursi, kepalanya pening seketika. Sesuatu yang dipilihnya untuk dilindungi ketimbang Sea Sons adalah fakta hubungan darahnya dengan Kanata. Chiaki tidak ingin menyakitinya dengan fakta tersebut. Kanata bingung dan sedih dalam sekejap mata, Misaki berkaca-kaca mengetahui fakta tersebut, ia merasa iba pada Kanata. Touma sendiri sedang menunduk, mereka semuanya diam saja dan ruangan menjadi hening karena duka yang sama.

sa45

Advertisements

Sinopsis Sukina Hito Ga Iru Koto Episode 6 – 1

sa1

    Misaki di dalam kamarnya, yukata yang dia kenakan semalam dia gantung begitu saja. Dia memainkan bola hijau yang memantul apabila dilempar sambil duduk di kasur, alarmnya berbunyi sebagai pertanda waktunya bersiap-siap pergi bekerja. Misaki mematikan wekernya, berbaring lagi sebelum keluar dari kamarnya.

Ketika keluar kamar dia mendapati Kanata sedang memasak di dapur. Misaki menarik nafas-hembuskan dan menepuk-nepuk kedua pipinya sebelum berhadapan dengan Kanata. Misaki berusaha bersikap biasa saja seperti sebelumnya, dia menyapa Kanata.

“Ohayo…”

sa2

Namun Kanata mengabaikannya. Misaki berterima kasih kepada Kanata atas apa yang terjadi semalam. Kanata dengan cueknya bertanya memangnya kenapa semalam?. Maksud Misaki adalah, dia berterima kasih karena Kanata menghiburnya. Misaki bilang ini seperti lirik “Dreams Come True”. “Terima kasih sudah menemaniku tanpa minta imbalan.” Benar, bukan?. Kanata menatapnya dan mengatai Misaki bodoh.

sa3

Chiaki keluar dari kamarnya, Misaki langsung berlari ke kamar mandi, dia bilang mau mencuci mukanya. Chiaki memanggilnya dan membuat Misaki berhenti, Chiaki menanyakan apakah semuanya berjalan lancar setelah Chiaki pergi meninggalkannya?, sebelum berbalik Misaki menata hatinya selama sepersekian detik, lalu berbalik dan memasang wajah ceria di depan Chiaki. Misaki berbohong kalau kemarin temannya yang dari Tokyo melihat kembang api dengannya setelah Chiaki pergi. Kanata melihat kebohongan Misaki, Misaki dan Kanata bertatapan sesaat. Chiaki merasa lega karena Misaki baik-baik saja.

Misaki penasaran apakah Chiaki berhasil mengejar Kaede. Chiaki menggangguk

“Kami sudah membahasnya. Karena selama dua tahun lalu, aku tidak berbuat apa pun untuknya, mulai sekarang aku ingin membalas dan mendukungnya.”

“Syukurlah,Aku yakin Kaede akan merasa jauh lebih baik dengan dukunganmu. Wajahku! Aku harus mencuci wajahku.”  Misaki langsung masuk ke kamar mandi. Chiaki pergi, Kanata melihatnya saja.

sa4

Misaki mencuci wajahnya, ditatapnya wajahnya di cermin. Dia tidak tahan dengan perasaaan ini, lalu dia membenamkan wajahnya ke air untuk meluapkan emosi kekecewaannya.

    Di Sea Sons, Misaki masih terbawa perasaannya, dia melamun disaat bekerja. Kanata menyuruhnya jangan melamun dan kerjalah yang benar. Misaki bilang dia akan mengusahakannya, Kanata mengingatkan Misaki sendirilah yang menyuruh Chiaki pergi, lalu kenapa  Misaki kecewa?, apa Misaki bodoh?. Misaki bilang dia juga tahu itu. Lalu Kanata mengatakan kalau Misaki tahu itu kenapa masih cemberut?, ekspresinya Misaki itu menyebalkan.

sa5

“Seharusnya kau bilang saja sejak awal. Kau tidak perlu bersimpati kepadaku.” Misaki lalu berjalan meninggalkan dapur.

“Sudah kukatakan, itu bukan simpati.”

Kanata melakukannya karena Kanata menyukai Misaki. Misaki lumayan syok mendengarnya, apa Kanata sekarang sedang bercanda?. Kanata tidak sedang bercanda dengan ekspresi kesungguhannya sekarang ini,Misaki lalu berlari menaiki tangga, Kanata menyuruhnya jangan lari. Misaki turun dari tangga dan berlari lagi menuju pintu keluar Sea Sons. Kanata menyuruhnya untuk jangan lari lagi,bukankah tadi sudah dia bilang?. Misaki tanpa memandang Kanata mengatakan bukankah  Kanata juga tahu kalau dia baru saja dicampakkan oleh Chiaki?. Kanata tidak perduli dengan itu karena tidak ada hubungannya dengan Kanata.

“Jadi perasaanku tidak penting. Apa pun itu, kau tiba-tiba menyatakan suka kepadaku. Aku bingung.” Misaki lalu meninggalkan Kanata. Kanata sepertinya lupa dengan poin itu, dia menyatakan cinta disaat yang tidak pas. dan poin pentingnya adalah perasaannya Misaki.

sa6

Ini semua membuat Misaki bingung,dia berada di restoran bagian atas dan memikirkannya.

——-A Girl And Three Sweethearts—–

sa7

   Touma dan Chiaki bermain game tinju, mereka membicarakan tentang Misaki dan Kanata. Keduanya pergi ke Tokyo untuk menghadiri pertemuan mengenai Dining Out. Kolaborasi dengan sebuah restoran untuk publikasi restoran mereka dalam waktu dekat. Mereka akan kolaborasi dengan restoran RIOPSE yang sangat terkenal. RIOPSE yang mengajukan pertemuan ini karena RIOPSE ingin bekerjasama dengan Kanata. Saat Chiaki menceritakan bagian Kanata.. Touma menjadi sensitif, dia nampaknya iri sekaligus terbebani memiliki seorang Kakak koki handal. Namun Touma segera memuji Kanata itu sangat hebat dan merupakan salah satu koki terbaik.

sa8

Misaki tidak menyangka akan bekerjasama dengan RIOPSE, dia langsung heboh sendiri karena Oohashi Naomi yang membuat restoran itu meraih dua bintang Michelin dalam dua bulan setelah dibuka, sedang berjalan kearah mereka. Misaki memukul-mukul pundak Kanata tanpa dia sadari karena terlalu senangnya, Kanata melihat tangan Misaki dan Misaki tiba-tiba juga sadar dengan apa yang telah dilakukannya. Misaki langsung ingat saat Kanata menyandarkan kepala Misaki ke pundaknya. Misaki segera mengenyahkan tangannya karena merasa canggung.

sa9

Oohashi Naomi menyapa Kanata, senang bertemu dengan Kanata, dia meminta maaf karena harus membuat Kanata datang jauh-jauh ke Tokyo,perjalanannya cukup panjang bukan?. Kanata lalu memperkenalkan Misaki sebagai koki kue restorannya, Misaki dan Oohashi Naomi bersalaman dan saling memperkenalkan diri. Dia enggan melepas tangan Oohashi Naomi,jadi mereka sempat tarik-tarikan tangan (wkwwkkwk)

sa10

    Di dalam, Oohashi Naomi memberikan penjelasan. Dining Out sebelumnya diadakan di Yokkaichi berdasarkan tema “Hubungan”. Kali ini mereka akan undang koki terkenal dan kritikus makanan dari luar negeri. Mereka berkomitmen akan membuat acara nanti sukses, Oohashi Naomi mengandalkan Kanata. Atas permintaan staf restoran yang lainnya meminta Kanata untuk mengecek bahan-bahannya. Untuk hidangan pembuka, mereka juga menyiapkan daging asap italia, Kanata ingin mencoba membuatnya sekarang.Kanata lalu pergi untuk mengeceknya.Misaki terpesona pada Kanata, tidak disangka-sangka Kanata lebih hebat dari yang Misaki pikirkan.

Oohashi Naomi bertanya bagaimana cara Misaki bisa akrab dengan Kanata. Misaki bilang agak sulit menceritakannya.Misaki penasaran,dia bertanya pada Oohashi Naomi apa yang membuatnya secara khusus bekerjasama dengan Kanata. Oohashi Naomi mengatakan kalau dia merupakan penggemar masakan Kanata, dia juga pernah meminta Kanata untuk bekerja dengannya akan tetap Kanata menolakknya. Misaki terkejut mendengarnya. Kanata menolak karena dia hanya memedulikan Sea Sons.

sa11

Diam-diam Misaki merasa bangga dengan Kanata, dia berkesempatan bekerja dengan Oohashi Naomi tapi lebih memilih mempertahankan restoran ayahnya. Chiaki dan Kaede berboncengan naik motor menuju laut. Kaede bilang dia menyesal karena tidak memberitahu tentang Kakaknya dulu. Namun Kaede merasa senang juga karena 2 tahun yang lalu jika dia mengatakan kejujurannya belum tentu dia dan Chiaki bisa melihat kembang api bersama. Mereka berjalan di pinggir pantai, Chiaki bilang tentu saja mereka juga akan melihat kembang api bersama jika Kaede mengatakan kebenarannya 2 tahun lalu.

sa12

Chiaki berbalik dan mengajak Kaede menyalakan kembang api bersama, tapi bukan kembang api yang menjulang di langit. Kaede tersenyum mendengarnya. Kaede berterima kasih dan dia merangkul lengan Chiaki.

sa13

Touma dan Mikako sedang bermain game. Touma jengkel karena dia tidak tahu sejak kapan Chiaki dan Kaede kambali lagi, Mikako bilang mereka balikan saat festival kembang api.

Touma : “Benarkah?”

Mikako : “Benar,”

Himura : “Benar!” Himura berbesar kepala karena bisa dikatakan dialah yang membuat mereka kembali lagi. Mikako mendekati Himura dan memujinya seperti cupid, Himura tidak terima dan malah menyebut Mikako adalah malaikatnya. Mereka langsung bermesraan, Touma berbicara pada dirinya sendiri. Jadi Misaki-chan sudah dicampakkan oleh Chiaki. Touma menerima pesan, pesan tersebut merupakan surat pemberhentian sekolahnya. Touma tampak terkejut, khawatir.

sa14

Wakaba menelfon Misaki agar segera datang karena pertandingannya akan segera dimulai. Kanata melihatnya, Misaki bilang karena diskusi tentang hidangan penutup sudah selesai jadi dia akan pergi sekarang. Misaki berjalan dengan cepat melewati Kanata tapi Kanata menarik tas Misaki dan menyuruhnya menemui Kanata pada pukul 9 malam di Plaza Oval Toranomon Hills. Menara. Misaki tidak bisa karena harus menemui temannya, Kanata menempelkan kertas kecil ke pipi Misaki dan bertuliskan waktu dan tempat janjian. Kanata melepaskan tas Misaki, dia bilang dia akan menunggunya di sana.

“Aku tidak bisa pergi!. Aku tidak akan datang!” Teriak Misaki pada Kanata yang terus berjalan menjauhinya.

sa15

Misaki menceritakan permasalahannya pada Wakaba. Wakaba kaget mendengarnya, terjadi keajaiban karena Misaki dicampakkan cinta pertamanya dan cinta yang baru telah datang.

”Benarkah?. Peristiwa yang dramatis!. Cinta baru menghampirimu saat kau dicampakkan oleh cinta pertamamu. Berada di tepi pantai saat musim panas memang menakutkan!, kukira itu terjadi kepadaku. Lalu?”

“Aku masih menyukai Chiaki hingga beberapa hari lalu. Mana mungkin aku berubah perasaan begitu mudah dan cepat?”

“Kenapa kau tidak mencobanya dan berpacaran dengannya?.”

“Tidak mungkin! Dia pria arogan, seperti Kolonel Muska. Jika aku menjadi kekasihnya, dia akan merendahkanku dan membuangku dari Laputa,  istana di langit.”

“Tapi menurutku dia keren. Jarang ada pria yang langsung menyatakan perasaannya kepadamu seperti yang dia lakukan. Zaman sekarang, kebanyakan pria tidak berani menyatakan perasaannya. Mereka bahkan tidak bisa mengatakan ❤ Aku suka kepadamu <3. Begitu juga kau, Sempai. Kau bilang dicampakkan dan semua tidak berjalan lancar, tapi itu hanya alasanmu karena tidak mau menghadapi Kanata!. Jangan begitu!, dia bahkan berkata suka kepadamu. Dengar baik-baik. Saat seseorang melempar bola sekuat tenaga, balas lemparannya!. Itulah etika dasar manusia.”

“Tapi siapa yang tahu jika dia melemparnya sekuat tenaga?”

“Menurutku dia serius.”

sa16

Misaki berjalan sambil melamunkan Kanata, tiba-tiba hujan turun. Misaki mengeluarkan payung dari tas nya, saat tiba memasuki sebuah bus Misaki teringat kalau Kanata mengajaknya bertemu. Dia mengeluarkan kertas kecil yang diberikan oleh Kanata tadi, supir bus memanggil-manggil Misaki, Misaki mau naik busnya atau tidak?. Misaki masih berpikir,lalu dia segera berlari menuju tempat pertemuannya dengan Kanata.

sa17

Misaki datang ke tempat pertemuan namun tidak melihat di mana Kanata, Misaki mendengar suara Kanata yang sedang bersin-bersin. Rupanya Kanata duduk kehujanan di bawah monument patung berbentuk manusia yang duduk memeluk lututnya. Misaki memayungi Kanata tapi dia menolaknya dengan mendorong payung tersebut kembali agar Misaki tidak kehujanan. Misaki heran kenapa Kanata masih ada di sini. Kanata bilang karena dia sudah mengatakan kalau dia akan menunggu Misaki datang, kembali mendorong payungnya agar Kanata tidak terkena hujan. Misaki menyebut Kanata bodoh karena menunggu ditengah hujan begini.Kanata lalu berdiri,dia tanya lalu kenapa Misaki ada di sini?. Misaki tidak bisa menjawab apa-apa, Kanata lalu menariknya pergi ke suatu tempat.

sa18

Kanata ingin ke menara Tokyo bersama Misaki,sayangnya menara Tokyo sudah tidak bisa dikunjungi karena ini sudah larut malam. Kanata menatap Misaki, Misaki kira dia marah padanya karena terlambat. Misaki meminta maaf dan bersedia akan melakukan apapun yang Kanata inginkan. Kanata memegang pundak Misaki,dikiranya Kanata menginginkan hal yang macam-macam tapi Kanata langsung jatuh pingsan. Misaki berusaha membangunkannya namun tidak berhasil.

sa19

Touma datang ke restoran. Dia hendak masuk ke dapur tapi segera mengurungkan niatnya. Chiaki melihat kedatangan Touma, tak biasanya Touma datang ke Sea Sons. Touma beralasan datang kemari karena dia kehabisan uang untuk membeli minuman, jadi dia akan ambil minuman di restoran.Dia mengambil satu untuknya dan satu lagi untuk Chiaki. Menurut Touma restoran mereka ini stabil, Chiaki hebat dan Kanata sangat terpandang. Sama sekali tidak ada masalah, sepertinya ayah mereka akan bangga. Chiaki menanggapinya dengan bilang “Sepertinya begitu”.

Lalu Touma menyinggung soal Misaki dan Kaede. Chiaki kembali dengan Kaede padahal datang ke festival kembang api dengan Misaki. Chiaki tampak menyesalinya, Touma bilang Misaki berencana menyatakan cintanya pada Chiaki di festival kembang api. Chiaki terkejut mendengarnya, dia tidak menyangka sebelumnya.

“Gadis yang malang. Dia berniat menyatakan cinta kepada Nee-chan di festival kembang api. Dia berusaha keras, bahkan mengenakan yukata. Entah bagaimana, aku yakin Nee-chan tidak tahu, bukan?”

sa20

Kanata berbaring di atas kasur Misaki, dia terbangun dan mengambil kompres dari dahinya. Misaki menanyakan keadaan Kanata, dia meminta maaf karena kamarnya sedikit berantakan. Misaki medekati Kanata dengan membawa bubur telur dan jahe yang khusus dia buat untuk Kanata, Kanata harus memakan ini untuk memulihkan tenaganya. Misaki menyendokkan buburnya dan meminta Kanata memakannya, Kanata bilang dia tidak bisa memakan bubur itu.

“Kenapa kau harus berkata begitu?”

“Terlalu panas.Mana bisa aku memakannya?”

“Kau tidak bisa makan makanan yang masih panas?. Kau tidak bisa makan makanan panas meskipun seorang kok ?. Sungguh kau tidak bisa makan makanan panas?. Tapi kau koki!” Misaki tertawa karena mengetahuinya. Misaki jadi mengerti kenapa Kanata selalu meniupi masakan saat akan mencobanya. Lalu Misaki meniupkan sesendok bubur untuk Kanata.

sa21

Jarak mereka terlalu dekat,membuat suasana menjadi sedikit canggung. Misaki tertawa setelah Kanata makan sesuap, Kanata bertanya kenapa Misaki tertawa. Misaki senang karena Kanata menjadi jujur setelah terkena flu. Kanata lalu mengerucutkan bibir Misaki dan menyebut Misaki berisik.

sa22

Kanata lalu berbaring lagi, Misaki penasaran kenapa Kanata menyukainya. Misaki tidak menyangka Kanata akan menyukainya karena Kanata selalu kejam, membentak Misaki dan membuatnya kesal. Kanata bilang menyesal, Misaki lalu meminta maaf karena sudah bertanya. Kanata melanjutkan kalimatnya, dia merasa kesal tiap kali melihat Misaki sedih karena Chiaki.

Kanata ingin melakukan sesuatu untuk Misaki.Kanata ingin tetap ada di sisi Misaki. Bukankah itu artinya Kanata menyukai Misaki?. Kanata lalu mengeluh, kenapa juga dia mengatakan hal tersebut pada Misaki.

sa23

Misaki tersentuh mendengar penjelasan Kanata, dia berterima kasih atas perasaan Kanata.

sa24

Chiaki di rumah, dia memandangi foto Misaki yang dia ambil saat hanabi. Chiaki merasa bersalah karena telah melukai hatinya Misaki saat itu. Padahal diawal pertemuan Misaki tampak ceria sekali. Chiaki memandang kamar Misaki, dia belum pulang dari Tokyo. Chiaki memperbesar di bagian wajah Misaki yang nampak bahagia, sambil memikirkan apa yang dikatakan Touma di Sea Sons.