Blank Mind : Kangta – Free to Fly

Saya tidak tertarik mengisi lagi blog dengan banyak postingan, tiba-tiba teringat blog ini dan ingin menuliskan sesuatu di sela-sela saya  merampungkan beberapa bab novel yang sudah kena kontrak. Apa judulnya? Rahasia, hahaha … saya ingin memamerkannya pada semua orang jika sudah menulis puluhan judul buku yang bisa dinikmati banyak orang dan mendapatkan uang banyak dari tulisan tersebut. Untuk sekarang biarkan saja jadi rahasia antara saya, Tuhan dan kontrak tersebut.

Setidaknya meski blog ini sudah berakhir sudah lama, saya pengen menjadikannya sesuatu … yang tidak tahu sesuatu itu apa …, entah … lagipula tidak akan diperpanjang, lagipula siapa yang mau baca? Matikan saja kolom komentar, sip … beres!

Ketika saya menulis seperti ini, saya tidak akan menyimpannya dalam file di dekstop. Akan langsung menghapusnya jika sudah dipost …

Aku sibuk, sibuk belajar menulis lagi, dasar-dasar kuat yang sedikit banyak aku abaikan selama beberapa waktu karena melayang dengan pujian omong kosong teman-teman.

Benar kata orang, momen terbaik menulis adalah saat jatuh cinta dan patah hati. Aku rasanya ingin mengutuk semua orang yang kutemui saat itu, tetapi sekarang aku ingin tersenyum pada semua orang yang kulihat bahagia dengan diri mereka sendiri, tapi bukan padamu … aku masih membencimu entah sampai kapan. Aku harus jatuh cinta agar bisa menyelesaikan novelku, aku akan mati bosan jika menuliskannya hanya berdasarkan outline yang ada, karena ini bukan skripsi atau tugas akhir kuliah, ini juga butuh riset dan sedikit khayalan. Kau tahu … aku jatuh cinta lagi, aku tidak mau membandingkannya denganmu, pokoknya aku menyukainya dan sebaliknya. Senyumannya begitu indah, aku suka suaranya, aku suka kepribadiannya, dia sosok sempurna penyemangat hari-hari baruku …

Sesaat aku menyadari jika kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama, aku harus mengikhlaskanmu apapun itu, namun aku akan tetap membenci hari-hari ketika aku memujamu. Dan hidup terus berjalan, dan waktu tidak akan pernah menungguku jika aku diam … dan kau memang tidak akan pernah jadi milikku entah bagaimanapun aku merengek pada Tuhan. Doaku masih sama, kuharap kau bahagia walau tidak sebahagia denganku … semoga lekas menikah dan punya banyak anak, hahaha … jadilah PNS dan pinjamlah hutang di bank untuk bangun rumah dan muak sendiri dengan potongan gaji bulanan 70%-nya hahahahaha … jatuh cinta pada teman sendiri, dasar, murahan.

Aku main instagram, ternyata tidak cocok untukku … aku tidak suka basa basi, aku benci kepura-puraan, uninstall … impianku dalam waktu dekat adalah menulis novel dalam bahasa Inggris, bertebaran di amazon atau lainnya. Impian konyolku lainnya adalah membubuhkan namamu menjadi judul buku …… + Berengsek.

Dan suatu hari nanti kau akan menyesal karena telah menyakitiku, Dude!