Dzawin Nur Ikram, Sebuah Paket Lengkap Minus Rokok.

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

  • Nama lahir Dzawin Nur Ikram
  • Nama lain Dzawinur
  • Lahir 22 Agustus 1991 (umur 27)
  • Pekerjaan Pelawak tunggal Komedian
  • Tahun aktif 2014 – sekarang

Dzawin Nur Ikram atau dipanggil Dzawin (lahir di Bogor, Jawa Barat, 22 Agustus 1991; umur 27 tahun) adalah pelawak tunggal Indonesia. Dzawin adalah seorang lulusan pesantren. Ia selalu membawakan materi stand up comedy yang berhubungan dengan pesantren. Dzawin merupakan mahasiswa UIN Jakarta, Ciputat. Juara 3 SUCI 4 yang lahir di Bogor ini mengikuti audisi di Bandung dan lolos 20 besar serta bisa menembus tiga besar. Tiga besar SUCI 4 dijuluki Trio Kasuari atau Rule Of Three (David, Abdur, dan Dzawin)[1].

 

Karier

“Diliatin orang dari lantai 1 sampai 7 gak ada yang ketawa,” kenangnya. Itulah pengalaman buruknya selama stand up. Semenjak itu ia sempat vakum dari stand up, hingga ia kembali menemukan kepercayaan diri dan puncaknya berhasil menjadi salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia season 4 (SUCI 4) pada tahun 2014. Ciri khas Dzawin saat membawakan materi stand up adalah dengan gaya enerjik plus tempo bicara yang cepat tetapi masih dapat dimengerti penonton. Seperti salam pembuka yang sering ia ucapkan “Assalamualaikum! Ini gimana kabarnya semua Alhamdulillah sehat ya?! Sehat ya?!” sering ia diucapkan dengan cepat. Latar belakang dirinya yang merupakan anak pesantren juga hampir selalu jadi bahan materi yang ia bawakan. Ia dikenal sering bertengkar dengan teman satu kompetisinya, Abdur, baik di panggung maupun di Twitter. Pertengkaran pertama kali dimulai saat Stand Up Comedy Season 4 Show 11. Saat itu Dzawin menirukan gaya bicara Abdur, “Asek-Asek Joss”. Begitu juga dengan Abdur yang berkata, “Assalamualaikum! Ini gimana kabarnya sehat ya! Sehat ya!” Dzawin pun pernah meledek Abdur sebagai Komodo Jablay. Ia juga pernah meledek Yudha Keling dengan julukan “Pinggiran Koreng” dan Pras Teguh dengan julukan “Anak CallBack”[2]. Dzawin sendiri berhasil meraih juara ketiga di SUCI 4. Pada tahun 2017, Dzawin kembali mengikuti kompetisi komedi bertajuk Maharaja Lawak Mega[3] yang merupakan salah satu kompetisi komedi terbesar di negara Malaysia[4], sama seperti di SUCI 4 ia kembali berhasil meraih juara ketiga.

Penghargaan

  • Juara 3 Stand Up Comedy Indonesia (Kompas TV) season 4 tahun 2014
  • Komika Favorit Show 5 (Diumumkan Show 6)
  • Juara 3 Maharaja Lawak Mega 2017

Acara Televisi

  • Stand Up Comedy Indonesia (Kompas TV) ke-4 Sebagai peserta tahun 2014
  • SUPER (Kompas TV) sebagai Co-host sejak Agustus 2014
  • SUCI Playground (Kompas TV)
  • Comic Story (Kompas TV)
  • Combreak (Kompas TV)
  • Stand Up Everywhere (RCTI)
  • Maharaja Lawak Mega (Astro Warna / Astro Mustika HD) Sebagai peserta tahun 2017
  • Temasya Sukan Ke Laut (Astro Warna)
  • Ceria i-Star 2017 (Astro Ceria) sebagai Co-Host
  • Gegar Lawak 2018 (Astro Warna) Sebagai mentor kepada peserta

Filmografi

  • Get Up Stand Up (2016)

Yang di atas versi seriusnya, saya tahu Bang Dzawin sejak di SUCI Kompas, yang bikin salut adalah materi beliau yang tak jarang disisipi dakwah, bagaimana dia menyikapi perbedaan dengan santai. Ngomongnya cepet, suara tawanya yang khas, tapi akhir-akhir ini Dzawin lebih aktif dan tersohor menjadi youtuber naik gunung yang kelihatannya lebih seru ketimbang My Trip My Adventure. Dan tidak munafik adsense dia buat perjalanan mendaki juga.

pacar komika

Dan katanya.. Dzawin ini sempat stres setelah ditinggal nikah pacarnya yang bernama Ratih, pastinya semua orang menyayangkan dong.. kenapa? KENAPA? Lucu, cerdas, dan kharismatik gini ditinggalin? Saya pun juga heran sih.. tapi kalau dipikirkan dari sudut pandangnya Ratih, mungkin kita bisa ambil kesimpulan. Bisa jadi hati kecilnya bilang semacam ini “Akutuh capek gak dijadikan prioritas olehmu, sibuk karir terus, bukannya gak cinta sama sayang Dzawin lagi.. iya memang kita sudah jalanin hubungan ini lama, tapi menjadi orang yang tidak didengarkan dan dimengerti adalah urusan yang berbeda. Ya udahlah.. kita udahan sampai sini, kamu pantes dapet yang lebih baik.” Sinetron banged~ hhhhhhhhhhhhhhh

HHHHHH, dan saya juga mau bela Dzawin. Perihal sebenarnya dia ini memang masih sibuk dengan dirinya sendiri. Soal luka masa kecilnya.. Dzawin datang dari keluarga broken home, ayah dan ibunya cerai sejak kecil, keresahannya tidak dihargai di negeri sendiri, apakah berita sejenis Luna Maya unfollow Ayu Tingting lebih penting daripada prestasinya Dzawin yang menang juara 3 di Maharaja Lawak Malaysia?, pasca pulang dapet 200 juta’an pun ibunya menolak diumrah-kan dengan alasan meragu apakah duit hasil stand-up halal atau tidak.

Stresnya Dzawin sampai dia lihat sepeda atau motor orang langsung beli, asal beli aja dari duit yang semula mau dia jadikan biaya nikah. Kalau ditanya kenapa gak buat nikahin yang baru aja Bang? Dzawin santai bilang “Orang baru, ya dengan perjuangan baru..” Hahaha

Pernah Merasa Hina Karena Pekerjaannya.

     Tugasnya adalah membuat orang lain terhibur namun ada masa-masa ia merasa hina akan dirinya sendiri dan membuatnya vakum, namun Dzawin pernah bercerita dia memiliki ayah dan ibu yang sudah bercerai sejak kecil. Besar di pondok, selama itulah dia malu tiap ibunya datang menjenguk. Merasa iri pada teman-temannya yang kalau dijenguk pasti dibawakan makanan enak-enak. Sementara dia dapet kerupuk lagi, padahal keseharian makannya itu. Namun dia sadar kalau dia salah, ibunya rela makan seadanya yang cuman nasi dikasih air demi menghidupi dia dan adiknya. Disaat itu pulalah dia benci sekali pada Bapaknya, ketika temen-temennya tanya “Kog ibunya terus yang jenguk sih Win?”. Dengan entengnya Dzawin bilang bapaknya sudah mati. Saking bencinya Dzawin sama Bapaknya, yang di pikirnya Dzawin sudah tega membuat kehidupannya begitu miskin seperti ini.

Namun Bapaknya suatu hari datang ke pondok, temen-temennya heran.

Kenapa pernah merasa hina sebagai komedian? Ketika Bapaknya di ICU/UGD dia masih show di luar kota dan di hari Bapaknya wafat dia masih harus stand up menghibur orang-orang. Merasa hinalah si Dzawin.. kog kesannya uang dikerja sebegitunya, orang-orang tidak perduli bagaimana keadaannya yang penting menuntut lucunya Dzawin. Ia berhenti stand up sebentar, lantas sadar ia tidak punya keahlian lain selain ini. Dalam artian inilah yang menghasilkan uang paling banyak diantara semua keahliannya, pernah banget saya lihat dia masih jaman ngontrak dan berburu takjil.. Ya Allah Bang.. sedih lihatnya wwkwk

Setidak-Penting-Itukah?

    Dzawin berjuang di Malaysia dan dapet juara 3, tidak pernah digaungkan di media Indonesia secuil pun. Merasa tidak dihargai padahal membawa nama bangsa sendiri. Dzawin terkenal banget di Malaysia, dia bisa sukses berkarir di sana. Sayangnya dia enggak betah di Malaysia.

Dzawin sering bilang sih, dia enggak punya job banyak di TV, memang tidak selaku itu di Indonesia. Daripada terus menyalahkan keada’an ia memilih membuat panggungnya sendiri, acaranya sendiri. Maka ramainya Youtube Dzawin.

Yang kebanyakan kita menduga Dzawin sangat aktif naik gunung pasca patah hati, eh malah inget Bung Fiersa Besari.. habis ditinggal kemudian patah hati.. langsung berkelana ke penjuru nusantara, meski sekarang si Bung sudah sold out. Dzawin, Wira Negara, Fiersa Besari.. adalah sekumpulan pujangga masa kini *hahaha,

Perpektif Soal Pernikahan.

Mungkin sebagian besar orang percaya bahwa bagi seorang petualang menikah adalah suatu tanda titik bagi paragraf kehidupannya. Ketika kita berjuang dan hidup bukan hanya untuk diri sendiri, namun untuk orang lain.. yang itu berarti istri dan anak. Dzawin kelihatan seperti mempercayai hal itu, bagaimana dia terus berusaha membolak-balik pertanyaan pada Bang Radit. Karena Radit yang semula gak suka anak kecil, sengaja bikin rumahnya tidak aman, tapi setelah menikah dia menyesal kenapa gak nikah lebih awal? Dia tidak mau kehilangan 5 tahun bersama anaknya. Tapi Bang Radit.. kalau rezeki dapet anaknya belum waktunya mah juga sama aja. wkwk

Sedangkan Dzawin terus mempertanyakan kenapa menikah?. Radit terus meyakinkan kalau semua hobi itu tetep akan bisa dilakukan, dan pastinya perasaan punya anak itu adalah sesuatu yang Dzawin belum bisa mengerti mau secerdas apapun dia.

Harapan saya sebagai penikmat karyanya Dzawin, rajin-rajin update saja. Sekarang mau setidak penting apakah video dia pasti akan kami tunggu. Tapi satu hal yang tidak saya suka dari Dzawin, ngerokoknya itu hlo.. tak jarang kita akan menemukan muka sampoerna 16 dan Gudang garam filter muncul.

.

.

.

Advertisements

Apakah Ini yang Namanya Writers Block?

Sekelas atas pernah bilang tuh, gak ada yang namanya mandeg dalam nulis.. yang ada itu cuma males. Iya.. saya akui memang males iya ada, tapi rasanya bingung mau lanjut bagaimana. Karena saya dalam prosesnya tidak pernah seserius itu yang memakai rangka konsep sebagainya, ya hanya..  I want it, do it.. whatever~

“Kenapa aku harus memejamkan mataku ketika impianku sudah di depan mata. Aku hanya berusaha mempertahankan realitas ini sayang..”

“Tidurlah, realitas kita akan tetap aman. Aku tidak mau kamu sakit.”

“Sampai detik ini rasanya masih seperti mimpi Bi.., aku takut jika memejamkan mata kamu akan lenyap. Seperti yang sudah-sudah.”

Light Up The Sky – Part 5 

“Bee tawon atau Bi apa?”

Tentu saja saya tahu Bee itu lebah bukan tawon, tapi harusnya menjadi lucu kenapa tawon yang ngeri  ditakuti bisa ku pelesetkan menjadi Bi yang Bee lebah yang kedengarannya begitu manis. Bi Sabina, karena aku jika punya anak perempuan ingin menamainya Sabina. Itulah kenapa jadi Sabina. Terserah nanti Bapaknya mau kasih nama panjang seperti apa.

 Light Up The Sky – Part 4

Amar itu sedikit banyak juga terinspirasi dari sosoknya Abang yang hardwork, sok kepengen mengayomi semuanya. ya kayak kamu juga sih, nyebelin..

Seri ini sebenernya memang belum kelar, aku bingooong mau nulis gimana.. lebih seru ketika mereka berantem sama pisahan. Ini sumpah.. gatau mau gimanaaaa Aaack!

.

.

 “Aku mencintai-Nya melalui kamu juga Sab.. bersyukur serta merasa damai disetiap harinya. Itulah kenapa aku takut kamu meninggalkan aku.”  – sejujurnya aku sendiripun tertegun membaca ini kembali, konsep mencintai kamu sebagai rasa syukur pada-Nya, kedengarannya romantis sekali bukan? Aku kerasukan jin apa bisa kepikiran begini coba? Bagaimana tentu kita sebagai manusia tidak boleh lupa tujuan paling utama kita adalah akherat kelak, tapi bukan lantas menjadikan dunia hanya sekadar numpang lewat saja dan tidak menikmatinya. 

Sabina memeluknya, menepuk-nepuk bahu Amar dan menahan tawanya.

    “Mas Amar, santai saja. Dari semua yang ku utarakan tadi, aku hanya coba mengatakan bahwa aku mungkin bisa hidup sendiri tanpa kekurangan apapun secara materi. Pernikahan itu bukan puncak bahagianya hidup. Tapi hidupku akan sangat merasa kurang dan hampa jika tanpa ada cintanya Mas Amar.”

    “Kamu menyebalkan Sab..”

    “Terima kasih, sayang..”

Amar melepaskan pelukannya dan menatap Sabina takjub. Pertama kalinya Sabina memanggilnya sayang, Sabina hanya memanggilnya Mas Amar sejauh ini, kalau kumat kurang ajarnya dia akan memanggil namanya langsung. Ini perlu dirayakan.

    “Apa? Coba ulangi lagi?”

    “Tidak mau.”

    “Ulangi lagi coba..”

    “Enggak mau…”

    “Sab… kamu tadi bilang apa?”

Amar mencubit kanan dan kiri pipi Sabina gemas. Sabina hanya mengangkat kedua alisnya dan menggeleng ringan. Makki dan Arip tersipu-sipu melihat keduanya lucu sekali.

    “Kalian berdua bisa tidak… sehari saja tanpa berantem? Atau membicarakan hal-hal tidak wajar?”

    “Tanya Sabina Kak, dia yang mulai duluan..”

Amar masih mencubiti gemas pipi Sabina.

    “Tak ada asap tanpa api, Mas Amar yang memicunya.”

    “Sudah sudah, kasihan anakku nanti.. punya om dan tante gak beres seperti kalian.”

Nah, saya paling suka tuh bikin mereka berantem lewat hal-hal gapenting sekalipun. 

Part 2

Ratu dalam catur yang jalannya bisa kemana saja dan bisa makan apa saja, bebas. Ratu.. yaa.. karena saya suka main catur juga.

Tapi saya akuin kalau agak menengah memang membosankan si ini part 1 dan 2. Rempong, aku bahkan bingung mau melanjutkan bagaimana Faizal kelanjutannya.. meski sempat terbersit beberapa opsi.. hmm.. ada ide? Light Up The Sky part 1

Night Fall, Light Up The Sky