Sinopsis The K2 Episode 1 Part 1

Sinopsis The K2 Episode 1 Part 1


Anna kecil berbaring di tempat tidurnya, ia gusar sekali dan tidak bisa tidur, jari jemarinya tidak bisa diam karena cemas. Anna memutuskan untuk bersimpuh di sisi ranjangnya. Berdoa. Sebuah kilatan cahaya melintas sesaat di depan jendela. Anna gembira, pasti ayahnya sudah pulang.

Anna berlarian menuruni tangga, ia memanggil ayah tapi tidak ada jawaban. Anna mendekati pintu kamar orang tuanya, dibukanya perlahan. Ibunya sudah terbujur di lantai dengan obat-obatan yang berserakan keluar dari wadahnya. Jendela kamar terbuka,

“Ibu…” mata Anna berkaca-kaca memanggil ibunya. Di belakang Anna terdapat seseorang, pria itu menutup pintu kamar. Terdengar suara Anna menjerit keras setelahnya.

Anna dibawa oleh seorang wanita berkebangsaan asing ke sebuah gereja, dia ditinggalkan begitu saja dihadapan seoarang biarawati.

Anna kemudian berjalan di belakang seorang biarawati, ketika rombongan orang berjubah dan betudung hitam melewatinya, Anna menoleh ke belakang. Dia terlihat amat tertekan namun tidak tahu harus berbuat apa.

Bertahun-tahun berlalu, Anna yang sudah tumbuh dewasa melarikan diri dari gereja. Dia menyusuri jalanan beraspal tanpa mengenakan alas kaki, Anna juga meminta tumpangan sebuah mobil yang lewat namun dia diabaikan.

Anna terus berlari tanpa tahu tujuan kemana dia pergi, orang-orang menatapinya dengan tatapan aneh, bajunya kumal, penampilannya sudah memprihatikan dan dia terus menoleh ke belakang sembari berlari.

Langkahnya terseok-seok, di lampu merah Anna bersenggolan dengan seseorang sehingga menjatuhkan recehannya. Anna memunguti uang recehannya dan matanya masih nyalang waspada mengamati orang yang mungkin mengikutinya. Lampu sudah berganti warna hijau, suara klakson mobil sahut menyahut mengusir Anna dari jalanan.

Di tempat lain, di sebuah ruangan terdapat Kim Je Ha yang penuh luka, ia menutupi luka di perutnya dengan seadanya. Ia lalu mengecek waktu di jam tangannya, ia memaksakan dirinya untuk bangun dari tempat tidurnya, diraihnya sebotol minuman keras dan meminumnya untuk memberinya kekuatan. Je Ha kesulitan untuk bergerak, dia mendekat ke jendela untuk memastikan sesuatu.

Atau mungkin memastikan seseorang, adakah seseorang menuju ke tempatnya.

Je Ha kini sudah berada di luar, ia melewati seorang pengemis yang memaksa meminta uang. Je Ha mengabaikannya saja, sambil mendongak ke atas menatap CCTV. Je Ha sempat didekati seorang gay yang membawa setangkai mawar, dia menggoda Je Ha. Pasangan gay tersebut mendekati Je Ha karena marah, Je Ha masih terus mengawasi CCTV yang ada di jalan-jalan, ia tidak terlalu perduli dengan pasangan sesama jenis itu. Je Ha melanjutkan perjalanannya, sementar kedua pria tadi bertengkar sendiri.

Keberadaan Anna sudah diketahui oleh dua orang pria, Anna berlari dan sampai di loket tiket, petugas yang berjaga menghitung receh Anna dengan santainya. Anna masih waspada menoleh ke kakan dan ke kiri, berkali-kali Anna meriakinya “Cepat !”, namun petugas tersebut tetap santai.

Anna mendapatkan tiketnya, Anna berlari lagi. Tanpa sengaja Anna bertubrukan dengan Je Ha sampai terjatuh. Anna meminta maaf dengan bahasa korea, lalu maaf dengan bahasa setempat. Je Ha bertanya “Apa kau baik-baik saja ?”. Anna terkejut ternyata dia bertemu dengan orang Korea.

Anna memohon untuk diselamatkan, “Ajussi, tolong selamatkan aku. Beberapa orang jahat sedang mengejarku !” . Je Ha menatap di sekitarnya ada banyak kamera, dia mencoba pergi, Anna tetap memohon-mohon untuk diselamatkan, dia bahkan sampai merangkak dan sujud di depan Je Ha.

Namun lelaki yang mengejar Anna tadi sekarang berada tak jauh dari Anna dan Je Ha, Anna melarikan diri lagi. Anna menuruni tangga dengan ketakutan.

Anna bersembunyi, namun karena nafasnya tersengal-sengal, pria itu dengan mudah menemukannya. Anna diajak pulang, tapi Anna enggan pulang. Anna mencoba lari lagi, pria itu menahan lengannya, Anna mencoba berontak.

Tiba-tiba Je Ha datang dan memegangi pria itu, Je Ha menyuruh Anna pergi.

Je Ha bertarung melawan pria itu, Anna tidak langsung pergi, ia menyaksikan pertarungan mereka. Je Ha berhasil dijatuhkan, pria itu mengincar Anna lagi. Je Ha melawan pria itu lagi, dan kali ini Je Ha berhasil membuat pria itu terkapar dan tak sadarkan diri.

Je Ha mengambil dompet pria itu, Je Ha memekik sial karena aksinya terekam oleh kamera. Je Ha segara pergi,

Seorang petugas melaporkan ke pihak terkait, ada seorang yang dirampok.